Kombes Yusri menjelaskan para pelaku ini terbagi dalam tujuh kelompok berbeda yang beraksi sejak 2017 di wilayah Tangerang dan Jakarta. Para pelaku ini juga tidak segan untuk melukai korbannya apabila melakukan perlawanan.
“Rata-rata ada yang minimal 40 kali curanmor dan tidak segan-segan mereka melakukan tindak kekerasan karena semua kelompok ini di sini ada tujuh kelompok semua melakukan aksinya menggunakan senjata api,” ujar Kombes Yusri.
Meski demikian kasus ini masih terus berkembang karena penyelidikan masih terus dilakukan dua penadah yang disebut-sebut sebagai otak dari komplotan tersebut.
“Ada dua penadah besar, mereka pernah bersatu tapi pecah dan jalan masing-masing dengan modus yang sama,” pungkas Kombes Yusri.
Selain menangkap 36 pelaku, penyidik ​​juga menemukan beberapa barang bukti seperti 11 sepeda motor kejahatan, satu unit mobil, kunci T, serta beberapa pucuk senjata api rakitan.
Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.