Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Unjuk Rasa Tanpa Pemberitahuan dan Melanggar PPKM Darurat, 15 Pengunjuk Rasa Diamankan

Published

on

TribrataNews PMJ — Sebanyak 15 orang pengunjuk rasa di Polres Metro Jakarta Pusat menggelar aksi unjuk rasa tanpa pemberitahuan dan melanggar PPKM Darurat. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di areal vital depan KFC Kilosari Menteng Jakarta Pusat, Senin (19/7/2021).

Puluhan massa mengatasnamakan HMI dan SEM itu sempat menutup jalan, dengan menolak perpanjang PPKM Darurat, di depan Kantor Sekretariat Cilosari 17 Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Senin 19 Juli 2021 siang.

Petugas sudah berusaha melakukan upaya persuasif dengan mengimbau dan berkordinasi agar masa tidak melanjutkan aksi karena selain melanggar PPKM Darurat juga tanpa memberitahukan unjuk rasa. Namun massa justru melempari petugas dengan batu dan kayu.

“Sekelompok massa mengatasnamakan Jakarta bergerak mengatasnamakan HMI Jakarta Timur SEMMI Jakarta Pusat dan HMI Jakarta Pustara. Awalnya mereka bergerak di depan KFC kemudian menutup jalan,” kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur M Torik.

AKBP Guntur menegaskan bahwa pada masa PPKM Darurat, jelas bahwa pendirian sangat tidak boleh dilakukan, termasuk unjukrasa apalagi di lokasi objek vital. “Jadi tidak benar polisi menyerangsekretariatan. Saat ini sudah ada 15 orang pengunjuk rasa, untuk kita melakukan pemeriksaan,” kata Kabag Ops.

Kabag Ops menjelaskan massa dengan penanggung jawab lapangan Ismail berkumpul mengatasnamakan Jakarta Bergerak (HMI Jakarta Timur, SEMMI Jakarta Pusat & HMI Jakarta Pustara), sekitar 30 org.

Mereka menuntut menolak PPKM di seluruh Indonesia, dengan membawa Pengeras Suara (toa), tiga buah ban bekas (ban mobil 1 + ban motor 2), dan mengendarai motor. Massa juga berencana melakukan aksi unjukrasa ke depan Istana Negara Presiden.

“Kita justru melakukan himbauan massa untuk tidak melakukan unjukrasa ketika PPKM Darurat namun tidak direspons dengan baik oleh massa aksi. Massa justru mengusir dan hendak melawan perugas untuk menghadapi langsung, dari Sekretariat HMI Cilosari.” terangnya.

“Pukul 12.00 Wib, Petugas Kepolisian Kembali melakukan himbauan terkait PPKM Darurat dilarang melaksanakan giat unras,” tegasnya

Namun Pukul 12.50 Wib, massa aksi selesai melaksanakan Rapat Internal dengan hasil bahwa mereka melakukan unras di depan KFC Cikini Raya.

“Pukul 13.00 Wib, massa aksi masih berada di halaman HMI Cilosari Menteng. Pukul 13.05 Wib, massa aksi mulai longmarch menuju KFC Cikini Menteng. Pukul 13.10 Wib, massa aksi tiba di depan KFC Cikini menggelar aksi unjuk rasa, membawa bendera Merah Putih, bendera lembaga dan satu ban bekas mobil, dan spanduk bergerak Jakarta Bergerak. Tolak PPKM #Jokowi Gagal,” katanya.

Pukul 13.15 Wib, Tim Ops Polres Metro Jakarta Pusat terus melakukan himbauan kepada massa aksi namun tidak diindahkan. “Selanjutnya aksi massa kita bubarkan selanjutnya massa dibawa ke Pol Metro Jakarta Pusat. Jumlah yang diperlukan 15 orang. Melanggar PPKM, mengganggu aksi umum,” katanya.

Sementara ada sejumlah warga yang ingin melaporkan peristiwa tersebut karena masa aksi masuk dalam kepekarangan rumah, kini ke 15 peserta aksi di amankan ke Polda Metro Jaya

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Salurkan Dana BPUM untuk Pedagang Mikro dan Kecil

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ — Polres Metro Jakarta Pusat membantu menyalurkan dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp1,2 juta per pedagang, untuk pedagang berskala mikro dan kecil yang terdampak pandemi COVID-19.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Widiastuti Chasanah, di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021) kemarin, mengatakan, percepatan penyaluran BPUM tersebut dilakukan dengan membuka pendaftaran bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung kecil untuk mendapatkan dana BPUM melalui Kantor Polsek di domisili masing-masing.

“Persyaratannya sangat mudah, pedagang ber-KTP DKI Jakarta dan mendaftarkan diri melalui Bhabinkamtibmas pada masing-masing kelurahan,” kata AKBP Widi.  Kemudian, pedagang akan diverifikasi sesuai dengan ketentuan penerima BPUM.

Polres Metro Jakarta Pusat menargetkan bantuan dana BPUM dapat disalurkan kepada 4.500 PKL dan pedagang warung kecil hingga akhir Desember 2021.

Menurut AKBP Widi, bantuan dana dapat dibayarkan langsung secara tunai, sehingga pedagang tidak dibebankan oleh birokrasi.

“Apabila sampai Desember 2021 penyelauran bantuan untuk 4.500 pedagang tidak terpenuhi, maka dananya akan dikembalikan ke kas Negara,” kata AKBP Widi.

Pada Senin hari ini, ada sebanyak 1.200 PKL dan warung kecil telah mendapatkan bantuan dana tunai tersebut, yakni sebanyak Rp1,2 juta per orang.

Salah satu pedagang makanan beku di Pasar Gunung Sahari, Mardiana (41), menyatakan terima kasih atas bantuan dana yang disalurkan dari Polri. Menurut dia, proses pendaftarannya cukup mudah.

“Saya ditawari oleh LMK Gunung Sahari dan isi formulir dengan melampirkan fotokopi KTP dan tempat usaha. Pendaftaran tidak sulit. Baru berapa hari sudah cair. Saya baru pertama kali dapat bantuan,” kata dia.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Gagalkan Peredaran Ekstasi Palsu Produksi Home Industry di Johar Baru, Tiga Pelaku Ditangkap

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran ekstasi palsu yang diproduksi dalam skala rumahan di Jalan Kramat Raya, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koesheryanto menjelaskan, pengungkapan produksi ekstasi tersebut berawal dari penangkapan sejumlah tersangka yang terlibat dalam aksi tawuran antarwarga Johar Baru, baik di tingkat Polsek maupun Polres.

Para tersangka yang diamankan terindikasi menggunakan narkoba sebelum tawuran.

“Dari sinilah, Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dan dalam waktu kurang lebih satu bulan ini, telah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran psikotropika,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan. tiga tersangka berinisial IS, MN dan PR memproduksi ekstasi palsu dengan bahan baku berupa diazepam, clorilex clozapine dan pil kina.

Dengan modal Rp5.000 per butir, ketiga tersangka mampu memproduksi pil ekstasi palsu sebanyak 3.000 butir per minggu dan dijual seharga Rp200 ribu per butir.

“Kenapa kami katakan ‘home industry‘, industri rumahan? karena alat-alatnya sangat sederhana, hanya sebatas pensil, spidol dan obat-obatan yang didapatkan,” kata AKBP Setyo.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, ketiga tersangka sudah menjalankan industri ekstasi palsu sekitar 4-5 bulan.

Kompol Panjiyoga menegaskan, efek dari penggunaan ekstasi palsu ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan emosi tinggi atau paranoid ketika melihat orang lain.

“Ekstasi asli yang mengandung amfetamin itu biasanya apabila memakai, harus mendengarkan musik, sedangkan ini halusinogen,” katanya.

Pemakainya bisa berhalusinasi dan efeknya bisa menyebabkan emosi tinggi. “Apalagi tersangka menggunakan spidol warna untuk pewarna pil yang dicetak oleh mereka,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 60 ayat (1) b Subsider Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU Kesehatan jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Sembilan Bandar Sabu Jaringan Malaysia

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ -Tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus sembilan orang bandar narkoba jenis sabu di dua lokasi di Jakarta Timur dari jaringan narkoba internasional dari Malaysia yang  berperan sebagai pengedar di Jakarta.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koesheryanto, di Jakarta, Rabu (15/9/2021),  mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, sembilan orang tersangka itu berperan sebagai bandar dari jaringan narkoba internasional yang dipasok dari Malaysia dan diedarkan di Jakarta.

“Kami mengungkap peredaran sabu dari dua TKP (tempat kejadian perkara) dari jaringan yang sama. Jadi, kita amankan bandarnya, diindikasi ini  jaringan dari Malaysia,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan, barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan mencapai 2 kilogram

Ada pun penangkapan komplotan pengedar sabu tersebut, bermula dari adanya informasi masyarakat tentang peredaran barang haram itu di Jakarta Pusat. Berbekal informasi yang diterima, Polisi lalu melakukan penelusuran.

Dari penelusuran itu, diketahui bahwa barang haram itu bersumber dari seorang pengedar berinisial MW alias B. Polisi pun menangkap MW di rumahnya di Jalan H. Husin Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dari hasil penggeledahan, Polisi mengamankan satu bungkus plastik narkoba jenis sabu seberat 975, 8 gram; telepon seluler, dan alat hisap sabu atau bong.

Polisi lalu mengembangkan temuannya itu untuk menyasar bandar lain. Dari hasil pengembangan, Polisi menyelidiki delapan orang lainnya yang tinggal di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur.

Kedelapan bandar itu ditangkap di sebuah rumah kost Jalan Balai Rakyat,  Pulogadung, Jakarta Timur, dengan barang bukti sabu siap edar.

“Awal penyelidikan dari Jakarta Pusat, kemudian kita kembangkan, dan kemudian mengamankan bandarnya di dua lokasi yang berbeda di Jakarta Timur. Pertama di Ciracas, dan kedua di Pulogadung,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News