Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pembuat Sertifikat Izin Operasional (SIO) Palsu Bagi Operator Porklift yang Dijual Secara Daring

Published

on

Jumat, 22 Oktober 2021 07:25 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria berinisial R yang menjual Sertifikat Izin Operasional (SIO) palsu secara daring kepada para operator truk garpu (forklift) yang bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Kini petugas tengah mengembangkan kasus untuk menelusuri para pemesan jasa R dalam pembuatan SIO palsu tersebut.

“Kami akan dalami karena tidak menutup kemungkinan di antara yang transaksi SIO sebanyak 10 kali itu, banyak juga operator di sekitar pelabuhan yang memesan,” ujar Kepala Unit III Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Inspektur Satu (IPTU) Wan Deni Ramona saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Kamis.

IPTU Deni mengatakan, operator truk garpu  yang memakai jasa R (sudah ditangkap) mengindikasikan bahwa operator tersebut tidak memiliki keahlian melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“(Penggunaan SIO palsu) Itu mengindikasikan bahwa operator ini kurang cakap, tidak kompatibel dalam menjalankan operator (forklift),” kata IPTU Deni.

Berdasarkan penyelidikan terhadap R ditemukan bahwa tersangka memang menawarkan jasanya kepada para operator. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni operator truk garpu.

“Dia menawarkan lewat akun Facebook, menawarkan bisa membantu pembuatan dokumen ataupun SIO,” kata IPTU Deni.

Sertifikat Izin Operator (SIO) palsu yang ditawarkan memiliki kode batang (barcode) khusus yang bisa dipindai menggunakan kamera, mirip seperti aslinya yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah dipindai, maka akan langsung keluar tulisan identitas operator yang punya surat izin itu. Dari tanggal lahir, nama dan waktu melakukan pelatihan. Tapi kode batangnya tidak menautkan ke situs seperti SIO yang asli.

Sertifikat itu juga memiliki warna, jenis huruf (font), pemilihan kertas, tanda tangan pejabat berwenang hingga stempel cap yang mirip seperti aslinya.

“Memang secara kasat mata (mirip) seperti yang asli,” kata IPTU Deni.

Karena itu, tim penyidik akan melibatkan ahli, terutama di bidang laboratorium forensik untuk menuangkan dalam berita acara pemeriksaan secara pro justicia-nya.

IPTU Deni mengatakan, sertifikat itu akan ketahuan asli atau tidaknya berdasarkan hasil pemeriksaan itu.

Tersangka pemalsu SIO truk garpu berinisial R ditangkap setelah adanya patroli siber dan didapatkan informasi beredarnya SIO palsu di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam penangkapan, polisi melakukan operasi seolah-olah pembeli (undercover buying) untuk memancing tersangka keluar.

Setelah ditangkap, tersangka R mengaku mempelajari kemampuannya secara otodidak. Tersangka juga mematok tarif untuk jasanya sebesar Rp200.000 per satu sertifikat berikut dengan sertifikat pelatihan K3.

Karena perbuatannya, tersangka terancam kurungan penjara maksimal enam tahun dengan dugaan melanggar ketentuan pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 263 KUHP itu menyatakan “Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dengan pidana penjara maksimal 6 tahun.”

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Puluhan Warga Muara Angke Terdampak Banjir Rob Dapat Bantuan dari Polsek Kawasan Sunda Kelapa

Published

on

By

Jumat, 3 Desember 2021 15:47 WIB

TribrataNews PMJ – Dalam rangka safari ‘Jumat Berkah’, Polsek Kawasan Sunda Kelapa juga turun ke rumah warga yang terdampak banjir rob di Blok Empang RW 022 Muara Angke. Polisi membagikan bantuan berupa makanan hingga masker.

“Pelaksanaan Safari Jumat Barokah merupakan agenda rutin setiap minggu yang diselenggarakan oleh Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Seto Handoko dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

AKP Seto menjelaskan, agenda tersebut sekaligus dilakukan sebagai salah satu sarana memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di masa PPKM Level 2 khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitar.

“Sebagai sarana menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitarnya dan sebagai ajang silaturahmi antara Polsek Kawasan Sunda Kelapa bersama warga Muara Angke,” kata dia.

Banjir rob tidak hanya menggenangi Pelabuhan Sunda Kelapa, tetapi juga rumah warga di Muara Angke, Penjaringan, Jakut.  Ada puluhan warga yang terdampak banjir rob. Banjir rob menggenangi beberapa titik di Muara Angke, di antaranya di depan kantor RW 022 dengan ketinggian air 35 cm. Kemudian, banjir rob juga menggenangi depan PHTP, Muara Angke dengan ketinggian air 15 cm.

“Pagi tadi, banjir rob menggenangi depan pos masuk utama Pelabuhan Sunda Kelapa. Ketinggian air rob mencapai 15-20 Cm tadi pagi. Sekarang sudah mulai surut,” ujar AKP Seto Handoko.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Diduga Cabuli Anak di bawah Umur, Pedagang Mainan di Muara Angke Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Published

on

By

Senin, 22 November 2021 11:25 WIB

TribrataNews PMJ – Seorang pedagang mainan berinisial S (55 tahun) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur. Dia diamankan petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (20/11/2021) malam di kediamannya daerah Muara Angke, Jakarta Utara.

“Sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Karena bukti dari hasil visum dan juga hasil konseling korban sudah kami serahkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui terdapat delapan anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan tersangka. Namun, hanya tiga anak yang bersedia dimintai keterangan lebih lanjut.

Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur di Jakarta Utara.

Kemudian, tersangka S juga diketahui telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur sejak satu bulan terakhir. Modusnya, dengan memberikan mainan kepada korban sebelum beraksi.

“Tersangka berjualan mainan kepada anak-anak kecil. Tapi, kalau seandainya anak ini bisa dipegang, mainan tersebut diberikan secara gratis. Imbalannya itu di pegang-pegang,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Susi Oktaviani yang merupakan kakak korban berinisial DSL melaporkan S ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Susi mengetahui aksi pelecehan seksual tersebut usai sang adik menceritakan hal yang dialami kepadanya. Sang adik diketahui sempat dicium dan dipegang buah dadanya oleh tersangka S.

Terkait perbuatannya tersebut, S dijerat dengan Pasal 76 E juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Sepeda Motor yang Hilang 12 Tahun lalu kepada Pemiliknya

Published

on

By

Senin, 15 November 2021 10:44 WIB

TribrataNews PMJ – Tuyahman, seorang warga yang 12 tahun silam kehilangan sepeda motornya kaget sekaligus bangga. Sepeda motornya yang dulu raib digondol maling kini ditemukan polisi. Melalui Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sepeda motor kesayangannya dulu kini bisa diperoleh kembali.

“Kejadian sepeda motor korban hilang sekitar bulan Agustus tahun 2009 pada saat sepeda motor korban sedang parkir di warung daerah Kalibata Jakarta Selatan. Dan korban sudah membuat laporan ke Polsek Pancoran Jakarta Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama saat penyerahan sepeda motor kepada korban, Sabtu 13 November 2021.

AKP Tama menyebut, terungkapnya sepeda motor curian milik Tuyahman berawal ketika petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok sedang berpatroli melakukan pengamanan situasi kamtibmas. Kegiatan ini sedianya tugas biasa yang dilakukan sehari-hari polisi. Namun saat menjalankan tugas, aparat melihat dua orang warga sedang kesulitan mendorong sepeda motor.  Petugas pun langsung bergerak untuk membantu warga tersebut. Namun dalam perjalanannya, petugas sudah melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang itu. Ternyata setelah diperiksa, kendaraan roda itu ternyata hasil curian.

“Setelah berkomunikasi, gerak-gerik orang itu mencurigai. Ketika dilakukan pemeriksaan sepeda motor tersebut ternyata hasil tindak pidana pencurian,” ujar AKP Tama.

Ketika dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kata Wiratama, terduga pelaku itu ternyata tidak mampu menunjukkan surat-surat kendaraan. Alhasil, polisi langsung melakukan mengamankan tersangka KS yang dalam perkara ini diduga sebagai penadah sepeda motor tersebut.

“Peran KS Ini membeli barang hasil kejahatan atau diduga tindak pidana penadahan,” ujar AKP Tama.

Setelah mengetahui sepeda motor curian, kata AKP Tama, jajarannya dan dia langsung bergerak melakukan pengecekan adanya laporan polisi terhadap kendaraan yang dicuri.  Akhirnya ditemukan lah adanya laporan pada 2009 lalu oleh korban, sekaligus pemilik motor itu benar – benar milik Tuyahman. Setelah dipanggil ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, polisi memeriksa surat-surat sepeda motor dan ternyata korban mampu memberikannya dengan benar dan lengkap. Demi mempercepat pengembalian motor korban, kemudian dibuatkan laporan polisi baru. Kendaraan itu pun kini telah kembali ke pemilik aslinya.

Sementara itu, sang pemilik motor Tuyahman mengaku sangat senang dan tak menyangka motornya yang telah lama hilang belasan tahun kembali. Ia pun berterima kasih ke Polres Pelabuhan dan mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke polisi apabila mengalami hal serupa.

“Alhamdulillah motor saya yang telah hilang selama kurang lebih 12 tahun telah ditemukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan telah diserahkan kembali kepada saya. Dan saya menyarankan kalau kita kehilangan kita lapor polisi,” kata Tuyahman saat menerima motornya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News