Connect with us

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Viral Pungli Sopir Angkot di Jalan Margasatwa, Preman Bertopi Ditangkap Polsek Pasar Minggu

Published

on

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Beredar video amatir berdurasi pendek di media sosial terkait dugaan aksi premanisme yang melakukan pungutan liar (pungli) yang dilakukan seorang pria bertopi terhadap sopir angkot di Jalan Raya Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Preman bertopi itu pun sudah ditangkap petugas Polsek Pasar Minggu.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Bambang Handoko mengatakan pelaku yang meresahkan sudah berhasil dibekuk timnya pada Rabu (15/9/2021) pagi kemarin.

“Ya, benar sudah diamankan Rabu pagi. Dugaannya pungli kami minta keterangan,” ujar Kompol Bambang saat dikonfirmasi, Kamis, 16 September 2021.

Kompol Bambang mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu ada keluhan dari warga terkait aksi pungli pelaku. Ia bilang pelaku saat ini masih diperiksa. Dari aksinya perbuatan yang memalak sopir angkot jelas menyalahi aturan.

Untuk melengkapi berkas, ia bilang akan mencari sopir angkot yang jadi korban aksi pungli pelaku.

“Sekarang kami lagi cari korban-korbannya juga untuk dimintai keterangan,” jelas Kompol Bambang.

Sebelumnya, akun Instagram @steinsiahaan mengunggah video seorang pria bertopi yang diduga memalak ke sopir angkot yang lewat persimpangan Jalan Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam keterangannya, aksi pria tersebut menyasar sopir angkot 61 secara acak.

Dalam video itu, pria bertopi itu dengan santai nongkrong sendirian di pinggir jalan. Sambil merokok, ia memantau kendaraan angkot yang melintas. Begitu ada angkot 61 yang berhenti, ia langsung menghampiri untuk meminta uang ke sopir.

Saat balik ke arah rumah lewat jalan ini lagi pelaku masih ada di sini. Saya pantau dan benar melakukan beberapa kali pungutan liar kepada angkot 61 secara acak. Bukti pemungutan ada di akhir video,” tulis akun @steinsiahaan pada Rabu, 15 September 2021.

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Tiga Tersangka Pembawa Narkoba 15 Kilogram

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 19:17 WIB
TribrataNews PMJ – Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga orang tersangka di wilayah Jakarta dan Jawa Barat yang membawa sebanyak 15 kilogram narkotika jenis ganja.
Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto di Jakarta, Selasa, mengatakan, penangkapan para tersangka tersebut diawali dengan satu tersangka di Jakarta Selatan pada Senin (13/9/2021).“Nah ini berawal dari penangkapan tersangka AJ di TKP Jakarta Selatan pada hari Senin, 13 September 2021 dengan barang bukti 2 paket ganja diduga Narkotika jenis ganja dengan beratnya 3,8 gram,” kata AKBP Antonius.

Kemudian, kata AKBP Antonius, proses ini berlanjut dengan penyelidikan selama satu bulan dengan operasi di lapangan.

Berdasarkan informasi-informasi yang dihimpun di lapangan, berdasarkan penyidikan menangkap satu tersangka lainnya, yakni DO di Cikarang, Jawa Barat.

“Kita sudah melaksanakan penyelidikan sebelumnya dan mengintai. Kemudian kita menangkap tersangka atas nama DO di TKP Cikarang, Jawa Barat pada Kamis, 14 Oktober 2021,” tuturnya.

Dari pengangkapan itu, polisi menemukan barang bukti 15 paket daun kering yang diduga narkoba jenis ganja dengan berat bruto 15.000 gram dan dua unit handphone.

Agus melanjutkan pada saat penangkapan tersebut, satu orang tersangka lainnya, yakni TI sempat bergegas, hingga akhirnya ditangkap pada keesokan harinya di Karawang, Jawa Barat.

“Jadi modus operandinya masih klasik. Barang ditempel, sudah ada ditaruh tempat, kemudian dari 2 pencipta ini mengambil adalah tinggal mengambil,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Wadi Sabani menuturkan, barang terlarang tersebut berasal dari Pulau Sumatera.

AKBP Wadi mengungkapkan dengan penggunaan ini, paling tidak sebanyak 15.000 jiwa terselamatkan dari peredaran barang terlarang tersebut.

“Kita tidak perlu memperkirakan uang deh kita estimasi dari jiwa yang tinggi. Kita sampaikan ke publik adalah kita bisa menyelamatkan 15.000 jiwa dengan estimasi atau dengan analogi 1 orang 1 gram,” kata dia.

Atasnya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polsek Jagakarsa Ringkus 4 Pelaku Tawuran di Lenteng Agung, Sita Celurit Sepanjang 90 Cm

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 18:58 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Jagakarsa meringkus empat pelaku tawuran berinisial MA (16), DA (16), PB (16), dan RKS (16) di Flyover Lenteng Agung, Jakarta Selatan, karena aksinya terekam dan videonya viral di media sosial. Hal itu disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto.

“Beberapa waktu lalu video viral di medsos Instagram ada remaja melakukan tawuran pada Jumat, 15 Oktober 2021 pukul 04.00 WIB, yang meresahkan Kamtibmas di Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya Flyover Lenteng Agung. Lalu, kami amankan empat remaja di bawah umur usianya 16 tahun,” kata AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Berbekal video di media sosial itu, kata dia, Polsek Jagakarsa kemudian melakukan identifikasi pada para pelaku tawuran itu. Akhirnya, para pelaku pun berhasil teridentifikasi dan diamankan polisi di kediamannya masing-masing. MA (16) selaku pemilik senjata tajam, DA (16), PB (16), dan RKS (16) turut serta melakukan tawuran.”Kami amankan juga barang bukti celurit sepanjang 90 cm milik MA. Mereka kami kenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Tentang Kepemilikan Senjata Tajam, karena di bawah umur prosesnya pun melalui peradilan anak,” tuturnya.

AKBP Antonius menerangkan, pelaku tawuran itu bukanlah warga yang sekolah di Jagakarsa, melainkan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Beji, Depok. Mereka sebelumnya janjian melalui medsos untuk melakukan tawuran di waktu dan lokasi yang telah disepakati dalam video viral tawuran itu.

“Kami juga sangat menyayangkan, akun medsos dipakai untuk janjian tawuran. Kita masih kejar beberapa pelaku lainnya juga, kami juga harap kepedulian masyarakat dan orang tua untuk sama-sama mengawasi, termasuk akun-akun medsos yang dipakai seperti itu disamping kami melakukan patroli cyber,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya menerangkan, selain menciduk empat pelaku remaja, pihaknya juga berhasil mencegah remaja yang hendak tawuran di kawasan Jagakarsa pada Minggu, 17 Oktober 2021. Mereka berkumpul-kumpul di jalanan dan berencana melakukan tawuran sehingga dibawa ke kantor polisi.

“Kami bawa ke polsek untuk dilakukan pembinaan, keluarganya juga kami undang untuk dilakukan edukasi,” tuturnya.

Guna mengantisipasi aksi tawuran di Jagakarsa, melalui, Polsek Jagakarsa bakal terus melakukan patroli di lapangan, khususnya di titik-titik yang dianggap rawan tawuran dan ditempatkan. Polisi juga bakal terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi tawuran, khususnya di wilayah Jagakarsa.“Kami juga bersama tiga pilar terus melakukan sosialisasi, termasuk penyuluhan ke sekolah-sekolah karena itu sangat efektif dalam pencegahan,” katanya.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Targetkan 4.400 Penerima Bantuan Tunai PKL dan Warung (BTPKLW)

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 17:08 WIB

TribrataNews PMJ — Polres Metro Jakarta Selatan menyalurkan bantuan tunai pada program Bantuan Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) sebesar Rp1,2 juta per pedagang, dengan target 4.400 PKL penerima bantuan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah, melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, mengatakan, pihaknya sudah mendata 4.400 PKL penerima bantuan dalam program BTPKLW, yakni PKL dan pedagang warung di Jakarta Selatan.

“Target Polres Metro Jakarta Selatan mendapatkan 4.400 PKL dan warung. Saya coba bagi rata di setiap kecamatan, di tiap polsek, masing-masing 440 penerima,” kata Kapolres.

Program BTPKLW ini, kata Kapolres, merupakan bagian dari program pemerintah dalam pemulihan perekonomian PKL dan warung, yang terdampak pandemi COVID-19.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan program pemerintah tersebut kepada sekitar 3.000 PKL dan warung dari sepuluh kecamatan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

“Polres Metro Jakarta Selatan dalam periode ini sudah mendata sebanyak 4.400 PKL dan warung. Sekarang dalam proses membagikan bantuan. Bantuan yang disalurkan sudah mencapai 60 persen dari data yang kita kumpulkan dan verifikasi,” katanya.

Para penerima bantuan adalah PKL dan warung yang telah melalui tahapan pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibas di setiap kelurahan di Jakarta Selatan.

“Data direkap oleh Bhabinkamtibmas lalu dilaksanakan verifikasi, apakah ada bantuan dalam bentuk lain atau belum pernah dapat bantuan, atau dagangannya seperti apa, itu yang diverifikasi. Verifikasinya bukan hanya usaha dan kegiatannya, tapi juga identitasnya dalam satu kegiatan tersebut,” kata Kapolres Kombes Azis.

Sebelumnya, Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) mulai diluncurkan di Medan, Kamis (9/9), sebagai dukungan bagi UMKM dan korporasi untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 khususnya bagi sektor usaha mikro.

Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan pagu sebesar Rp1,2 triliun ini akan disalurkan bagi satu juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.

Pemerintah menugaskan, TNI dan Polri untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan tersebut langsung ke masyarakat. Penyaluran bantuan oleh TNI dan Polri ini dilakukan melalui sistem aplikasi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, mengatakan, program penyaluran bantuan selanjutnya akan diteruskan oleh TNI dan Polri di berbagai wilayah dengan operasi di lapangan akan dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Adapun syarat penerima bantuan tunai tersebut seperti tempat usaha berada di wilayah PPKM Level 3 dan 4, calon penerima belum mendapat Bantuan Produktif Ultra Mikro (BPUM) dari Kemenkop UKM, dan melampirkan data izin usaha, lokasi usaha, dan NIK.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News