Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menciduk sindikat Pencurian Sepeda Motor yang Biasa Beraksi di Kawasan Jakarta dan Cikarang, Bekasi

Published

on

TribrataNews PMJ — Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menciduk enam anggota sindikat pencurian dengan pemberatan sepeda motor yang biasa beraksi di kawasan Jakarta dan Cikarang, Bekasi.

Ada enam orang pelaku berinisial B, BS, AR, AS, DP, dan NK. Saat beraksi dan ketahuan, pelaku selalu melakukan pengancaman pada korbannya menggunakan senjata api rakitan.

“Ada enam tersangka yang kami tangkap, satu diantaranya NK ini dia terkena Covid. Selain enam ini, masih ada satu pelaku bos penadahan berinisial A yang kami kejar,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Menurutnya, dua pelaku berinisial BS dan NK merupakan pelaku pencurian sepeda motor tersebut, yang mana otaknya adalah BS dan BS pula yang membekali aksinya itu menggunakan senjata api rakitan. Sedangkan sisanya merupakan anak buah A yang mana penadah barang hasil curian kedua pelaku.

“Saat melakukan aksinya itu dia tidak segan melakukan pengancaman pakai senjata api rakitan tersebut, ini sudah ada 5 laporan. Tapi kalau dari pengakuannya itu sudah 15 kali beraksi dengan sasarannya di kawasan Cikarang, Bekasi sejak 2020 sampai sekarang,” tuturnya.

Dia menambahkan, modus pelaku mencuri motor yang terparkir di kontrakan, ruko, dan toko-toko pinggir jalanan dengan suasana sepi, dia lalu merusak kunci motor dengan letter T. Setelah dapat, dia jual barang hasil curiannya itu ke penadah berinisial A melalui sambungan telepon hingga akhirnya diambil anak buahnya dan beruntung sejauh ini belum ada korban yang ditembak oleh pelaku.

“Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP dan UU Darurat nomor 12 tentang kepemilikan senjata serta pasal 480 KUHP untuk penadah, ancaman hukuman lebih dari 10 tahun,” katanya.

16. DITRESKRIMUM

Penyidik Polda Metro Jaya Menyebut Kemungkinan Tersangka Baru Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebut tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka baru di luar tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Setelah tiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 359 tentang kealpaan yang menyebabkan meninggalnya orang lain, saat ini penyidik akan melakukan gelar perkara Pasal 187 dan 188 KUHP tentang penyebab kebakaran.

“Untuk Pasal 187 dan 188 KUHP akan kita gelarkan untuk menetapkan tersangka, serta dalam perkembangan penyidikan tidak tertutup adanya tersangka lain,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Jakarta, Senin.

Kombes Tubagus menjelaskan tiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka merupakan pegawai lapas yang bertugas saat terjadinya kebakaran.

“Yang ditetapkan tersangka sementara tiga orang yang semuanya petugas lapas. Inisialnya RU, S dan Y,” kata dia.

Sebanyak 49 narapidana tewas dalam kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

Seluruh jenazah korban tewas dalam kebakaran tersebut telah teridentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Secara total pihak kepolisian telah memeriksa 53 saksi dalam kasus tersebut, beberapa diantaranya adalah pejabat Lapas yakni Kepala Lapas dan Kepala Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Menetapkan Tiga Tersangka terkait Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

Published

on

By

Selasa, 21 September 2021

TribrataNews PMJ — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus kebakaran yang menewaskan 49 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten.

“Tadi pagi penyidik melakukan perkara untuk menentukan tersangka, ada tiga tersangka yang ditetapkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin (20/9/2021) kemarin.

Kombes Yusri menjelaskan pasal yang dipersangkakan terhadapa tiga tersangka itu, yakni Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang mengakibatkan korban jiwa.

“Kesemuanya ini adalah pegawai lapas yang bekerja saat itu,” ungkap Kombes Yusri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut penetapan tiga orang tersebut didasarkan pada tiga alat bukti.

“Ada tiga alat bukti dalam rangka mendukung (penetapan tersangka) pertama keterangan saksi, dua keterangan ahli, ketiga dokumen,” ujar Kombes Tubagus.

Dia menegaskan tiga tersangka itu merupakan pegawai Lapas Kelas I Tangerang yang bertugas saat terjadi kebakaran.

“Yang ditetapkan tersangka sementara tiga orang yang semuanya petugas lapas. Inisialnya RU, S dan Y,” tutur Kombes Tubagus.

Sebanyak 49 narapidana meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu (8/9/2021) sekira pukul 01.45 WIB.

Seluruh jenazah korban tewas telah teridentifikasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian telah memeriksa 53 saksi terkait musibah tersebut, beberapa di antaranya pejabat lapas, yakni Kepala Lapas dan Kepala Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kelapa Bidang Administrasi, Kepala Sub Bagian Hukum, Kepala Seksi Keamanan, dan Kepala Seksi Perawatan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan STNK untuk Nopol Rahasia hingga Buat Anggota DPR

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu dengan modus dapat membuat Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Para pelaku yang ditangkap berinisial TA, AK dan US menjanjikan dapat menerbitkan nomor polisi (nopol) rahasia polisi hingga buat anggota DPR RI.

“Ini tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu ke dalam satu data otentik. Pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian seperti ‘RFP’ juga anggota DPR RI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengatakan, pengungkapan kasus penipuan itu bermula adanya masyarakat yang menjadi korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Di dalam laporannya, korban telah tertipu sebesar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dengan nompol rahasia Polri hingga buat anggota DPR RI.

“Uang Rp 70 juta itu dijanjikan dengan tarif Rp 20 juta untuk proses pembuatan nomor kendaraan Polri. Sedangkan Rp 50 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB nomor rahasia dan DPR RI. Namun nomor yang dijanjikan tak kunjung keluar,” kata Kombes Yusri.

Polisi yang melakukan penyelidikan dari laporan korban berhasil menangkap para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap, yakni TA yang merupakan otak dari penipuan tersebut.

“Kedua AK, pegawai Samsat Jawa Barat. Ini yang mencetak TNKB atau plat mobil, ketiga US ini membuatkan STNK asli tapi palsu. STNK data asli dihapus dan disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini,” ucap Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengatakan, STNK asli itu didapat dari salah satu pelaku inisial A dan D yang saat ini masih diburu. A dan D biasa mendapatkan STNK dari motor hasil curian. “Hasil keterangan awal dari US bahwa memang STNK asli itu didapat dari temannya setelah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kalau pakai alat khusus keaslian STNK itu asli, tapi identitas datanya dihapus dan diganti,” kata Kombes Yusri.

Dari penangkapan para pelaku, polisi mendapatakan barang bukti berupa STNK, TNKB serta alat-alat untuk menghapus data untuk dokumen. “Para pelaku kami persangkakan Pasal 372, Pasal 378 dan atau Pasal 263 serta Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kombes Yusri.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News