Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Tangkap Dua Penjual Tabung Oksigen yang Naikkan Harga, Polres Metro Jakarta Pusat Akan Sumbangkan Ratusan Barang Bukti ke Rumah Sakit

Published

on

TribrataNews PMJ — Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua orang penjual tabung oksigen yang menaikkan harga di tengah kasus Covid-19. Ratusan tabung dan regulator oksigen yang kini menjadi barang bukti akan disumbangkan ke rumah sakit.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan, total ada 166 tabung oksigen yang kini telah disita sebagai barang bukti. Tabung oksigen itu terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, dan 2 meter kubik. Selain itu, ada juga bukti 126 pengatur oksigen.

“Terkait bukti ini, kami akan berkoordinasi dengan KUHP bahwa barang bukti yang layak akan kita gantikan uang untuk kita sita, yang nantinya akan kita sumbangkan ke Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis (15/7/2021).

AKBP Setyo menegaskan, tabung dan regulator oksigen itu merupakan barang yang sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kasus Covid-19 saat ini. Namun, polisi saat ini masih menunggu persetujuan dari kejaksaan untuk menyumbangkan tabung oksigen tersebut.

“Semoga ini disetujui, karena barang-barang ini sangat dibutuhkan masyarakat saat ini,” katanya.

Adapun kedua pelaku penjual tabung oksigen nakal tersebut ditangkap di kawasan Mangga Dua, pada 12 Juli lalu. Kedua pelaku sudah lama berbisnis tabung oksigen. Namun pada saat kejadian Covid-19 ini, keduanya berinisiatif menaikkan harga hingga dua kali lipat karena melihat adanya kekelangkaan tabung oksigen di pasaran.

Menurut AKBP Setyo, para pelaku menaikkan harga tersebut karena keuntungan yang didapat. Bahkan dalam pengakuannya, mereka mampu meraup keuntungan sebesar Rp 300 juta rupiah.

“Hanya beberapa minggu saja, di akhir Juni dan awal Juli 2021, mereka mendapat Rp 300 jutaan,” beber AKBP Setyo.

Kini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Salurkan Dana BPUM untuk Pedagang Mikro dan Kecil

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ — Polres Metro Jakarta Pusat membantu menyalurkan dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp1,2 juta per pedagang, untuk pedagang berskala mikro dan kecil yang terdampak pandemi COVID-19.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Widiastuti Chasanah, di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021) kemarin, mengatakan, percepatan penyaluran BPUM tersebut dilakukan dengan membuka pendaftaran bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung kecil untuk mendapatkan dana BPUM melalui Kantor Polsek di domisili masing-masing.

“Persyaratannya sangat mudah, pedagang ber-KTP DKI Jakarta dan mendaftarkan diri melalui Bhabinkamtibmas pada masing-masing kelurahan,” kata AKBP Widi.  Kemudian, pedagang akan diverifikasi sesuai dengan ketentuan penerima BPUM.

Polres Metro Jakarta Pusat menargetkan bantuan dana BPUM dapat disalurkan kepada 4.500 PKL dan pedagang warung kecil hingga akhir Desember 2021.

Menurut AKBP Widi, bantuan dana dapat dibayarkan langsung secara tunai, sehingga pedagang tidak dibebankan oleh birokrasi.

“Apabila sampai Desember 2021 penyelauran bantuan untuk 4.500 pedagang tidak terpenuhi, maka dananya akan dikembalikan ke kas Negara,” kata AKBP Widi.

Pada Senin hari ini, ada sebanyak 1.200 PKL dan warung kecil telah mendapatkan bantuan dana tunai tersebut, yakni sebanyak Rp1,2 juta per orang.

Salah satu pedagang makanan beku di Pasar Gunung Sahari, Mardiana (41), menyatakan terima kasih atas bantuan dana yang disalurkan dari Polri. Menurut dia, proses pendaftarannya cukup mudah.

“Saya ditawari oleh LMK Gunung Sahari dan isi formulir dengan melampirkan fotokopi KTP dan tempat usaha. Pendaftaran tidak sulit. Baru berapa hari sudah cair. Saya baru pertama kali dapat bantuan,” kata dia.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Gagalkan Peredaran Ekstasi Palsu Produksi Home Industry di Johar Baru, Tiga Pelaku Ditangkap

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran ekstasi palsu yang diproduksi dalam skala rumahan di Jalan Kramat Raya, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koesheryanto menjelaskan, pengungkapan produksi ekstasi tersebut berawal dari penangkapan sejumlah tersangka yang terlibat dalam aksi tawuran antarwarga Johar Baru, baik di tingkat Polsek maupun Polres.

Para tersangka yang diamankan terindikasi menggunakan narkoba sebelum tawuran.

“Dari sinilah, Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dan dalam waktu kurang lebih satu bulan ini, telah mengungkap penyalahgunaan dan peredaran psikotropika,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan. tiga tersangka berinisial IS, MN dan PR memproduksi ekstasi palsu dengan bahan baku berupa diazepam, clorilex clozapine dan pil kina.

Dengan modal Rp5.000 per butir, ketiga tersangka mampu memproduksi pil ekstasi palsu sebanyak 3.000 butir per minggu dan dijual seharga Rp200 ribu per butir.

“Kenapa kami katakan ‘home industry‘, industri rumahan? karena alat-alatnya sangat sederhana, hanya sebatas pensil, spidol dan obat-obatan yang didapatkan,” kata AKBP Setyo.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, ketiga tersangka sudah menjalankan industri ekstasi palsu sekitar 4-5 bulan.

Kompol Panjiyoga menegaskan, efek dari penggunaan ekstasi palsu ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan emosi tinggi atau paranoid ketika melihat orang lain.

“Ekstasi asli yang mengandung amfetamin itu biasanya apabila memakai, harus mendengarkan musik, sedangkan ini halusinogen,” katanya.

Pemakainya bisa berhalusinasi dan efeknya bisa menyebabkan emosi tinggi. “Apalagi tersangka menggunakan spidol warna untuk pewarna pil yang dicetak oleh mereka,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 60 ayat (1) b Subsider Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU Kesehatan jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Ringkus Sembilan Bandar Sabu Jaringan Malaysia

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ -Tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat berhasil meringkus sembilan orang bandar narkoba jenis sabu di dua lokasi di Jakarta Timur dari jaringan narkoba internasional dari Malaysia yang  berperan sebagai pengedar di Jakarta.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koesheryanto, di Jakarta, Rabu (15/9/2021),  mengatakan, berdasarkan pemeriksaan, sembilan orang tersangka itu berperan sebagai bandar dari jaringan narkoba internasional yang dipasok dari Malaysia dan diedarkan di Jakarta.

“Kami mengungkap peredaran sabu dari dua TKP (tempat kejadian perkara) dari jaringan yang sama. Jadi, kita amankan bandarnya, diindikasi ini  jaringan dari Malaysia,” kata AKBP Setyo dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu.

AKBP Setyo menjelaskan, barang bukti narkoba jenis sabu yang diamankan mencapai 2 kilogram

Ada pun penangkapan komplotan pengedar sabu tersebut, bermula dari adanya informasi masyarakat tentang peredaran barang haram itu di Jakarta Pusat. Berbekal informasi yang diterima, Polisi lalu melakukan penelusuran.

Dari penelusuran itu, diketahui bahwa barang haram itu bersumber dari seorang pengedar berinisial MW alias B. Polisi pun menangkap MW di rumahnya di Jalan H. Husin Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dari hasil penggeledahan, Polisi mengamankan satu bungkus plastik narkoba jenis sabu seberat 975, 8 gram; telepon seluler, dan alat hisap sabu atau bong.

Polisi lalu mengembangkan temuannya itu untuk menyasar bandar lain. Dari hasil pengembangan, Polisi menyelidiki delapan orang lainnya yang tinggal di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur.

Kedelapan bandar itu ditangkap di sebuah rumah kost Jalan Balai Rakyat,  Pulogadung, Jakarta Timur, dengan barang bukti sabu siap edar.

“Awal penyelidikan dari Jakarta Pusat, kemudian kita kembangkan, dan kemudian mengamankan bandarnya di dua lokasi yang berbeda di Jakarta Timur. Pertama di Ciracas, dan kedua di Pulogadung,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, delapan tersangka dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat enam tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News