Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Video Sopir Truk Dipalak di Kalideres Viral, Polisi Tangkap Pelaku yang Ternyata Masih Remaja

Published

on

Senin, 25 Oktober 2021 09:08 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Kalideres menangkap seorang remaja berinisial ME (16 tahun) yang diduga memalak sopir truk di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Penangkapan ME berawal dari viralnya sebuah video di media sosial terkait adanya dugaan kasus pemalakan di Jalan Daan Mogot.

Kapolsek Kalideres AKP Hasoloan Situmorang mengatakan, peristiwa adanya dugaan pemerasan terhadap sopir truk di Jalan Raya Daan Mogot terjadi pada Jumat (22/10/2021) sekira pukul 14.40 WIB.

AKP Hasoloan menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan terkait viralnya video dugaan pemalakan sopir truk.

“Kami langsung gerak ke TKP dan melakukan olah TKP dan cari keterangan dari saksi. Dari olah TKP dan didapati mengarah ke satu orang diduga kuat ada dalam video viral tersebut,” ujar AKP Hasoloan di Mapolsek Kalideres, Minggu (24/10/2021) sore.

Polisi kemudian mendapatkan bahwa ME tinggal di Semanan, Kalideres. Polisi lalu menuju ke rumah ME dan berhasil mengamankan pelaku atas bantuan warga.

“Kemudian dilakukan interogerasi awal, diwawancara bahwa yang bersangkutan mengakui yang melakukan itu dan viral di dalam video tersebut adalah ME,” tambah AKP Hasoloan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa topi dan pakaian yang digunakan oleh ME saat beraksi. Polisi pun menemukan kecocokan dari topi dan pakaian dengan yang ada di dalam video.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 356 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman penjara selama sembilan tahun.

Namun, pihak polisi masih menunggu sopir truk yang mengalami kerugian atas aksi ME. “Untuk proses hukum yang melibatkan anak-anak kita gunakan sistem peradilan anak,” kata AKP Hasoloan.

Sebelumnya, ME terlihat menghampiri pintu-pintu sopir truk yang tengah melintas. Ia bahkan memukul kaca sopir untuk meminta sopir truk turun. Sopir truk yang merekam video menyebut ME sedang memalak.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Gerebek Kampung Boncos, 18 Orang Diamankan Positif Pakai Sabu

Published

on

By

Senin, 29 November 2021 14:32 WIB

TribrataNews PMJ – Sedikitnya 18 orang digelandang polisi karena terbukti hasil urine positif menggunakan narkoba jenis sabu serta ditemukan berbagai peralatan untuk menggunakan narkoba Jenis sabu.

Penggerebegkan itu dilakukan Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat di Kampung Boncos di Kota Bambu Selatan Palmerah Jakarta Barat, pada Sabtu (27/11/2021).

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo menjelaskan anggota Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan kegiatan penetrasi di daerah zona yang rawan terjadinya peredaran gelap narkoba.

“Kegiatan kali ini di Kampung Boncos berhasil diamankan 18 orang yang terbukti mengkonsumsi narkoba, ” ujar Kompol Danang saat dikonfirmasi.

Kompol Danang menjelaskan dari penggerebekan tersebut sedikitnya mengamankan sebanyak 18 0rang yang terdiri dari 13 orang laki laki dan 5 orang perempuan.
“Mereka terbukti menggunakan narkoba jenis sabu, dari hasil pengecekan sample urine, positif urine mengandung zat amphetamine ” kata Kompol Danang.

Selain mengamankan pelaku penyalahgunaan narkoba, pihaknya turut serta mengamankan beberapa peralatan untuk menggunakan narkoba jenis sabu seperti alat hisap sabu (bong), plastik klip, sedotan, dan korek gas.

Mereka yang terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu kami akan lakukan pembinaan dan program rehabilitasi. “Kami akan mengirimkan ke panti rehabilitasi untuk dilakukan pembinaan,” jelas Kompol Danang.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta AKP Arif Purnama Oktora mengatakan pihaknya akan terus secara berkelanjutan untuk melakukan operasi di daerah zona yang rawan terjadinya peredaran gelap narkoba.

Polisi kan berusaha semaksimal mungkin untuk merubah stigma Kampung Boncos yang terkenal Kampung Surganya para pencandu narkoba menjadi kampung yang bersih dari narkoba. “Kami akan terus lakukan operasi hingga daerah tersebut bersih dari peredaran gelap narkoba,” pungkas Kompol Danang

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Kembangan Selamatkan Pria yang Hendak Bunuh Diri karena Utang Pinjol

Published

on

By

Senin, 22 November 2021 12:36 WIB

TribrataNews PMJ – Praktik pinjaman online atau yang lebih dikenal dengan nama pinjol hampir saja membuat nyawa orang melayang lagi. Pria berusia 25 tahun bernama Hendrik nekat mau menghabisi nyawanya sendiri lantaran terlilit utang pinjol mencapai ratusan juta rupiah.

Dia coba menghabisi nyawanya sendiri pada Minggu, 21 November 2021, kemarin di kawasan kembangan Jakarta Barat. Hendrik mencoba terjun bebas dari lantai empat Ruko Resfles Belmon.

Awalnya, Hendrik meminta temannya memegangi telepon genggam. Kemudian, tiba-tiba saja temannya telah mendapati Hendrik di luar jendela lantai empat.

“Ketika hendak turun, temannya melihat tiba-tiba pelaku sudah di samping jendela hendak melompat keluar jendela,” kata Kapolsek Kembangan, Kompol H Khori, kepada wartawan, Senin, 22 November 2021.

Melihat aksi ini, teman korban yang panik lantas minta pertolongan pada pihak lain agar membantu membujuk korban tidak nekat bunuh diri. Kemudian, laporan diteruskan ke polisi.

Kompol Khori dan tim lantas ke lokasi kejadian. Dengan berbagai cara membujuk, akhirnya Kompol Khori berhasil membuat Hendrik mengurungkan niatnya.

Polisi dibantu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dalam mengevakuasinya. Usut punya usut, Hendrik mengaku depresi terlilit utang pinjol sebanyak Rp90 juta.

Usaha mendapatkan uang secara kilat lewat judi online guna melunasi utang pun selalu gagal. Alhasil, dia nekat mau bunuh diri.

“Namun korban tidak pernah menang slot (judi) hingga korban mendapat teror dari pihak pinjol karena tidak membayar pinjaman,” katanya lagi.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Periksa Tujuh Saksi Terkait Bangunan SMAN 96 Yang Roboh

Published

on

By

Kamis, 18 November 2021 12:28 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik Polres Metro Jakarta Barat memeriksa tujuh saksi terkait peristiwa bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 96 Cengkareng yang roboh saat proses perbaikan besar.

Petugas Unit Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat menelusuri unsur dugaan tindak pidana yang terjadi terkait gedung sekolah roboh tersebut.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi terkait kecelakaan kerja bangunan robohnya. Hari ini Puslabfor turun mau cek bangunan,” kata Kepala Unit Krimsus Satreskrimum Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fahmi Fiandri saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).

AKP Fahmi mengungkapkan penyidik memeriksa tujuh saksi yang terdiri dari petugas lapangan, seperti mandor dan pekerja bangunan. Namun, beberapa saksi yang menjadi korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan.

AKP Fahmi menuturkan penyidik masih fokus terhadap penyelidikan kecelakaan kerja dan belum mengarah kepada dugaan tindak korupsi pengadaan pembangunan gedung sekolah tersebut.

Sebelumnya, gedung SMAN 96 Cengkareng, Jakarta Barat, ambruk saat proses renovasi besar pada Rabu (17/11/2021) kemarin.

“Jadi itu lagi proses pembangunan baru, rehab total,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat I Aroman.

Aroman mengaku belum mengetahui pasti kronologi dan penyebab utama robohnya gedung SMA tersebut.

Namun demikian, Aroman memastikan robohnya gedung tersebut mengakibatkan empat korban yang terdiri dari para pekerja bangunan.

Beberapa dari korban luka tersebut ada yang menderita patah kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Jadi puingnya menimpa para pekerja. Warga sekitar enggak kena karena jauh, enggak ada warga luka,” tutur Aroman.

Aroman belum dapat memastikan proses rehabilitasi SMAN 96 itu akan dilanjutkan atau dihentikan sementara karena proyek renovasi sekolah tersebut merupakan program Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News