Connect with us

21. DITLANTAS

PPKM Darurat di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, Berikut 63 Titik Penyekatan Keluar Masuk Jakarta

Published

on

TribrataNews PMJ — Polisi menutup akses keluar masuk Jakarta dan sekitarnya pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai Sabtu 3 Juli 2021 dini hari, pukul 00.00 WIB hingga 20 Juli 2021, yang mana ada 28 titik lokasi penutupan dan 21 titik pembatasan mobilitas (penyekatan) serta 14 titik pengendalian mobilitas masyarakat.

“Untuk penutupan akses keluar masuk Jakarta ada 28 titik. Lalu, untuk pembatasan mobilitas (penyekatan) ada 21 titik dan pengendalian mobilitas masyarakat ada 14 titik,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo pada wartawan, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, waktu pembatasan pada 28 titik itu dilakukan selama 24 jam sejak Sabtu, 2 Juli 2021 dini hari, pukul 00.00 WIB. Sedangkan pada 21 titik pembatasan mobilitas dan 14 titik pengendalian mobilitas masyarakat waktunya dimajukan pada pukul 20.00-04.00 WIB, yang mana sebelumnya berlaku pukul 21.00-04.00 WIB.

“Kita membagi ke dalam tiga sektor, yaitu sektor esensial, sektor kritikal dan sektor esensial dan non kritikal, sebagaimana tadi disampaikam selama PPKM Darurat ini yang dapat bergerak itu sektor kritikal dan sektor yang esensial,” tuturnya.

Dirlantas menambahkan, dalam PPKM Darurat ini, sektor kritikal dan esensial yang dibolehkan keluar masuk Jakarta itu menyangkut keuangan, perbankan, pasar modal, sisi pembayaran teknologi komunikasi, perhotelan penanganan karantina, dan industri orientasi ekspor.

Lalu, sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman petrokimia, penanganan bencana, konstruksi, industri penanganan kebutuhan pokok masyarakat.

“Ini adalah sektor yang bisa bergerak, di luar itu tidak boleh ada mobilitas. Selama PPKM Darurat ini diharapkan Jakarta sunyi, semua orang diharapkan tinggal di rumah,” katanya.

Berikut 63 titik pembatasan mobilitas masyarakat itu sebagai berikut:

Ada 28 titik Pembatasan Mobilitas di Dalam Tol, dalam Batas Kota/Provinsi dan Jalur Utama.

Pembatasan Mobilitas di dalam kota:

1. Bundaran Senayan

2. Semanggi

3. Bundaran HI

4. TL Harmoni

Pembatasan Mobilitas di Dalam Tol:

Arah Timur ke Barat

1. Gerbang Tol Tegal Parang

2. Gerbang Tol Polda

Arah Barat ke Timur

3. Gerbang Tol Semanggi

4. Gerbang Tol Senayan

5. Gerbang Tol Pancoran

Pembatasan Mobilitas di Batas Kota:

1. Ringroad Tegal Alur, Jakut

2. Pos Joglo Raya, Jakbar

3. Pos LTS Kalideres, Jakbar

4. Perempatan Pasar Jumat, Jaksel

5. Ciledug Raya (Universitas Budi Luhur), Jaksel

6. Lampiri Kalimalang, Jaktim

7. Panasonic Jalan Raya Bogor, Jaktim

8. Depan SPBU Cilangkap, Depok

9. Jalan Parung Ciputat, Depok

10. Batu Ceper, Tangkot

11. Jati Uwung, Tangkot

12. Jalan Sultan Agung Meda Satria, Bekasi Kota

13. Jalan Nur Ali Sumber Arta, Bekasi Kota

14. Kedung Waringin, Bekasi Kabupaten

15. Tambun, Bekasi Kabupaten

16. Bintaro, Tangsel

17. Legok, Tangsel

18. Lenteng Agung, Depok

19. Kolong Cakung, Jaktim

Selanjutnya, ada 21 Titik Pembatasan Mobilitas di Lokasi Rawan Pelanggaran Aturan PPKM Darurat:

Jakarta Pusat

1. Jalan Sabang

2. Jalan Cikini Raya

3. Jalan Asia Afrika

4. Jalan Apron

Jakarta Timur

5. Banjir Kanal Timur (BKT)

Jakarta Selatan

6. Kemang

7. Bulungan

Jakarta Barat

8. Kawasan Kota Tua

9. Jalan Pemancingan, Srengseng

Jakarta Utara

10. Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading

Tangerang Kota

11. Jalan Kali Pasir

12. Jalan Banding Raya

Tangerang Selatan

13. Jalan Boulevard Alam Sutera

14. Jalan Sutera Utama

15. Jalan Clique Gading Serpong

Depok

16. Jalan M. Yasin (depan STIE MBI)

17. Jalan M. Yasin (depan McD)

Bekasi Kota

18. Jalan Boulevard Selatan

19. Summarecon Bekasi

Kabupaten Bekasi

20. Cikarang Baru

21. Cifest Cikarang Selatan

Juga ada 14 Titik Pengendalian Mobilitas di Lokasi Rawan Pelanggaran Aturan PPKM Darurat:

Jakarta Pusat

1. Jalan Cassa

2. Jalan Salemba Tengah

Jakarta Timur

3. Jalan Jenderal Urip/ Jatinegara Timur

4. Jalan Sutoyo Kramat Jati

5. Jalan Raya Bogor Pusdikes

Jakarta Selatan

6. Jalan Wolter Monginsidi

7. Jalan Cipete Raya

8. Jalan Cikajang

9. Jalan Gunawarman

Jakarta Utara

10. Sunter

11. PIK II

Jakarta Barat

12. Jalan Mangga Besar

Cikarang Kabupaten Bekasi

13. Taman Sehati, Gor Wibawa Mukti

14. Distrik I, Meikarta

21. DITLANTAS

Hampir Sepekan Ganjil Genap Dua Sesi, Polisi Sebut Pelanggaran Sedikit

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 13:18 WIB

TribrataNews PMJ – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim bahwa pelanggar kebijakan ganjil-genap dua sesi di Ibu Kota terbilang sedikit. Hampir sepekan diterapkan, baru didapati 11 pelanggar.

“Jumlahnya baru 11 pelanggar, nggak banyak,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Argo Wiyono kepada wartawan, Jumat, 22 Oktober 2021.

AKBP Argo menilai, minimnya pelanggar ganjil-genap menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai tertib dalam berlalu lintas. Adapun, ganjil-genap dua sesi sejauh ini baru berlaku di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said. Dibagi menjadi dua tahap yakni pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. “Masyarakat sudah banyak paham aturan ganjil genap,” katanya.

Lebih lanjut, AKBP Argo mengatakan, pada Senin, 18 Oktober 2021 ditemukan lima pelanggar di ruas Jalan Rasuna Said. Argo menyebut mereka ditindak secara tilang manual. Sementara itu pada Selasa, 19 Oktober 2021 ada enam pelanggar ganjil-genap yang ditilang secara manual. Argo merinci, enam pelanggar didapati ketika melintas di ruas Jalan Rasuna Said.

“Pada Senin kami dapati pelanggar pada gage sesi satu yakni pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Pada Selasa, empat kendaraan kami dapati saat gage berlaku pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Sedangkan, dua lagi pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB,” katanya.

Kembali Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menerapkan kebijakan ganjil genap di wilayah Ibu Kota, pada Senin hingga Jumat, mulai jam 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00-20.00 WIB. Hal itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019.

“Untuk Sabtu, Minggu dan libur nasional, gage tidak berlaku,” kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 15 Oktober 2021.

Continue Reading

21. DITLANTAS

Ditlantas Polda Metro Jaya Tengah Mengkaji Mengaktifkan Kembali 25 Titik Ganjil Genap di Jakarta

Published

on

By

Senin, 18 Oktober 2021 17:20 WIB

TribrataNews PMJ – Ditlantas Polda Metro Jaya tengah mengkaji akan mengaktifkan kembali 25 titik ganjil genap di Jakarta. Sejumlah aturan akan diperbarui pihak kepolisian.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat ini pihaknya masih masih memberlakukan di tiga titik ganjil genap. Pihaknya kini bakal segera menggelar rapat dengan dinas terkait untuk pengkajian 25 titik ganjil genap tersebut.

“Masih ada 20-an lagi kawasan ganjil genap yang belum kita aktifkan. Tentu minggu depan kita akan melaksanakan rapat dengan instansi terkait dengan dishub dan sebagainya untuk menentukan apakah cukup dengan tiga kawasan ini atau perlu diaktifkan di kawasan lain,” kata Kombes Sambodo, Senin (18/10/2021).

Kombes Sambodo pun mengatakan, mulai hari ini anggotanya tidak akan berjaga di mulut-mulut menuju titik ganjil-genap. Meski begitu penindakan secara manual dan e-TLE tetap berlaku.

“Kita tetap melaksanakan penindakan di tengah. Anggota kami akan melakukan patroli dan penindakan kepada masyarakat yang melanggar,” pungkasnya.

Sebelumnya, sesuai aturan Peraturan Gubernur sistem ganjil genap berlaku pada hari Senin-Jumat. Operasional ganjil genap akan berlaku mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan dilanjutkan pukul 16.00-20.00 WIB.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan kembali memberlakukan sistem ganjil genap seperti awal sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019. Dari 25 titik, baru tiga ruas jalan diterapkan.

“Mulai hari Senin, Tanggal 18 Oktober 2021 sistem penerapan ganjil genap di 3 titik ruas jalan utama,” tulis akun Instagram @tmcpoldametro dikutip MNC Portal.

Tiga lokasi yang akan menetapkan kembali ganjil genap di antaranya Jalan Jendral Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan

Continue Reading

21. DITLANTAS

Holywings Cafe di Tebet Digerebek karena Langgar PPKM Level 3

Published

on

By

Minggu, 17 Oktober 2021 22:22 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama Satpol PP DKI Jakarta menggerebek kafe dan bar Holywings di Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (16/10/2021) dini hari karena batas jam operasional yang berlaku pada masa pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

“Karena sudah melewati jam yang ditentukan, artinya lewat jam 04.00 WIB sudah lebih dari waktu yang ditentukan,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi Minggu (17/10/2021).

Menurut AKBP Argo, penemuan tidak menemukan unsur pelanggaran pidana dalam penggerebekan tersebut sehingga hanya dilakukan pembubaran konsep. Dia memperkirakan, jumlah pengunjung yang berada di lokasi pada saat penggerebekan mencapai 70 persen dari kapasitas normal.

“Jumlah gak pasti tapi kalau kasat mata 70 persen penuh,” kata AKBP Argo.

Kasus Pelanggaran PPKM, Terkait dengan sanksi pelanggaran protokol kesehatan dan aturan PPKM, hal ini akan ditindaklanjuti Satpol PP DKI Jakarta. “Ada pembukaan maka kami bubarkan tapi tindak lanjut administrasi penyegelan itu ranah Satpol PP, mereka sudah memberikan surat,” kata AKBP Argo.

Sebelumnya, kafe gabungan pernah juga menggerebek dan bar Holywings di kawasan Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, karena pelanggaran aturan PPKM yang berlaku di Jakarta.

Satpol PP DKI Jakarta menyebut Holywings Kemang telah tiga kali melakukan pelanggaran pada masa PPKM. Mereka melanggar ketentuan jam operasional dan pelanggaran lainnya sebanyak tiga kali. Pelanggaran pertama dilakukan pada Februari 2021, kedua pada Maret 2021, dan terakhir pada 5 September 2021.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News