Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Satu dari lima korban di Bekasi diduga pelaku

Published

on

TBNews PMJ- Fadil ungkap fakta mengejutkan tentang 3 korban meninggal dan 2 masih dalam perawatan diduga akibat keracunan di Bekasi.

Metode scientific yang dikedepankan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini membawa tim penyidik pada suatu kesimpulan, satu korban yang masih dalam perawatan di duga merupakan pelaku kejahatan berencana tersebut.

“Dengan scientific crime investigation penyidik tidak terjebak dalam sebuah kesimpulan, dan kebenarannya dapat di pertanggungjawabkan”, ujar Kapolda saat konferensi pers di gedung Satya haprabu. Kamis (19/01/23). “Metode penyelidikan dan penyidikan interkolaborasi profesi akan terus di kembangkan di Polda Metro Jaya”, lanjutnya.

Hasil kolaborasi interprofesi yang melibatkan labfor, psikolog forensik, dokter forensik, digital forensik dan ahli-ahli lainnya, diketahui 3 korban meninggal berasal dari Cianjur. “(di TKP) tidak ditemukan kerusakan pintu depan maupun belakang dan kamar tidur namun ditemukan sebuah galian yang kedalamannya 2 meter di area belakang rumah. Pada proses olah TKP, penyidik mendapat sisa bakaran sampah sebuah plastik yang di duga bekas bungkus racun dan alat komunikasi yang di gunakan oleh pelaku. besar kemungkinan meninggalnya korban karena sebab lain bukan karena kekerasan.” Fadil selaku Kapolda Metro Jaya merasa perlu menyampaikan langsung keunikan penyelidikan kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan bahan kimia berbahaya yang mengandung pestisida yang sangat berbahaya apabila di konsumsi oleh manusia dapat menyebabkan kematian. Pembunuhan ini akan terus di dalami apakah pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain atau murni pembunuhan biasa. Tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16. DITRESKRIMUM

112 Kasus Diungkap Selama Operasi Sikat Jaya 2022 dan 168 Tersangka Ditahan

Published

on

By

Rabu, 28 Desember 2022 15:15 WIB

TBNews PMJ – Sebanyak 112 kasus tindak pidana di wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi (Jadetabek) berhasil diungkap jajaran Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dalam operasi kepolisian bersandi Sikat Jaya 2022. Operasi Kepolisian Sikat Jaya 2022, dilaksanakan selama kurun waktu 15 hari pada Desember 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengky Haryadi menjelaskan bahwa terdapat 112 kasus tindak pidana itu terungkap selama Operasi Sikat Jaya 2022 yang berlangsung mulai 1 – 15 Desember 2022.

“Tujuan operasi ini adalah untuk memberantas segala bentuk tindak kriminal ataupun kejahatan, khususnya kejahatan jalanan, dalam rangka merespons daripada keresahan masyarakat,” ujar Hengki di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/12/2022).

Dari 112 kasus tersebut, kata Kombes Hengki, terdapat 168 pelaku yang tertangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga kuat melakukan pencurian, penganiayaan berat, pemerasan, hingga aksi premanisme.

“Selain itu terdapat pula tersangka Undang-Undang Darurat dan judi online,” kata Kombes Hengki.

Kendati demikian, Kombes Hengki tidak menjelaskan secara terperinci jumlah masih-masih tersangka dalam setiap kasus yang terungkap. Dia hanya mengatakan bahwa terdapat sejumlah barang bukti yang disita, antara lain lima unit mobil, 37 unit motor dan sepucuk airsoft gun.

“Kemudian terdapat 13 bilah senjata tajam, serta alat kejahatan yang lain ataupun instrumental delik, yakni magnet pembuka, kunci, linggis, palu dan lain sebagainya,” ungkap Kombes Hengki.

Seiring dengan pengungkapan ini, Kombes Hengki berharap bisa memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan, sekaligus memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindak kriminal.

“Secara general masyarakat umum agar tidak juga mengikuti pola pola terkait kejahatan yang dilakukan para tersangka ini,” pungkasnya.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tangkap Satu Tersangka Baru Penganiayaan ART di Apartemen Simprug Jakarta Selatan

Published

on

By

Jumat, 16 Desember 2022 07:30 WIB

TBNews PMJ — Penyidik Subdirektorat Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro menangkap satu orang tersangka baru terkait kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART) berinisial SKH (23 tahun) di apartemen Simprug, Jakarta Selatan.

“Sekarang total sembilan orang tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Penyidik Polda Metro Jaya sebelumnya telah menangkap dan menetapkan delapan orang tersangka dan penangkapan tersangka baru ini membuat tersangka saat ini berjumlah sembilan orang.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ratna Quratul Aini mengatakan tersangka baru tersebut adalah seorang perempuan berinisial R yang juga bekerja sebagai ART di apartemen tersebut.

“R merupakan ART yang pulang-pergi. Dia tidak tinggal di apartemen pelaku,” ujar Kompol Ratna.

Penangkapan terhadap R dilakukan pada Rabu (14/12/2022), berdasarkan keterangan delapan tersangka yang terlebih dulu ditangkap.

Kemudian saat diperiksa R mengaku ikut memukul dan menendang korban, sehingga R kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menangkap delapan orang terkait dugaan penganiayaan terhadap SKH (23). Delapan pelaku tersebut diketahui sebagai majikan korban, istrinya, anaknya dan lima ART lainnya.

Kasus penganiayaan tersebut terungkap setelah korban pulang ke rumahnya di Pemalang, Jawa Tengah, dalam kondisi luka-luka. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Pemalang yang kemudian diteruskan ke Polda Metro Jaya.

Atas laporan tersebut tim gabungan dari Subdit Renakta dan Subdit Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya kemudian langsung mendatangi lokasi apartemen pelaku untuk dilakukan penangkapan.

Korban sudah bekerja di apartemen tersebut sebagai ART sejak enam bulan lalu dan mulai mengalami penyiksaan sejak tiga bulan terakhir.

Alasan para pelaku menganiaya korban adalah karena korban dituduh mencuri pakaian dalam majikannya.

Atas perbuatannya kesembilan pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan persangkaan pasal berlapis yakni Pasal 33 KUHP, Pasal 351 KUHP, kemudian Pasal 44 dan 45 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Tahan Delapan Pelaku Penyiksaan ART di Apartemen Jakarta Selatan

Published

on

By

Rabu, 14 Desember 2022 13:00 WIB

TBNews PMJ – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penyiksaan yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial SK (23) yang dilakukan majikan di apartemen kawasan Simprug, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menyita sejumlah barang bukti terkait penyiksaan ART. Salah satunya kandang anjing.

Selain itu, terdapat rantai pengikat anjing dan sejumlah alat kebersihan seperti ember, gayung, lap pel, dan barang lainnya. Belum diketahui barang bukti mana saja yang digunakan dalam kasus ini.

“Berdasarkan pengakuan korban, yang bersangkutan ini dirantai di kandang anjing,” ujar Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ratna Qurata Aini, Rabu (14/12/2022).

Adapun pelaku penyiksaan yang berjumlah delapan orang sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka. Di antaranya majikan pasangan suami istri, anak majikan dan lima ART lainnya. Mereka menganiaya dengan menyiram air panas hingga merantai korban di kadang anjing.

Terungkapnya kasus penganiayaan tersebut setelah korban pulang ke rumahnya di Pemalang, Jawa Tengah, dalam kondisi luka-luka.

“Korban ini pulang ke Pemalang dia sudah kondisi luka-luka, kemudian dia diarahkan untuk melaporkan ke Polres Pemalang, dan dari polres koordinasi ke Polda Metro Jaya, karena TKP ada di Jakarta,” kata Kompol Ratna.

Atas laporan tersebut tim gabungan dari Subdit Renakta dan Subdit Reserse Mobile (Resmob) Polda Metro Jaya kemudian langsung mendatangi lokasi apartemen pelaku untuk dilakukan penangkapan.

“Kami langsung tindaklanjuti kami gabungan dari Renakta dan Resmob langsung ke tempat terduga pelaku,” ujar Ratna.

Kompol Ratna mengungkapkan korban sudah bekerja di apartemen tersebut sebagai ART sejak enam bulan lalu, dan mulai mengalami penyiksaan sejak tiga bulan terakhir.

Alasan para pelaku menganiaya korban adalah karena korban dituduh mencuri pakaian dalam majikannya.

Atas perbuatannya kedelapan pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan persangkaan pasal berlapis yakni Pasal 33 KUHP, Pasal 351 KUHP, kemudian Pasal 44 dan 45 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News