Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Jakarta-Cikampek (Japek) Pergoki 3 Pencuri Besi Proyek Kereta Cepat di Kabupaten Bekasi

Published

on

Selasa, 23 November 2021 13:39 WIB

TribrataNews PMJ – Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Jakarta-Cikampek (Japek) mengamankan tiga orang yang sedang mencuri besi proyek kereta api cepat di Kilometer 34 Tol Cibatu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Induk PJR Japek AKP Rikky Atmaja mengatakan, ketiga tersangka pelaku diamankan ketika sedang melakukan pemotongan tiang besi proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Setelah anggota cek dengan petugas trantib, ditemukan sedang melakukan pemotongan tiang besi proyek kereta cepat. Setelah dicek ternyata bukan pekerja proyek, akhirnya kami amankan di sini, kami tanyai bahwa memang niatnya mau mencuri untuk memotong besi,” ujar AKP Rikky, Selasa (23/11/2021).

AKP Rikky mengemukakan, saat ditangkap, ketiga orang tersebut sedang melakukan pengelasan, tetapi belum berhasil memotong tiang tersebut. “Sebelum kami tangkap, tiang tersebut belum terpotong, baru proses pengelasan, keburu tertangkap tangan oleh personel trantib,” ujar dia.

Sebelum tertangkap, pelaku mengaku telah melancarkan aksinya satu kali. Untuk mendalami hal tersebut, polisi akan melakukan penyelidikan dan interogasi lebih lanjut.

“Yang pertama dia berhasil, berhasil memotong, pengakuan mereka sekitar 1 kuintal dia dapat potongan besinya yang dapat bagian atasnya saja. 1 kuintal lebih,” ungkapnya.

Pada saat penangkapan, polisi mengamankan beberapa barang bukti, seperti alat las, tabung gas, oksigen, palu dan linggis, terpal, serta kendaraan yang mereka gunakan.

“Terpal modusnya sengaja ditutupi, malam-malam ditutupi, biar percikannya tidak kelihatan silau mata untuk mengelabuhi petugas yang patroli,” ungkapnya.

AKP Rikky belum bisa memastikan apakah pencurian besi proyek kereta cepat ini berkaitan dengan pencurian sebelumnya yang terjadi di Jakarta Timur.

Kasus di Cibatu itu, kata AKP Rikky, langsung dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi. “Belum bisa kami pastikan (berkaitan atau tidak) dengan yang di KC Km 06. Nanti Reskrim yang bisa membuktikan setelah ini kami limpahkan ke Polres Metro Kabupaten Bekasi.” ujarnya.

7. BIDANG HUMAS

Polda Metro Jaya Larang Semua Kegiatan Khilafatul Muslimin

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 08:00 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya  melarang seluruh kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah hukumnya. Termasuk aktivitas belajar mengajar di lembaga pendidikan Ukhuwah Islamiyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, langkah tersebut diambil seiring dengan ditemukannya dugaan pelanggaran dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Khilafatul Muslimin.

Sebab, ormas tersebut menyebarkan ajaran khilafah dalam setiap kegiatannya dan berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi di Indonesia.

“Tentu saja dengan penyampaian Polda Metro Jaya kemarin, kami sudah memerintahkan jajaran untuk tidak ada lagi kegiatan-kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Zulpan di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Menurut Kombes Zulpan, larangan ini tidak hanya untuk aktivitas keorganisasian Khilafatul Muslimin, tetapi juga kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah milik kelompok tersebut.

Kombes Zulpan pun menyatakan langkah yang diambil kepolisian sudah disepakati bersama oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Selain itu, lanjut Kombes Zulpan, larangan ini juga turut disuarakan oleh ormas Islam lainnya seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Tidak ada lagi (kegiatan Khilafatul Muslimin). Karena apa, yang mereka lakukan baik itu pondok pesantren, maupun sekolah-sekolahnya kemarin sudah dijawab,” ungkap Kombes Zulpan.

“Dalam pertemuan bersama dengan Kemendikbudstek dan Kemenag, PWNU dan Muhammadiyah dijelaskan bahwa sekolah-sekolah itu tidak terdaftar,” sambung Zulpan.

Untuk diketahui, polisi masih terus menyelidiki Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Metro Jaya telah menangkap enam orang petinggi Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Satu di antaranya adalah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, yakni Abdul Qadir Hasan Baraja. Dia ditangkap pada Selasa (7/6/2022) di Bandar Lampung.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Membangun Negara di Dalam Negara

Published

on

By

Kamis, 16 Juni 2022 14:30 WIB

TBNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol DR. Mohammad Fadil Imran menyebutkan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin membangun negara di dalam negara. Hal itu disampaikan Kapolda ketika memaparkan hasil penyelidikan terhadap ormas yang diduga bertentangan dengan ideologi Pancasila tersebut di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

“Dari hasil penyelidikan, di bawah permukaan senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakatan,” ujar Irjen Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Selain itu, lanjut Irjen Fadil, Khilafatul Muslimin juga diketahui telah membangun suatu sistem pertukaran uang dan jasa, sistem pendidikan yang terkait dengan ideologi khilafah, serta sistem pertukaran barang dan jasa. “Yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara,” kata Irjen Fadil.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, Yayasan dan lembaga yang dibentuk oleh Khilafatul Muslimin pada dasarnya diperankan atau difungsikan sebagai shell organization. Yayasan dan Lembaga yang digunakan sebagai upaya untuk menutupi kejahatan yang dilakukannya. Digunakan untuk pengelabuan, menghindar dari kewajiban, serta menggunakannya dengan mengeksploitasi celah dalam peraturan perundangan.

Ormas ini bukan saja telah menggunakan “influential power”, mengeksploitasi posisinya dalam jaringan dan menggunakannya untuk memanipulasi tekanan dan mengubah peristiwa tertentu untuk hasil yang diinginkan, akan tetapi juga menggunakan “soft power” atau “ambassadorial power”, menggunakan pesona, persuasi, dan kewirausahaan. Ormas ini menyajikan, membangun, dan mempromosikan hasil yang mereka inginkan melalui cara dan gambaran yang seolah tampaknya mendukung kepentingan banyak pihak. Praktik kuasa oleh Khilafatul Muslimin, menyebabkan ormas ini telah dapat menyebarkan dan mengembangkan pengaruhnya di berbagai wilayah, bukan saja di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dengan dmikian, kata Kapolda, perilaku jahat ormas Khilafatul Muslimin, bila ditelaah lebih dalam pada dasarnya bukan sekedar merupakan suatu pelanggaran hukum pidana konvensional, akan tetapi kejahatan ini sudah merupakan ranah offences against the State. Ormas Khilafatul Muslimin telah menantang legitimasi dan kedaulatan dari negara demokratis yang sah, serta mengancam pilar-pilar berbangsa dan bernegara. Merusak nilai, asas, dan tatanan 4 (empat) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan Indonesia sebagai negara kesatuan.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Menggunakan Praktik Hidden Crimes dan Invisible Crimes Melawan Ideologi Negara

Published

on

By

Kamis, 16 Juni 2022 14:00 WIB

TBNews PMJ – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) DR. Mohammad Fadil Imran mengatakan Khilafatul Muslimin melaksanakan aksi kejahatannya menggunakan praktik hidden crimes dan invisible crimes. Mereka menyembunyikan aksi pelanggaran hukum melawan ideologi negara dengan cara-cara tersembunyi.

“Disebut hidden crime atau invisible crime kejahatan yang bergeeak di bawah bayangan dan kegelapan. Berada di sisi gelap kehidupan dengan berlindung dan berbaur dalam praktik sosial, ekonomi, keagamaan dan kemasyarakatan,” kata Kapolda saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.

Dengan mekanisme itu, organisasi massa Khilafatul Muslimin menjalankan aksinya tidak terlihat dan tidak teramati selama ini, sehingga seolah-olah tidak ada pelanggaran hukum yang mereka lakukan. Padahal aksi mereka, kata Kapolda, berusaha melaksanakan kegiatan kriminal melawan negara.

Kejahatan melawan negara ini menurut Irjen Fadil bentuknya selalu tersembunyi. Makanya, orang-orang yang menjadi korban pemahaman yang diajarkan Khilafatul Muslimin, kata Kapolda, seringkali tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban doktrin paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa, khususnya Pancasila.

Mereka juga menurut Fadil memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk memperkuat fenomena populisme untuk mendukung pemikiran ormasnya. Setelah mendapatkan perhatian orang banyak, mereka kata Fadil akan mencoba memanfaatkan ideologi bangsa ketika lemah di pemikiran masyarakat.

“Ideologi yang bisa memanfaatkan kelemahan dan ketidaktahuan masyarakat sehingga oknum-oknum itu memiliki kesempatan untuk mencari legitimasi ideologi ini layaknya benalu yang mampu menumpang di mana pun,” kata Irjen Fadil.

Oleh sebab itu, Irjen Fadil mengatakan, saat dirinya memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menginvestigasi tindakan kriminal yang dilakukan Khilafatul Muslimin harus sangat mendalam dengan berbasiskan pengetahuan dari barang bukti awal yang didapat.

“Dengan itu dan berbasis pengetahuan dari alat bukti yang didapatkan maka karakter kejahatan invisible crime ini dengan menggunakan arus gerakan populisme bisa kita ungkap secara terang benderang,” ucapnya.

Polisi sebagai elemen negara dipastikannya juga akan selalu berpegang pada ideologi negara yang memastikan bertumpu pada Pancasila. Dalam penelusuran ormas ini, Polda Metro Jaya juga tidak berdiri sendiri melainkan ormas lain yang turut memiliki paham sesuai ideologi bangsa yaitu Pancasila.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan ditemukan adanya pelanggaran hukum. Kami semua sepakat siapapun yang melakukan pelanggaran hukum, ormas manapun yang melakukan pelanggaran hukum, apalagi termasuk kejahatan yang melawan ideologi negara kami akan sungguh-sungguh menyelesaikannya,” ucap Irjen Fadil.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News