Connect with us

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Fasilitasi Korban Laka Kerja Dapat Pekerjaan Baru

Published

on

Jumat, 29 Oktober 2021 07:52 WIB

TribrataNews PMJ – Setelah difasilitasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, FS (25 tahun) yang terancam tidak dapat bekerja akibat mengalami kecelakaan kerja, akhirnya dapat dipekerjakan kembali di perusahaan tempatnya bekerja.

FS (25 tahun) hampir kehilangan pekerjaan usai mengalami kecelakaan kerja pada 30 April 2021 lalu di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kaki kirinya harus diamputasi usai terlindas crane saat bekerja sebagai tallyman di PT Carefastindo.

Tallyman ialah pegawai yang bertugas membuat laporan mengenai angkutan untuk kepentingan pemilik atau kepentingan operator pelabuhan.

Sejak hari itu hingga saat ini FS masih terbaring di rumah sakit di Banten. Ia sudah pasrah dengan nasibnya dan menganggap semua yang terjadi hanyalah kecelakaan biasa. Ia bahkan enggan memperkarakan kejadian itu.

Namun, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama memiliki pandangan yang berbeda. Kasus ini tidak masuk dalam delik aduan, sehingga tidak perlu menunggu laporan korban untuk melakukan penyelidikan.

Meski begitu kepolisian tetap menghormati keputusan korban. Jalan tengah diambil supaya korban tidak dirugikan dengan keputusannya.

“Korban tidak menuntut, dan kami mengambil langkah dari sisi kemanusiaan dan memikirkan nasib korban,” kata AKP Sang Ngurah dalam keterangannya, Kamis (28/10/2021).

Jalan keluar yang dipilih ialah meminta agar perusahaan tetap mempekerjakan korban dengan kondisinya saat ini. Korban memang tidak dipecat usai kecelakaan itu, namun akhir tahun ini kontrak kerja korban akan habis.

“Itu anak istrinya gimana, dia mau kerja apa? Dia umur 25 masa ga dikasih pekerjaan. Anaknya dua masih kecil,” kata AKP Ngurah.

Mediasi dilakukan sejak peristiwa itu terjadi, kepolisian tidak ingin korban hanya dikontrak jangka pendek. Hingga akhirnya kesepakatan dibuat beberapa hari lalu.

FS dipastikan dapat kembali bekerja di perusahaan itu. Tapi jenis pekerjaan yang ia jalani nanti tidak lagi di lapangan seperti pekerjaan sebelumnya. Ia akan menjadi salah satu staf di kantor perusahaan.

HRD PT Carefastindo, Riswan, mengatakan FS akan mulai bekerja begitu kondisinya sudah membaik. Perusahaan juga akan memberikan pelatihan pengoperasian komputer untuk menunjang pekerjaan FS.

“Jadi kita sudah berkomitmen bahwa korban ini akan terus bekerja dengan kontrak jangka panjang dan Insyaallah di Januari mulai sudah beraktivitas,” kata Riswan.

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Puluhan Warga Muara Angke Terdampak Banjir Rob Dapat Bantuan dari Polsek Kawasan Sunda Kelapa

Published

on

By

Jumat, 3 Desember 2021 15:47 WIB

TribrataNews PMJ – Dalam rangka safari ‘Jumat Berkah’, Polsek Kawasan Sunda Kelapa juga turun ke rumah warga yang terdampak banjir rob di Blok Empang RW 022 Muara Angke. Polisi membagikan bantuan berupa makanan hingga masker.

“Pelaksanaan Safari Jumat Barokah merupakan agenda rutin setiap minggu yang diselenggarakan oleh Polsek Kawasan Sunda Kelapa untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Seto Handoko dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

AKP Seto menjelaskan, agenda tersebut sekaligus dilakukan sebagai salah satu sarana memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di masa PPKM Level 2 khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitar.

“Sebagai sarana menyerap aspirasi warga terkait permasalahan di lingkungan sekitarnya dan sebagai ajang silaturahmi antara Polsek Kawasan Sunda Kelapa bersama warga Muara Angke,” kata dia.

Banjir rob tidak hanya menggenangi Pelabuhan Sunda Kelapa, tetapi juga rumah warga di Muara Angke, Penjaringan, Jakut.  Ada puluhan warga yang terdampak banjir rob. Banjir rob menggenangi beberapa titik di Muara Angke, di antaranya di depan kantor RW 022 dengan ketinggian air 35 cm. Kemudian, banjir rob juga menggenangi depan PHTP, Muara Angke dengan ketinggian air 15 cm.

“Pagi tadi, banjir rob menggenangi depan pos masuk utama Pelabuhan Sunda Kelapa. Ketinggian air rob mencapai 15-20 Cm tadi pagi. Sekarang sudah mulai surut,” ujar AKP Seto Handoko.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Diduga Cabuli Anak di bawah Umur, Pedagang Mainan di Muara Angke Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Published

on

By

Senin, 22 November 2021 11:25 WIB

TribrataNews PMJ – Seorang pedagang mainan berinisial S (55 tahun) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur. Dia diamankan petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (20/11/2021) malam di kediamannya daerah Muara Angke, Jakarta Utara.

“Sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Karena bukti dari hasil visum dan juga hasil konseling korban sudah kami serahkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama kepada wartawan, Minggu (21/11/2021).

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui terdapat delapan anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan tersangka. Namun, hanya tiga anak yang bersedia dimintai keterangan lebih lanjut.

Tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah anak di bawah umur di Jakarta Utara.

Kemudian, tersangka S juga diketahui telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur sejak satu bulan terakhir. Modusnya, dengan memberikan mainan kepada korban sebelum beraksi.

“Tersangka berjualan mainan kepada anak-anak kecil. Tapi, kalau seandainya anak ini bisa dipegang, mainan tersebut diberikan secara gratis. Imbalannya itu di pegang-pegang,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, Susi Oktaviani yang merupakan kakak korban berinisial DSL melaporkan S ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Susi mengetahui aksi pelecehan seksual tersebut usai sang adik menceritakan hal yang dialami kepadanya. Sang adik diketahui sempat dicium dan dipegang buah dadanya oleh tersangka S.

Terkait perbuatannya tersebut, S dijerat dengan Pasal 76 E juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Continue Reading

11. POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Sepeda Motor yang Hilang 12 Tahun lalu kepada Pemiliknya

Published

on

By

Senin, 15 November 2021 10:44 WIB

TribrataNews PMJ – Tuyahman, seorang warga yang 12 tahun silam kehilangan sepeda motornya kaget sekaligus bangga. Sepeda motornya yang dulu raib digondol maling kini ditemukan polisi. Melalui Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sepeda motor kesayangannya dulu kini bisa diperoleh kembali.

“Kejadian sepeda motor korban hilang sekitar bulan Agustus tahun 2009 pada saat sepeda motor korban sedang parkir di warung daerah Kalibata Jakarta Selatan. Dan korban sudah membuat laporan ke Polsek Pancoran Jakarta Selatan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama saat penyerahan sepeda motor kepada korban, Sabtu 13 November 2021.

AKP Tama menyebut, terungkapnya sepeda motor curian milik Tuyahman berawal ketika petugas Polres Pelabuhan Tanjung Priok sedang berpatroli melakukan pengamanan situasi kamtibmas. Kegiatan ini sedianya tugas biasa yang dilakukan sehari-hari polisi. Namun saat menjalankan tugas, aparat melihat dua orang warga sedang kesulitan mendorong sepeda motor.  Petugas pun langsung bergerak untuk membantu warga tersebut. Namun dalam perjalanannya, petugas sudah melihat gerak-gerik mencurigakan dari orang itu. Ternyata setelah diperiksa, kendaraan roda itu ternyata hasil curian.

“Setelah berkomunikasi, gerak-gerik orang itu mencurigai. Ketika dilakukan pemeriksaan sepeda motor tersebut ternyata hasil tindak pidana pencurian,” ujar AKP Tama.

Ketika dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kata Wiratama, terduga pelaku itu ternyata tidak mampu menunjukkan surat-surat kendaraan. Alhasil, polisi langsung melakukan mengamankan tersangka KS yang dalam perkara ini diduga sebagai penadah sepeda motor tersebut.

“Peran KS Ini membeli barang hasil kejahatan atau diduga tindak pidana penadahan,” ujar AKP Tama.

Setelah mengetahui sepeda motor curian, kata AKP Tama, jajarannya dan dia langsung bergerak melakukan pengecekan adanya laporan polisi terhadap kendaraan yang dicuri.  Akhirnya ditemukan lah adanya laporan pada 2009 lalu oleh korban, sekaligus pemilik motor itu benar – benar milik Tuyahman. Setelah dipanggil ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok, polisi memeriksa surat-surat sepeda motor dan ternyata korban mampu memberikannya dengan benar dan lengkap. Demi mempercepat pengembalian motor korban, kemudian dibuatkan laporan polisi baru. Kendaraan itu pun kini telah kembali ke pemilik aslinya.

Sementara itu, sang pemilik motor Tuyahman mengaku sangat senang dan tak menyangka motornya yang telah lama hilang belasan tahun kembali. Ia pun berterima kasih ke Polres Pelabuhan dan mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke polisi apabila mengalami hal serupa.

“Alhamdulillah motor saya yang telah hilang selama kurang lebih 12 tahun telah ditemukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan telah diserahkan kembali kepada saya. Dan saya menyarankan kalau kita kehilangan kita lapor polisi,” kata Tuyahman saat menerima motornya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News