Connect with us

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 2 Kasus Begal Bersenjata Tajam dengan Puluhan Pelaku, Sebagian Anak di Bawah Umur

Published

on

Selasa, 2 Agustus 2022 07:30 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengungkap dua kasus begal bersenjata tajam dan mengamankan sepuluh orang pelaku. Tujuh dari sepuluh pelaku masih dibawah umur.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, selama Juni 2022, ada dua kasus pencurian dengan kekerasan yang terungkap di wilayah Tangerang.

Keduanya terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di Jalan Pembangunan, Batu Ceper dan di Jalan Prabu Kian Santang, Priok. “Di mana pencurian dengan kekerasan ini dua-duanya terekam oleh CCTV dan viral di sosial media,” ujar Kombes Zain di Mapolsek Batu Ceper, Senin (1/8/2022).

Untuk kasus pertama yang terjadi di Batu Ceper melibatkan 10 pelaku. Sembilan di antaranya sudah ditangkap. Mayoritas pelaku masih anak-anak di bawah umur.

“Sembilan orang ditangkap terdiri dari dua pelaku dewasa dan tujuh orang masih anak-anak,” jelas Kombes Zain.

Pelaku dewasa tersebut berinisial AAF (19) dan FF. Sedangkan tujuh pelaku anak-anak yakni MRA (15), RIM (15), GDA (15), A (14), RS (16), RDA (15), dan DR (15). Satu pelaku berinisial A masih buron.

Kombes Zain menuturkan, ada pelaku yang berperan sebagai pengendara dan ada pula yang berperan sebagai penumpang.

Dalam kasus ini, ada dua pelaku yang membawa celurit. Senjata tajam itu kemudian digunakan pelaku untuk menganiaya korban R (20). Barang bukti yang diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama yaitu tiga unit sepeda motor, dua celurit, delapan handphone, dua sweater, dan dua topi.

Untuk kasus pencurian dengan kekerasan yang kedua, terjadi di Jalan Prabu Kian Santang, Gabang Raya, Kecamatan Priok Jatiuwung, Kota Tangerang. Ada lima pelaku yang terlibat dalam kejadian. Namun, baru satu pelaku yang sudah ditangkap yaitu NIK. Empat pelaku lainnya masih buron yaitu M, R, B, dan MF.

“Kemudian adapun motif pelaku dari dua TKP ini, pelaku memang mengincar korbannya untuk mendapatkan hp (handphone). Nanti HP-nya dapat dikuasai dan dijual, intinya motif ekonomi,” ungkap Zain. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu handphone, satu motor, satu senjata tajam jenis parang, dan satu box HP milik korban.

Para pelaku disangkakan Pasal 365 KUHP ayat 2 dan Pasal 76 UU Nomor 35 UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan 3 Tersangka Pembunuh Perempuan Bertato Kupu-kupu di Kali Cisadane

Published

on

By

Jumat, 30 Desember 2022 14:55 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Tangerang Kota menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus pembunuhan perempuan bertato kupu-kupu, Elis Sugiarti (49 tahun), di Kali Cisadane. Seorang tersangka adalah warga negara (WN) Sri Lanka berinisial SRH (46), sedangkan dua lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI) berinisial AM alias Sion (41) dan MK atau Murdo.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, penetapan tersangka merupakan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan tim terkait.

“Dari hasil penyelidikan dan dinaikkan statusnya menjadi penyidikan dari alat-alat bukti, kami temukan secara scientific crime investigation, kami tetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Kombes Zain kepada awak media di Mapolres Metro Tangerang Kota, Jumat (30/12/2022).

Kombes Zain menjelaskan, ketiganya memiliki peran yang berbeda. SRH disebut memiliki peran besar dalam tewasnya Elis sebelum jasad korban ditemukan di Kali Cisadane. SRH sudah merencanakan pembunuhan terhadap Elis beberapa hari sebelum tindakan itu dilakukan, dengan tujuan utama mengambil barang-barang mewah milik korban.

“Berdasarkan foto yang ditunjukkan kepada kami, SRH ini sebagai pelaku utama pembunuhan berencana,” jelas Kombes Zain.

SRH melakukan perbuatan keji itu di rumah sewaannya di Grand Pinang Senayan, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Rumah itu ternyata milik Elis.

SRH membunuh korban demi mengambil mobil Honda HRV hitam nopol B 1012 DFQ dan jam Rolex yang sering dipakai korban. Sementara itu, tersangka AM dan MK dalam kasus ini berperan sebagai penadah mobil korban di Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Keduanya yang membeli mobil korban dari tangan SRH di Solo pada 9 desember 2022.

Sebelumnya diberitakan, mayat perempuan bertato kupu-kupu itu ditemukan mengambang di Kali Cisadane, Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, pada Rabu (14/12/2022). Kondisi korban saat ditemukan tertutup kain seprai hitam dengan kondisi tangan terikat ke belakang menggunakan lakban.

Mayat itu pertama kali ditemukan oleh dua warga sekitar yang sedang mencari ikan menggunakan perahu. Kemudian, saksi melaporkan informasi tersebut ke Polsek Tangerang. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat jeratan di lehernya. “Kami sudah dapatkan, dari hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang bahwa dari hasil otopsi tersebut, korban meninggalnya karena ada jeratan di lehernya,” jelas Kombes Zain.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap 7 ABG yang Bacok Lawannya hingga Jari Jempol Putus di Neglasari

Published

on

By

Kamis, 29 Desember 2022 08:10 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polres Metro Tangerang Kota menangkap 7 anak baru gede (ABG) terkait tawuran di Jalan Juanda Komplek PAP II, Neglasari, Kota Tangerang. Dalam tawuran itu seorang remaja LE (16 tahun) harus kehilangan ibu jarinya serta menderita luka bacok di sejumlah bagian tubuh.

Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, tawuran yang menyebabkan korban luka-luka ini terjadi pada Minggu, 25 Desember 2022 lalu.

“LE mengalami luka sabetan senjata tajam pada beberapa bagian tubuhnya, bahkan jempol tangan sebelah kanan putus satu ruas,” kata Kombes Zain dari keterangannya yang diterima Kamis, (29/12/2022).

Setelah mendapatkan laporan adanya korban luka dalam tawuran tersebut petugas bergegas melakukan penyelidikan dan menangkap tujuh pelaku. Ketujuh pelaku tersebut yakni, RO (15), B (15), S (15), A (15), K (15), R(13), dan MTP (16).

“Korban ini berlari saat bentrokan terjadi, namun jatuh terpeleset dan akhirnya dikeroyok para pelaku,” ujarnya.

Dari hasil penangkapan polisi menyita senjata tajam (sajam) yang digunakan untuk menganiaya korban yakni satu celurit ukuran besar, satu parang bergagang karet, dan satu tas ransel yang digunakan untuk menyimpan sajam.

Menurut Kombes Zain, tujuh pelaku ini terancam hukuman pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan (tawuran) mengakibatkan korban terluka menggunakan senjata tajam.

“Karena mereka masih di bawah umur penangangan kasus ini melibatkan Unit PPA Polres, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), termasuk Komnas Anak,” ucapnya.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tangkap Empat Pelaku Tawuran yang Menewaskan Remaja di Karang Tengah

Published

on

By

Senin, 26 Desember 2022 12:20 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Tangerang Kota mengamankan empat pelaku tawuran yang menewaskan seorang korban berinisial EA (22 tahun). Keempat pelaku tersebut berinisial AAS alias Pacet (17 tahun), MI (17 tahun), R alias Keling (18 tahun) dan AD alias Denil (16 tahun).

Kapolres Metro Tangerang kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, keempat pelaku tersebut terlibat tawuran bersama korban EA dan kelompoknya. Usai tawuran di Jalan Hasyim Ashari, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, para pelaku berhasil kabur.

“Para pelaku penganiayaan awalnya kita deteksi bersembunyi di daerah Gunung Sindur, Bogor. Namun pada Sabtu (24/12/2022) kemarin, bergeser ke daerah Tangerang Selatan dan berhasil ditangkap di sebuah rumah kontrakan,” kata Kombes Zain dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/12/2022).

Kombes Zain menjelaskan, pihak kepolisian menangkap para pelaku setelah mengidentifikasi mereka dari hasil penyelidikan, meliputi cek korban, cek TKP, cek CCTV dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Dari penangkapan keempat tersangka, pihaknya menyita barang barang bukti senjata tajam jenis samurai yang digunakan untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia. EA mengalami luka terbuka akibat serangan senjata tajam itu yang mengenai bagian pundak kanan dan punggung. Korban sempat dibawa teman-temannya ke Rumah Sakit Bhakti Asih Karang Tengah, namun nyawanya tidak tertolong.

Para pelaku terancam akan dipidana dengan Pasal 358 KUHP. Mereka juga akan dibina oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), beserta Komnas anak.

“Para pelaku terancam pidana pengeroyokan dan atau penganiayaan (tawuran) yang mengakibatkan korban meninggal dunia, tentunya dengan melibatkan unit PPA, P2TP2A dan komnas anak,” jelas Kombes Zain.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News