Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Wakapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Micro Lockdown Kelapa Dua Tangerang, Beri Bantuan Satu Ton Beras dan 500 Paket Sembako

Published

on

TribrataNews PMJ – Wakil Kepala (Waka) Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Hendro Pandowo meninjau lokasi micro lockdown di RT 07, 08, 09 dan 11 RW 06 Kec. Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (7/6/2021). Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda menyerahkan Satu Ton Beras dan 500 Paket Sembako untuk warga yang terpapar Covid-19.

“Berarti ini ada kemungkinan klaster mudik ya. Campuranlah ada dari mana-mana. Saya perlu sampaikan bahwa selama arus balik mudik kemarin ada beberapa penambahan kasus Covid-19,” ujar Wakapolda saat meninjau lokasi, Senin (7/6/2021).

Belasan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah diberikan bantuan berupa bahan makanan. Sementara, puluhan warga lainnya menjalani isolasi di hotel rujukan dan ada juga yang dilarikan ke rumah sakit.

“40 orang dirawat di Rumah Singgah Hotel Yasmin. Tentunya kita mendoakan yang terinfeksi Covid-19 bisa segera sembuh. Kemudian 17 dirawat isolasi mandiri dan kami sudah menyerahkan bantuan,” kata Wakapolda.

Sebelumnya, sebanyak 63 warga Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan terpapar virus Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyatakan, 60 orang di antaranya telah dirawat di Rumah Singgah Yasmin, Curug, Kabupaten Tangerang. Sedangkan, tiga orang lainnya yang dinyatakan positif Covid-19 kini dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan sesak nafas.

Seluruh warga yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan warga dari RT 06, 07, 08, dan 09 di RW 06, Kelurahan Kelapa Dua.

Awalnya, warga di RW tersebut melakukan kerja bakti dan sempat makan bersama. Kemudian, salah seorang warga merasa sakit dan diperiksa di RS. Hasil pemeriksaan pun menunjukkan warga tersebut positif Covid-19.

Setelah dilakukan tes swab kepada ratusan warga di empat RT itu, ternyata ditemukan 53 orang yang terpapar Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala. Saat ini, Aparat telah menutup atau menerapkan micro lockdown empat RT di RW 06 tersebut.

7. BIDANG HUMAS

Kapolri Terbitkan Surat Telegram Cegah Gangguan Kamtibmas di Kawasan Pelabuhan

Published

on

By

TribrataNews PMJ — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto menerbitkan Surat Telegram guna menciptakan situasi kondusif serta memberikan rasa aman kepada pengguna jasa dan masyarakat di kawasan Pelabuhan.
Surat Telegram bernomor ST/1251/VI/HUK.7.1/2021 tanggal 15 Juni 2021 tersebut ditujukan kepada para Kapolda karena maraknya aksi pungutan liar atau pungli di kawasan Pelabuhan dan sekitarnya. Aksi pungli ini menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan surat telegram ini sekaligus menindak lanjuti perintah Presiden Jokowi.

“Guna mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional, kamtibmas harus kondusif,” kata Komjen Agus Andrianto kepada media, Selasa (15/06/2021).

Lebih lanjut, Komjen Agus menyampaikan bahwa saat ini program pemulihan ekonomi nasional terus di genjot oleh pemerintah, jangan sampai aksi premanisme dan pungutan liar menjadi penghambat.
“Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi premanisme tersebut,” ujarnya.
Ada 5 poin dalam surat telegram itu yang harus dijalankan aparat kepolisian di wilayah, yaitu:
1. Melaksanakan kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) di Kawasan Pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing dengan sasaran aksi premanisme.
2. Melaksanakan penegakan hukum terhadap segala aksi premanisme di kawasan pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing.
3. Meningkatkan upaya pencegahan pungutan liar bersama unit pemberantasan pungli di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.
4. Penegakan hukum bersama APIP terhadap aksi pungli yang terjadi di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.
5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Kapolri Up Kabareskrim.
Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Hingga Kini, Polisi Tangkap 49 Preman Pelaku Pungli Sopir Truk Pelabuhan Tanjung Priok

Published

on

By

TribrataNews PMJ — Aparat Jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok hingga saat ini telah menangkap 49 tersangka pelaku pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.  Puluhan orang yang ditangkap itu merupakan karyawan PT hingga preman yang biasa menjalankan aksi pungli di kawasan tersebut

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, 49 orang itu ditangkap di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dari Polres Utara mengamankan 42 orang dari dua TKP. Kemudian Polsek Cilincing dan Tanjung Priok mengamankan enam dan delapan orang. Juga Polres Pelabuhan Tanjung Priok atau KP3 mengamankan tujuh orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

Kombes Yusri menyebutkan bahwa orang-orang itu sebagian besar tersangka merupakan pegawai PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

“Rata – rata mereka ini pegawai,” ujar dia.

Kombes Yusri mengatakan para pelaku pungli ini tersebar di beberapa titik atau dikenal dengan pos yang berada di sepanjang jalan menuju Pelabuhan. Mereka masing-masing meminta uang dari para sopir truk kontainer yang lewat.

“Saya ambil contoh ada 5 pos ya. Di pos 1 fortun saja di pintu masuk security harus bayar Rp 2.000. Kemudian pos 2 masuk, biayanya masuk lagi Rp 2000. Masuk ke pos 3, itu harus bayar Rp 2000-5000. Ini saya ambil kecilnya karena kalau siang itu beda dengan malam, pengawasan siang lebih ketat,” ujar Kombes Yusri.

“Pengawasan bayar min Rp 5.000, terakhir keluar dipo harus bayar lagi Rp 2.000. Jadi total di fortun ini sekitar Rp 15.000. 1 hari bisa 300 kendaraan kontainer loh. Coba dikalikan. Sekitar Rp 6 juta yang dikeluarkan oleh sopir-sopir. Kemudian perusahaan DKM, ada 4 pos. Total semua per 1 kontainer ada Rp 11.000. Sehari bisa Rp 350-500 ribu untuk kendaraan per 1 kontainer, belum lagi preman-preman yang di luar itu Sengaja buat macet, kemudian ketok kaca minta uang,” lanjutnya.

Kombes Yusri mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk mengusut para pelaku pungli. Dia menyebut tidak menutup kemungkinan para pelaku ini ada kerja sama dengan para karyawan di pelabuhan.

“Saya katakan ini baru dipermukaan, perintah Pak Kapolda Metro Jaya bentuk tim kemarin usai adanya 1 keluhan sopir truk. Kami amankan pelaku-pelaku ini. Karena minta Pak Kapolda bentuk tim, susur pelaku mulai dari hulu ke hilir atau dari hilir ke hulu. Kita ungkap semua. Makanya tim ini bergerak dan kami lakukan rapat koordinasi karena ini rata-rata karyawan. Kita akan rapat dengan stakeholder terkait, apa yang jadi pokok masalah di sini kenapa terjadi macet,” tuturnya.

Kabid Humas juga mengingatkan kepada para korban untuk memanfaatkan Call Center Polisi 110. “Laporkan ke call center 110,” imbuhnya.

Sebanyak 49 tersebut akan dijerat dengan Pasal 368 (1) KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun. “Mereka dikenakan Pasal 368 KUHP, ancaman sembilan tahun penjara, ini dikenakan pada pelaku,” kata dia.

Penangkapan para tersangka itu buntut dari dialog Presiden Joko Widodo dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Kamis pagi kemarin. Setelah dialog itu Presiden Jokowi kemudian menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo perihal kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu,” kata Presiden Jokowi.

“Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja,” kata Presiden.

Kapolri pun menyanggupi permintaan Jokowi. “Siap laksanakan bapak,” kata Kapolri dari sambungan telepon.

Setelah menerima laporan tersebut, Tim Gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung melakukan penyelidikan.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Gelar Vaksinasi Massal ke 147.000 Warga Jadetabek, Libatkan 600 Tenaga Kesehatan

Published

on

By

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya melibatkan 600 tenaga kesehatan sebagai vaksinator dalam program vaksinasi massal yang menyasar target 147.000 warga di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek). Adapun program vaksinasi tersebut berlangsung mulai 5 hingga 30 Juni 2021.

“Ada 600 tenaga kesehatan vaksinator yang kita siapkan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Yusri mengatakan, selain tenaga kesehatan, program vaksinasi Covid-19 untuk warga Jadetabek ini juga melibatkan anggota TNI. “Tentara juga sama (dilibatkan), Kodam Jaya. Vaksin ini dari pemerintah, diberikan kepada kepolisian untuk membantu pemerintah provinsi untuk melakukan vaksinasi,” kata Yusri.

Yusri sebelumnya mengungkapkan, Polda Metro Jaya telah menggelar vaksinasi Covid-19 massal yang dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya sampai dengan akhir Juni 2021.

“Jadi Polda Metro Jaya dibebankan 147.000 dosis vaksin. Vaksinasi mulai tanggal 5 (Juni) ini sampai dengan akhir bulan,” ujar Yusri.

Yusri mengatakan, sejumlah 147.000 dosis yang diterima dari pemerintah telah diserahkan ke sejumlah Polres yang masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya. Nantinya, setiap Polres bersama petugas kesehatan akan melakukan vaksin Covid-19 kepada 350 warga setiap harinya di 100 titik wilayah masing-masing.

“Hampir rata-rata tiap Polres maksimal 350 warga, itu akan divaksin di 100 titik yang Polres akan tentukan mana yang dianggap harus divaksin masyarakatnya,” kata Yusri.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya turut dilibatkan pemerintah dalam program vaksinasi massal nasional kepada warga yang ditargetkan satu juta per hari. Adapun Polda Metro Jaya akan membantu kegiatan tersebut sebagai upaya penanganan Covid-19 di Jakarta dan sekitarnya.

“Polda Metro Jaya telah merancang sebuah konsep operasi untuk menyukseskan program vaksinasi massal di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Program vaksinasi nasional ini target vaksin 1 juta vaksin sehari,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Kamis (3/6/2021).

Kapolda mengungkapkan, program vaksinasi massal dengan tema “Nyok Kite Vaksin” itu dibuat atas perintah Presiden Joko Widodo melalui Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit.

Program vaksinasi itu juga akan melibatkan personel Polri, TNI, dan tenaga kesehatan. “Polda Metro Jaya tentunya bersama rekan TNI akan dilaksanakan di kesatuan masing-masing. Vaksinasi massal juga akan melibatkan peran serta tenaga kesehatan,” ucap Kapolda.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News