Connect with us

8. POLRES METRO BEKASI

Toko Kosmetik Jual Obat Terlarang Digerebek Polsek Kedungwaringin Bekasi

Published

on

Rabu, 22 September 2021

TribrataNews PMJ – Petugas Polsek Kedungwaringin Polres Metro Bekasi menggerebek toko kosmetik di Ruko Perumahan Kedungwaringin RT 22/04, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/9/2021) malam. Dari tempat ini petugas menyitas ribuan butir obat terlarang, serta menangkap pemilik toko berinisial M (22 tahun).

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 2 botol plastik berisi pil warna kuning jenis Hexymer dengan jumlah 1.180 butir/tablet, 1.035 butir pil tramadol HCL, dan 87 butir pil Trihexyphinidyl. Kemudian uang tunai Rp220.000, 360 pcs plastik klip bening cap jempol dan satu telepon selular untuk mengedarkan obat terlarang ini.

Kanit Reskrim Polsek Kedungwaringin, Iptu Edward Danel mengatakan, terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya informasi dan laporan dari warga yang resah dengan keberadaan pelaku yang mengedarkan obat terlarang dengan berkedok toko kosmetik.”Ada laporan yang masuk banyak remaja maupun pemuda yang mabuk obat, disitu warga resah,” kata Iptu Edward kepada wartawan Rabu (22/9/2021).

Kemudian petugas melakukan penelusuran dan observasi di lokasi dan melakukan penggerebekan di toko tersebut. Hasilnya, petugas mengamankan satu orang pelaku yang merupakan warga Aceh. Bahkan, pelaku sempat berkelit dan tidak mengakui menjual obat terlarang.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 197 UU RI No. 36/2009 tentang Kesehatan dan Pasal 83 UU RI No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. ”Tersangka dijerat pasal berlapis karena menyediakan, menyimpan obat-obatan berbahaya dan menjualnya kepada masyarakat tanpa ada resep dokter,” tegasnya.

8. POLRES METRO BEKASI

Polres Metro Bekasi Bentuk Satgas DPO Karantina, Cari dan Tangkap Pasien Karantina Bandel

Published

on

By

Selasa, 11 Januari 2022 09:37 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Bekasi membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus dalam menangani pasien-pasien karantina Covid-19 yang bandel dengan meloloskan diri sebelum waktu karantina berakhir. Tim khusus yang baru dibentuk itu nantinya dikenal sebagai Satgas Pencarian DPO Karantina.

“Membentuk Satgas Pencarian DPO Karantina karena sekarang waktunya dipotong, kalau enggak salah jadi 7 hari. Kalau ada yang masih positif, terus keluar (kabur) dikhawatirkan akan membawa transmisi lokal,” ucap Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion di kawasan Cikarang, dikutip Selasa (11/01/2022).

Kombes Gidion juga mengatakan Polres Metro Bekasi juga menyediakan sebanyak empat lokasi karantina yang diperuntukan bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Adapun keempat hotel tersebut telah memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan maupun Satgas Covid-19. Hotel tersebut yakni Hotel Sahid, Nuansa, Java Palace dan CGV.

“Ada 4 hotel yang diizinkan secara verifikasi untuk menerima karantina pelaku perjalan dari luar negeri jadi dari satgas pusat, polda maupun daerah,” sambung dia.

Kombes Gidion juga mengaku telah menginstruksikan kepada pengelola untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri. Mereka yang dinyatakan negatif setelah menjalani karantina selama 5-7 hari, baru diperbolehkan pulang dari tempat karantina.

“kalau ada yang positif diperpanjang 5 hari, kalau negatif sudah boleh pulang,” pungkasnya.

Continue Reading

8. POLRES METRO BEKASI

Polres Metro Bekasi Mulai Lakukan Booster untuk 1.592 Personelnya

Published

on

By

Selasa, 11 Januari 2022 09:00 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Bekasi melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster yang diperuntukan bagi anggota kepolisian. Polres Metro Bekasi menargetkan pelaksanaan vaksinasi terhadap 1.592 personelnya rampung pada 17 Januari 2022 mendatang.

“Kami mulai dari tanggal 8 Januari. Ditargetkan selesai pada 17 Januari 2022 nanti,” ungkap Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidieon ditemui di Cikarang, Senin (10/01/2022).

Kombes Gidieon mengatakan, dalam dua hari ini, sebanyak 500 anggota kepolisian telah melakukan vaksin dosis ketiga. Adapun target yang akan diselesaikan yakni sebanyak 1.592 anggota.

“Kegiatan kami pusatkan di Mapolres. Jadi targetnya ada 1.592 orang, sesuai dengan jumlah anggota kami, berarti tersisa kurang lebih 1.000 anggota lagi,” ujarnya.

Kombes Gidieon menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian vaksinasi booster untuk masyarakat umum. Sehingga, dibutuhkan sejumlah prosedur sebelum bisa menggelar kegiatan vaksinasi dosis ketiga untuk warga Kabupaten Bekasi.

“Kalau untuk masyarakat ini kami masih tunggu kebijakan dari pusat, karena itu terkait alokasi dan sistem dari Satgas Covid-19 maupun Polda Metro Jaya.” tuturKombes Gidieon.

Continue Reading

8. POLRES METRO BEKASI

Polsek Cikarang Barat Ciduk 2 Pembacok Siswa SMP di Desa Kalijaya

Published

on

By

Jumat, 7 Januari 2022 08:36 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Polsek Cikarang Barat meringkus dua remaja berinisia YH (15 tahun) dan AM (15 tahun) yang melakukan pembacokan terhadap korban BR (15 tahun), pelajar SMP, hingga tewas. BR sendiri dibacok di Jalan Fatahilah RT 07/13 Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/1/2022).

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Teddy Hartanto menjelaskan dua tersangka melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang diarahkan ke korban hingga menyebabkan tewas.

”Awalnya, dua pelaku bermaksud untuk tawuran mengendarai sepeda motor. AM yang mengemudikan motor dan YH yang membawa celurit,” kata Kompol Tedy, Rabu (5/1/2021).

Mereka kemudian berkeliling untuk mencari lawan tawuran hingga berpapasan dengan korban. Lalu, tanpa alasan yang jelas, YH menunjuk ke arah korban yang kala itu tengah berkumpul bersama teman-temannya. AM kemudian memutar balik arah kemudi motornya dan mendekati korban. Setelah itu, YH langsung membacok ke arah punggung kiri korban. Dua pelaku langsung pergi melarikan diri. Sementara itu korban dibawa ke rumah sakit oleh warga. Namun sayangnya, dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.30 WIB.

”Setelah dilakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dengan mengambil keterangan saksi saksi, mendatangi lokasi TKP dan membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati,” katanya.

Tak lama setelah itu, polisi meringkus keduanya dan mengamankan barang bukti berupa satu buah jaket sweater kombinasi warna kuning, merah dan hitam, satu buah kaus warna hitam dan satu buah celana pendek bahan warna cream. Sedangkan barang bukti berupa 1 sajam dibuang tersangka ke Kali CBL dengan maksud menghilangkan jejak.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian dengan hukuman paling lama 7 tahun kurungan penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News