Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polsek Kawasan Kalibaru Berikan Bansos Beras kepada Buruh Panggul Kawasan Pelabuhan

Published

on

TribrataNews PMJ — Kegiatan penyaluran bantuan berupa beras merupakan program Bakti Sosial Bhayangkara untuk Negeri terus dilakukan untuk membantu warga masyarakat yang terdampak Covid-19 di masa PPKM Level 4 di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Hari ini (Kamis, 22 Juli 2021), Polsek Kawasan Kalibaru menyerahkan bantuan beras dalam kemasan 5 kilogram dengan total sebanyak 75 kilogram kepada para buruh panggul sekitar Kawasan Pelabuhan, sekaligus menyampaikan imbauan untuk tetep menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5 M dimanapun dan kemanapun.
Kapolsek Kawasan Kalibaru Kompol Rustian Effendi mengatakan dengan dibagikannya bantuan beras,semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan di situasi PPKM Level 4 saat ini.
Lebih lanjut, Kompol Rustian mengungkapkan paket bantuan beras Polri untuk lapisan warga masyarakat dilakukan setiap hari, dalam penyerahannya secara Humanis dan tepat sasaran selama PPKM penanganan wabah Covid 19 khususnya di wilayah Kawasan Pelabuhan Kalibaru dan Marunda, Jakarta.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Upaya Penjualan Bayi di Jakarta Utara

Published

on

By

Kamis, 21 Juli 2022 09:50 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan upaya penjualan bayi perempuan berumur delapan bulan secara daring oleh tersangka berinisial AM (51 tahun) dengan menyamar sebagai pembeli (undercover buying) pada 30 Juni lalu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana di Jakarta, Rabu, mengatakan ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti memperdagangkan bayi perempuan tersebut melalui akun perpesanan daring oleh tersangka.

“Setelah melalui proses penyelidikan yang cukup mendalam, akhirnya di tempat kejadian perkara (TKP) Hotel D daerah Pademangan, Jakarta Utara, kami berhasil mengungkap kasus perdagangan bayi ini dengan tersangka AM,” kata AKBP Putu Kholis.

AKBP Putu Kholis mengatakan Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak melarang setiap orang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan anak.

Juncto Pasal 83, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp60 juta rupiah dan paling banyak Rp300 juta.

AKBP Putu Kholis menjelaskan, kronologi peristiwa itu, berawal dari polisi mendapat informasi dari seseorang tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan anak berjenis kelamin perempuan berusia delapan bulan oleh tantenya berinisial AM dengan harga senilai Rp30 juta.

Bayi perempuan itu merupakan anak sepupu kandung tersangka AM sendiri berinisial S, putri kedua hasil perkawinan S dengan K yang sedang tidak berada di Jakarta karena pergi melaut.

AM mengambil secara paksa bayi S untuk dijual agar utang S sebesar Rp11 juta kepadanya bisa lunas.

Tersangka juga memberi ancaman, jika S tidak mau memberikan maka akan diusir dari kontrakan rumah milik tersangka dan mengancam akan melaporkan kepada polisi.

Tersangka juga mempunyai motif lain, yakni mendapat keuntungan lebih dari penjualan bayi ini. Karena itu bayi tersebut dihargai Rp30 juta.

Atas perbuatan tersebut, AM berikut barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2 juta, selembar tangkapan layar bukti pembayaran kamar hotel dan bukti transaksi ke rekening tersangka sebesar Rp1 juta, satu unit kartu akses hotel, serta satu unit ponsel pintar jenis Android dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini dilakukan penyelidikan atas laporan seseorang ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan nomor LP/A/94/V1/2022/3PKT.SATRESKRIM/POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK/POLDA METRO JAYA.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Dua Pelaku Kekerasan Seksual Dalam Kapal yang Bersandar di Dermaga Kaliadem

Published

on

By

Kamis, 21 Juli 2022 08:15 WIB

TBNews PMJ – Dua terduga pelaku kekerasan seksual pada anak perempuan bawah umur di dalam kapal yang bersandar di Dermaga Kaliadem, Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Dua pelaku berinisial SS (30) dan JP (22) terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

“Keduanya dijerat pasal 76 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana di Markas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (20/7/2022).

AKBP Putu Kholis menjelaskan, peristiwa pencabulan itu diduga terjadi pada Minggu (17/7/2022) dan dilaporkan ibu korban berinisial S ke Polsek Sunda Kelapa, lalu ditindaklanjuti petugas dan tersangka ditangkap Senin (18/7/2022).

Petugas menyita sejumlah barang bukti seperti dua pelampung terdapat bercak darah, pakaian korban dan tersangka saat saat kejadian.

AKBP Putu Kholis mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi kejiwaan korban, sehingga lebih hati-hati dalam mencari dan menggali modus atau tawaran yang diberikan para tersangka untuk membujuk gadis malang tersebut.

AKBP Putu Kholis menyebut, modus para tersangka adalah mengajak korban berkenalan ketika berjalan seorang diri ke arah Dermaga Kaliadem.

Korban diajak mengobrol sambil digiring ke atas kapal yang diawaki oleh SS.

“Jadi, tempat kejadian perkara ini di atas kapal yang sedang bersandar di sekitar Dermaga Kaliadem,” kata AKBP Putu Kholis.

Setelah itu korban pulang ke rumah dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada S.Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan kedua pelaku kini mendekam di tahanan Mapolres Tanjung Priok untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Peredaran Ganja 44 Kilogram Melalui Jasa Pengiriman Kargo

Published

on

By

Kamis, 21 Juli 2022 08:00 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 44 kilogram dalam 50 paket dengan harga mencapai Rp250 juta oleh lima tersangka di Jakarta.

“Barang bukti yang disita 50 paket ganja dengan berat 44 kilogram,” kata Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana di Jakarta Utara, Rabu (20/7/2022) kemarin.

AKBP Putu Kholis menambahkan, 50 paket ganja didatangkan dari Sumatera oleh tersangka DS melalui jasa kargo pengiriman yang diatur oleh tersangka A dengan harga setiap paketnya Rp4 juta sampai Rp5 juta.

“Didatangkan melalui jasa (kargo) pengiriman. Hasil penyelidikan kami, ini melibatkan sindikat dari luar Jakarta juga, barang itu berasal dari Sumatera,” kata AKBP Putu Kholis.

Tersangka A ditangkap petugas di Jakarta Pusat pada 13 Juli, tersangka DS, N dan S ditangkap pada 12 Juli di Jakarta Timur dan tersangka P ditangkap pada 12 Juli juga di Jakarta Barat.

Penyelidikan kasus dilakukan personel Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok di sejumlah tempat, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap peran masing-masing tersangka yakni tersangka P memesan narkotika jenis ganja kepada tersangka S dan N dan yang menjadi perantara pengedar yakni tersangka DS dan N.

Namun peran masing-masing lima tersangka yang terungkap saat ini masih terus dikembangkan.

Kholis mengatakan penyidikan terhadap para tersangka menggunakan pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara kurungan enam tahun hingga maksimal seumur hidup.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News