Connect with us

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polsek Jagakarsa Ringkus 4 Pelaku Tawuran di Lenteng Agung, Sita Celurit Sepanjang 90 Cm

Published

on

Selasa, 19 Oktober 2021 18:58 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Jagakarsa meringkus empat pelaku tawuran berinisial MA (16), DA (16), PB (16), dan RKS (16) di Flyover Lenteng Agung, Jakarta Selatan, karena aksinya terekam dan videonya viral di media sosial. Hal itu disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto.

“Beberapa waktu lalu video viral di medsos Instagram ada remaja melakukan tawuran pada Jumat, 15 Oktober 2021 pukul 04.00 WIB, yang meresahkan Kamtibmas di Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya Flyover Lenteng Agung. Lalu, kami amankan empat remaja di bawah umur usianya 16 tahun,” kata AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Berbekal video di media sosial itu, kata dia, Polsek Jagakarsa kemudian melakukan identifikasi pada para pelaku tawuran itu. Akhirnya, para pelaku pun berhasil teridentifikasi dan diamankan polisi di kediamannya masing-masing. MA (16) selaku pemilik senjata tajam, DA (16), PB (16), dan RKS (16) turut serta melakukan tawuran.”Kami amankan juga barang bukti celurit sepanjang 90 cm milik MA. Mereka kami kenakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Tentang Kepemilikan Senjata Tajam, karena di bawah umur prosesnya pun melalui peradilan anak,” tuturnya.

AKBP Antonius menerangkan, pelaku tawuran itu bukanlah warga yang sekolah di Jagakarsa, melainkan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Beji, Depok. Mereka sebelumnya janjian melalui medsos untuk melakukan tawuran di waktu dan lokasi yang telah disepakati dalam video viral tawuran itu.

“Kami juga sangat menyayangkan, akun medsos dipakai untuk janjian tawuran. Kita masih kejar beberapa pelaku lainnya juga, kami juga harap kepedulian masyarakat dan orang tua untuk sama-sama mengawasi, termasuk akun-akun medsos yang dipakai seperti itu disamping kami melakukan patroli cyber,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Endang Sukmawijaya menerangkan, selain menciduk empat pelaku remaja, pihaknya juga berhasil mencegah remaja yang hendak tawuran di kawasan Jagakarsa pada Minggu, 17 Oktober 2021. Mereka berkumpul-kumpul di jalanan dan berencana melakukan tawuran sehingga dibawa ke kantor polisi.

“Kami bawa ke polsek untuk dilakukan pembinaan, keluarganya juga kami undang untuk dilakukan edukasi,” tuturnya.

Guna mengantisipasi aksi tawuran di Jagakarsa, melalui, Polsek Jagakarsa bakal terus melakukan patroli di lapangan, khususnya di titik-titik yang dianggap rawan tawuran dan ditempatkan. Polisi juga bakal terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi tawuran, khususnya di wilayah Jagakarsa.“Kami juga bersama tiga pilar terus melakukan sosialisasi, termasuk penyuluhan ke sekolah-sekolah karena itu sangat efektif dalam pencegahan,” katanya.

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Operasi Senjata Tajam untuk Antisipasi Tawuran

Published

on

By

Rabu, 24 November 2021 08:55 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan menggelar operasi senjata tajam di wilayahnya guna mengantisipasi tawuran antarkelompok.

“Kami laksanakan operasi senjata tajam besar-besaran hingga beberapa saat ke depan sebagai bentuk antisipasi kelompok yang mungkin melakukan peristiwa keributan. Saya tak mau wilayah Jaksel dikotori perbuatan itu,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah di Jakarta, Selasa.

Menurut Kapolres, operasi itu merupakan bentuk upaya preventif dalam menjaga wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dari tindak kejahatan jalanan tersebut. Hal itu tak terlepas dari banyaknya kasus tawuran yang dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolres juga menegaskan bakal mendata tempat usaha yang diduga menjadi produsen senjata tajam dan kerap digunakan oleh kelompok pemuda untuk tawuran.

Hal itu diungkapkan Kapolres menyusul penangkapan 19 pemuda yang terlibat tawuran di tiga lokasi berbeda dengan membawa senjata tajam berbagai bentuk hingga menewaskan satu orang korban di Tebet.

“Kita juga akan mendatakan tempat usaha yang dimungkinkan digunakan untuk membuat senjata tajam karena unik ini senjata tajam bukan produksi biasa. Ini pasti dibuat oleh tempat-tempat khusus atau pesanan khusus,” katanya.

Petugas Kepolisian akan melakukan patroli siber untuk mendeteksi media sosial guna mengecek toko yang menjual senjata tajam.

Selain langkah itu, Kombes Azis juga memastikan penguatan patroli di wilayahnya guna mengantisipasi maraknya tawuran yang bahkan menghilangkan nyawa korban.

“Kami tentu tidak ingin kejadian serupa terjadi, dan kami tidak ingin peristiwa terjadi baru bertindak. Kami akan melakukan upaya pencegahan preventif,” ujarnya.

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan menangkap 19 pemuda dari tiga lokasi yakni di Tebet, Jagakarsa dan Mampang Prapatan, karena terlibat tawuran. Mereka membawa senjata tajam.

Kombes Azis mengatakan, anggotanya menangkap 10 pemuda di Kecamatan Tebet, tujuh pemuda di Kecamatan Jagakarsa serta dua pemuda di Kecamatan Mampang Prapatan.

“Tawuran di Tebet terjadi pada Sabtu (20/11). Polisi mendapat laporan dari rumah sakit, yang melaporkan telah menerima seorang pasien mengalami luka senjata tajam,” kata dia.

Kombes Azis menjelaskan, korban berusia 22 tahun itu akhirnya meninggal dunia akibat luka dari senjata tajam di bagian tubuhnya. “Pasien yang meninggal dunia setelah ditelusuri ternyata dia korban pengeroyokan,” kata dia.

Dari informasi tersebut, Kepolisian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap 10 pelaku dengan rentang usia 18-21 tahun.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polsek Pancoran Berkolaborasi dengan Pengelola Kalibata City Antisipasi Pelanggaran Penghuni Apartemen

Published

on

By

Jumat, 19 November 2021 13:10 WIB

TribrataNews PMJ – Aparat Polsek Pancoran Polres Metro Jakarta Selatan berkolaborasi dengan Pengelola Apartemen Kalibata City  guna meningkatkan pengawasan hunian untuk mengantisipasi kasus hukum oleh penghuni harian di apartemen tersebut.

Kapolsek Pancoran Kompol Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (19/11/2021), mengungkapkan mayoritas kasus di apartemen yang selama ini ditangani berasal dari penghuni harian di apartemen tersebut.

Karena itu, untuk memperbaiki nama Kalibata City yang kerap diterpa isu negatif tersebut perlu kolaborasi seluruh pihak mulai dari pengelola, kepolisian, hingga tokoh masyarakat setempat.

“Mengapa penting? Karena ketika ada kasus pidana, yang kita periksa itu semuanya, mulai dari penyewa, agen, sampai pengelola. Akan merugikan semuanya, apalagi sampai kasusnya terekspos,” kata Rudi.

Selama ini Kepolisian sudah menjalin kerja sama yang baik dengan pengelola. Diharapkan hal itu dapat ditingkatkan lewat pengetatan pemeriksaan setiap orang yang memasuki penginapan.

General Manager Apartemen Kalibata City Martiza Melati menegaskan, saat ini pihaknya tidak mengizinkan adanya penyewaan unit secara harian.

Pihaknya memastikan akan memberikan sanksi tegas bagi agen yang melanggar peraturan serta memasukkan mereka dalam daftar hitam dan dipastikan tidak akan memiliki akses apartemen.

“Sesuai dengan ‘house rules’, kategori yang diperkenankan ada di kawasan Kalibata City adalah unit tinggal dan unit usaha. Pengelola dan perhimpunan penghuni dapat menyesuaikan pasal-pasal yang ada sesuai dengan kebutuhan,” tutur dia.

Guna mengantisipasi adanya oknum yang berbuat tindak pidana di apartemen, pengelola juga melakukan sejumlah upaya pencegahan. Salah satunya dengan memperketat pengawasan orang-orang yang mencurigakan.

Setiap perwakilan agen properti wajib melakukan penandatanganan pakta integritas sebagai tanda bahwa seluruh agen akan patuh terhadap tata tertib yang telah ditetapkan bersama.

Dia menambahkan, pengelola akan memberikan ID Card kepada perwakilan agen, yang nantinya digunakan sebagai identitas bahwa agen properti tersebut sudah terverifikasi di lingkungan apartemen.

Kebijakan tersebut didukung oleh Sekretaris Camat Kecamatan Pancoran, Mumu Mujtahid dengan mengimbau para agen properti yang berbisnis maupun pemilik individu memahami dan mengaplikasikan “house rules” yang telah ditetapkan.

Dia meyakini aturan tersebut bertujuan untuk merangkul kepentingan semua pihak dalam mewujudkan kawasan yang aman dan nyaman.

Senada dengan Mumu, Tokoh Masyarakat Apartemen Kalibata City, Musdalifah Pangka berharap langkah tersebut memperbaiki stigma negatif yang melekat di Kalibata City.

Ia mengajak seluruh pihak bergandengan tangan dengan niat menjadikan Kalibata City menjadi hunian yang aman dan nyaman.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Juga Tangkap Pria Lulusan S2 yang Cabuli 14 Bocah Laki-laki Sejak 1 Tahun Terakhir di Jagakarsa

Published

on

By

Rabu, 17 November 2021 16:22 WIB

TribrataNews PMJ – Selain mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di Pancoran, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan juga menangkap pria lulusan S2 berinisial FM (29 tahun) pelaku pencabulan terhadap belasan anak laki-laki di bawah umur, yang telah melakukan perbuatan asusilanya sejak satu tahun terakhir. Sejauh ini jumlah korban pencabulan FM sebanyak 14 anak laki-laki di bawah umur.

“Peristiwa perbuatan cabul terhadap anak ini terjadi sejak Desember 2020 hingga November 2021,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah pada wartawan, Rabu (17/11/2021). Sebanyak 14 anak laki-laki yang menjadi korban berumur 7 hingga 11 tahun.

“Jumlah korban yang masih duduk di bangku SD sebanyak 14 anak,” ujar Kombes Azis.

Kombes Azis menerangkan, pelaku dengan para korban itu saling mengenal lantaran tinggal di lingkungan yang sama di Lenteng Agung.

“Korban dan pelaku awal mula bertemu di tempat bermain game online. Pelaku dan korban punya hobi game online, dari sini korban berinteraksi untuk perbuatan cabul itu terjadi,” tuturnya.

Kombes Azis menilai perbuatan pelaku yang telah mencabuli anak di bawah umur merupakan perbuatan keji. Bukan hanya jumlah korban yang mencapai puluhan orang, tapi juga ada korban yang dicabuli hingga belasan kali.

“Dari 14 anak tersebut, ada yang sudah sering sekali dilakukan percabulan hingga 15 kali dicabuli. Inilah kejinya dari pelaku tersebut,” terangnya. Dia menambahkan, pelaku yang merupakan seorang pengajar kursus itu meminta korban untuk melakukan oral dan anal seks.

Para korban dibujuk dengan cara diberikan uang dan voucher top up game online. “Sempat pelaku melakukan kegiatan pencabulan itu ada anak kecil yang diminta menelan sperma dari pelaku. Bahkan, ada juga beberapa anak kecil yang diminta untuk saling melakukan (berhubungan) di hadapan dia,” katanya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News