Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan STNK untuk Nopol Rahasia hingga Buat Anggota DPR

Published

on

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu dengan modus dapat membuat Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Para pelaku yang ditangkap berinisial TA, AK dan US menjanjikan dapat menerbitkan nomor polisi (nopol) rahasia polisi hingga buat anggota DPR RI.

“Ini tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu ke dalam satu data otentik. Pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian seperti ‘RFP’ juga anggota DPR RI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengatakan, pengungkapan kasus penipuan itu bermula adanya masyarakat yang menjadi korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Di dalam laporannya, korban telah tertipu sebesar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dengan nompol rahasia Polri hingga buat anggota DPR RI.

“Uang Rp 70 juta itu dijanjikan dengan tarif Rp 20 juta untuk proses pembuatan nomor kendaraan Polri. Sedangkan Rp 50 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB nomor rahasia dan DPR RI. Namun nomor yang dijanjikan tak kunjung keluar,” kata Kombes Yusri.

Polisi yang melakukan penyelidikan dari laporan korban berhasil menangkap para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap, yakni TA yang merupakan otak dari penipuan tersebut.

“Kedua AK, pegawai Samsat Jawa Barat. Ini yang mencetak TNKB atau plat mobil, ketiga US ini membuatkan STNK asli tapi palsu. STNK data asli dihapus dan disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini,” ucap Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengatakan, STNK asli itu didapat dari salah satu pelaku inisial A dan D yang saat ini masih diburu. A dan D biasa mendapatkan STNK dari motor hasil curian. “Hasil keterangan awal dari US bahwa memang STNK asli itu didapat dari temannya setelah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kalau pakai alat khusus keaslian STNK itu asli, tapi identitas datanya dihapus dan diganti,” kata Kombes Yusri.

Dari penangkapan para pelaku, polisi mendapatakan barang bukti berupa STNK, TNKB serta alat-alat untuk menghapus data untuk dokumen. “Para pelaku kami persangkakan Pasal 372, Pasal 378 dan atau Pasal 263 serta Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kombes Yusri.

16. DITRESKRIMUM

Ditemukan Unsur Pidana, Kasus Anak Nia Daniaty Naik ke Penyidikan

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 17:54 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan unsur pidana terkait kasus dugaan penipuan CPNS yang dimiliki anak Nia Daniaty , Olivia Nathania. Tidak tersingkap usai dilakukan gelar perkara.

“Ada unsur-unsur pidana di situ yang kita temukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (19/10/2021).

Atas dasar itu, kasusnya naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Gelar perkara dilakukan usai memeriksa Olivia pada Senin, 18 Oktober 2021. Olivia dua kali diperiksa sebagai terlapor. Dia dicecar 41 pertanyaan dalam pemeriksaan pertama pada Senin, 11 Oktober 2021. Kemudian, 42 pertanyaan dalam pemeriksaan tambahan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Polisi juga telah memeriksa 9 korban. Korban membeberkan kedok anak Nia Daniaty hingga menyerahkan bukti berupa surat keputusan (SK) strategi PNS, nota dinas, dan nomor pegawai induk (NIP) palsu.

Penipuan CPNS terlupakan dilakukan Olivia bersama dengan suaminya Rafly N Tilaar atau Raf sejak 2019. Raf merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang disimpan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Olivia dan Raf menawarkan korban sebagai PNS dengan tarif Rp25 juta-Rp156 juta. Total kerugian 225 korban mencapai Rp9,7 miliar.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Ringkus Tiga Komplotan Begal Sadis di Bekasi dan Tangerang

Published

on

By

Selasa, 12 Oktober 2021 07:35 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus tiga komplotan begal bersenjata tajam yang tidak segan melukai korbannya dan kerap beraksi di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Tangerang.

“Ada tiga kasus yang ketiganya adalah curas, pencurian dengan kekerasan di Pasal 365 KUHP ancamannya 9 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin.

Komplotan pertama yang diringkus petugas adalah empat begal yang biasa beraksi di Tambun, Kabupaten Bekasi.

Empat tersangka tersebut diketahui berinisial EH alias B yang berperan menodongkan senjata tajam dan melukai korban. Tersangka kedua diketahui berinisial RA alias A yang berperan menyediakan senjata tajam.

Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial SP alias S dan RH alias T yang berperan sebagai joki. Selain keempat tersangka ini, polisi juga masih memburu satu tersangka lainnya yang berinisial A alias K.

Komplotan kedua yang diciduk petugas yakni komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Pagedangan, Tangerang.

Dalam kasus ini polisi menangkap dua tersangka yakni FM yang berperan sebagai eksekutor. Tersangka FM juga diketahui sebagai residivis dalam kasus serupa.

Sedangkan tersangka kedua adalah S alias P yang berperan sebagai joki dan berstatus anak di bawah umur.

Komplotan ketiga yang dibekuk polisi yakni kawanan begal di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, dengan lima tersangka yakni MH dan MS selaku eksekutor. Kemudian MA dan AM sebagai joki, dan MA alias C sebagai penyedia senjata tajam.

Meski demikian Yusri tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana para tersangka tersebut ditangkap.

Modus komplotan ini adalah berkeliling dan mengincar pengendara sepeda motor yang melintas ditempat sepi.

“Mereka ini sifatnya berkelompok biasanya mereka langsung memberhentikan dan tidak segan melakukan kekerasan untuk merebut kendaraan korban,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ke-11 tersangka tersebut kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Dua Pekan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ungkap 52 Kasus Pencurian dengan Kekerasan, 84 Tersangka Diamankan

Published

on

By

Senin, 11 Oktober 2021 16:15 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama dua pekan telah mengungkap sebanyak 52 kasus pencurian dengan kekerasan (Curas). Polda Metro Jaya juga menangkap sebanyak 84 orang tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, terjadi peningkatan pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Polda Metro Jaya. Selama dua pekan pada minggu ke-39 dan ke-40 pada 2021 ( periode 22 September hingga 10 Oktober) sebanyak 52 kasus terungkap.

“Sebanyak 52 kasus itu pengungkapan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum,” kata Kombes Pol Yusri di Polda Metro Jaya kepada wartawan, Senin (11/10/2021).

Dia mengatakan dari sejumlah kasus yang diungkap Ditreskrimum menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan tersebut di antaranya sebanyak 7 pucuk senjata api, 27 kendaraan, dan sejumlah handphone.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News