Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Satu Pelajar Terluka, Polisi Ringkus Sembilan Pelaku Tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta Sawah Besar

Published

on

Selasa, 26 Oktober 2021 15:27 WIB

TribrataNews PMJ –  Kasus tawuran antar pelajar kembali terjadi. Sebanyak sembilan orang telah diamankan oleh pihak kepolisian pada Minggu (24/10/21) dini hari, pukul 03.30 WIB, di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Adapun, pelaku berinisial FA, JA, HR, RP, RR, YP, GA, DAR, dan DA yang berusia sekitar 16 – 20 tahun.

Kapolsek Sawah Besar AKP Maulana Mukarom menerangkan, tawuran bermula dari tantangan salah satu kelompok Jawa atas nama akun enjoy_selow420 dengan mengirimkan Direct Message Instagram kepada kelompok Warsat untuk melakukan tawuran.

Sejumlah senjata tajam yang dipakai ntawuran diamankan polisi. (Foto: PMJ News).
Sejumlah senjata tajam yang dipakai ntawuran diamankan polisi. (Foto: PMJ News).

Tawuran disiarkan langsung melalui live Instagram hingga menyebabkan viral di sosial media dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penonton.

“Akun yang diamankan oleh kepolisian memiliki followers hampir 1000. Dari keterangan yang didapatkan, kejadian ini sudah kali ketiga dan mereka sudah mendapatkan keuntungan mencapai 4 juta rupiah,” ungkap AKP Maulana, dalam keterangan persnya, di Mapolrestro Jakpus, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo K Heriyatno menambahkan, anggotanya selalu sigap dalam melakukan cyber patrol dan juga peran humas di lapangan yang sangat sigap menanggapi berita-berita yang ada di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, akibat tawuran ini, satu pelajar berinisial MAS (16) mengalami luka robek dan luka bacok akibat dari senjata tajam jenis celurit. Dan saat ini sedang menjalankan perawatan di RS Tarakan, Jakarta Pusat.

Barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian berupa 1 buah stik golf dan 2 buah celurit.

Atas kejadian ini pelaku terancam Pasal 170 KUHPodana tentang tindak pidana kekerasan terhadap orang dan atau secara bersama-sama di muka umum dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Lagi, Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Bandar Narkoba Penabrak Iptu JM

Published

on

By

Selasa, 30 November 2021 08:03 WIB

TribrataNews PMJ – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat kembali  menciduk satu orang pelaku penabrak perwira Iptu JM di daerah Waleri, Kendal, Jawa Tengah, Senin 29 November 2021. Dari penangkapan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengembangkan ke Aceh guna membongkar jaringa narkobanya.

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Indrawienny Panjiyoga menjelaskan, dari pengembangan tersangka di Kendal, pihaknya menemukan gudang penyimpanan narkoba di Aceh dan mengamankan 2 orang tersangka.

“Dari pengembangan tersangka penabrak anggota polisi, kami menemukan gudang narkotika di Aceh dan ada dua orang pelaku kami amankan,” kata Kompol Panjiyoga di Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).

Dari Aceh, pihaknya mengembangkan lagi ke Medan, Sumatera Utara, dan di sana ada bandar yang diamankan Polres Metro Jakarta Pusat.

Namun demikian, Panji belum bisa membeberkan kasus narkoba ini karena pihaknya bakal terus mengembangkan sampai ke jaringannya. Jika semua pelaku narkoba jaringan tersebut ditangkap, kata dia, pihaknya baru akan merillisnya.

“Nanti akan kami sampaikan dalam keterangan rillis,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penggerebekan terhadap bandar narkoba di Rest Area KM 208 Cirebon, Jawa Barat arah ke Jakarta pada Minggu 21 November 2021 pagi.

Namun saat akan ditangkap, bandar narkoba itu berhasil melarikan diri dengan mobilnya hingga menabrak dan melindas Perwira Polres Metro Jakpus Iptu JM.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Kapolres Metro Jakarta Pusat Pimpin Apel Pasukan Gabungan Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta untuk Kesiapan Pengamanan Aksi Unras pada Dua Titik

Published

on

By

Kamis, 25 November 2021 13:07 WIB

TribrataNews PMJ – Personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta melaksanakan apel pasukan pengamanan di Lapangan Silang Monas Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, terkait rencana aksi unjuk rasa massa pada dua titik.

Aksi unjuk rasa akan berlangsung pada dua lokasi, yakni anggota Pemuda Pancasila di kawasan Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Kawasan Gedung Balaikota DKI Jakarta Jalan Merdeka Selatan.

Adapun pelaksanaan apel pasukan pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi.

“Kapolres tadi memberikan arahan agar pelaksanaan pengamanan tetap dilakukan secara humanis,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Polisi Sam Suharto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Sam menjelaskan sebanyak 2.645 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa pada dua titik di wilayah Jakarta Pusat itu.

Sementara itu, pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Sejumlah ruas jalan yang direncanakan dilakukan penutupan, yakni yang mengarah pada Bundaran Patung Kuda, yakni Jalan Veteran, Jalan Merdeka Barat, dan Jalan Merdeka Utara.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta menjelaskan penutupan jalan akan dilakukan lebih awal.

“Kalau memungkinkan akan ditutup lebih awal. Yang pertama adalah Patung Kuda mengarah utara ditutup, Harmoni arah selatan ditutup,” kata Purwanta.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Pemerasan Rp 2,5 Miliar oleh LSM

Published

on

By

Rabu, 24 November 2021 13:04 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Pusat kembali menetapkan satu tersangka lagi dalam kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh LSM Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi atau Tamperak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardhana mengatakan tersangka berinisial RM diduga ikut serta bersama Ketua LSM Tamperak Kepas Penagean Pangaribuan alias KPP ke Kantor Polsek Metro Menteng untuk melakukan pemerasan.

“Perannya mendampingi tersangka KPP melakukan perekaman pada saat kegiatan bertemu dengan korban. Jadi dia mengetahui perbuatan pemerasannya,” ujar Kompol Wisnu di Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa, 23 November 2021.

Adapun KPP sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap oleh polisi. Ia diduga memeras anggota polisi sebesar Rp 2,5 miliar.

Modus KPP memeras anggota Polri adalah menyebut penangkapan terduga begal di Kemayoran melanggar standar operasional prosedur (SOP) Polri.

Selain membantu KKP, RM juga diduga menerima uang hasil pemerasan sebesar Rp 5 juta rupiah. Wisnu mengatakan bahwa RM merupakan anggota LSM Tamperak.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi sebelumnya menjelaskan, kasus ini berawal ketika KPP diduga melakukan pemerasan terhadap anggota Satgas yang saat itu tengah memburu eksekutor pembacokan begal terhadap pegawai Basarnas.

Saat itu, polisi telah menangkap lima orang. Dari kelima pelaku begal tersebut, semuanya positif menggunakan sabu dan satu orang di antaranya mengetahui keberadaan eksekutor pembacokan pegawai Basarnas.

Akhirnya empat pelaku lain dikirim ke panti untuk direhabilitasi karena tidak memiliki barang bukti narkoba saat dilakukan penangkapan.

“KPP ini menganggap anggota kami telah melanggar SOP dan terus dilakukan pengancaman dengan membawa nama petinggi negara maupun Polri dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah uang,” kata Kombes Hengki.

KPP pun mengancam akan memviralkan anggota Satgas tersebut karena dianggap bekerja secara tidak profesional dan melanggar SOP. Padahal, kata Kombes Hengki, Propam Polda Metro Jaya tidak menemukan adanya pelanggaran SOP maupun kode etik disiplin Polri saat memeriksa anggota Satgas itu.

KPP kemudian meminta uang sebesar Rp 2,5 miliar kepada anggota Satgas agar mereka tak memviralkan masalah itu ke sosial media. Selanjutnya, terjadi negosiasi antara anggota Polisi dengan KPP hingga akhirnya pelaku meminta uang sebesar Rp 250 juta.

Dalam penangkapan ini, Polres Metro Jakarta Pusat menyita barang bukti berupa surat yang akan dikirimkan ke Presiden RI dan Komisi III DPR RI terkait pelanggaran SOP oleh anggota Polri.

KPP dan RM dipersangkaan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 368 dan 369 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 4 UU ITE dengan ancaman kurungan penjara selama lima sampai enam tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News