Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Supervisor Gudang Gelapkan 46 Ton Cumi-Cumi dan Ikan Dori

Published

on

Selasa, 26 Oktober 2021 07:15 WIB
TribrataNews PMJ – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap kasus penggelapan cumi-cumi dan ikan dori seberat 46 ton dari gudang milik PT SIF di Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Polisi telah menangkap tersangka berinisial HRN, selaku supervisor di bagian gudang perusahaan tersebut, kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Yunita Natalia Rungkat kepada wartawan di Jakarta Utara, Senin (25/10/2021).

Kepada penyidik Polsek Sunda Kelapa​​​​​​​, tersangka HRN mengaku menjalankan aksinya seorang diri.

Untuk mengelabui sekuriti yang bertugas, tersangka meminta tolong kepada karyawan operasional untuk mengeluarkan paket yang sudah disamarkan menggunakan kardus bekas dengan alasan akan membuat surat jalan.

“Karena yang bersangkutan adalah seorang supervisor gudang sehingga memiliki kewenangan untuk mengepak (barang). Kegiatan dilakukan pada malam hari sehingga tidak terpantau oleh rekan-rekan yang lain,” ujarnya.

Kasus penggelapan itu berhasil terungkap setelah pihak perusahaan melakukan audit terhadap stok barang pada 7-8 September 2021.

Berdasarkan hasil audit tersebut, ada selisih jumlah barang di dalam gudang tersebut sebanyak 46 ton atau senilai Rp3,6 miliar.Setelah audit tersebut, seorang karyawan berinisial A telah melihat HRN dari rekaman kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) pada 23 Juli 2021 membawa paket keluar gudang. Karyawan tersebut melaporkan kasus itu ke Polsek Sunda Kelapa.

Berdasarkan laporan yang dilakukan pada 1 Oktober 2021, dua hari berikutnya atau pada 3 Oktober, anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Sunda Kelapa langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi dan pengecekan rekaman CCTV.

Setelah keterangan saksi dan alat bukti lainnya cukup, pada 18 Oktober sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Unit Reskrim Polsek Sunda Kelapa menangkap tersangka HRN dan dibawa ke Polsek Sunda Kelapa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terhadap tersangka, polisi mengenakan Pasal 374 dan 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman kurungan penjara lima tahun penjara.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Puluhan Warga Muara Angke Terdampak Banjir Rob Dapat Bantuan dari Polsek Kawasan Sunda Kelapa

Published

on

By

Jumat, 3 Desember 2021 15:47 WIB

TribrataNews PMJ – Dalam rangka safari ‘Jumat Berkah’, Polsek Kawasan Sunda Kelapa juga turun ke rumah warga yang terdampak banjir rob di Blok Empang RW 022 Muara Angke. Polisi membagikan bantuan berupa makanan hingga masker.

“Pelaksanaan Safari Jumat Barokah merupakan agenda rutin setiap minggu yang diselenggarakan oleh Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Seto Handoko dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

AKP Seto menjelaskan, agenda tersebut sekaligus dilakukan sebagai salah satu sarana memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di masa PPKM Level 2 khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitar.

“Sebagai sarana menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitarnya dan sebagai ajang silaturahmi antara Polsek Kawasan Sunda Kelapa bersama warga Muara Angke,” kata dia.

Banjir rob tidak hanya menggenangi Pelabuhan Sunda Kelapa, tetapi juga rumah warga di Muara Angke, Penjaringan, Jakut.  Ada puluhan warga yang terdampak banjir rob. Banjir rob menggenangi beberapa titik di Muara Angke, di antaranya di depan kantor RW 022 dengan ketinggian air 35 cm. Kemudian, banjir rob juga menggenangi depan PHTP, Muara Angke dengan ketinggian air 15 cm.

“Pagi tadi, banjir rob menggenangi depan pos masuk utama Pelabuhan Sunda Kelapa. Ketinggian air rob mencapai 15-20 Cm tadi pagi. Sekarang sudah mulai surut,” ujar AKP Seto Handoko.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Diduga Cabuli Anak di bawah Umur, Pedagang Mainan di Muara Angke Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Published

on

By

Senin, 22 November 2021 11:25 WIB

TribrataNews PMJ – Seorang pedagang mainan berinisial S (55 tahun) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur. Dia diamankan petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (20/11/2021) malam di kediamannya daerah Muara Angke, Jakarta Utara.

“Sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Karena bukti dari hasil visum dan juga hasil konseling korban sudah kami serahkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui terdapat delapan anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan tersangka. Namun, hanya tiga anak yang bersedia dimintai keterangan lebih lanjut.

Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur di Jakarta Utara.

Kemudian, tersangka S juga diketahui telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur sejak satu bulan terakhir. Modusnya, dengan memberikan mainan kepada korban sebelum beraksi.

“Tersangka berjualan mainan kepada anak-anak kecil. Tapi, kalau seandainya anak ini bisa dipegang, mainan tersebut diberikan secara gratis. Imbalannya itu di pegang-pegang,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Susi Oktaviani yang merupakan kakak korban berinisial DSL melaporkan S ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Susi mengetahui aksi pelecehan seksual tersebut usai sang adik menceritakan hal yang dialami kepadanya. Sang adik diketahui sempat dicium dan dipegang buah dadanya oleh tersangka S.

Terkait perbuatannya tersebut, S dijerat dengan Pasal 76 E juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Sepeda Motor yang Hilang 12 Tahun lalu kepada Pemiliknya

Published

on

By

Senin, 15 November 2021 10:44 WIB

TribrataNews PMJ – Tuyahman, seorang warga yang 12 tahun silam kehilangan sepeda motornya kaget sekaligus bangga. Sepeda motornya yang dulu raib digondol maling kini ditemukan polisi. Melalui Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sepeda motor kesayangannya dulu kini bisa diperoleh kembali.

“Kejadian sepeda motor korban hilang sekitar bulan Agustus tahun 2009 pada saat sepeda motor korban sedang parkir di warung daerah Kalibata Jakarta Selatan. Dan korban sudah membuat laporan ke Polsek Pancoran Jakarta Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama saat penyerahan sepeda motor kepada korban, Sabtu 13 November 2021.

AKP Tama menyebut, terungkapnya sepeda motor curian milik Tuyahman berawal ketika petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok sedang berpatroli melakukan pengamanan situasi kamtibmas. Kegiatan ini sedianya tugas biasa yang dilakukan sehari-hari polisi. Namun saat menjalankan tugas, aparat melihat dua orang warga sedang kesulitan mendorong sepeda motor.  Petugas pun langsung bergerak untuk membantu warga tersebut. Namun dalam perjalanannya, petugas sudah melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang itu. Ternyata setelah diperiksa, kendaraan roda itu ternyata hasil curian.

“Setelah berkomunikasi, gerak-gerik orang itu mencurigai. Ketika dilakukan pemeriksaan sepeda motor tersebut ternyata hasil tindak pidana pencurian,” ujar AKP Tama.

Ketika dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kata Wiratama, terduga pelaku itu ternyata tidak mampu menunjukkan surat-surat kendaraan. Alhasil, polisi langsung melakukan mengamankan tersangka KS yang dalam perkara ini diduga sebagai penadah sepeda motor tersebut.

“Peran KS Ini membeli barang hasil kejahatan atau diduga tindak pidana penadahan,” ujar AKP Tama.

Setelah mengetahui sepeda motor curian, kata AKP Tama, jajarannya dan dia langsung bergerak melakukan pengecekan adanya laporan polisi terhadap kendaraan yang dicuri.  Akhirnya ditemukan lah adanya laporan pada 2009 lalu oleh korban, sekaligus pemilik motor itu benar – benar milik Tuyahman. Setelah dipanggil ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, polisi memeriksa surat-surat sepeda motor dan ternyata korban mampu memberikannya dengan benar dan lengkap. Demi mempercepat pengembalian motor korban, kemudian dibuatkan laporan polisi baru. Kendaraan itu pun kini telah kembali ke pemilik aslinya.

Sementara itu, sang pemilik motor Tuyahman mengaku sangat senang dan tak menyangka motornya yang telah lama hilang belasan tahun kembali. Ia pun berterima kasih ke Polres Pelabuhan dan mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke polisi apabila mengalami hal serupa.

“Alhamdulillah motor saya yang telah hilang selama kurang lebih 12 tahun telah ditemukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan telah diserahkan kembali kepada saya. Dan saya menyarankan kalau kita kehilangan kita lapor polisi,” kata Tuyahman saat menerima motornya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News