Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gagalkan Upaya Penjualan Bayi di Jakarta Utara

Published

on

Kamis, 21 Juli 2022 09:50 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan upaya penjualan bayi perempuan berumur delapan bulan secara daring oleh tersangka berinisial AM (51 tahun) dengan menyamar sebagai pembeli (undercover buying) pada 30 Juni lalu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putu Kholis Aryana di Jakarta, Rabu, mengatakan ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti memperdagangkan bayi perempuan tersebut melalui akun perpesanan daring oleh tersangka.

“Setelah melalui proses penyelidikan yang cukup mendalam, akhirnya di tempat kejadian perkara (TKP) Hotel D daerah Pademangan, Jakarta Utara, kami berhasil mengungkap kasus perdagangan bayi ini dengan tersangka AM,” kata AKBP Putu Kholis.

AKBP Putu Kholis mengatakan Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak melarang setiap orang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan anak.

Juncto Pasal 83, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp60 juta rupiah dan paling banyak Rp300 juta.

AKBP Putu Kholis menjelaskan, kronologi peristiwa itu, berawal dari polisi mendapat informasi dari seseorang tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan anak berjenis kelamin perempuan berusia delapan bulan oleh tantenya berinisial AM dengan harga senilai Rp30 juta.

Bayi perempuan itu merupakan anak sepupu kandung tersangka AM sendiri berinisial S, putri kedua hasil perkawinan S dengan K yang sedang tidak berada di Jakarta karena pergi melaut.

AM mengambil secara paksa bayi S untuk dijual agar utang S sebesar Rp11 juta kepadanya bisa lunas.

Tersangka juga memberi ancaman, jika S tidak mau memberikan maka akan diusir dari kontrakan rumah milik tersangka dan mengancam akan melaporkan kepada polisi.

Tersangka juga mempunyai motif lain, yakni mendapat keuntungan lebih dari penjualan bayi ini. Karena itu bayi tersebut dihargai Rp30 juta.

Atas perbuatan tersebut, AM berikut barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2 juta, selembar tangkapan layar bukti pembayaran kamar hotel dan bukti transaksi ke rekening tersangka sebesar Rp1 juta, satu unit kartu akses hotel, serta satu unit ponsel pintar jenis Android dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini dilakukan penyelidikan atas laporan seseorang ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan nomor LP/A/94/V1/2022/3PKT.SATRESKRIM/POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK/POLDA METRO JAYA.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polsek Muara Baru Salurkan Bansos Kapolri Ke Sopir Angkot dan Ojol

Published

on

By

Senin, 12 September 2022 08:45 WIB

TBNews PMJ – Polsek Muara Baru, Polres Pelabuhan Tanjung Priok secara serentak dan masif membagikan bantuan sosial (bansos) kepada sopir angkot dan ojek daring (ojol) terdampak kenaikan harga BBM. Bansos yang dibagikan berupa beras dari Kapolri.

Kapolsek Muara Baru AKP Debby Tri Andrestian berkeliling membagikan bansos kepada warga yang terdampak situasi global, khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Baru.

“Sebanyak 500 kg diperuntukan kepada supir angkot U 11 dan Ojek Online yang terdampak situasi global di Wilayah Pelabuhan Muara Baru,” papar AKP Debby, Sabtu (10/9/2022).

Rinciannya, paket bansos 10 kilogram beras dibagikan kepada 25 sopir angkot dan 25 pengemudi ojek online. Debby menuturkan pembagian bansos dari Kapolri itu dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai 09.40 WIB.

Pembagian bansos, kata AKP Debby, dilaksanakan di halaman parkir  pasar Ikan Modern  Pelabuhan Muara Baru.

“Pelaksanaan pembagian beras selesai di laksanakan, berjalan dengan aman dan kondusif,” kata AKP Debby.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Kenaikan BBM

Published

on

By

Jumat, 9 September 2022 14:55 WIB

TBNews PMJ – Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM, aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok membagikan paket sembako kepada ojek online (ojol) hingga nelayan.

“Hari ini, Polres Pelabuhan Tanjung Priok beserta rekan-rekan GP Ansor NU Jakarta Utara melanjutkan penyaluran paket bantuan sosial kepada masyarakat. Kemarin kami mendistribusikan beras satu ton di terminal pelabuhan maupun angkutan umum, kini kami laksanakan di wilayah Muara Angke,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).

Pada Kamis (8/9/2022) kemarin, polisi bersama GP Ansor NU Jakarta Utara kembali turun ke lokasi slump area. Di sana, polisi membagikan 100 paket sembako kepada nelayan hingga ojol.

“Ada 100 paket yang kami bagikan kepada nelayan, pedagang, pengemudi ojek online, angkutan umum dan masyarakat di sekitar kawasan nelayan Muara Angke yang isinya ada beras, gula, minyak goreng dan mie instan,” tuturnya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggandeng elemen masyarakat untuk menyalurkan bantuan di tengah situasi pengalihan subsidi BBM.

“Harapannya situasi di sekitar wilayah pelabuhan bisa kondusif, pekerja bisa melakukan kegiatan dengan lancar, masyarakat bisa teringankan bebannya,” imbuhnya.

Hari ini polisi akan kembali turun membagikan sembako kepada kalangan sopir truk di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Sasaran berikutnya besok kami menggandeng persatuan sopir truk Tanjung Priok untuk selanjutnya memberikan bantuan kepada sopir truk yang terdampak,” katanya.

“Hari ini 100 paket sembako, kemarin satu ton beras dan besok 100 paket sembako, sampai Minggu depan hampir 3 ton beras yang kami distribusikan. Sumber bantuan dari Mabes Polri dan Polda,” pungkasnya.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Sopir Truk karena Timbun 2,7 Ton Solar Bersubsidi, Solar akan Dijual Setelah Harga BBM Naik

Published

on

By

Senin, 5 September 2022 09:55 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap sopir truk trailer berinisial MY (42) karena menimbun 2,7 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah, MY berencana menjual kembali solar tersebut setelah harga naik. “Rencanaya mau dijual setelah (harga BBM) naik,” kata AKP Ngurah, saat dikonfirmasi, Minggu (4/9/2022).

AKP Ngurah mengatakan, polisi sedang menyelidiki pihak yang menyuruh MY. “Masih dalam pengembangan,” kata dia.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok, Kompol Yunita Natalia Rungkat mengatakan, MY ditangkap pada Rabu (31/8/3022) lalu. “Modus pelaku menyalahgunakan BBM yang disubsidi pemerintah dengan melakukan pengangkutan menggunakan truk trailer dengan tangki bahan bakar yang sudah dimodifikasi,” kata Kompol Yunita, dalam keterangannya, Minggu (4/9/2022).

Penimbunan solar bersubsidi sudah dilakukan MY dalam tiga bulan terakhir. Polisi mengamankan barang bukti berupa enam lembar bon dari SPBU pembelian solar, tiga buah kempu atau IBC tank yang berisikan 2,7 ton solar, dan satu IBC tank kondisi kosong. Kemudian, satu unit truk trailer bernomor polisi B 9048 UJ, satu rol selang, satu unit mesin pompa, serta satu buah aki.

Kini, MY telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 55 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal enam tahun.

Adapun pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, serta harga BBM non-subsidi Pertamax.   Kenaikan harga BBM diumumkan oleh Presiden Joko Widodo, pada Sabtu (3/9/2022) dan berlaku mulai pukul 14.30 WIB. “Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak kenaikan harga minyak dunia. Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit, ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga beberapa jenis BBM yang mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi.

Dikutip dari MyPertamina, harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian, Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax, dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News