Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap WN Latvia Pelaku Skimming

Published

on

Jumat, 20 Mei 2022 13:40 WIB

TBNews PMJ – Tim Opsnal Unit IV Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pria WN Latvia, RM (46) terkait kasus skimming ATM di Beji, Depok. RM ditangkap atas pembobolan sejumlah ATM di Jakarta.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi membenarkan soal penangkapan WN Latvia ini.

“Iya benar, pelaku WN Latvia berinisial RM telah kami amankan dan saat ini masih diperiksa,” ujar Kombes Hengki saat dihubungi, Jumat (20/5/2022).

Dihubungi terpisah, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Handik Zusen mengatakan RM ditangkap atas laporan dari pihak bank. RM diduga telah membobol sejumlah rekening dengan modus skimming.

“Dengan adanya laporan tersebut, Tim Opsnal Unit IV Subdit Tahbang/Resmob melakukan penyelidikan dan melakukan olah TKP, observasi, dan mengambil CCTV di beberapa lokasi,” kata AKBP Handik Zusen.

Dari penyelidikan tersebut, polisi mencurigai seseorang dan langsung melakukan pengejaran. Pelaku diketahui sempat berpindah-pindah alamat sebelum akhirnya ditangkap di Beji, Depok.

“Pelaku sempat beberapa kali berpindah-pindah saat hendak ditangkap,” imbuh AKBP Handik.

Belum dijelaskan berapa kerugian yang diderita pihak bank. Polisi saat ini masih mengembangkan penangkapan RM untuk mengetahui apakah pelaku berkelompok atau bekerja sendiri.

RM ditangkap di Beji, Depok, pada Kamis (19/5/2022) kemarin. RM ditangkap dengan sejumlah barang bukti.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Pelaku Begal Sepeda Motor di Duren Sawit

Published

on

By

Jumat, 24 Juni 2022 17:35 WIB

TBNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pelaku terduga begal sepeda motor di Jalan Dermaga Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (18/6/2022) sekira pukul 04.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Jumat, mengatakan para pelaku berinisial RS (19), SAN (19), dan BBR (19), ditangkap di wilayah Duren Sawit pada Selasa (21/6/2022).

“Modus yang digunakan mereka menggunakan sepeda motor kemudian mencari target atau korban di daerah sepi. Kalau ditemukan korban akan menjadi target untuk dilakukan pemepetan, perampasan kendaraannya, kemudian apabila melawan mereka tidak segan melukainya,” kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan menambahkan bahwa masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, seperti SAN yang menjadi eksekutor dan membawa celurit, sedangkan BBR yang berperan melukai korban sebanyak dua kali.

“RS perannya sebagai eksekutor dan menyiram air keras dengan menggunakan botol ke wajah korban. Barang bukti tiga celurit dan handphone,” ujar Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan mengatakan dari hasil pemeriksaan kepada tiga tersangka itu diketahui sempat meminum minuman keras sebelum melakukan aksi begal.

Atas perbuatan para pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman 12 tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya: Khilafatul Muslimin Langgar UU Sisdiknas dan UU Pesantren

Published

on

By

Kamis, 16 Juni 2o22 13:15 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan ormas Khilafatul Muslimin. Hasil penyelidikan saat ini mengungkap adanya temuan pelanggaran baru yang dilakukan ormas tersebut.

“Kami temukan delik baru, perbuatan melawan hukum yang baru yaitu terkait UU Sistem Pendidikan Nasional di mana kegiatan mereka langgar UU Sisdiknas dan UU Pesantren,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Kombes Hengki mengatakan hasil temuan penyidik juga menemukan fakta adanya puluhan pesantren yang terafiliasi dengan ormas Khilafatul Muslimin. Hasil koordinasi polisi dengan Kementerian Agama, puluhan pesantren tersebut dinyatakan melanggar aturan.

“Setelah kami koordinasi dengan Kementerian Agama bahwa apa yang disebut mereka pesantern itu bukan pesantren. Karena tidak penuhi persyaratan sebagai pesantren. Mereka miliki 25 pondok pesantren,” katanya.

Selain itu Kombes Hengki menyebut dalam lembaga pendidikan ormas Khilafatul Muslimin, para peserta didik tidak pernah diajarkan perihal Pancasila dan UUD 1945.

“Sekolah ini berbasis khilafah dan tidak pernah mengajarkan Pancasila dan UUD 1945,” ucap Hengki.

Sejauh ini total sudah ada enam tokoh Khilafatul Muslimin yang ditangkap jajaran Polda Metro Jaya. Pertama kali, polisi menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, di Lampung pada Selasa (7/6/2022). Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap empat orang lainnya pada Sabtu (11/6). Penangkapan dilakukan di Lampung, Medan, dan Bekasi. Empat orang yang ditangkap tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW. Mereka ditangkap dengan sejumlah peran yang berbeda di organisasi tersebut.

“Pertama inisialnya AA ditangkap di Bandar Lampung perannya sebagai sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/6/2022).

IN ditangkap di kota yang sama berperan sebagai penyebar doktrin melalui sistem pendidikan. Dia juga menyebarkan doktrin melalui pelatihan yang dilakukan ormas Khilafatul Muslimin. Sementara tersangka F ditangkap di Medan. F berperan sebagai penanggung jawab dan pengumpul dana dari Khilafatul Muslimin.

Polda Metro Jaya juga menangkap SW di Pekayon, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dia diketahui sebagai pengurus dan pendiri ormas Khilafatul Muslimin.

“Kemudian keempat, ditangkap kota Bekasi inisialnya SW ini perannya inisialnya pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin bersama pimpinan petinggi mereka,” ucapnya.

Polisi lalu menangkap tokoh sentral Khilafatul Muslimin berinisial AS (74) di Mojekerto pada Senin (13/6/2022) dini hari. AS diketahui mengaku sebagai menteri pendidikan di Khilafatul Muslimin.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ringkus Tiga Begal Bersenjata Celurit di Bekasi

Published

on

By

Selasa, 14 Juni 2022 07:45 WIB

TBNews PMJ – Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus tiga begal handphone yang beraksi di Jalan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (8/6/2022). Satu dari tiga orang yang ditangkap merupakan anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, tiga tersangka itu berinisial MRR (21), RB (20) dan BAF (15). Tersangka MRR berperan sebagai joki sepeda motor dan mengawasi situasi sekitar, RB sebagai eksekutor membawa senjata tajam celurit dan satu orang lagi BAF sebagai eksekutor begal.

“Kami tidak menampilkan satu tersangka karena masih di bawah umur dan ada satu DPO yang masih kami kejar,” ujarnya Senin (13/6/2022).

Kombes Zulpan menjelaskan kasus ini berawal ketika dua orang korban sedang makan nasi goreng di depan toko dekat lokasi kejadian dan didatangi para pelaku mengendarai dua sepeda motor.

Eksekutor ini langsung mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban hingga akhirnya dua unit HP berhasil dibawa kabur para pelaku.

Beruntung kejadian ini terekam CCTV dan pihaknya langsung menyelidiki kasus tersebut guna menjawab keresahan masyarakat terhadap aksi begal.

“Satu korban merupakan (HP) tukang nasi goreng yang ikut diambil, pelaku menyembunyikan barang bukti celurit di dalam jaket,” tegasnya.

Hasil penyelidikan, pihaknya berhasil menemukan tempat persembunyian ketiga pelaku yaitu di kawasan Citeurup, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (11/6/2022).

Dari tangan ketiganya, polisi menemukan dua celurit dan dua unit HP hasil kejahatan atau milik korban yang diambil di lokasi kejadian.

“Pelaku sudah tiga kali beraksi dan baru pertama kali berhasil, karena dua kali gagal lantaran kondisinya ramai,” tuturnya.

Atas perbuatannya, polisi menerapkan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman kurungan penjara selama dua belas tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News