Connect with us

9. POLRES KOTA DEPOK

Polsek Cimanggis Ciduk 3 Wartawan Gadungan di Cilangkap

Published

on

Kamis, 25 November 2021 09:47 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Cimanggis Polres Metro Depok menangkap tiga wartawan gadungan yang diduga memeras korbannya hingga Rp 15 juta. Ketiga tersangka adalah pria berinisial MB (39 tahun), SA (31 tahun), dan AJP (37 tahun).

Kapolsek Cimanggis Kompol Ibrahim Sadjab mengatakan, ketiga wartawan gadungan itu disebut memeras seorang karyawan swasta berinisal FI (57 tahun).

Awalnya, ketiga pelaku ditangkap warga dan korbannya di Kampung Banjaran Pucung, Cilangkap, Tapos, pada Senin (22/11/2021) petang.

“Pelaku mengaku sebagai wartawan dan mengatakan korban telah berselingkuh ada bukti foto-fotonya, pelaku mengancam akan memviralkan di medsos lalu pelaku meminta sejumlah uang kepada korban,” ujar Kompol Ibrahim, Kamis (25/11/2021).

Kompol Ibrahim mengatakan, ketiga wartawan gadungan tersebut datang ke rumah korban pada Senin (22/11/2021) sekira pukul 17.45 WIB.

Ketiga wartawan gadungan tersebut mengancam korban akan memviralkan perselingkuhannya lalu meminta uang sebanyak Rp 15 juta. Karena ketakutan, korban mengirimkan uang ke rekening milik seorang pelaku sejumlah Rp 10 juta. Namun, pelaku tetap meminta uang sebesar Rp 5 juta.

“Kemudian korban mengajak pelaku ke ATM Indomaret. Namun, karena sudah limit, maka korban tidak bisa mengambil uang di ATM tersebut hingga menimbulkan keributan dan mengundang perhatian warga. Tidak lama pelaku ditangkap warga dan akan dihakimi,” lanjut Kompol Ibrahim.

“Beruntung ada petugas Polsek Cimanggis yang sedang patroli di sekitar tempat kejadian sehingga ketiga pelaku diamankan dari amukan warga,” kata Kompol Ibrahim.

Ketiga wartawan gadungan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Cimanggis untuk diperiksa lebih lanjut. Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti kartu tanda pengenal pers, uang tunai Rp 10 juta, tiga ponsel, satu mobil, dan satu kartu ATM.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun.

9. POLRES KOTA DEPOK

Dalam 2 Bulan Polres Metro Depok Ungkap 6 Kasus Pencurian, Pelaku Beraksi di Rumah dan Kos-kosan

Published

on

By

Jumat, 5 November 2021 10:26 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Polres Metro Depok mengungkap enam kasus pencurian di wilayah hukum Kota Depok selama dua bulan terakhir.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengatakan, pengungkapan tersebut terdiri dari tiga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tiga kasus lainnya, yaitu pencurian dengan pemberatan.

“Kemudian kasus curanmor ada enam kasus kurang lebih dua bulan ini. Alhamdulilah pelaku juga tertangkap, kemudian masing-masing polsek ini mengungkap curanmor ada di Sawangan, Bojong Gede, Sukmajaya, dan Pancoran Mas, ada curanmor,” ujar Imran di Mapolres Metro Depok, Kamis (4/11/2021) sore.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, para pelaku curanmor umumnya beraksi di rumah dan kos-kosan. Yogen menyebutkan, cara pelaku curanmor beraksi masih sama dari bulan-bulan sebelumnya.

“Rata-rata masih pakai kunci T. Aksinya cuma dalam hitungan detik. Enggak lebih dari 30 detik,” tambah AKBP Yogen.

AKBP Yogen menyebutkan, ada peningkatan kasus curanmor dua bulan terakhir dibandingkan dua bulan sebelumnya. Namun, Yogen tak membeberkan data pencurian kendaraan bermotor sebelumnya. “Bisa jadi alasannya karena PPKM,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bakal meningkatkan patroli untuk mengantisipasi tindak kriminal khususnya curanmor.

“Ini juga sudah kami siapkan dari pihak polsek untuk melakukan patroli berseragam di daerah-daerah yang kami anggap rawan curanmor, kos-kosan misalnya,” ujar AKBP Yogen.

“Dari Resmob Polda juga memberikan bantuan dengan menempatkan plotting-an mereka di beberapa titik di wilayah kami (Depok) juga,” tambah AKBP Yogen.

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Penyidik Polres Metro Depok Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Anggota TNI di Cimanggis, Polisi: Tersangka Bertindak Spontan

Published

on

By

Jumat, 8 Oktober 2021 13:35 WIB

TribrataNews PMJ — Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus terbunuhnya seorang anggota TNI AD, Sertu Lopo, di kawasan Patoembak, Cimanggis, pada Jumat (8/10/2021). Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada 22 September 2021 itu, ada 19 adegan yang direka ulang. Polisi menyebut bahwa rekonstruksi berlangsung lancar.

“Tersangka sudah melaksanakan 19 adegan. Rekonstruksi kali ini berjalan sesuai apa yang disampaikan oleh saksi dan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” sebut Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno, Jumat siang.

“Semua sudah sesuai dengan fakta, dari Kejaksaan juga menyampaikan sudah cukup,” tambahnya.

Dalam rekonstruksi yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam, tersangka berinisial I diketahui spontan menusuk Sertu Lopo yang ditemukan meninggal dunia keesokan paginya. I yang didatangkan oleh M, pihak yang bertikai dengan A pada malam itu kaget karena melihat Sertu Lopo–yang didatangkan untuk menengahi cekcok–mendadak berjalan ke arahnya.

“Tersangka spontan melakukan itu karena tidak mengetahui korban anggota TNI,” ujar AKBP Yogen.

Mengenai pisau yang sudah ada di tangannya, tersangka membawanya hanya untuk berjaga.

“Iya dia memang bawa pisau, tapi itu tidak digunakan untuk melakukan itu (pembunuhan). Hanya dibawa dan terjadi konflik, hingga dia melakukan itu,” lanjut Yogen.

Tersangka I juga sempat melukai A pada bagian paha kanan sebelah atas.

Tengah malam, I meminta maaf kepada A dan berdamai.

Keesokan paginya, I baru diberi tahu bahwa Sertu Lopo yang ia tusuk semalamnya, ditemukan meninggal dunia.

Kini, I ditahan di Mapolres Metro Depok. Ia terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara, disangkakan Pasal 338 atau 351 KUHP oleh polisi.

Continue Reading

9. POLRES KOTA DEPOK

Polres Metro Depok Bekuk Komplotan Pemalsuan Uang

Published

on

By

Jumat, 1 Oktober 2021 06:58 WIB

TribrataNews PMJ – Polisi mengamankan komplotan pemalsu dan pengedar uang palsu (upal). Para pelaku berjumlah empat orang yang merupakan residivis kasus serupa di antaranya MP (60 tahun), TS (56 tahun), OD dan Y (58 tahun).

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari ditangkapnya pelaku MP yang saat itu tengah melakukan transaksi di Pasar Pal menggunakan uang palsu.

“Saat ditangkap, polisi menemukan uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak sembilan lembar dari tangan MP,” ujar Kombes Imran saat konferensi pers di Mapolrestro Depok, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut Kombes Imran mengatakan, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka TS di Beji. Dari tangannya, polisi menyita uang palsu Rp1,9 juta.

Tak sampai disitu, lanjut Kombes Imran, polisi juga menangkap pelaku Y dengan barang bukti uang palsu Rp109 juta dan terakhir meringkus tersangka OD yang menyimpan upal Rp46 juta.

“Dari tangan komplotan ini diamankan uang palsu yang siap edar sebesar Rp158 juta. Mereka ini mengedarkan uang palsu ini di Depok hingga Bandung. Ada yang bertugas membuat upal dan mengedarkan,” ujarnya.

Selain mengamankan para tersangka dan bukti uang palsu, polisi juga mengamankan mesin printer scanner, cpu komputer, serta mesin cetak uang serta bahan-bahan kimia.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dikenakan dengan Pasal 244 KUHP sub 245 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News