Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara dengan barang bukti seberat 2 kilogram.  

Published

on

TribrataNews PMJ — Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 14,8 miliar dari sindikat sabu lintas negara dengan barang bukti seberat 2 kilogram.

Dari kasus ini polisi menangkap 10 tersangka, yakni MI, MRR, N, MIS, OPH/GPL, YP, NH, J, MM, dan H. Sementara tersangka lainnya yang merupakan warga negara Malaysia berinisial A masih buron.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan pengungkapan TPPU senilai Rp 14,8 miliar berawal dari pengungkapan sindikat sabu lintas negara seberat 2 kilogram.

Ketika itu pihaknya menangkap dua pelaku yakni MI dan MRR yang kedapatan membawa sabu seberat 2 kilogram dalam bungkus teh Cina saat turun dari KM Lawit di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dari hasil pengembangan itu dari dua (tersangka) berkembang jadi total 10 tersangka dengan peran yang berbeda beda dengan lokasi yang berbeda beda,” ucap Kapolres kepada wartawan, pada Selasa (29/6/2021) lalu.

Setelah pengungkapan pada Maret 2021, pihaknya lalu melakukan penelusuran terhadap sindikat yang melibatkan warga negara Malaysia dan mengungkap TPPU.

“Adapun total penelusuran pelacakan aset dari kegiatan ilegal yang dapat kami sita, total nilainya lebih dari Rp 14 milliar,” ungkap Kapolres.

Jumlah tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp 6,2 miliar, lalu tiga mobil senilai Rp 600 juta, 12 sepeda motor senilai Rp 800 juta, dua speedboat, hingga 14 sertifikat tanah senilai Rp 7 miliar.

Penanganan TPPU ini akan intensif berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) maupun jaksa penuntut umum agar bisa diproses hingga ke pengadilan.

“Sebagaimana arahan Pak Kapolri bahwasanya penanganan narkotika agar dikembangkan hingga ke pencucian uangnya. Ini yang kami lakukan,” ungkap Kapolres.

Sementara itu terkait perburuan warga negara Malaysia yang menjadi bandar besar, Kapolres menuturkan pihaknya juga akan menggandeng aparat kepolisian negara tetangga memburu pelaku.

“Kami akan bekerja sama police to police dengan negara tetangga. Kami juga aktif koordinasi dengan Polda dan Polri sebagai penghubung dan sharing data dengan Polda dan Mabes,” ujarnya.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Yefta Ruben Hasian menambahkan, uang tunai senilai Rp 6,2 miliar yang diamankan ditemukan di simpan dalam sebuah lemari.

Ketika itu aparat memburu J di rumahnya di Dumai, Riau. J adalah tangan kanan sekaligus bendahara dari bandar sabu asal Malaysia yang saat ini masih buron.

“Disimpan di rumah. Sebanyak ini karena untuk mengelabui petugas dan juga mengelabui dari pada transaksi mencurigakan pihak perbankan,” ujar AKP Ruben.

Ditambahkan, para tersangka pernah bekerja sebagai TKI di Malaysia dan mengenal tersangka lainnya yang buron.

“Rata-rata tersangka pernah bekerja di Malaysia dan waktu bekerja di Malaysia rata-rata memang adalah bekerja dengan DPO kita warga negara Malaysia,” ucap AKP Ruben.

Meski tidak merinci siapa siapa saja, AKP Ruben juga menambahkan di antara para pelaku pernah ada yang bekerja sebagai penyalur TKI yang ingin bekerja di Malaysia. “Ada yang pernah bekerja sebagai TKI, ada juga yang pernah bekerja sebagai penyalur TKI,” ujar AKP Ruben.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Selain itu para pelaku juga dijerat Pasal 3 Jo Pasal 2 ayat (1) huruf C atau Pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 2 ayat (1) huruf C UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU dengan pidana maksimal 20 tahun penjara.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pembuat Sertifikat Izin Operasional (SIO) Palsu Bagi Operator Porklift yang Dijual Secara Daring

Published

on

By

Jumat, 22 Oktober 2021 07:25 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang pria berinisial R yang menjual Sertifikat Izin Operasional (SIO) palsu secara daring kepada para operator truk garpu (forklift) yang bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Kini petugas tengah mengembangkan kasus untuk menelusuri para pemesan jasa R dalam pembuatan SIO palsu tersebut.

“Kami akan dalami karena tidak menutup kemungkinan di antara yang transaksi SIO sebanyak 10 kali itu, banyak juga operator di sekitar pelabuhan yang memesan,” ujar Kepala Unit III Kriminal Khusus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Inspektur Satu (IPTU) Wan Deni Ramona saat ditemui wartawan di Jakarta Utara, Kamis.

IPTU Deni mengatakan, operator truk garpu  yang memakai jasa R (sudah ditangkap) mengindikasikan bahwa operator tersebut tidak memiliki keahlian melaksanakan tugasnya dengan benar sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“(Penggunaan SIO palsu) Itu mengindikasikan bahwa operator ini kurang cakap, tidak kompatibel dalam menjalankan operator (forklift),” kata IPTU Deni.

Berdasarkan penyelidikan terhadap R ditemukan bahwa tersangka memang menawarkan jasanya kepada para operator. Seperti di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni operator truk garpu.

“Dia menawarkan lewat akun Facebook, menawarkan bisa membantu pembuatan dokumen ataupun SIO,” kata IPTU Deni.

Sertifikat Izin Operator (SIO) palsu yang ditawarkan memiliki kode batang (barcode) khusus yang bisa dipindai menggunakan kamera, mirip seperti aslinya yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah dipindai, maka akan langsung keluar tulisan identitas operator yang punya surat izin itu. Dari tanggal lahir, nama dan waktu melakukan pelatihan. Tapi kode batangnya tidak menautkan ke situs seperti SIO yang asli.

Sertifikat itu juga memiliki warna, jenis huruf (font), pemilihan kertas, tanda tangan pejabat berwenang hingga stempel cap yang mirip seperti aslinya.

“Memang secara kasat mata (mirip) seperti yang asli,” kata IPTU Deni.

Karena itu, tim penyidik akan melibatkan ahli, terutama di bidang laboratorium forensik untuk menuangkan dalam berita acara pemeriksaan secara pro justicia-nya.

IPTU Deni mengatakan, sertifikat itu akan ketahuan asli atau tidaknya berdasarkan hasil pemeriksaan itu.

Tersangka pemalsu SIO truk garpu berinisial R ditangkap setelah adanya patroli siber dan didapatkan informasi beredarnya SIO palsu di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam penangkapan, polisi melakukan operasi seolah-olah pembeli (undercover buying) untuk memancing tersangka keluar.

Setelah ditangkap, tersangka R mengaku mempelajari kemampuannya secara otodidak. Tersangka juga mematok tarif untuk jasanya sebesar Rp200.000 per satu sertifikat berikut dengan sertifikat pelatihan K3.

Karena perbuatannya, tersangka terancam kurungan penjara maksimal enam tahun dengan dugaan melanggar ketentuan pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 263 KUHP itu menyatakan “Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dengan pidana penjara maksimal 6 tahun.”

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Satu Pelaku Praktik Pungli di Pelabuhan yang Viral di Media Sosial

Published

on

By

Kamis, 21 Oktober 2021 12:19 WIB

TribrataNews PMJ – Praktik pungutan liar (pungli) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali terjadi. Sebuah video yang menampilkan aksi pungli itu viral di media sosial.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan, polisi telah menangkap satu orang tersangka berinisial R.

“Ya, itu betul terjadi. Orangnya sudah kami amankan, sudah kami periksa, baik secara saksi maupun sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata AKP Wiratama di Polres Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (21/10/2021).

AKP Wiratama menyebutkan, aksi pungli itu terjadi pada 19 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB di Terminal Peti kemas Blok N4, JICT 1, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

AKP Wiratama menjelaskan, berawal dari video tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. R merupakan salah satu karyawan outsourcing yang bekerja di Jakarta Internasional Container Terminal (JICT).

“Tim dari kami melaksanakan patroli cyber, kami menemukan salah satu kejadian pungli di daerah Tanjung Priok sehingga tim dalam waktu di bawah tiga jam sudah mendapatkan pelaku,” ujar  AKP Wiratama.

“Langsung kami tangkap, kami amankan dan wawancara dan kami tingkatkan (jadi) tersangka per hari ini,” tambahnya.

R diduga telah melakukan aksi pungli terhadap sopir truk trailer berisial DH.

Pada Juni lalu, praktik pungli di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi sorotan setelah disinggung Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Presiden Jokowi mendapat laporan mengenai pungli yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan Tanjung Priok dari para sopir truk kontainer, saat berkunjung ke kawasan tersebut.

Usai mendengar keluhan itu, Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di hadapan para pengemudi truk kontainer, Jokowi meminta Kapolri menindak kriminalitas yang ada di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok. Sehari setelahnya, polisi langsung mengumumkan penangkapan puluhan pelaku pungli di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Puluhan orang yang ditangkap itu merupakan karyawan perusahaan hingga preman yang biasa menjalankan aksi pungli di kawasan industri tersebut.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polsek Sunda Kelapa Tangkap Supervisor Gudang di Penjaringan Lantaran Melakukan Penggelapan dan Pencurian Ikan – Cumi. 

Published

on

By

Kamis, 21 Oktober 2021 09:21 WIB

TribrataNews PMJ –  Petugas Unit Reskrim Polsek Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil ungkap tindak pidana kasus penggelapan dan pencurian ikan dan cumi.

Pencurian tersebut dialami CV Sukses Mandiri yang disimpan di Gudang PT. Sanjaya Internasional Fishey  di jalan Pendaratan Ikan No. 3 Muara Angke,  Pluit, Penjaringan Jakarta Utara.

Tersangka berinisial AN (30 tahun) dibekuk anggota Polsek Sunda Kelapa, lantaran melakukan tindak pidana  penggelapan dan pencurian ikan dan cumi.

Dia dilaporkan  atas penyalahgunaan jabatan sebagai supervisor gudang PT. Sanjaya Internasional Fishey.

“Kejadian kasus ini tersangka megeluarkan barang dari gudang PT Sanjaya Internasional Fishey  dari bulan Juni 2021 sampai dengan Agustus 2021 dilakukan malam hari oleh karyawan Gudang PT. SIF  tanpa dilengkapi surat jalan dan sepengetahuan pemilik perusahaan,” ungkap Kapolsek Sunda Kelapa AKP Seto Handoko.

AKP Seto kembali menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dilakukan audit stock gudang PT SIF ada dugaan penggelapan dan pencurian.

Dan dari hasil audit terdapat selisih jumlah barang yang disimpan di gudang tersebut sebanyak 46 Ton,  dengan metode audit penghitungan jumlah fisik di gudang dan catatan secara data dari inventory gudang.

“Kemudian pemilik  membuat laporan. Selanjutnya kami minta keterangan pemeriksaan dari saksi saksi yang kami dapati dengan disertakan barang bukti rekaman CCTV,” tutur AKP Seto, Rabu (20/10/2021).

Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa AKP Yudi Hermawan menambahkan, diketahui tersangka mengambil dan mengeluarkan cumi dan ikan dori dari Gudang PT. Sanjaya Internasional Fishery dengan cara masuk ke dalam Cold Storage (Tempat pembekuan ikan) di Blok G dan H yang nomor Rak penyimpanannya tidak diingat, selanjutnya dikeluarkan dan diletakkan di ruang anti room.

Setelah cumi dan dori berada di anti room, kemudian dus atau kemasan cumi dan ikan dori diganti menggunakan dus bekas (tidak terpakai) milik PT. Sanjaya Internasional Fishery dan dilakban bening dan warna coklat.

“Kemudian tersangka mengeluarkan barang melalui pintu karyawan di sertakan surat jalan yang ia tanda tangani sendiri dan diserahkan ke security sebagai bukti pengeluaran barang,” tandas AKP Yudi.

Untuk memperkuat pemeriksaan dan penahanan tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa Nota Penjualan Cumi dan ikan Dori, Screenshoot rekaman kamera CCTV dan Nota dan dokumen Audit Inventory Gudang PT SIF.

Dari perbuatan tersangka,  akan dijerat dengan Pasal 374 KUH Pidana dan atau Pasal 362 KUH Pidana.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News