Connect with us

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polres Metro Tangerang Kota Tetapkan Lima Tersangka Kasus Tawuran Pelajar di Tangerang

Published

on

Senin, 15 Agustus 2022 11:25 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Tangerang Kota menetapkan lima orang tersangka kasus tawuran pelajar yang terjadi pada Kamis (11/8/2022) lalu di Jalan Husein Sastra Negara Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Para pelaku terbukti membawa senjata tajam, di antaranya melakukan aksi pembacokan hingga menyebabkan adanya korban luka dalam tawuran tersebut.

 “Satu orang pelaku pembacokan dan empat orang pelaku membawa senjata tajam menjadi tersangka,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada wartawan, Minggu (14/8/2022).

Kombes Zain menuturkan, pelaku yang melakukan aksi pembacokan berinisial AS dan berusia 19 tahun. Sementara pelaku lainnya, yakni TM, AM, FF dan AR yang membawa senjata tajam berusia di bawah umur.

“(Pasal yang menjerat para pelaku membawa senjata tajam) Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, ancamannya maksimal 10 tahun penjara. (Pelaku) yang membacok Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tuturnya.

Aksi tawuran yang terjadi di Jalan  Husein Sastra Negara Kelurahan Jurumudi Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, itu berlangsung pada Kamis (11/8/2022) petang. Dalam aksi tawuran tersebut, puluhan pelajar diamankan oleh pihak kepolisian.

“Sebanyak 73 pelajar kami amankan mereka berasal dari enam sekolah yakni SMKN 53 Jakarta Barat, SMKN 1 Jakarta Barat, SMKN 2 Tangerang, SMKN 4 Tangerang, SMKN Yuppentek Tangerang, dan SMAN BDN Jelambar Jakarta Barat,” ujar Kombes Zain.

Kombes Zain menuturkan, dalam insiden tawuran tersebut, satu orang pelajar berinisial MAM (16) menjadi korban pembacokan. Kronologis kejadian pembacokan itu, kata Kombes Zain, bermula saat pelaku pembacokan berinisial RS (19) berasal dari SMKN 53 Jakarta Barat bersama rekan pelajar lainnya sedang berjalan dengan menggunakan sepeda motor bertemu dengan segerombolan pelajar SMK PGRI 24.

“Salah satu dari pelajar meledek kepada pelajar SMKN 53, “kamput” nih “kamput” nih (semacam ejekan), kemudian dikejar oleh pelajar SMKN 53 hingga ke arah Rawa Bamban Kelurahan Jurumudi baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang,” tutur Kombes Zain.

Namun, bukannya bertemu dengan pelajar yang dicari, mereka malah bertemu dengan pelajar lain di TKP. Alhasil korban, pelajar dari SMK Excelent Batuceper Kota Tangerang yang tengah di TKP berboncengan bersama temannya dikejar oleh para pelaku.

“Selanjutnya pelaku membacok korban satu kali ke arah bagian punggung belakang sebelah kanan dengan menggunakan celurit Madura sehingga korban mengalami luka,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pelajar dari berbagai sekolah kerap berkumpul di wilayah Kecamatan Benda. Dalam penangkapan para pelajar yang terlibat, polisi turut mengamankan sebanyak 31 unit kendaraan bermotor yang digunakan oleh para pelajar. Dari 73 orang pelajar yang diamankan, 68 pelajar lainnya diberi pembinaan dengan memanggil pihak sekolah dan orang tua, sementara lima lainnya diproses hukum.

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Anak Gadis di Bawah Umur di Teluknaga Kerap Diancam Videonya Disebar Jika Tolak Disetubuhi

Published

on

By

Kamis, 22 September 2022 13:20 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial MF (21 tahun) karena diduga menyetubuhi anak di bawah umur di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Pelaku yang berprofesi sebagai buruh ini, sebelumnya sudah merekam korban saat menyetubuhinya. Rekaman video itu menjadi senjata untuk mengancam dan memanipulasi korban.

“Jika korban menolak, tersangka mengancam menampar dan akan menyebarkan adegan asusila mereka ke media sosial,” ungkap Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Rabu, 21 September 2022.

DIketahui, kasus ini terungkap setelah video asusila tersebut tersebar di media sosial dan diketahui orang tua korban. Setelah itu ditanya, akhirnya korban sudah setubuhi tersangka lebih dari satu kali.

Video persetubuhan itu ternyata sudah disebar oleh tersangka sendiri ke akun media sosial Facebook miliknya. Bahkan video itu sengaja dikirimkan tersangka ke teman korban melalui Facebook Messenger.

“Hingga akhirnya video tersebut tersebar luas hingga ke tetangga maupun pihak sekolah korban,” kata Kapolres.

Setelah dilaporkan orang tua korban ke Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota, tersangka langsung ditangkap dan dijerat pasal berlapis.

Kini, terhadap korban dan saksi diberi pendampingan dari Unit PPA serta petugas P2TP2A untuk diberikan trauma healing.

Akibat perbuatan kejinya itu, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu menyebarluaskan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D jo pasal 81 dan atau Pasal 76E jo pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang ITE dan atau pas 29 UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

“MF terancam pidana penjara paling lama 6 hingga 12 tahun, menyangkut tindak kesusilaan/ekploitasi seksual terhadap anak,” jelas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Polsek Sepatan Ringkus Tiga Penjual Tramadol dan Eximer Berkedok Toko Kosmetik

Published

on

By

Kamis, 22 September 2022 10:25 WIB

TBNews PMJ – Polsek Sepatan, Polres Metro Tangerang Kota menangkap tiga orang pelaku penjual obat-obat keras golongan G di kawasan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pelaku menjual obat-obatan terlarang tersebut dengan modus sebagai toko kosmetik.

Tiga pelaku penjual obat-obat terlarang itu berhasil ditangkap, saat menggelar operasi gabungan bersama dengan Koramil , Satpol PP, BPOM, Sudin Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Satres Narkoba Polres Metro Tangerang Kota.

“Operasi gabungan dipimpin oleh Kapolsek Sepatan AKP Suyatno dengan menyisir kios-kios yang diduga menjual dan mengedarkan obat tramadol dan eximer,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).

“Toko atau kios yang menjual obat-obat terlarang ini modusnya dengan menjual alat-alat kosmetik,” terangnya.

Kombes Zain menerangkan, tiga pelaku penjual obat-obatan terlarang golongan G tersebut berinisial MI, I dan A. Mereka ditangkap di toko atau kiosnya masing-masing.

Dari hasil operasi tersebut, personel kepolisian berhasil mengamankan ribuan butir obat-obat terlarang dari para pelaku.

Adapun jenis obat-obatan terlarang yang dijual tanpa izin dari tiga orang pelaku tersebut adalah jenis Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.

“Sebanyak 2.576 Butir Eximer, 653 Butir Tramadol, 100 butir Teihexypenid diamankan dari tersangka MI, lalu 756 butir Eximer, 370 butir Tramadol didapat di kios I,” paparnya.

“Dan 2.000 butir tramadol berasal dari toko tersangka A,” sambungnya.

Atas perbuatannya tersebut, tiga penjual obat terlarang itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Sepatan.

“Mereka dijerat dengan sangkaan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 Jo. Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan atau Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) dan atau Pasal 198 Jo. Pasal 108 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Undang – undang RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,” jelas Kombes Pol Zain Dwi Nugroho

Continue Reading

6. POLRES METRO TANGERANG KOTA

Kepergok Curi Kabel Penangkal Petir Apartemen, Dua Pelaku Diciduk Polsek Neglasari Tangerang

Published

on

By

Senin, 19 September 2022 09:55 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota mengamankan dua orang pencuri kabel Bare Copper Conductor (BCC) penangkal petir di apartemen wilayah Kota Tangerang. Pelaku berinisial ZA (32 tahun) dan FS (31 tahun) ditangkap sesaat usai beraksi.

“Modusnya melakukan pengecekan dan perawatan rutin terhadap jaringan atau signal telekomunikasi yang towernya berada di apartemen,” jelas Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (17/9/2022) kemarin.

Menurut Kombes Zain, aksi pencurian diawali dengan meminjam kunci pintu rooftop pada bagian engineering apartemen. Kemudian, para pelaku yang berhasil naik ke atas tower memotong kabel penangkap petir yang terpasang ditembok.

“Menerima laporan dari pihak manajemen apartemen yang curiga, Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama bersama personel Reskrim langsung datang ke lokasi dan menangkap kedua pelaku sesaat akan meninggalkan apartemen,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, lanjut Kombes Zain, mereka sudah melakukan aksunya beberapa kali. Sebelumnya pencurian yang sama dilakukan di tower B apartemen, Selasa (6/9/2022).

“Kami juga mengamankan dua buah tas berisi 11 gulung kabel BCC penangkal petir berikut 1 buah tang sebagai alat pemotong kabel, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp 7,5 juta,” tukasnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Saat ini, keduanya ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Neglasari.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News