Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi, Aktor Utama Masih Buron

Published

on

Tribratanews PMJ – Petugas gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota telah mengamankan dua dari tiga pelaku dalam kasus pencurian dan pemerkosaan anak di bawah umur di sebuah rumah di kawasan Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat menggelar jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/5/2021).

“Ada seseorang yang melaporkan bahwa anaknya telah dilakukan pemerkosaan, kemudian juga ada barang yang sempat dicuri oleh pelaku. Korbannya adalah anak di bawah umur,” kata Yusri. Adapun dua pelaku yang telah ditangkap berinisial RP (26) dan AH (35). Sementara pelaku lain berinisial RTS (26) masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kabid Humas menjelaskan, RP dan AH dinyatakan positif menggunakan narkoba.  Hal itu diketahui setelah para tersangka menjalani tes urine. “Kami juga sudah melakukan uji tes urine, RP positif, kemudian AH positif amfetamin dan metafetamin. Keduanya juga akan kita rujuk ke Ditnarkoba untuk dilakukan pemeriksaan,” ucap Kabid Humas.

Kabid Humas juga mengungkapkan bahwa AH adalah residivis kasus pencurian. “AH ini residivis, pernah juga melakukan aksi yang sama dan berkomplot, makanya kami masih didalami terus. AH residivis pencurian besi pada saat itu,” terangnya.

RP dan AH, dijelaskan Kabid Humas, merupakan warga Jakarta Utara. Sehari-hari, keduanya bekerja sebagai tukang parkir. “Pekerjaan sehari-hari mereka semuanya adalah sebagai apa Pak Ogah (tukang parkir) di daerah Jakarta Utara,” bebernya.

Terkait kasus di Bekasi, AH berperan sebagai penadah yang meminjamkan motornya kepada RTS dan RP untuk beraksi. Sementara RP bertugas mengawasi keadaan di rumah korban saat aksi tengah berlangsung. Sedangkan aktor utama dalam kasus ini adalah RTS  masih buron.

Kabid Humas menjelaskan, dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (15/5/2021), RTS masuk ke rumah korban melalui ventilasi di belakang rumah. Usai berhasil masuk, RTS melihat korban tengah berbaring di tempat tidur. Ia lantas menyekap dan memperkosa korban.

“Kemudian yang bersangkutan melakukan penyekapan terhadap korban. Setelah itu dilakukan pemerkosaan dengan ancaman, yang diancam akan dibunuh kalau berteriak kemudian juga tidak boleh menengok ke arah pelaku,” tutur Kabid Humas.

Setelah melakukan aksi bejatnya, RTS mengambil dua ponsel yang berada di dekat korban, kemudian melarikan diri melalui pintu belakang. Terkait RTS yang masih buron, Yusri mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri secepatnya mengingat identitasnya telah diketahui kepolisian.

“Kita masih melakukan pengejaran sebagai imbauan juga, kita melakukan proses. Silakan menyerahkan diri secepatnya, akan kami proses,” ujar Kabid Humas.

“Kalau tidak (menyerahkan diri), akan kita kejar kemana pun, karena identitas yang bersangkutan tinggal di mana itu sudah tahu semua,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan Pasal 365 ayat (2) KUHP dan atau Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 76D Jo Pasal 81 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Menetapkan Lima Tersangka Baru dalam Kasus Pengeroyokan Perwira Polisi di depan Gedung MPR/DPR RI

Published

on

By

Rabu, 1 Desember 2021 07:05 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan lima tersangka baru dalam kasus pengeroyokan terhadap Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali, saat demo di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11/2021) lalu.

“Saya menyampaikan bahwa para tersangka yang sudah kita tahan dan kita tetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses penyidikan saat ini, ada lima orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan di Jakarta, Selasa.

Adapun inisial dan peran para tersangka baru tersebut yakni AS (18) yang perannya adalah mengejar, menarik dan memukul korban menggunakan tangan kosong.

Kemudian WH (35) yang perannya memprovokasi, mengejar dan memukul korban. Selanjutnya DH (23) yang perannya mengejar, memukul dan menendang korban.

Tersangka keempat ACH (29) yang memukul korban dengan menggunakan kayu dan tersangka kelima adalah MBK (23) yang turut mengejar, menarik dan memukul korban dengan tangan kosong.

Dalam penangkapan tersebut polisi turut menyita sejumlah barang bukti antara lain KTP, seragam dan kartu anggota ormas Pemuda Pancasila.

“ini ada kemeja seragam ormas Pemuda Pancasila. Seragam ini dimiliki oleh semua tersangka. Jadi, tersangka ini adalah anggota ormas Pemuda Pancasila,” ujarnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya telah terlebih dulu menetapkan satu tersangka yang berinisial RC dalam kasus pengeroyokan terhadap AKBP Karosekali. Tersangka RC juga diketahui merupakan anggota ormas Pemuda Pancasila.

Keenam tersangka tersebut selanjutnya ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 216 KUHP dan atau Pasal 218 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Berkas Perkara Rachel Vennya Dinyatakan Lengkap (P21), Polda Metro Jaya Segera Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke JPU

Published

on

By

Jumat, 26 November 2021 14:05 WIB

TribrataNews PMJ – Berkas perkara selebgram Rachel Vennya beserta kekasihnya, Salim Nauderer dan manajernya, Maulida Khairunnisa dinyatakan lengkap dan akan segera disidangkan.

“Sudah dinyatakan lengkap. Paling minggu sekarang tersangka dan barang bukti diserahkan, kita buat janji dulu dengan jaksa penuntut umum (JPU),” kata Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Kamis (25/11/2021) kemarin.

Dikatakan Kombes Tubagus, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kini kasus itu menjadi wewenang dari Kejaksaan Tinggi Banten. Rachel Vennya akan segera menjalani proses persidangan.

“Saat ini nasib keempat tersangka sudah berada di tangan Kejati Banten dan menunggu proses peradilannya,” ucapnya.

Terkait berkas perkara di Kejaksaan Tinggu Banten alasannya karena lokasi kejadian tindak pidana tersebut bermula di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Rachel, Salim, Maulida, dan OP sebagai tersangka kasus dugaan kabur dari karantina atau dugaan pelanggaran karantina kesehatan.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Rachel Vennya dan ketiga tersangka lainnya diketahui melanggar Pasal 14 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 1 tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Tangkap 21 Pengunjuk Rasa Anarkis, 15 Anggota Ormas Pemuda Pancasila Jadi Tersangka

Published

on

By

Jumat, 26 November 2021 08:15 WIB

TribrataNews PMJ – Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 21 orang massa Pemuda Pancasila (PP) dan menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam aksi anarkis yang melukai anggota polisi berpangkat AKBP. Bahkan, sebanyak enam buah senjata dan dua butir peluru kaliber 38 revolver ikut diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, dari 21 orang yang telah diamankan polisi, 15 orang ditetapkan jadi tersangka.

“Diamankan 21 orang yang diamankan ini dugaan pelanggaran UU Darurat yakni bawa senjata yakni sajam penikam, senjata pemukul, dan senjata penusuk,” kata Kombes Pol Tubagus bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni tiga buah sangkur, satu buah golok, satu buah stik golf, satu buah linggis. Polisi juga mengamankan dua buah butir peluru senjata api.

“Barbuk (barang bukti) di depan salah satunya bawa dua butir peluru yan diduga kaliber 38 revolver. Tentunya barbuk saat ini akan kami kembangkan pertama dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan bisa mungkin senjatanya,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 21 orang massa aksi Pemuda Pancasila dan menetapkan 15 orang tersangka. Peristiwa bermula pada akhir aksi demo Pemuda Pancasila di depan gedung DPR telah terjadi penyerangan terhadap petugas dengan cara brutal.

“Dalam demo tadi terjadi penyerangan terhadap petugas. Ada satu anggota Polda Metro atas nama AKBP Dermawan Karosekali jabatannya Kabagops Ditlantas Polda Metro dilakukan pemukulan oleh oknum Pemuda Pancasila,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya.

Saat ini AKBP Dermawan mengalami luka dan tengah dirawat di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur. AKBP Dermawan mengalami luka serius di kepala bagian belakang yang harus dirawat secara intensif.

“Kemungkinan beberapa hari ke depan yang bersangkutan menjalankan tugas seperti biasa karena di dalam rumah sakit,” tambahnya.

Kombes Zulpan pun mengecam ormas Pemuda Pancasila.

“Jadi tidak boleh ada organisasi mana pun yang menempatkan dirinya di atas hukum, ini perlu menjadi catatan kita bahwa ormas Pemuda Pancasila dalam kegiatan hari ini seolah-olah menempatkan mereka di atas daripada hukum,” kata Kombes Zulpan.

“Kemudian perlu saya tekankan, Polda Metro menjunjung tinggi supremasi hukum. Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum didukung oleh peraturan dan ketentuan yang berlaku ini dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak benar, ini akan kita lakukan penindakan,” tegas Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan menjelaskan, mereka yang melawan aparat hukum akan dipidana dengan sangkaan Pasal 170 KUHP.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News