Connect with us

Kriminalitas

Resmob Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Begal di Tangsel, Polisi: Ketiganya Residivis Kasus Narkoba

Published

on

Tribratanews PMJ – Resmob Polda Metro Jaya mengamankan tiga pelaku begal yang menyasar anak di bawah umur di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Aksi para tersangka bahkan sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dalam menjalankan aksi kejahatannya para pelaku kerap menggunakan senjata tajam. Mereka juga memiliki peran masing-masing.
“Pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata tajam berupa celurit, tersangka yang diamankan berjumlah tiga orang dengan inisial AM sebagai eksekutor, AY sebagai joki, dan BA yang memantau situasi TKP,” ungkap Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin (1/3/2021).
“Korbannya berjumlah dua orang, yaitu anak kecil dengan usia 13 dan 14 tahun,” sambungnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Kombes Yusri Yunus mengatakan tiga orang pelaku tersebut diketahui merupakan residivis dari kasus yang berbeda. Mereka ditahan atas perkara penyalahgunaan narkoba.
“Kita sudah periksa ya, ternyata mereka semua ini residivis kasus narkoba, dan hasil curian yang didapatkannya itu digunakan untuk membeli barang haram narkoba,” tuturnya.
Oleh karena itu, Kombes Yusri Yunus menyampaikan ketiga pelaku juga akan menjalani tes urine. “Abis ini kita akan lakukan pemeriksaan tes urine, jika memang hasilnya positif mereka akan diserahkan kembali ke Ditnarkoba untuk dikembangkan lagi kasusnya,” tukasnya.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 365 Tentang Pencurian dengan Kekerasan. Adapun ancaman hukumannya berupa penjara paling lama 9 tahun.

7. BIDANG HUMAS

Dimutilasi, Tersangka Ecky Sewakan Apartemen Milik Korban Selama 10 Bulan

Published

on

By

TBNews PMJ- Tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi di Bekasi, M Ecky Listiantho (34), terungkap ingin menguasai harta dari korbannya, Angela Hindriati Wahyuningsih (54).

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, tersangka menyewakan apartemen milik korban di sebuah aplikasi jual-beli, OLX.

“Ecky menyewakan apartemen Angela selama setahun melalui aplikasi OLX dengan biaya sewa Rp 99.000.000,- kepada Sdr AG,” ujar Hengki dalam keterangannya, Senin (6/2/2023).

Hengki menjelaskan, Ecky awal mulanya mengaku membunuh Angela dengan motif asmara karena korban meminta Ecky untuk dinikahi.

Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih jauh, tersangka Ecky mempunyai motif lain yakni ingin menguasai harta milik korban.

Salah satunya dengan mengambil alih kepemilikan apartemen milik korban dan menyewakannya kepada orang lain, yakni seseorang berinisial AG selama 10 bulan.

“Saudara AG menyewa apartemen dengan biaya sebesar 99 juta pada tanggal 1 Juli 2020 sampai dengan 31 Mei 2021,” ungkap Hengki.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Satu dari lima korban di Bekasi diduga pelaku

Published

on

By

TBNews PMJ- Fadil ungkap fakta mengejutkan tentang 3 korban meninggal dan 2 masih dalam perawatan diduga akibat keracunan di Bekasi.

Metode scientific yang dikedepankan dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini membawa tim penyidik pada suatu kesimpulan, satu korban yang masih dalam perawatan di duga merupakan pelaku kejahatan berencana tersebut.

“Dengan scientific crime investigation penyidik tidak terjebak dalam sebuah kesimpulan, dan kebenarannya dapat di pertanggungjawabkan”, ujar Kapolda saat konferensi pers di gedung Satya haprabu. Kamis (19/01/23). “Metode penyelidikan dan penyidikan interkolaborasi profesi akan terus di kembangkan di Polda Metro Jaya”, lanjutnya.

Hasil kolaborasi interprofesi yang melibatkan labfor, psikolog forensik, dokter forensik, digital forensik dan ahli-ahli lainnya, diketahui 3 korban meninggal berasal dari Cianjur. “(di TKP) tidak ditemukan kerusakan pintu depan maupun belakang dan kamar tidur namun ditemukan sebuah galian yang kedalamannya 2 meter di area belakang rumah. Pada proses olah TKP, penyidik mendapat sisa bakaran sampah sebuah plastik yang di duga bekas bungkus racun dan alat komunikasi yang di gunakan oleh pelaku. besar kemungkinan meninggalnya korban karena sebab lain bukan karena kekerasan.” Fadil selaku Kapolda Metro Jaya merasa perlu menyampaikan langsung keunikan penyelidikan kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan bahan kimia berbahaya yang mengandung pestisida yang sangat berbahaya apabila di konsumsi oleh manusia dapat menyebabkan kematian. Pembunuhan ini akan terus di dalami apakah pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain atau murni pembunuhan biasa. Tutupnya.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Metro Tanah Abang Tangkap Paman dan Keponakan Pengedar Narkoba

Published

on

By

Jumat, 21 Oktober 2022 08:25 WIB

TBNews PMJ – Polsek Metro Tanah Abang Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua orang pengedar narkoba. Ironisnya kedua pelaku CA (23 tahun) dan RY (36 tahun) ini masih ada hubungan keluarga yaitu paman dan keponakan.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang AKP Fiernando Adriansyah mengungkapkan pihaknya juga mengamankan lima paket narkotika jenis sabu dengan berat 19,38 gram yang siap diedarkan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut kami mengamankan 2 orang diantaranya berinisial CA (23 tahun) dan RY (36 tahun) yang merupakan pamannya sendiri,” kata AKP Fernando Adriansyah saat dikonfirmasi, Kamis, (20/10/2022).

AKP Fiernando menjelaskan awal mulanya mendapatkan informasi dari laporan masyarakat jika ada peredaran narkoba di daerah Jakarta Pusat.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk bertransaksi dan disepakati di pinggir jalan mencong Kelurahan Peninggilan Selatan Tangerang.

“Kami berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial CA (23) berikut barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 0,60 gram,“ ujarnya.

Tak hanya sampai disitu, kata AKP Fiernando, pihaknya terus melakukan pengembangan di kediaman pelaku dan berhasil mengamankan kembali narkotika jenis sabu sebanyak 4 paket jika ditotalkan sebanyak 19,38 gram berhasil diamankan.

Setelah dilakukan penyelidikan didapat informasi kembali bahwa yang bersangkutan mendapatkan narkoba jenis sabu dari pamannya sendiri

“Anggota langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku RY  yang merupakan paman dari sdr CA tak jauh dari lokasi penangkapan,” ucapnya.

Dihadapan penyidik pelaku RY mengakui perbuatannya yang telah melakukan transaksi terkait narkoba tersebut.

AKP Fiernando menambahkan pengungkapan perderan gelap narkotika tersebut merupakan hasil upaya sinergitas antara Polsek Metro Tanah Abang dengan Tim Satopspatnal Lapas/Rutan.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti lainnya diantaranya 1 (satu) pax plastik klip kecil, 1 (satu) buah timbangan elektrik, 1 (satu) unit Handphone merk Vivo Y12 i warna biru casing warna hitam, “ tuturnya.

Atas perbuatanya kedua pelaku dikenakan Pasal 114 Subsidair Pasal 112 juncto 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News