Connect with us

8. POLRES METRO BEKASI

PPKM Darurat di Kabupaten Bekasi, Puluhan Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang

Published

on

TribrataNews PMJ — Petugas gabungan dari Polres Metro Bekasi, TNI dan Dishub Kabupaten Bekasi mulai malam melakukan sosialisasi di titik perbatasan Kabupaten Bekasi  dengan Kabupaten Karawang. Hasilnya, puluhan kendaraan masyarakat yang akan masuk wilayah Bekasi maupun sebaliknya terpaka di putar balik karena tidak mengindahkan penerapan PPKM Darurat.

Titik penyekatan berada di Jalan Kedungwaringin (Perbatasan Bekasi–Karawang), penyekatan dimulau pukul 00.00 WIB. Petugas gabungan dari Polrestro Bekasi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi mulai mengecek pengendara yang masuk kategori nonesensial dan kritikal dari arah Jakarta dan sebaliknya.

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kepada pengendara yang melintas di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan. Sejumlah pengendara diberhentikan dan diminta untuk menunjukkan dokumen kependudukannya. Beberapa pengendara diminta untuk memutar balik di pos penyekatan tersebut.

Bagi puluhan pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat vaksinasi dan swab diminta untuk memutar balik. Selain itu, pemberlakuan yang sama juga dilakukan terhadap warga yang tidak masuk kategori esensial dan kritikal.

”Pemeriksaan dilakukan di titik penyekatan ini kita 24 jam,” ungkap Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, Sabtu (3/7/2021). Menurut Kapolres, akses masuk ke Kabupaten Bekasi mulai diperketat mulai hari ini. 

Pengetatan mobilitas dilakukan di perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi serta Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.”Jadi kami akan bertindak tegas jika ada masyarakat yang melanggar dan tidak patuh dengan PPKM ini,” ucapnya.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Argo Wiyono menambahkan, mobilitas masyarakat yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi akan diperiksa di dua titik pemeriksaan. Masing-masing berada di Jalan Diponegoro, Kecamatan Tambun Selatan dan Jalur Pantura, Kecamatan Kedungwaringin.

”Di sini kita tidak melakukan kesalahan bukan penyekatan atau memutarbalikkan, tetapi lebih kita mempersempit ruang gerak. Jadi kita tanya masyarakat kalau tidak ada kepentingan mendesak tidak pergi ke mana-mana jadi di rumah saja,” katanya. Hanya warga yang memiliki kepentingan mendesak akan melintas dan masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi.

Misalnya ke apotek, pulang kerja, yang memang bukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya penting. melakukan pemeriksaan secara acak kepada pengendara yang melintas di dua titik pemeriksaan tersebut. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dokumen dari para pengendara yang melintas.”Kalau tidak ber-KTP Bekasi maka kita pertanyakan,” tulisnya.

8. POLRES METRO BEKASI

Polres Metro Bekasi Bubarkan Ratusan Pengunjung Diskotek di Jalan Inspeksi Kali Malang Tambun Selatan

Published

on

By

Senin, 20 September 2021

TribrataNews PMJ – Polisi dari Satresnarkoba Polres Metro Bekasi menghentikan dentuman musik di dalam diskotek, Senin (20/9/2021) dini hari. Ratusan pengunjung yang sedang asyik dugem ditemani wanita-wanita seksi, kaget saat melihat polisi masuk ke dalam diskotek.

Polisi mengambil langkah tegas dengan membubarkan kegiatan tersebut. Para pengunjung diminta keluar ruangan setelah menyelesaikan seluruh pembayaran. Tindakan tegas tersebut, menurut Kasatresnarkoba Polres Metro Bekasi, AKBP Farlin Lumban Toruan, dilakukan dalam rangka penerapan PPKM level 3.

“Kami lakukan razia di tempat-tempat hiburan malam yang masih membandel, dan melangar protokol kesehatan. Karena kedapatan melanggar, yakni beroperasi hingga larut malam dan tidak menerapkan protokol kesehatan, dua diskotek terpaksa kami segel,” tegas AKBP Farlin.

Sebanyak dua diskotek yang disegel karena tetap beroperasi hingga larut malam tersebut, berada di Jalan Inspeksi Kali Malang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Petugas juga mendata para pengunjung, lalu memasang garis polisi, dan memasang papan penyegelan.

Farlin mengatakan, selama PPKM level 3 tempat hiburan malam dilarang beroperasi hinggga status PPKM level 3 berakhir. “Kami akan memberikan sanksi pidana kepada pengelola diskotek yang melanggar PPKM level 3 ini,” tegasnya.

Continue Reading

8. POLRES METRO BEKASI

Polsek Tarumajaya Ringkus Lima Pelaku Curanmor yang Biasa Beraksi di Bekasi dan Jakarta

Published

on

By

Rabu, 15 September 2021

TribrataNews PMJ — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Tarumajaya Kabupaten Bekasi, berhasil meringkus lima orang pelaku kasus pencurian sepeda motor (curanmor). Pelaku tersebut di antaranya berinisial MY, ES, SW, N Dan M.

Menurut Kapolsek Tarumajaya, AKP Edy Suprayitno, pelaku berinisial M, baru saja tertangkap oleh unit Reskrim Polsek Tarumajaya.

Dalam keterangan pers bersama para awak media di Polsek Tarumajaya, Selasa (14/9/2021), lima pelaku tersebut berasal dari kelompok yang berbeda. Dan mereka beraksi di sekitar Bekasi dan Jakarta.

Menurut AKP Edy Suprayitno, salah satu pelaku yang berhasil diamankan yaitu SW merupakan residivis dengan kasus yang sama. Diketahui dua Minggu yang lalu, SW baru saja keluar dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Cipinang Jakarta Timur.

“Pelaku SW yang sempat tertangkap kamera CCTV, dimana sedang membawa kendaraan bermotor hasil curian merupakan seorang residivis, dengan kasus yang sama. Adapun SW juga baru saja keluar dari penjara sekitar dua minggu yang lalu dari lapas Cipinang,” ujar Kapolsek.

AKP Edy Suprayitno menjelaskan, dua orang pelaku SW dan N melakukan pencurian sepeda motor dengan cara mengintai wilayah atau mobile ke perumahan dan perkampungan.

“Mereka mobile ke perumahan dan perkampungan, jika mereka lihat ada kendaraan yang tidak terkunci, SW dan N langsung mendorong motor tersebut, jika sudah jauh mereka baru mengakali motor dengan kunci leter T dan dibawa ke markas mereka,” jelas Kapolsek.

Adapun polisi kini berhasil mengamankan tiga unit motor, yaitu Honda Beat Hitam, dan dua sepeda motor Yamaha Mio, dari hasil kejahatan lima orang pelaku tersebut.

Selain itu, ada barang bukti yang diamankan berupa dua buah unit Handphone, Sendal jepit swallow Warna biru, Satu buah celana jeans,  uang sebesar 150 ribu rupiah dengan beberapa pecahan uang dan beberapa senjata tajam, golok, linggis, celurit, dan kunci leter T.

Adapun para tersangka kini dikenakan pasal 363 KUHP dan ancaman kurungan penjara selama lima tahun.

Continue Reading

8. POLRES METRO BEKASI

Polsek Cibarusah Menangkap Dua Begal Sadis yang Kerap Beraksi di Wilayah Selatan Kabupaten Bekasi

Published

on

By

Senin, 30 Agustus 2021

TribrataNews PMJ – Personel Polsek Cibarusah menangkap dua begal yang kerap beraksi sadis di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Terakhir kawanan begal sadis ini merampok korbannya   di kawasan industri GIIC, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmanggu, Kabupaten Bekasi.

Kawanan pelaku yang kerap menenteng senjata tajam celurit dan parang ini ditangkap petugas di tempat persembunyiannya. Kedua tersangka yang ditangkap adalah Y dan DK. Petugas saat ini masih mengejar tersangka lainnya.

“Mereka beraksi secara sadis di wilayah Selatan Bekasi dan tidak segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan,” kata Kapolsek Cibarusah, AKP Josman Harianja, Senin (30/8/2021).

Terungkapnya kawanan ini berawal dari laporan beberapa korban. Terakhir korban yang merupakan karyawan pabrik dirampok pelaku di kawasan industri GIIC, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmanggu, Kabupaten Bekasi.

Saat itu, kata dia, korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda warna B 4959 FRO tiba-tiba diikuti kedua pelaku. Korban langsung dikalungi celurit di leher oleh pelaku. Di bawah ancaman akan dibunuh, korban akhirnya merelakan sepeda motor. Pelaku kemudian langsung melarikan diri.

“Korban diselamatkan oleh warga dan langsung melaporkan kasus ini kepada kami,” ucapnya.

Mendapati laporan itu, petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Fifin Edi Hermawan langsung bekerja dan berhasil mengidentifikasi pelakunya.

Petugas pun berhasil mengamankan kedua pelaku. Sementara pelaku lainnya melarikan diri dan kini menjadi DPO.

Petugas melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut dan berhasil menyita barang bukti hasil kejahatan para pelaku selama ini berupa sepeda motor sebanyak 4 unit. Pelaku dijerat Pasal 365 KHUP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News