Connect with us

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Tangkap Richard Lee Terkait Akses Ilegal Akun Instagram

Published

on

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya meluruskan penangkapan terhadap dr Richard Lee (RL). dr Richard Lee ditangkap bukan terkait pencemaran nama baik terhadap Kartika Putri, melainkan terkait akses ilegal terhadap akun Instagram yang telah disita oleh pengadilan.

“Ini terjadi ilegal akses dan pencurian oleh seseorang, kemudian dilakukan lidik dan sidik oleh penyidik. Berdasarkan lidik ternyata yang lakukan ilegal akses dan pencurian akun di barbuk penyidk ini dilakukan sendiri oleh RL,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Adapun, penyitaan akun Instagram Richard Lee ini dilakukan terkait penyidikan kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Kartika Putri. Dalam kasus ini, polisi masih mengupayakan mediasi dan selama proses penyidikan itu akun Instagram Richard Lee disita penyidik.

Penyitaan akun Instagram  dalam artian, email, password, user ID yang berkaitan dengan akun Instagram sudah dikuasai oleh penyidik. Richard Lee diduga mengakses secara ilegal akun Instagramnya yang dalam status penyitaan itu untuk endorse.

RL ditangkap pada Rabu (11/8/2021) kemarin di rumahnya di Palembang. Dia dijemput paksa oleh tim yang dipimpin Kanit II Subdit Siber Polda Metro Jaya AKP Charles.

Penangkapan itu disaksikan oleh keluarga, sekuriti tempat tinggal Richard Lee dan pengacaranya. Dalam video yang beredar, terlihat AKP Charles membacakan surat perintah penangkapan terhadap Richard Lee.

“Kami dari Unit II Subdit Cyber Polda Metro Jaya melakukan penangkapan, nama saya AKP Charles, melakukan penangkapan terhadap saudara Richard Lee untuk dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan terkait Pasal 30 jo 46 UU ITE dan Pasal 231 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP,” kata Charles.

Pasal 30 jo 46 UU ITE adalah tentang tindak pidana ilegal akses. Sedangkan Pasal 231 KUHP tentang menghilangkan barang bukti.

Sebelumnya, Kartika Putri dan Richard Lee saling berseteru. Kartika Putri melaporkan Richard Lee atas dugaan pencemaran nama baik. Artis kelahiran 20 Januari 1991 itu pun meminta Richard Lee untuk meminta maaf padanya disertai sejumlah syarat.

Di sisi lain, Richard Lee menegaskan sejak awal pada konten YouTubenya tak pernah menyebut nama Kartika Putri. Baginya, singkatan “karput” tidak selalu berarti Kartika Putri.

“Saya tidak pernah menjawab Karput itu Kartika Putri,” tegas Richard Lee.

“Karput itu ada banyak ya, Kartono Putra juga Karput, karpet putih juga Karput, saya nggak pernah tag loh beliau. Yang jelas di sini subjeknya tuh banyak,” tambah Richard.

Diketahui, pihak Richard sudah melayangkan keinginan untuk damai kepada Kartika Putri. Kedua belah pihak juga sudah pernah mengkomunikasikan hal ini.

Namun sayangnya, Kartika Putri memilih untuk tetap menjalankan laporannya. Ia masih ingin memperkarakan hal itu di ranah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Richard Lee.

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Kembali Gerebek Kantor Pinjol, Kali Ini di Kelapa Gading Jakut

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 18:25 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya kembali menggerebek sebuah kantor pinjaman online (pinjol) bernama PT AnT Information Consulting di Ruko Bukit Gading Indah, Blok H Nomor 26-27, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Hari ini kami berhasil menemukan salah satu tempat dimana yang sekarang kita dengar dengan sebutan pinjaman online,” ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Auliansyah Lubis kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Kombes Aulia menjelaskan, dalam penggerebekan tersebut pihaknya mengamankan empat orang karyawan. Keempat orang tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Mereka akan bertugas sebagai supervisor telemarketing, kemudian satu lagi supervisor debt collector, satu orang dari bagian umum serta satunya lagi bagian pengumpulan,” jelasnya.

Polda Metro Jaya melalui perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan penindakan tegas pada para pelaku penyedia kredit online (pinjol) yang kerap meresahkan masyarakat.

Sebelumnya, Polda Metro beserta jajarannya berhasil menggerebek jumlah jumlah lokasi PT ITN yang berlokasi di Green Lake City, Tangerang. PT ITN merupakan perusahaan pengumpul (penagih hutang) dari 13 aplikasi kredit online, yang mana 3 diantaranya legal dan 10 lainnya ilegal. Berdasarkan penggerebekan di PT ITN tersebut, sebanyak 32 fasilitas untuk pemeriksaan lanjutan. Hasilnya 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Polda Metro Jaya Tingkatkan Patroli Siber Bidik Pinjol Ilegal

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 20:38 WIB

TribrataNews PMJ – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya meningkatkan patroli siber dengan sasaran aplikasi kredit berani ( online ) ilegal.

Temuan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk dilakukan penutupan terhadap aplikasi pinjaman ilegal tersebut.

“Ditreskrimsus melakukan patroli siber dan kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menutup aplikasi-aplikasi meresahkan, berkoordinasi dengan pihak terkait baik dari Kominfo,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (14/10/2021)

Selain penutupan terhadap aplikasi kredit ilegal tersebut, Kepolisian juga akan memproses kredit perusahaan tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Terakhir kita melakukan penegakan hukum secara tegas, ada UU Perlindungan Konsumen, UU ITE, ada UU, UU Pornografi, juga di KUHP pengancaman secara langsung ini akan kita tindak tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggerebek kantor kredit ” online ” (pinjol) ilegal yang berlokasi di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis siang.

Dalam penggerebekan tersebut polisi menangkap 32 orang yang merupakan manajemen dan karyawan perusahaan.

Para karyawan perusahaan selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan dimintai keterangan untuk pengembangan penyelidikan.

Pada kesempatan terpisah, Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penggerebekan sebuah ruko di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (13/19), yang terlupakan digunakan sebagai kantor sindikat kredit berani.

Continue Reading

17. DITRESKRIMSUS

Subdit Siber Polda Metro Jaya Ungkap Pembobolan Rekening Nasabah BTPN Senilai Rp2 miliar

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 20:15 WIB

TribrataNews PMJ – Subdit Penyidik ​​​​Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembobolan rekening 14 nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dengan total nilai kerugian mencapai sekitar Rp2 miliar.

“Inius Polisi Jakarta kasus akses ilegal, korban 14 nasabah bank yang merasa tidak pernah melakukan transaksi tapi rekeningnya pindah semua rekening tersangka ini,” kat Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yun, Rabu (13/10/2021) kemarin .

Dalam kasus-kasus polisi menangkap dua tersangka yakni D dan O. Selain itu polisi juga mengejar dua tersangka lainnya yang masih buron.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Kombes Yusri mengatakan tersangka D dan O ditangkap di wilayah Sumatera pada pekan lalu. Sehari-harinya para petani kedua tersangka berprofesi sebagai dan kuli bangunan.

“Modus pengambilalihan rekening nasabah dengan cara melakukan panggilan kepada korban mengaku staf BTPN. Korban yang terpengaruh kemudian mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan catatan login dengan mengisi data nasabah dan OTP, pelaku setelah akun nasabah, pelaku mengambil alih rekening nasabah kemudian dikuras,” tambahan.

Dalam pertemuan kedua polisi berbagai barang bukti seperti ponsel, kartu ATM, dan senjata api.

Atas kedua perbuatan tersangka kini harus mendekam balik jeruji besi Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Keduanya dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 jo Pasal 32 Jo Pasal 48 Jo Pasal 35 Jo Pasal 52 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api.

“Kami jerat juga UU Darurat Nomor 15 tahun 1951 ancaman 12 tahun penjara dan UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujar Kombes Yusri

Polisi saat ini masih tetap apakah masih ada korban lain dari komplotan ini dan mengimbau kepada nasabah bank yang pernah mengalami kejadian serupa untuk melapor ke pihak berwajib.

Pada kesempatan yang sama Perwakilan Direksi BTPN Argo Wibowo menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya atas kasus-kasus yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

Argo juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pihak yang mengaku-ngaku sebagai staf BTPN dan meminta data pribadi nasabah.

“BTPN atau produk Jenius tidak pernah menggunakan data pribadi apalagi OTP itu adalah data pribadi nasabah. Jadi sebaiknya terkait informasi tersebut lebih baik disimpan sendiri dan tidak disebarluaskan. Risiko di-” pengambilalihan  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab besar sekali,” ujar Argo .

Argo juga mengatakan akan meningkatkan sistem keamanan dan berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News