Connect with us

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan Sekat 2 Titik Masuk Kawasan Alam Sutera karena Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Published

on

TribrataNews PMJ — Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangerang Selatan akan menyekat dua akses keluar masuk kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, setiap malam hari mulai Jumat (25/6/2021).

Kasatlantas Polres Tangerang Selatan AKP Dicky Dwi Priambudi Sutarman menjelaskan, penyekatan dilakukan karena kawasan Alam Sutera berpotensi menjadi pusat kerumunan orang.

“Karena di sana terdapat potensi-potensi kerumunan. Potensi timbul pelanggaran protokol kesehatan, makanya kami sekat di sana,” kata AKP Dicky, Jumat (25/6/2021).

Menurut AKP Dicky, dua titik yang akan disekat yakni di Jalan Alam Sutera Boulevard dan Jalan Alam Sutera Utama. Lokasi itu dipilih karena menjadi akses utama bagi kendaraan dari wilayah Serpong untuk memasuki kawasan Alam Sutera.

AKP Dicky menyebutkan, penyekatan dilakukan setiap malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB.

“Mulainya pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB pagi. Tapi kami menyesuaikan situasi di lapangan. Dua titik itu (akan) menyekat kendaraan yang dari wilayah Serpong memasuki kawasan Alam Sutera,” ujar AKP Dicky.

Dalam pelaksanaannya, kata AKP Dicky, petugas di lapangan akan memeriksa setiap pengendara roda dua dan roda empat yang hendak memasuki kawasan Alam Sutera. Petugas hanya akan memperbolehkan penghuni dan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan untuk melintasi dua titik penyekatan tersebut.

“Yang boleh itu yang bertempat tinggal di lokasi sekitar Alam Sutera, penghuni hotel di kawasan Alam Sutera. Kemudian warga yang ke rumah sakit, klinik atau urusan kesehatanlah,” kata AKP Dicky.

“Berikutnya, pengecualian untuk ojek online, diperbolehkan masuk mengantarkan atau menjemput penumpang, barang (pesanan),” ujarnya.

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Polres Tangerang Selatan Gagalkan Penyelundupan 6,3 Kg Sabu Senilai Rp 9 Miliar dari Pekanbaru

Published

on

By

Senin, 30 Mei 2022 13:50 WIB

TBNews PMJ – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dari wilayah Pekanbaru, Riau. Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polisi berhasil menangkap dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu seberat 6,3 kilogram senilai Rp 9 miliar.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu mengatakan kedua pengedar yang ditangkap berinisial MF dan MOF.

“Polres Tangsel mengamankan dua tersangka dengan barang bukti sekitar 6.328 gram atau 6,3 kilogram sabu,” ujar AKBP Sarly Sollu saat konferensi pers di Mapolres Tangsel, Senin (30/5/3022).

AKBP Sarly kemudian menjelaskan kronologi penangkapan tersangka. Ia menuturkan, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa ada rencana pengiriman narkotika jenis sabu dari wilayah Pekanbaru, Riau ke wilayah hukum Polres Tangsel.

“Selanjutnya tim yang dipimpin Kasat Reserse Narkoba Polres Tangsel berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan pengejaran ke wilayah Pekanbaru, Riau,” ujar AKBP Sarly Sollu.

Lalu, pihaknya berhasil mengamankan seorang tersangka inisial MF di sebuah rumah kontrakan yang beralamatkan di Jalan Garuda Ujung Tengkerang Tengah, Marpoyan, Damai Kota Pekanbaru Riau. Di sana, turut diamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik bening yang di dalamnya berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2,49 gram.

Kemudian dilakukan interogasi terhadap tersangka MF terkait kepemilikan narkotika jenis sabu tersebut.

“Selanjutnya berdasarkan Informasi dari tersangka MF bahwa tersangka MF masih menyimpan enam bungkus plastik teh Cina merek Guanyinwang. Di dalamnya terdapat bungkusan plastik bening berisikan narkotika jenis sabu di sebuah rumah kontrakan tersangka MOF yang beralamatkan di Jalan Umban Sari Atas Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru,” jelas AKBP Sarly.

Setelah itu, tim menuju rumah kontrakan tersebut dan berhasil mengamankan tersangka MOF beserta barang bukti enam bungkus plastik teh Cina merek Guanyinwang. Di dalam bungkusan itu terdapat bungkusan plastik bening berisikan narkotika jenis sabu dengan berat brutto keseluruhan 6.328 gram di dalam sebuah tas ransel warna hitam.

Kemudian, berdasarkan keterangan para tersangka bahwa narkotika jenis sabu tersebut rencananya akan di kirim ke wilayah Polres Tangerang Selatan serta DKI Jakarta dan sekitarnya. Jika diakumulasikan dalam rupiah, barang bukti narkotika jenis sabu seberat 6.330.49 gram itu setara dengan seharga Rp 9,3 miliar.

AKBP Sarly menjelaskan, para tersangka mengaku barang bukti tersebut dapat dikonsumsi oleh 33.330.000 orang pemakai narkotika jenis sabu. “Untuk jaringan ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pemasok narkotika jenis sabu dan narkotika jenis lainya, serta tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam jaringannya,” ungkap AKBP Sarly.

Adapun kedua tersangka dijerat Pasal 114 (2) dan atau Pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Continue Reading

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Polres Tangerang Selatan Bekuk Pencuri Spesialis Rumsong

Published

on

By

Senin, 30 Mei 2022 08:50 WIB

TBNews PMJ – Petugas Unit Reskrim Polsek Pamulang mengamankan satu dari tiga pelaku pencurian spesialis rumah kosong (rumsong) di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Pelaku yang ditangkap berinisial A (31), dua lainnya masih dalam pengejaran.

“Kita melakukan penangkapan pelaku rumsong di rumahnya. Jadi kita grebeg rumahnya, kebetulan dia ada di tempat. Nah, (tersangka) kita amankan berikut barang buktinya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Erwin Subekti kepada wartawan, Minggu (29/5/2022).

Lebih lanjut AKP Erwin mengatakan, barang bukti yang diamankan antara lain senjata api (senpi) rakitan, linggis, dan obeng. Pelaku mengaku telah beraksi di wilayah Tangsel sebanyak tiga kali.

“Untuk luar Tangsel kita belum tanyakan, nanti kita tanyakan kemudian. Ada komplotannya setiap beraksi, 3 orang temannya yang masih menjadi target operasi kita,” tuturnya.

Menurut AKP Erwin, komplotan pencurian melancarkan aksinya dengan menyasar rumah kosong. Mereka mencongkel pintu dengan linggis atau obeng. Kemudian, para pelaku menggasak sejumlah barang berharga di rumah tersebut.

“Dia melakukan pencurian dengan cara mencari rumah kosong dengan cara mencongkel pintu dengan obeng atau linggis. Hasil curiannya ada Laptop, HP, motor sama perhiasan. Bukan rampok, tapi pencurian rumah kosong,” terangnya.

AKP Erwin menuturkan, rekan pelaku sudah menjual seluruh hasil curiannya. Polisi hanya berhasil menyita barang bukti hasil pencurian berupa sepeda motor.

“Dijual oleh temannya yang DPO. Ada motor diamankan berbarengan dengan ditangkapnya Anggit. Itu mah nanti (dikembalikan ke pemiliknya), masih ada proses penyidikan,” tukasnya.

Continue Reading

13. POLRES TANGERANG SELATAN

Diversi Deadlock, Polisi Lanjutkan Proses Penyidikan Kasus ABG Disundut Rokok di Tangsel

Published

on

By

Rabu, 25 Mei 2022 08:50 WIB

TBNews PMJ – Diversi yang dilakukan Polres Tangerang Selatan (Tangsel) terhadap kasus ABG yang disundut rokok oleh temannya deadlock atau tidak menemui titik temu. Oleh sebab itu pihak kepolisian meningkatkan penyelidikan ke tahap penyidikan. Diversi deadlock karena dari pihak keluarga korban masih belum terima atas perlakuan yang diterima kepada korban

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Aldo Primananda mengatakan pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi maupun terlapor. Menurutnya langkah yang telah dilakukan ialah diversi yang diantaranya melibatkan Bapas dan juga P2TP2A Tangsel.

“Namun diversi tersebut mengalami deadlock yaitu tidak menemui titik temu sehingga perkara ini dilanjutkan di tahap penyidikan,” kata AKP Aldo kepada wartawan di Mapolres Tangerang Selatan, Selasa (24/5/2022) kemarin.

Selain itu, AKP Aldo mengungkapkan saat ini sudah bertambah dua terduga pelaku yang diperiksa setelah sebelumnya terakhir hanya empat orang yang sudah diperiksa. Menurutnya, dari total enam pelaku yang sudah diperiksa seluruhnya berusia di bawah 14 tahun.

“Sudah kita klarifikasi yaitu ada 6 orang anak namun 2 orang lainnya masih kita lakukan pencarian. Kita informasikan ternyata yang beredar dalam video tersebut merupakan seluruhnya anak di bawah umur. Ada yang umur 10 dan 12 tahun seluruhnya di bawah 14 tahun,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk sistem peradilan pidana anak atau anak yang berhadapan dengan hukum memang harus mengutamakan diversi. Sementara itu, meskipun proses ini berlanjut ke penyidikan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

AKP Aldo menambahkan untuk para terduga pelaku ini juga tidak dilakukan penahanan. Menurutnya, diversi ini deadlock karena keinginan dari orang tua korban yang juga pelapor.

“Kita tidak akan melakukan penangkapan ataupun penahanan terhadap anak di bawah umur namun kita akan melakukan pembinaan dan berkoordinasi dengan P2TP2A dan juga dengan Bapas untuk perkara tersebut. Diversi deadlock karena dari pihak keluarga korban masih belum terima atas perlakuan yang diterima kepada korban. Saat ini anak tersebut bersama orang tuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, video bullying korban viral di media sosial. Dalam video itu korban terlihat disundut rokok. Video lainnya memperlihatkan korban dan para terduga pelaku di dalam sebuah ruangan. Narasi yang beredar, korban juga ditusuk-tusuk pakai obeng dan pisau, tetapi korban tidak berani melapor.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News