Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap 11 Pelaku Curanmor Bersenpi Rakitan di Tangerang-Bekasi

Published

on

Jumat, 31 Desember 2021 13:11 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 11 pelaku pencurian bermotor (curanmor) bersenjata tajam yang beraksi di tiga lokasi yang berbeda. Mereka kerap melakukan aksinya di wilayah Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi.

“Kegiatan pengungkapan kasus ini dilakukan Subdit Jatanras dalam tempo 1 bulan dengan mengamankan dan menangkap serta menetapkan tersangka sebanyak 11 orang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/12/2021).

Kombes Zulpan menyebut jika mereka merupakan tiga komplotan yang berbeda. Ada tiga tempat kejadian perkara yang dilakukan para pelaku dalam melakukan aksi kejahatan pertama di wilayah Tangerang Selatan pada tanggal 11 November 2021, kemudian kedua di Tangerang Kota pada tanggal 25 November 2021 dan ketiga di kabupaten Bekasi pada tanggal 17 Desember 2021.

“Dalam melakukan aksinya mereka ini juga tidak segan melakukan kekerasan jika ada perlawanan dari korban dan mereka juga menggunakan senpi rakitan dalam kejahatannya,” jelas Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan mengungkap modus yang dilakukan para pelaku adalah memantau terlebih dahulu situasi di jalanan. Kemudian, setelah dirasa aman mereka baru mencari sasaran kendaraan yang terparkir.

“Kemudian mereka mencari sasaran kendaraan yang terparkir melalui kunci T setelah berhasil mereka membawa kabur kendaraan tersebut dengan ada pembagian tugas,” jelas Kombes Zulpan.

“Ada yang menyiapkan coki istilahnya. Ada yang survey lokasi termasuk ada yang bawa kendaraan,” sambungnya.

Dalam penangkapan tersebut polisi turut menyita beberapa alat bukti, diantaranya senjata api rakitan jenis revolver, beberapa butir peluru, kunci leter T dan mata kuncinya. Terakhir ada 9 kendaraan bermotor yang juga diamankan pihak kepolisian.

“Dari mereka kami akan kembangkan lagi manakala ada TKP lain mungkin masyarakat yang motornya hilang silakan lapor ke Polda Metro Jaya,” ungkap Kombes Zulpan.

“Motor ini bakal dikembalikan ke pemiliknya, jika korban bisa menunjukkan surat-surat kendaraan lengkap termasuk STNK dan BPKB ya,” sambungnya.

Terkait pasal yang disangkakan, pelaku dikenakan pasal berlapis. Diantaranya, Pasal 363 ayat 1, 4 dan 5 dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Terakhir, mereka juga dikenakan UU Darurat No 12 tahun 1951 terkait senjata tajam dan UU Darurat No 15 tahun 1951 terkait penggunaan senjata api dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

“Kemudian terkait dengan kejahatan yang mereka lakukan tentunya penyidik sudah tetapkan mereka sebagai tersangka dan sudah kami tahan,” tutup Kombes Zulpan.

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Markos dan Alfikri, Pelaku Lain yang Mengeroyok Ade Armando

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 21:00 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang yang terlupakan dalam mengeroyok pegiat media sosial Ade Armando. Dua orang tersebut di luar enam pelaku pengeroyokan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Ada orang lain yang juga ikut melakukan aksi kekerasan. Diamankan dua orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (14/4/2022). Dua orang tersebut yakni Markos Iswan ditangkap Kamis (14/4/2022) pada pukul 01.25 WIB di Sawangan, Depok dan Alfikri Hidayatullah ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Markos Iswan berperan dalam aksi kekerasan melakukan pemukulan. Kemudian pelaku lain adalah Alfikri Hidayatullah juga berperan dalam melakukan pemukulan,” ujar Kombes Zulpan.

Sebelum menangkap Markos dan Alfikri, polisi telah menangkap lima pelaku pengeroyokan yakni Mohammad Bagja, Komar, Dia Ul Haq, Arief Pardiani, dan Abdul Latip. Sementara, satu pelaku lain masih buron yakni Ade Purnama.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Arief Pardiani karena Sebar Video Hoaks ‘Ade Armando Sudah Mati’

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 11:25 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap seorang pria bernama Arief Pardiani pada Rabu (13/4/2022), karena menyebar video hoaks dengan narasi ‘Ade Armando Sudah Mati’.

“Kami juga menambahkan ada juga satu pelaku lain di luar dari enam yang kita tetapkan sebagai tersangka. Dia atas nama Arief Pardiani. Kita tangkap di Jakarta,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E. Zulpan kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, pelaku Arief dalam video pengeroyokan dosen Universitas Indonesia Ade Armando, yang tersebar di media sosial, berperan sebagai provokator.

“Kalau terlihat di video medsos yang bersangkutan ini melakukan provokasi. Dengan kata-kata ‘Ade Armando sudah mati kemudian turun semua yang ada di Jakarta’. Yang bersangkutan juga sudah kita amankan dan sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Kombes Zulpan.

Untuk diketahui, para pengeroyok Ade Armando yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka ialah M Bagja, Komar, Dhia Ul Haq, Ade Purnama, dan Abdul Latip. Tiga di antaranya, yaitu Muhamad Bagja, Komar, dan Dhia Ul Haq, merupakan pemukul pertama.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat sebelumnya mengungkapkan, para pelaku ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil identifikasi dan kajian saintifik tim gabungan penyidik.

Sebagai informasi, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin kemarin. Aksi tersebut berujung ricuh.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, ada oknum-oknum yang memanfaatkan aksi demonstrasi aliansi BEM UI untuk berbuat rusuh.

“Kami sangat sayangkan ada sekelompok yang memancing di air keruh, yang tujuannya bukan untuk menyampaikan pendapat, tapi memang niatnya membuat kerusuhan,” kata Kapolda Irjen Fadil dalam konferensi pers, Senin malam.

Irjen Fadil menjelaskan, setelah massa BEM SI membubarkan diri, ada sekelompok orang yang berbuat rusuh. Sekelompok orang itu kemudian mengeroyok Ade Armando hingga babak belur. Fadil memastikan bahwa pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa.

“Setelah (aspirasi) diterima dan mahasiswa kembali (bubar), ada kelompok massa dan kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada saudara Ade Armando,” ujar Irjen Fadil.

Polisi kemudian mengevakuasi Ade Armando. Namun, sejumlah anggota kepolisian malah diserang hingga terluka.

“Pada saat anggota melakukan evakuasi, massa non-mahasiswa bertambah beringas menyerang anggota, sehingga enam anggota kami yang melakukan evakuasi, terluka,” ucap Irjen Fadil.

Irjen Fadil pun mengultimatum para pengeroyok Ade Armando untuk menyerahkan diri. “Kami akan mengumumkan identitas pelaku dan jika tidak menyerahkan diri akan kami lakukan penangkapan!” tegas Kapolda.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Dhia Ul Haq, Pria yang Pertama Kali Pukul Ade Armando

Published

on

By

Rabu, 13 April 2022 12:45 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya telah merilis identitas enam tersangka kasus pengeroyokan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Dari enam tersangka itu, dua orang telah ditangkap.

Terkini, petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka Dhia Ul Haq. Dhia Ul Haq adalah orang yang terekam kamera pertama kali melakukan pemukulan kepada Ade Armando.

“Sudah, sudah diamankan. Nanti kita rilis,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Kombes Tubagus membenarkan saat ditanya apakah Dhia Ul Haq sudah ditangkap. Tersangka Dhia Ul Haq ditangkap di sebuah pondok pesantren di Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/4/2022) dini hari tadi. Saat ini Dhia Ul Haq masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya telah menetapkan 6 orang tersangka pengeroyokan Ade Armando. Dua di antaranya telah ditangkap

“Hasil penyelidikan dari ini kita rumuskan bersama dan tetapkan enam tersangka dengan korban Ade Armando. Dua tersangka baru saja berhasil diamankan di Jonggol dan Bekasi,” kata Kombes Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Enam orang yang teridentifikasi:
1. Muhammad Bagja (sudah ditangkap)
2. Komar (sudah ditangkap)
3. Dhia Ul Haq
4. Ade Purnama
5. Abdul Latip
6. Abdul Manaf

Polisi enggan berspekulasi terkait motif pengeroyokan. Kepolisian masih akan mendalami tiap keterangan dua orang yang telah diamankan hari ini.

“Apa motifnya? Belum bisa dijawab karena yang bersangkutan masih diamankan dan masih dalam pendalaman motivasinya apa,” tutur Kombes Tubagus Ade.

Dua orang yang sudah diamankan bernama Muhammad Bagja dan Komar bukan berstatus mahasiswa. Keduanya ditangkap di daerah Jakarta dan Bogor.

“Dari data yang kami himpun dua orang ini statusnya sebagai wiraswasta, bukan mahasiswa,” kata Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News