Connect with us

7. BIDANG HUMAS

PPKM Darurat Segera Dimulai, Penyekatan di Jakarta Dilakukan Nanti Malam pukul 00.00 WIB

Published

on

TribrataNews PMJ — Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat bakal dimulai. Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah kebijakan, salah satunya menutup pintu masuk ke Jakarta. Penyekatan akan diterapkan  mulai pergantian hari pukul 00.00 WIB.
“Mulai malam ini pukul 00.00 WIB seluruh pintu keluar masuk Jakarta akan kita tutup dan akan dilakukan pemeriksaan ketat,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran, usai menggelar Pasukan Operasi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 Lanjutan Tahun 2021 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jumat (2/7/2021).
“Riilnya, nanti malam akan ada penyekatan, pembatasan, penegakan hukum, pengawalan rumah sakit, peningkatan pelayanan rumah sakit akan kami kerjakan bersama-sama,” kata Kapolda.
Kapolda berbicara didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dan Gubernur DKI Anies Baswedan. Mereka barus saja menggelar rapat koordinasi PPKM Darurat. Apel dilakukan untuk menyiapkan pengamanan PPKM Darurat dalam Operasi Aman Nusa II.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah kebijakan, salah satunya menutup pintu masuk ke Jakarta.
Menurut Kapolda, kebijakan tersebut akan diterapkan mulai tengah malam nanti. Dia menegaskan lewat kebijakan itu tidak ada masyarakat yang melakukan mobilitas di luar kegiatan yang telah diizinkan oleh satgas penanganan COVID-19.
“Tidak boleh ada satupun yang melakukan mobilitas diluar dari pada kegiatan yang esensial dan kritikal,” ungkap Kapolda.
“Mudah-mudahan ini bisa memberikan dampak. Suasana sekarang memang sedang genting,” kata Kapolda.
Kapolda mewanti-wanti masyarakat untuk menaati ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, bahkan Kapolda menyampaikan pesan khusus kepada para pesepeda.
“Yang hobi naik sepeda saya ingatkan sudah berhenti naik sepeda,” kata Kapolda.
Kapolda menyebut akan menyita sepeda para pesepeda yang masih nekat bersepeda saat penerapan PPKM Darurat berlangsung.
“Nanti sepedanya saya kandangkan selama PPKM Darurat kalau nekat naik sepeda,” ujar Kapolda.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Di masa PPKM Darurat, dia berharap kegiatan masyarakat yang tidak mendesak benar-benar harus dibatasi.
Kebijakan itu, kata Kapolda,  bukan untuk mengekang para pesepeda. Namun, demi mencegah penyebaran virus Corona di masyarakat.
“Saya menolong jiwanya. Lebih baik saya amankan sepedanya daripada orangnya keliaran terpapar COVID atau dia menyebarkan COVID,” pungkas Kapolda.

7. BIDANG HUMAS

Usut Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Penyidik Polda Metro Jaya Masih Analisis CCTV dan Periksa Saksi

Published

on

By

Kamis, 16 September 2021

TribrataNews PMJ — Penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya  masih terus mengusut kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Pengusutan kasus ini dilakukan dengan menganalisis closed circuit television (CCTV) di Lapas Tangerang dan memeriksa puluhan saksi secara maraton. Pengusutan ini dilakukan untuk membuat terang perkara dan menentukan pihak yang layak dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran lapas yang menewaskan 48 warga binaan tersebut.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan melakukan analisa lebih mendalam lagi terhadap alat bukti yang ditemukan di lokasi kebakaran termasuk CCTV yang ada di sana. Penyidik juga masih terus maraton melakukan pemeriksaan saksi baik itu dari petugas lapas hingga narapidana yang selamat dari kebakaran itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus usai menggelar jumpa pers, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Tim penyidik, kata Kombes Yusri sudah memeriksa 62 orang saksi, yakni 28 saksi dalam tahap penyelidikan, dan 34 saksi lainnya selama proses penyidikan. Dari penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, kepolisian menemukan adanya unsur pidana berupa kelalaian. Namun, Kombes Yusri meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Kalau dari penyidik memang menemukan ada kealpaan dan kelalaian dalam kebakaran itu dan pastinya ada unsur pidana di kasus ini. Maka kita meminta masyarakat bersabar untuk bisa mengetahui jelas duduk perkaranya dan siapa tersangkanya,” katanya.

Kombes Yusri memastikan kepolisian akan melakukan gelar perkara setelah proses penyidikan. Dalam gelar perkara itu, kepolisian akan menentukan tersangka kasus ini.

“Kita rencanakan gelar perkara untuk bisa menentukan apakah ada tersangka di sini karena memang pidananya ada di sini,” kata Kombes Yusri.

Tersangka nantinya dapat dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dan Pasal 187 serta Pasal 188 KUHP terkait kesengajaan atau kealpaan yang mengakibatkan kebakaran. Pelaku terancam hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Tak Tebang Pilih, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Manajemen Holywings Terkait Pelanggaran Kerumunan dalam PPKM

Published

on

By

Senin, 6 September 2021

TribrataNews PMJ — Polda Metro Jaya akan memeriksa manajemen Restoran dan Bar Holywings  terkait kasus pelanggaran kerumunan dalam PPKM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan proses terhadap manajemen Holywings baik yang di Kemang maupun Epicentrum. “Kita akan proses karena ditemukan adanya pelanggaran dalam kasus kerumunan yang terjadi di Holywings,” ujarnya, Senin (6/9/2021).

Polisi akan memeriksa manajemen Holywings dan segera dipanggil secara marathon. “Mereka terbukti melanggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit,” tegasnya. Pemanggilan akan dilaksanakan pada pekan ini terhadap manajemen.

Pihaknya tidak tebang pilih siapapun yang melakukan pelanggaran kesehatan akan tetap diproses termasuk manajemen Holywings.

Continue Reading

7. BIDANG HUMAS

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Komedian Reza Pardede alias Coki Pardede Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Published

on

By

Kamis, 2 September 2021

TribrataNews PMJ — Polres Metro Tangerang Kota menangkap komedian Reza Pardede alias Coki Pardede atas dugaan terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Kabar penangkapan terhadap Coki oleh Polres Metro Kota Tangerang dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

“Saya mengiyakan dulu,” kata Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/9/2021).

Kombes Yusri mengungkapkan, dalam penangkapan itu penyidik Polres Metro Tangerang Kota  turut menyita barang bukti narkoba jenis sabu.

“(Barang bukti) Sabu,” singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Coki ditangkap di kawasan Tangerang pada Rabu malam (1/9/2021).

Meski demikian Kombes Yusri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai status Coki lantaran yang bersangkutan saat ini masih dalam pemeriksaan intensif oleh petugas terkait temuan narkotika tersebut.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News