Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pembunuh Wanita Terapis Bekam di Jatisampurna Bekasi

Published

on

TribrataNews PMJ — Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuhan  wanita terapis bekam berinisial RSJ (33) di kolong Tol Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelaku berinisial MA alias R juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka inisial MA alias R. Korban dan pelaku ini sama sama bekerja sebagai terapis bekam,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/8/2021).

Pelaku pembunuhan wanita terapis bekam ini terungkap berawal dari pengakuan seorang saksi teman dari RSJ yang dikirimi share location oleh korban. Lokasi itu mengarah ke sebuah villa di kawasan Bogor, Jawa Barat.

“Penyidik melakukan pendalaman di daerah sana, ada ditemukan seorang yang bekerja sebagai penjaga villa. Inisial penjaga vila D sebagai saksi, yang mengetahui kalau korban memang terakhir ketemu sama dia,” tuturnya.

Konpers pembunuhan wanita terapis

Polisi melakukan penelusuran, hingga mendapat informasi bahwa pelaku dan korban sempat menuju wilayah Citereup, Bogor. Keduanya saat itu berhenti di salah satu rumah milik temannya, inisial A karena pada saat itu pelaku ini mengaku merasa kurang sehat hingga dilakukan bekam.

“Dari situ penyidik kemudian mendapat titik terang pelakunya. Karena lepas dari sana, menurut keterangan tersangka setelah kita amankan, bahwa memang sempat terjadi cekcok antara tersangka dengan korban,” katanya

Pembunuhan dilatarbelakangi asmara. Tersangka berinisial MA alias R mengaku menyukai korban. “Motifnya adalah masalahnya karena tersangka ini suka dengan korban, bahkan sempat tercetus kalau tersangka ingin menikahi korban,” ujarnya.

Namun, RSJ menolak ajakan pernikahan tersangka MA alias R itu dengan dalih tersangka sudah beristri dan korban juga telah memiliki kekasih. Bahkan, korban berencana menikah dengan kekasihnya itu hingga akhirnya membuat pelaku sakit hati.

Tersangka lantas mulai menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban. Tersangka ditangkap di kediamannya di Jalan Raya Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa 10 Agustus 2021.

Berdasarkan keterangan pelaku dalam pemeriksaan, pembunuhan terjadi usai menemani korban melaksanakan pekerjaan di kawasan Bogor, Jawa Barat. Saat itu, pelaku yang tak terima membawa korban menggunakan sepeda motor ke pinggir kolong Tol Jatikarya. Pelaku kemudian dua kali memukul wajah dan punggung korban hingga terjatuh lemas. Pelaku kemudian membekap korban yang saat itu menggunakan cadar.

“Kondisi sebenarnya menurut tersangka masih lemas saja. Tapi hasil visum kita dapat memang meninggal karena mati lemas,” katanya.

Pelaku mengubur sebagian jasad korban di tanah sebelum akhirnya melarikan diri. Setelahnya, jasad korban ditemukan oleh seseorang yang sedang mengarit. Besoknya ditemukan oleh salah satu pemotong rumput menemukan jasad tertanam dilaporkan ke RT dan polisi.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Jambret Ponsel Milik Pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman yang Viral di Media Sosial.

Published

on

By

Selasa, 26 Oktober 2021 15:13 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku jambret ponsel milik pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Video aksi penjambretan ponsel oleh dua pengendara sepeda motor yang berboncengan itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Polisi menangkap seorang tersangka berinisial ABL di kawasan Cakung, Jakarta Timur dan satu pelaku lainnya serta penadah masih diburu. “Saat ini pelaku berinisial M alias O yang merupakan eksekutor penjambretan dan Y seorang penadah masih dalam pencarian,” tutur Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian, Selasa (26/10/2021).

AKBP Jerry mengatakan, sebelumnya pihaknya sempat menerima laporan polisi terkait penjambretan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi Kamis (21/10/2021) pukul 06.10 WIB.

“Korban menjelaskan ketika bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, tiba-tiba dipepet dua orang dengan mengendarai sepeda motor,” ujar AKBP Jerry.

Kemudian, kata AKBP Jerry, tersangka langsung merampas ponsel milik korban yang ditaruh di kantong punggung baju belakang. Ponsel korban yang dicuri oleh pelaku bermerek Samsung Galaxy A32. Keesokan harinya usai videonya viral, korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/10/2021).

Dari kediaman ABL, polisi menyita barang bukti, antara lain pakaian, helm, dan jaket yang dipakai pelaku saat menjambret. Barang bukti itu cocok dengan rekaman aksi penjambretan yang viral di media sosial. ABL juga sudah mengakui perbuatannya.

Sebelumnya viral di media sosial seorang pesepeda menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di bawah flyover Bendungan Hilir. Video penjambretan itu terekam oleh kamera dari seorang pesepeda lain.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Ditemukan Unsur Pidana, Kasus Anak Nia Daniaty Naik ke Penyidikan

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 17:54 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan unsur pidana terkait kasus dugaan penipuan CPNS yang dimiliki anak Nia Daniaty , Olivia Nathania. Tidak tersingkap usai dilakukan gelar perkara.

“Ada unsur-unsur pidana di situ yang kita temukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (19/10/2021).

Atas dasar itu, kasusnya naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Gelar perkara dilakukan usai memeriksa Olivia pada Senin, 18 Oktober 2021. Olivia dua kali diperiksa sebagai terlapor. Dia dicecar 41 pertanyaan dalam pemeriksaan pertama pada Senin, 11 Oktober 2021. Kemudian, 42 pertanyaan dalam pemeriksaan tambahan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Polisi juga telah memeriksa 9 korban. Korban membeberkan kedok anak Nia Daniaty hingga menyerahkan bukti berupa surat keputusan (SK) strategi PNS, nota dinas, dan nomor pegawai induk (NIP) palsu.

Penipuan CPNS terlupakan dilakukan Olivia bersama dengan suaminya Rafly N Tilaar atau Raf sejak 2019. Raf merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang disimpan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Olivia dan Raf menawarkan korban sebagai PNS dengan tarif Rp25 juta-Rp156 juta. Total kerugian 225 korban mencapai Rp9,7 miliar.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Ringkus Tiga Komplotan Begal Sadis di Bekasi dan Tangerang

Published

on

By

Selasa, 12 Oktober 2021 07:35 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus tiga komplotan begal bersenjata tajam yang tidak segan melukai korbannya dan kerap beraksi di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Tangerang.

“Ada tiga kasus yang ketiganya adalah curas, pencurian dengan kekerasan di Pasal 365 KUHP ancamannya 9 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin.

Komplotan pertama yang diringkus petugas adalah empat begal yang biasa beraksi di Tambun, Kabupaten Bekasi.

Empat tersangka tersebut diketahui berinisial EH alias B yang berperan menodongkan senjata tajam dan melukai korban. Tersangka kedua diketahui berinisial RA alias A yang berperan menyediakan senjata tajam.

Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial SP alias S dan RH alias T yang berperan sebagai joki. Selain keempat tersangka ini, polisi juga masih memburu satu tersangka lainnya yang berinisial A alias K.

Komplotan kedua yang diciduk petugas yakni komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Pagedangan, Tangerang.

Dalam kasus ini polisi menangkap dua tersangka yakni FM yang berperan sebagai eksekutor. Tersangka FM juga diketahui sebagai residivis dalam kasus serupa.

Sedangkan tersangka kedua adalah S alias P yang berperan sebagai joki dan berstatus anak di bawah umur.

Komplotan ketiga yang dibekuk polisi yakni kawanan begal di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, dengan lima tersangka yakni MH dan MS selaku eksekutor. Kemudian MA dan AM sebagai joki, dan MA alias C sebagai penyedia senjata tajam.

Meski demikian Yusri tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana para tersangka tersebut ditangkap.

Modus komplotan ini adalah berkeliling dan mengincar pengendara sepeda motor yang melintas ditempat sepi.

“Mereka ini sifatnya berkelompok biasanya mereka langsung memberhentikan dan tidak segan melakukan kekerasan untuk merebut kendaraan korban,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ke-11 tersangka tersebut kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News