Connect with us

5. POLRES METRO JAKARTA TIMUR

Polres Metro Jakarta Timur Tangkap Penagih Utang Bawa Air Soft Gun

Published

on

Rabu, 12 Januari 2022 07:15 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pria berinisial FST yang merupakan seorang penagih utang (debt colector) atas dugaan kepemilikan senjata “air soft gun“.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, FST yang sudah ditetapkan tersangka itu diamankan di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) Raya, Jakarta Timur, pada Senin (10/1/2022) dini hari.

“Perintah Pak Kapolres kami tiap malam melakukan observasi ke wilayah. Jadi pas jam 00.30 WIB itu ditemukan mencurigakan. Akhirnya kami hentikan, begitu kami hentikan motornya ternyata tidak ada surat-surat,” kata Ahsanul Muqaffi di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Saat dilakukan pemeriksaan  petugas mendapati senjata “air soft gun” dan alat kejut listrik. Selain itu, sepeda motor yang dikendarai tak memiliki surat-surat yang lengkap.

“Ternyata sepeda motor itu hasil sitaan dari ‘debt collector‘. Dia ‘debt collector‘ beberapa ‘leasing’,” ujar AKBP Ahsanul.

FST dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api. Untuk saat ini, tersangka FST masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur.

5. POLRES METRO JAKARTA TIMUR

Polsek Metro Makasar Tangkap Lagi Satu Pengeroyok Keluarga di Cipinang Melayu, Pelakunya Sekuriti

Published

on

By

Senin, 10 Januari 2022 09:15 WIB

TribrataNews PMJ – Unit Reskrim Polsek Metro Makasar kembali mengamankan salah satu pelaku pengeroyokan satu keluarga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Pelakunya berinisial VG ini diketahui seorang sekuriti.

Kanit Reskrim Polsek Metro Makassar, Iptu Zen mengatakan pelaku ditangkap pada Sabtu (8/1/2022) malam di pos penjagaan Jalan Inspeksi Tarum Barat, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. “Lihat kehadiran kita langsung ya kita amankan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Makassar Iptu Zen, Minggu (9/1/2022).

VG ditangkap berdasarkan petunjuk dari 3 pelaku yang telah dibekuk sebelumnya. “Yang jelas dia ikut memukul. Besok kita lakukan pengembangan,” ucapnya.

Penangkapan VG menambah jumlah pelaku. Dari 7 pelaku, masih ada tiga yang masih dikejar. Diketahui, Polsek Metro Makasar menangkap 3 pelaku pengeroyokan dan perampokan satu keluarga warga RW 03, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2022).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, 3 pelaku yang diringkus yakni AE (53 tahun), VO (23 tahun), dan AA (20 tahun). Mereka diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Metro Makasar di wilayah Cipinang Melayu pada Selasa 4 Januari 2022 atau kurang dari 24 jam sejak korban membuat laporan.

AE dan VO merupakan ayah dan anak yang turut mengeroyok dan merampas harta korban. “Memang masih ada yang DPO, tapi inilah kunci-kuncinya (pelaku utama) yang kita tangkap,” ujar Kombes Budi.

Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan, dan 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman hukuman pidana selama 12 tahun penjara.

Continue Reading

5. POLRES METRO JAKARTA TIMUR

Kapolres Metro Jakarta Timur Nyatakan Pengeroyokan Keluarga di Cipinang Melayu Bukan Dipicu Ucapan Natal dan Tahun Baru, tetapi Motor Bersenggolan

Published

on

By

Kamis, 6 Januari 2022 12:42 WIB

TribrataNews PMJ – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono memastikan, penyebab pengeroyokan dan perampokan terhadap satu keluarga di RW 003 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, bukan karena ucapan Natal dan Tahun Baru 2022 tetapi akibat peristiwa serempetan sepeda motor antara salah satu tersangka dengan korban.

Kombes Budi Sartono mengatakan, insiden bermula saat sepeda motor pelaku dan korban serempetan. “Bukan (karena ucapan Nataru), yang pasti itu titik permasalahan karena serempetan motor di depan rumah korban, di situlah terjadi cekcok,” ujar Kombes Budi menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers, Kamis (6/1/2022).

Kombes Budi menduga, pelaku dalam kondisi mabuk. “Mungkin dalam keadaan mabuk, itu yang masih kami dalami,” kata dia.

Kombes Budi menyebutkan, otak pelaku pengeroyokannya adalah VO (23 tahun) yang motornya bersenggolan dengan korban.

“VO itulah yang membawa teman-teman dan keluarganya Berarti titik awalnya di VO ini,” kata Kombes Budi.

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka terkait pengeroyokan dan perampokan terhadap satu keluarga itu.

Dari tujuh tersangka, tiga di antaranya berhasil ditangkap, yakni AE (53), VO (23), dan AA (20). Sementara itu, empat tersangka lainnya, yaitu LN, VG, AT, dan AG masih buron.

Continue Reading

5. POLRES METRO JAKARTA TIMUR

Polres Metro Jakarta Timur Tetapkan 7 Tersangka Pengeroyokan dan Perampokan Keluarga di Cipinang Melayu, Tiga Sudah Ditangkap

Published

on

By

Kamis, 6 Januari 2022 11:52 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan tujuh tersangka terkait pengeroyokan dan perampokan terhadap satu keluarga di RW 003 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur. Dari tujuh tersangka, tiga di antaranya berhasil ditangkap, yakni AE (53 tahun), VO (23 tahun), dan AA (20 tahun).

Sementara itu, empat tersangka lainnya, yaitu LN, VG, AT, dan AG masih buron.

“Kejadiannya di Jalan Sulawesi ya, tanggal 1 Januari (2022), jadi pas tahun baru,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono saat konferensi pers, Kamis (6/1/2022).

Kapolres mengatakan awalnya, para pelaku mendatangi rumah milik Titi Suherti (48 tahun) pada Sabtu (1/1/2022) dini hari. Saat itu, Titi bersama empat anaknya dan seorang menantu perempuannya sedang berada di rumah.

“Setelah dianiaya, korban merasa takut, akhirnya korban keluar rumah. Korban ngungsi ke Bogor. Pelaku kemudian datang mencuri barang-barang di rumahnya (Titi),” ujar Kombes Budi.

Atas kejadian tersebut, para pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat.

Masing-masing pasal memiliki ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara, tujuh tahun penjara, dan lima tahun penjara.

Kombes Budi mengatakan, jajarannya masih mendalami jumlah pelaku. Sebab, berdasarkan penuturan korban, pelaku ada sekitar 20 orang.

“Masih didalami, yang pasti 7 orang (pelaku), masih berkembang,” kata Kombes Budi.

Sebelumnya, korban penyerangan Titi mengatakan, saat penyerangan, rumahnya didobrak dan pintu ditendang hingga rusak. “Rumah saya didobrak, pintu ditendang sampai rusak. Mereka langsung menyerang keluarga saya,” kata Titi saat ditemui wartawan di Mapolsek Metro Makasar, Selasa (4/1/2022) malam.

Titi mengaku dipukul menggunakan gagang sapu hingga memar bagian tangan, paha, dan jari. Ia juga diseret sekitar dua meter oleh pelaku, bahkan diancam dibunuh.

“Anak-anak saya dipukulin, ditendang, diinjek, dan diseret sama pelaku, termasuk (anak) yang perempuan. Katanya kalau belum ada yang mati, mereka enggak berhenti,” ujar Titi.

Beruntung, anak perempuan Titi yang paling kecil, IN (10), saat kejadian berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi di kamar mandi. “Anak saya paling kecil enggak luka. Dia ngumpet di kamar mandi, terus keluar diselamatkan tetangga. Dia ketakutan pas kejadian, sampai sekarang masih takut,” ucap Titi.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News