Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Selain Kalapas, Penyidik Juga Periksa 6 Orang Terkait Kebakaran Lapas

Published

on

Selasa, 14 September 2021

TribrataNews PMJ – Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu kedatangan lima orang dari pihak Lapas Kelas 1 Tangerang untuk hadir dalam pemeriksaaan terkait kebakaran Lapas yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap 7 orang, termasuk dengan Kalapas Kelas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono yang telah hadir pada Selasa (14/9/2021) pagi tadi.

“Yang bersangkutan (Kalapas) sudah datang, tapi dijadwalkan hari ini ada 7 orang. Yang baru datang dua orang, Kalapas dan Kepala Tata Usaha dari Lapas Kelas 1 Tangerang,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (14/9/2021).

“Masih ada Kabid Administrasi, Kepala KPLP, Kasubbag Kum, Kasie Keamanan dan Kasie Perawatan. Ini lima orang lagi yang masih kita tunggu,” imbuhnya.

Ketujuh orang tersebut nantinya diperiksa terkait dengan adanya dugaan dalam Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 359 KUHP terkait dengan Kelalaian.

Lebih lanjut, terkait dengan pemeriksaan 25 orang saksi dari warga binaan Lapas, pihak PLN dan pemadam kebakaran di dua lokasi yakni Polda Metro Jaya dan Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (13/9/2021) kemarin, Kombes Yusri menegaskan pihaknya masih mendalami keterangan tersebut.

Termasuk dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari saksi ahli.

“Kami masih kumpulkan semuanya, nanti kalau sudah lengkap kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini,” pungkas Kombes Yusri.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Bongkar Pemalsuan STNK untuk Nopol Rahasia hingga Buat Anggota DPR

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu dengan modus dapat membuat Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Para pelaku yang ditangkap berinisial TA, AK dan US menjanjikan dapat menerbitkan nomor polisi (nopol) rahasia polisi hingga buat anggota DPR RI.

“Ini tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu ke dalam satu data otentik. Pembuatan STNK dan TNKB rahasia dari kepolisian seperti ‘RFP’ juga anggota DPR RI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengatakan, pengungkapan kasus penipuan itu bermula adanya masyarakat yang menjadi korban melaporkan ke Polda Metro Jaya. Di dalam laporannya, korban telah tertipu sebesar Rp 70 juta untuk pembuatan STNK dengan nompol rahasia Polri hingga buat anggota DPR RI.

“Uang Rp 70 juta itu dijanjikan dengan tarif Rp 20 juta untuk proses pembuatan nomor kendaraan Polri. Sedangkan Rp 50 juta untuk pembuatan STNK dan TNKB nomor rahasia dan DPR RI. Namun nomor yang dijanjikan tak kunjung keluar,” kata Kombes Yusri.

Polisi yang melakukan penyelidikan dari laporan korban berhasil menangkap para pelaku. Pelaku pertama yang ditangkap, yakni TA yang merupakan otak dari penipuan tersebut.

“Kedua AK, pegawai Samsat Jawa Barat. Ini yang mencetak TNKB atau plat mobil, ketiga US ini membuatkan STNK asli tapi palsu. STNK data asli dihapus dan disesuaikan nama identitas dan nomor yang diminta TA ini,” ucap Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengatakan, STNK asli itu didapat dari salah satu pelaku inisial A dan D yang saat ini masih diburu. A dan D biasa mendapatkan STNK dari motor hasil curian. “Hasil keterangan awal dari US bahwa memang STNK asli itu didapat dari temannya setelah melakukan pencurian kendaraan bermotor. Kalau pakai alat khusus keaslian STNK itu asli, tapi identitas datanya dihapus dan diganti,” kata Kombes Yusri.

Dari penangkapan para pelaku, polisi mendapatakan barang bukti berupa STNK, TNKB serta alat-alat untuk menghapus data untuk dokumen. “Para pelaku kami persangkakan Pasal 372, Pasal 378 dan atau Pasal 263 serta Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ucap Kombes Yusri.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Residivis Jambret yang Kerap Beraksi di Jakut dan Jaktim Ditangkap Resmob Polda Metro Jaya

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga orang kelompok jambret yang kerap mengincar mobil dengan kaca terbuka saat di traffic light atau lampu merah. Tiga pelaku yakni DS, S, dan M ditangkap di lokasi berbeda di wilayah Cakung dan Penggilingan, Jakarta Timur serta Sumur Batu, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, DS, satu dari tiga pelaku jambret yang berhasil ditangkap merupakan residivis kasus serupa. DS baru keluar dari salah satu rumah tahanan (rutan) di Jakarta pada 2019. Saat itu juga dia kembali beraksi dengan mengajak dua rekannya, S dan M yang turut ditangkap saat ini.

“Saudara DS ini residivis kasus yang sama. Pernah ditangkap tahun 2017 dan 2019 keluar langsung bermain lagi sampai (ditangkap) sekarang,” kata Yusri dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Kombes Yusri mengungkapkan, DS merupakan kapten aksi penjambretan. Dia yang merencanakan dan menyusun strategi kejahatan jalanan itu.

DS bersama komplotannya beraksi sebanyak tiga hingga empat kali di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur sejak 2019. DS beraksi dengan mengendarai sepeda motor bersama S dan mengambil barang pengemudi mobil yang terhenti di traffic light dengan kaca terbuka.

“Bermain hampir setiap minggu. Bisa tiga hingga empat kali beraksi. Jadi cukup banyak korban, ini yang meresahkan masyarakat,” kata Kombes Yusri.

Adapun barang hasil curian berupa ponsel, yang biasa dijual DS dan S kepada M. Kepada polisi, M mengaku sudah beberapa kali menerima barang curian dari para pelaku.

“Pengakuan saudara M sudah sekitar lima kali (menerima barang curian) dari komplotan saudara DS. Tapi juga sering menerima barah hasil kejahatan dari pelaku lain. Ini masih terus kami kembangkan,” kata Kombes Yusri.

Adapun para pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang menjadi korban pada 11 Agustus 2021. Para pelaku beraksi dengan menajambret ponsel korban yang saat itu sedang dimainkan di dalam mobil dengan kaca terbuka.

Para pelaku beraksi biasanya dengan menggunakan sepeda motor secara berboncengan. Satu berperan sebagai joki dan pemetik. Mereka menunggu pengendara yang lengah bermain ponsel di dalam mobil dengan kaca terbuka sambil di traffic light.

“DS ini yang melakulan penjambretan. Kedua S ini tugas dan peran sebagai joki. Ketiga M ini adalah penadah hasil curian dari para pelaku yang beraksi,” kata Kombes Yusri.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang kerap digunakan pelaku saat beraksi dan sejumlah ponsel korban. Adapun para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Kalapas Kelas 1 Tangerang Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kebakaran Lapas yang Tewaskan 48 Napi

Published

on

By

Selasa, 14 September 2021

TribrataNews PMJ – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Tangerang Victor Teguh Prihartono memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus kebakaran Lapas yang menewaskan 48 narapidana.

Viktor tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Selasa, sekira pukul 10:42 WIB, tapi  tidak memberikan komentar kepada wartawan  dan langsung masuk ke Gedung Ditreskrimum.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari  25 orang saksi terkait kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, pada Rabu (8/9/2021) dinihari, menyusul kasus kebakaran tersebut ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di Jakarta, Senin (13/9/2021), menyatakan, penyidik Polda Metro Jaya, telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi di dua tempat, yaitu di Polda Metro Jaya dan Polres Metro Kota Tangerang.

“Di Polda Metro Jaya ada 12 orang yang diperiksa yaitu pegawai Lapas yang bertugas pada malam itu. Kita periksa dan BAP (berita acara pemeriksaan), kemudian ada tiga saksi dari PLN,” ujar Kombes Yusri.

Menurut Kombes Yusri, untuk saksi yang diperiksa di Polres Metro Kota Tangerang terdiri dari tiga petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang bertugas memadamkan api pada saat kejadian kebakaran dan tujuh warga binaan Lapas Tangerang.

“Warga binaan dari blok C2 yang waktu itu mengetahui dan mengalami luka ringan. Petugas PLN yang bekerja di TKP (tempat kejadian perkara) dan petugas Damkar juga yang bekerja saat itu,” kata Kombes Yusri.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News