Connect with us

7. BIDANG HUMAS

Turut Jadi Tersangka, Protokoler Bandara Soetta Diduga Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Published

on

Kamis, 4 November 2021 09:11 WIB

TribrataNews PMJ – Seorang protokoler Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berinisial OP turut turut ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan kaburnya selebgram Rachel Vennya dari karantina RSDC Wisma Atlet. OP diduga membantu Rachel Vennya, kekasihnya Salim Nauderer dan manajernya Maulida Kharirunnisa untuk kabur dari karantina.

“Hasil dari gelar perkara adalah menetapkan empat orang tersangka. Yang pertama saudari RV (Rachel Vennya) sendiri, kemudian satu rekannya (Salim Nauderer), kemudian manajernya (Maulida Khairunnisa) dan satu yang membantu melakukan adalah seorang yang bekerja sebagai protokoler di Bandara Soekarno-Hatta dengan inisial OP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (3/11/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, saudara OP ikut membantu Rachel Vennya kabur dari karantina RSDC Wisma Atlet Pademangan. Kombes Tubagus Ade meyakini tanpa bantuan OP, Rachel Vennya, Salim dan Maulida tidak mungkin kabur dari karantina usai berlibur di Amerika Serikat.

“Ya artinya kan dia keluarnya harus ada yang membantu, kalau dia keluar tidak ada yang membantu kan tidak bisa,” ujar Kombes Tubagus saat dihubungi wartawan pada Rabu (3/11/2021).

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Rachel, Salim, Maulida dan OP sebagai tersangka kasus dugaan kabur dari karantina atau dugaan pelanggaran karantina kesehatan.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

7. BIDANG HUMAS

Kapolda Metro Jaya Apresiasi Penanganan Covid-19 di Krukut Jakarta Barat

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 13:45 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran mengapresiasi kinerja tiga pilar yang terdiri dari wali kota, kapolres hingga dandim di wilayah Jakarta Barat karena telah bertindak cepat memutus mata rantai Covid-19 di kawasan Krukut Taman Sari, Jakarta Barat.

Tindakan cepat yang diapresiasi Kapolda yakni “tracing” warga yang terpapar Covid-19, “micro lockdown” di RW 02 hingga pemberian bantuan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Ini membuktikan bahwa tiga pilar bersama masyarakat sudah memiliki ketangguhan untuk mengolah diri dan lingkungannya agar dapat memutus penularan Covid-19,” kata Kapolda saat memberikan bantuan sosial kepada warga Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, yang menjalani isolasi Covid-19, Jumat (14/1/2022).

Menurut Kapolda, penyebaran Covid-19 mungkin saja bisa semakin meluas jika langkah tersebut tidak dilakukan dengan cepat.

Kapolda pun mengimbau kepada masyarakat yang ada di lokasi untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama beraktivitas.

Warga yang berada di dalam lokasi micro lockdown pun diimbau untuk tidak keluar masuk wilayah RW 02 demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Kapolda juga memastikan proses tracing dilokasi RW 02 masih berjalan guna melacak peredaran Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat memperluas karantina wilayah micro lockdown di wilayah Krukut dari semula empat RT menjadi 14 RT di RW 02. Hal tersebut terpaksa dilakukan menyusul 67 warga Krukut terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR. Seiring pemberlakuan micro lockdown, tracing terus dilakukan untuk memantau penyebaran Covid-19.

Saat ini, dari 67 orang yang terpapar COVID-19, sebanyak 52 sudah dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi mandiri. Sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil menunggu proses masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Kronologi Penangkapan Musisi Ardhito Pramono

Published

on

By

Jumat, 14 Januari 2022 08:47 WIB

TribrataNews PMJ – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membeberkan kronologi awal penangkapan artis sekaligus musisi Ardhito Pramono (AP) dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Kombes  Zulpan mengatakan, penangkapan terhadap musisi 26 tahun itu berawal dari laporan masyarakat. “Bermula dari suatu tempat kejadian peristiwa (TKP) di daerah Jakarta Barat, yaitu di wilayah Kebon Jeruk,” kata Zulpan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/1/2022).

Dari situ, polisi melakukan pengembangan. Polisi kemudian menangkap Ardhito Pramono pada Rabu (12/1/2022) dini hari di kediamannya kawasan Klender, Jakarta Timur.

“Tersangka pada saat diamankan sedang gunakan narkotika jenis ganja,” katanya.

Kepada polisi Ardhito Pramono mengaku mendapatkan ganja tersebut melalui seseorang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh polisi.

Ardhito Pramono telah mengenal barang terlarang tersebut sejak 2011. Namun, sempat berhenti dan mulai aktif lagi pada tahun 2020.

“Alasan mengonsumsi untuk memberikan rasa tenang dan fokus dalam bekerja,” ungkapnya.

Dari tangan Ardhito Pramono polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ganja seberat 4,80 gram, 1 bungkus kertas vapir, 21 butir pil alprazolam dan satu buah handphone Iphone12.

Atas perbuatannya, Ardhito Pramono terancam dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Diresmikan Kapolri

Published

on

By

Kamis, 13 Januari 2022 10:48 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hari ini meresmikan tim patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya. Dalam arahannya, Kapolri menekankan semua anggota yang terlibat dalam tim patroli tersebut bersikap humanis dalam bertugas.

“Tentunya saya berharap rekan-rekan bisa tampil dengan humanis pada saat bertemu dan berikan layanan kepada masyarakat. Rekan-rekan melakukan langkah-langkah dari kegiatan preemtif memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap potensi kejahatan dan memberikan edukasi kamtibmas,” kata Kapolri di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Jenderal Listyo Sigit secara khusus menaruh harapan besar kepada tim patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya. Kapolri berharap tim ini bisa menjadi jawaban dari permintaan rasa aman di tengah masyarakat.

Kapolri pun meminta anggota untuk bersikap humanis. Namun, tidak ragu dalam bersikap tegas dalam mengemban tugas memberikan perlindungan.

“Tampil humanis berikan pelayanan baik tapi jangan ragu-ragu lakukan langkah tegas dan berwibawa,” katanya.

Untuk diketahui, tim patroli Perintis Polda Metro Jaya ini berawal dari tuntutan masyarakat terkait keamanan di malam hari. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran lalu menyikapinya dengan membentuk tim khusus. Tim itu awalnya dinamakan Dream Team

“Banyak masukan melalui media sosial untuk mengantisipasi kejahatan pada malam hari. Saya berencana akan membuat sebuah ‘dream team’ yang akan melahirkan heroes-heroes baru untuk mengawal masyarakat supaya boboknya tenang,” kata Kapolda di sela-sela pembukaan ‘Kapolda Cup 2021’ di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Kapolda mengatakan Dream Team ini akan menjadi satu kesatuan dari tim-tim patroli yang ada di seluruh polres-polres jajaran Polda Metro Jaya. Tim yang dibentuk dari Satuan Sabhara ini akan dilatih sehingga memiliki kemampuan yang seragam.

“Ya nanti akan kita satukan, kita akan seragamkan, tapi quality control kita bangun bersama. Alatnya, skill-nya, pengetahuannya kita seragamkan,” ucapnya.

“Kemampuannya saya latih, kemampuan mengemudi, kemampuan pengetahuan tentang HAM, kemampuan tentang komunikasi, kemampuan tentang kejahatan dan bagaimana transformasi Polri yang diharapkan pimpinan,” sambungnya.

Kapolda mengatakan pihaknya akan melatih anggota Sabhara ini agar dalam pelaksanaan penindakannya tidak melanggar SOP hingga pengetahuan tentang HAM sehingga ia tidak khawatir ketika dalam penindakan itu anggota patroli melakukan kesalahan. Tim ini juga nantinya akan diberi pelatihan agar memahami undang-undang yang melekat pada dirinya.

“Demikian juga dia memahami undang-undang yang melekat pada dirinya. Menggeledah orang, memeriksa orang yang namanya tertangkap tangan dan sebagainya. Ini semua harus kita latih dan kita siapkan.” katanya.

Tim ini, kata Kapolda, akan menjadi wajah baru Polda Metro Jaya di malam hari.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News