Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Seluruh Pelaku Pengeroyok Anggota TNI AD Hingga Tewas Ditangkap

Published

on

Jumat, 21 Januari 2022 08:20 WIB

TribrataNews PMJ – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrim) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memastikan seluruh pelaku pengeroyokan anggota TNI AD, Pratu Sahdi (22 tahun) hingga tewas sudah berhasil ditangkap. Termasuk tiga pelaku yang sempat buron juga sudah diamankan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

“Saat ini dari tiga orang yang kemarin kami rilis DPO, semuanya sudah kami amankan,” ujar Kombes Tubagus kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Menurut Kombes Tubagus, ketiga pelaku itu di antaranya Baharudin, pelaku yang berperan menusuk Pratu Sahdi. Kemudian pelaku bernama Sapri berperan memiting dan memukul korban. Terakhir, Ardi berperan sebagai pembonceng yang mengantarkan kedua pelaku ke lokasi peristiwa berdarah tersebut.

“Sekarang (tiga pelaku buron) sedang dilakukan pendalaman,” kata Kombes Tubagus.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya sudah menangkap empat orang pelaku pengeroyokan anggota TNI Pratu Sahdi (22) hingga tewas yang dikeroyok di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.  Dari empat pelaku yang ditangkap tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu orang masih dilakukan pendalaman serta tiga tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas.

“Ditreskrimum, Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Metro Penjaringan membuat tim bekerja secara bersama-sama dari Direktorat dari Polres dan juga dari polsek melakukan dengan hasil pada hari Selasa kita sudah mengamankan empat orang,” ujar Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Kata Kombes Tubagus, motif para tersangka melakukan tindak pidana pengeroyokan tersebut karena kesalahpahaman. Dalam peristiwa ini ada tiga orang yang menjadi korban. Satu diantaranya meninggal dunia seorang anggota TNI. Lalu dua warga sipil mengalami luka parah dan masih dalam perawatan di salah satu rumah sakit.

“Korban dari prajurit TNI selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Sementara dua orang lainnya yang anggota masyarakat sipil saat ini masih dilakukan pengobatan masih dirawat di rumah sakit dengan karakteristik luka berat,” tutur Kombes Tubagus.

Lanjut Kombes Tubagus, diduga pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI itu berjumlah delapan orang. Empat pelaku telah ditangkap di waktu yang berbeda. Kemudian tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran atau masuk dalam daftar DPO. Namun demikian, ketiga DPO itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kemudian masih ada yang belum tertangkap kepadanya sudah ditetapkan sebagai tersangka statusnya adalah masuk dalam daftar pencarian orang,” ungkap Kombes Tubagus.

Dari penangkapan para tersangka, kata Kombes Tubagus, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu pasang sepatu boot, satu buah kaos warna hitam dan celana pendek motif kotak-kotak. Kemudian satu setel pakaian yang dipakai saat kejadian, satu setel pakaian yang digunakan oleh korban saat kejadian.

Atas perbuatannya para pelaku disangkakan dengan pasal 80 ayat 1 UU No 35 tahun 2014 sub pasal 170 KUHPidana dan 351 KUHP tentang penganiayaan.

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Markos dan Alfikri, Pelaku Lain yang Mengeroyok Ade Armando

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 21:00 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali menangkap dua orang yang terlupakan dalam mengeroyok pegiat media sosial Ade Armando. Dua orang tersebut di luar enam pelaku pengeroyokan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Ada orang lain yang juga ikut melakukan aksi kekerasan. Diamankan dua orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Kamis (14/4/2022). Dua orang tersebut yakni Markos Iswan ditangkap Kamis (14/4/2022) pada pukul 01.25 WIB di Sawangan, Depok dan Alfikri Hidayatullah ditangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Markos Iswan berperan dalam aksi kekerasan melakukan pemukulan. Kemudian pelaku lain adalah Alfikri Hidayatullah juga berperan dalam melakukan pemukulan,” ujar Kombes Zulpan.

Sebelum menangkap Markos dan Alfikri, polisi telah menangkap lima pelaku pengeroyokan yakni Mohammad Bagja, Komar, Dia Ul Haq, Arief Pardiani, dan Abdul Latip. Sementara, satu pelaku lain masih buron yakni Ade Purnama.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Arief Pardiani karena Sebar Video Hoaks ‘Ade Armando Sudah Mati’

Published

on

By

Kamis, 14 April 2022 11:25 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya menangkap seorang pria bernama Arief Pardiani pada Rabu (13/4/2022), karena menyebar video hoaks dengan narasi ‘Ade Armando Sudah Mati’.

“Kami juga menambahkan ada juga satu pelaku lain di luar dari enam yang kita tetapkan sebagai tersangka. Dia atas nama Arief Pardiani. Kita tangkap di Jakarta,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E. Zulpan kepada wartawan, Rabu (13/4/2022).

Kombes Zulpan mengatakan, pelaku Arief dalam video pengeroyokan dosen Universitas Indonesia Ade Armando, yang tersebar di media sosial, berperan sebagai provokator.

“Kalau terlihat di video medsos yang bersangkutan ini melakukan provokasi. Dengan kata-kata ‘Ade Armando sudah mati kemudian turun semua yang ada di Jakarta’. Yang bersangkutan juga sudah kita amankan dan sedang kita lakukan pemeriksaan,” kata Kombes Zulpan.

Untuk diketahui, para pengeroyok Ade Armando yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka ialah M Bagja, Komar, Dhia Ul Haq, Ade Purnama, dan Abdul Latip. Tiga di antaranya, yaitu Muhamad Bagja, Komar, dan Dhia Ul Haq, merupakan pemukul pertama.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat sebelumnya mengungkapkan, para pelaku ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil identifikasi dan kajian saintifik tim gabungan penyidik.

Sebagai informasi, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin kemarin. Aksi tersebut berujung ricuh.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, ada oknum-oknum yang memanfaatkan aksi demonstrasi aliansi BEM UI untuk berbuat rusuh.

“Kami sangat sayangkan ada sekelompok yang memancing di air keruh, yang tujuannya bukan untuk menyampaikan pendapat, tapi memang niatnya membuat kerusuhan,” kata Kapolda Irjen Fadil dalam konferensi pers, Senin malam.

Irjen Fadil menjelaskan, setelah massa BEM SI membubarkan diri, ada sekelompok orang yang berbuat rusuh. Sekelompok orang itu kemudian mengeroyok Ade Armando hingga babak belur. Fadil memastikan bahwa pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa.

“Setelah (aspirasi) diterima dan mahasiswa kembali (bubar), ada kelompok massa dan kami sudah identifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada saudara Ade Armando,” ujar Irjen Fadil.

Polisi kemudian mengevakuasi Ade Armando. Namun, sejumlah anggota kepolisian malah diserang hingga terluka.

“Pada saat anggota melakukan evakuasi, massa non-mahasiswa bertambah beringas menyerang anggota, sehingga enam anggota kami yang melakukan evakuasi, terluka,” ucap Irjen Fadil.

Irjen Fadil pun mengultimatum para pengeroyok Ade Armando untuk menyerahkan diri. “Kami akan mengumumkan identitas pelaku dan jika tidak menyerahkan diri akan kami lakukan penangkapan!” tegas Kapolda.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Dhia Ul Haq, Pria yang Pertama Kali Pukul Ade Armando

Published

on

By

Rabu, 13 April 2022 12:45 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya telah merilis identitas enam tersangka kasus pengeroyokan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando. Dari enam tersangka itu, dua orang telah ditangkap.

Terkini, petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tersangka Dhia Ul Haq. Dhia Ul Haq adalah orang yang terekam kamera pertama kali melakukan pemukulan kepada Ade Armando.

“Sudah, sudah diamankan. Nanti kita rilis,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Kombes Tubagus membenarkan saat ditanya apakah Dhia Ul Haq sudah ditangkap. Tersangka Dhia Ul Haq ditangkap di sebuah pondok pesantren di Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (13/4/2022) dini hari tadi. Saat ini Dhia Ul Haq masih diperiksa di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan pihaknya telah menetapkan 6 orang tersangka pengeroyokan Ade Armando. Dua di antaranya telah ditangkap

“Hasil penyelidikan dari ini kita rumuskan bersama dan tetapkan enam tersangka dengan korban Ade Armando. Dua tersangka baru saja berhasil diamankan di Jonggol dan Bekasi,” kata Kombes Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/4/2022) kemarin.

Enam orang yang teridentifikasi:
1. Muhammad Bagja (sudah ditangkap)
2. Komar (sudah ditangkap)
3. Dhia Ul Haq
4. Ade Purnama
5. Abdul Latip
6. Abdul Manaf

Polisi enggan berspekulasi terkait motif pengeroyokan. Kepolisian masih akan mendalami tiap keterangan dua orang yang telah diamankan hari ini.

“Apa motifnya? Belum bisa dijawab karena yang bersangkutan masih diamankan dan masih dalam pendalaman motivasinya apa,” tutur Kombes Tubagus Ade.

Dua orang yang sudah diamankan bernama Muhammad Bagja dan Komar bukan berstatus mahasiswa. Keduanya ditangkap di daerah Jakarta dan Bogor.

“Dari data yang kami himpun dua orang ini statusnya sebagai wiraswasta, bukan mahasiswa,” kata Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News