Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap 3 Pencuri yang Dulu Korbannya Diomeli Anggota Polsek Pulogadung Saat Bikin Laporan

Published

on

Senin, 27 Desember 2021 16:02 WIB

TribrataNews PMJ – Polisi tangkap tiga dari lima pencuri yang mengambil barang berharga milik pengendara mobil bernama Meta Kumala (32) di kawasan Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, ketiga pelaku tersebut adalah BI, AAM, dan MD. Mereka ditangkap di tempat terpisah pada 20, 21, dan 22 Desember 2021 di wilayah Jakarta Pusat.

“Jadi ditangkap di waktu berbeda-beda jangka waktu sehari-hari. Tapi masih di wilayah Jakarta,” ujar Kombes Zulpan kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Sementara dua pelaku lain berinisial MA dan B, kata Kombes Zulpan, hingga kini belum tertangkap dan masih dalam pengejaran petugas di lapangan.

“Dua orang DPO masih kami lakukan pengejaran. Kami sudah ketahui lokasinya mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa kami tangkap,” kata Kombes Zulpan.

Kini, ketiga pelaku yang tertangkap sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Metro Jaya. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ini ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” kata Kombes Zulpan.

Adapun aksi pencurian tersebut terjadi pada pada Selasa (7/12/2021) lalu di Jalan Sunan Sedayu sekitar pukul 19.20 WIB. Korbannya merupakan seorang pengendara mobil bernama Meta Kumala. Tas, uang senilai Rp 7 juta, dan kartu-kartunya raib digondol komplotan maling saat ia turun mengecek kondisi mobil yang disebut bermasalah.

Beberapa jam setelah pencurian itu, Meta melapor ke Polsek Pulogadung. Ia menyebutkan detail barang-barang yang hilang kepada anggota kepolisian, termasuk salah satu personel yang saat itu mengenakan pakaian bebas. Namun, peristiwa pencurian yang hendak dilaporkannya tidak ditanggapi serius oleh anggota kepolisian di lokasi

“Saya nyebutlah ada lima kartu ATM (yang hilang). Terus salah satu polisi itu berucap, enggak enak nadanya,” kata Meta, Minggu (12/12/2021) malam.

“Dia bilang, ‘Ngapain sih ibu punya ATM banyak-banyak? Kalau gini kan jadi repot. Percuma kalau dicari juga pelakunya. Memang ibu enggak tahu (biaya) adminnya itu mahal?’,” ucap Meta menirukan omongan oknum polisi tersebut.

Sebelumnya Meta sempat mengunggah peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut di media sosial dan kemudian viral.

Adapun anggota Polsek Pulogadung yang memarahi Meta adalah Aipda Rudi Panjaitan, anggota Reserse Kriminal dari Polsek tersebut. Kini, anggota kepolisian itu sudah diberikan sanksi demosi dan mutasi keluar wilayah hukum Polda Metro Jaya.

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Markos dan Alfikri, Pelaku Lain yang Mengeroyok Ade Armando

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 21:00 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang yang terlupakan dalam mengeroyok pegiat media sosial Ade Armando. Dua orang tersebut di luar enam pelaku pengeroyokan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Ada orang lain yang juga ikut melakukan aksi kekerasan. Diamankan dua orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (14/4/2022). Dua orang tersebut yakni Markos Iswan ditangkap Kamis (14/4/2022) pada pukul 01.25 WIB di Sawangan, Depok dan Alfikri Hidayatullah ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Markos Iswan berperan dalam aksi kekerasan melakukan pemukulan. Kemudian pelaku lain adalah Alfikri Hidayatullah juga berperan dalam melakukan pemukulan,” ujar Kombes Zulpan.

Sebelum menangkap Markos dan Alfikri, polisi telah menangkap lima pelaku pengeroyokan yakni Mohammad Bagja, Komar, Dia Ul Haq, Arief Pardiani, dan Abdul Latip. Sementara, satu pelaku lain masih buron yakni Ade Purnama.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Arief Pardiani karena Sebar Video Hoaks ‘Ade Armando Sudah Mati’

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 11:25 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap seorang pria bernama Arief Pardiani pada Rabu (13/4/2022), karena menyebar video hoaks dengan narasi ‘Ade Armando Sudah Mati’.

“Kami juga menambahkan ada juga satu pelaku lain di luar dari enam yang kita tetapkan sebagai tersangka. Dia atas nama Arief Pardiani. Kita tangkap di Jakarta,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E. Zulpan kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, pelaku Arief dalam video pengeroyokan dosen Universitas Indonesia Ade Armando, yang tersebar di media sosial, berperan sebagai provokator.

“Kalau terlihat di video medsos yang bersangkutan ini melakukan provokasi. Dengan kata-kata ‘Ade Armando sudah mati kemudian turun semua yang ada di Jakarta’. Yang bersangkutan juga sudah kita amankan dan sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Kombes Zulpan.

Untuk diketahui, para pengeroyok Ade Armando yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka ialah M Bagja, Komar, Dhia Ul Haq, Ade Purnama, dan Abdul Latip. Tiga di antaranya, yaitu Muhamad Bagja, Komar, dan Dhia Ul Haq, merupakan pemukul pertama.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat sebelumnya mengungkapkan, para pelaku ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil identifikasi dan kajian saintifik tim gabungan penyidik.

Sebagai informasi, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin kemarin. Aksi tersebut berujung ricuh.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, ada oknum-oknum yang memanfaatkan aksi demonstrasi aliansi BEM UI untuk berbuat rusuh.

“Kami sangat sayangkan ada sekelompok yang memancing di air keruh, yang tujuannya bukan untuk menyampaikan pendapat, tapi memang niatnya membuat kerusuhan,” kata Kapolda Irjen Fadil dalam konferensi pers, Senin malam.

Irjen Fadil menjelaskan, setelah massa BEM SI membubarkan diri, ada sekelompok orang yang berbuat rusuh. Sekelompok orang itu kemudian mengeroyok Ade Armando hingga babak belur. Fadil memastikan bahwa pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa.

“Setelah (aspirasi) diterima dan mahasiswa kembali (bubar), ada kelompok massa dan kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada saudara Ade Armando,” ujar Irjen Fadil.

Polisi kemudian mengevakuasi Ade Armando. Namun, sejumlah anggota kepolisian malah diserang hingga terluka.

“Pada saat anggota melakukan evakuasi, massa non-mahasiswa bertambah beringas menyerang anggota, sehingga enam anggota kami yang melakukan evakuasi, terluka,” ucap Irjen Fadil.

Irjen Fadil pun mengultimatum para pengeroyok Ade Armando untuk menyerahkan diri. “Kami akan mengumumkan identitas pelaku dan jika tidak menyerahkan diri akan kami lakukan penangkapan!” tegas Kapolda.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Dhia Ul Haq, Pria yang Pertama Kali Pukul Ade Armando

Published

on

By

Rabu, 13 April 2022 12:45 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya telah merilis identitas enam tersangka kasus pengeroyokan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Dari enam tersangka itu, dua orang telah ditangkap.

Terkini, petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka Dhia Ul Haq. Dhia Ul Haq adalah orang yang terekam kamera pertama kali melakukan pemukulan kepada Ade Armando.

“Sudah, sudah diamankan. Nanti kita rilis,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Kombes Tubagus membenarkan saat ditanya apakah Dhia Ul Haq sudah ditangkap. Tersangka Dhia Ul Haq ditangkap di sebuah pondok pesantren di Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/4/2022) dini hari tadi. Saat ini Dhia Ul Haq masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya telah menetapkan 6 orang tersangka pengeroyokan Ade Armando. Dua di antaranya telah ditangkap

“Hasil penyelidikan dari ini kita rumuskan bersama dan tetapkan enam tersangka dengan korban Ade Armando. Dua tersangka baru saja berhasil diamankan di Jonggol dan Bekasi,” kata Kombes Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Enam orang yang teridentifikasi:
1. Muhammad Bagja (sudah ditangkap)
2. Komar (sudah ditangkap)
3. Dhia Ul Haq
4. Ade Purnama
5. Abdul Latip
6. Abdul Manaf

Polisi enggan berspekulasi terkait motif pengeroyokan. Kepolisian masih akan mendalami tiap keterangan dua orang yang telah diamankan hari ini.

“Apa motifnya? Belum bisa dijawab karena yang bersangkutan masih diamankan dan masih dalam pendalaman motivasinya apa,” tutur Kombes Tubagus Ade.

Dua orang yang sudah diamankan bernama Muhammad Bagja dan Komar bukan berstatus mahasiswa. Keduanya ditangkap di daerah Jakarta dan Bogor.

“Dari data yang kami himpun dua orang ini statusnya sebagai wiraswasta, bukan mahasiswa,” kata Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News