Connect with us

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Kasus Prostitusi Online Anak Dibawah Umur

Published

on

TribrataNews PMJ — Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan seorang gadis remaja (15 tahun). Dalam kasus itu, korban diperdaya seorang mucikari berinisial AWR (20 tahun). Tersangka AWR menjadi bagian dari sindikat kejahatan seksual terhadap anak.

“Sementara ini masih satu orang tersangka namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar di Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Pengungkapan kasus eksploitasi seksual terhadap anak tersebut bermula dari laporan keluarga dari korban berusia 15 tahun yang tidak disebutkan inisialnya. Keluarga tersebut melaporkan bahwa anak perempuannya melarikan diri dari rumah pada awal Juni 2021.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap laporan itu dan menemukan wajah korban yang masih berstatus pelajar itu ada dalam aplikasi komunikasi, MiChat.

“Dari situ tim peneliti melakukan penyelidikan dengan cara memancing, diketahui bahwa anak itu ditampung dan diinapkan di kawasan Kalibata dan Jagakarsa,” katanya.

Setelah menyelidiki, polisi akhirnya mengungkap kasus kejahatan seksual terhadap anak dengan menangkap AWR yang berlangsung selama 20 tahun.

Sejumlah barang bukti disita polisi di antaranya telepon seluler, kondom, pil KB serta uang yang diduga hasil kejahatan seksual terhadap anak.

“Hasil pendalaman setidaknya tiga sampai empat kali peristiwa eksploitasi seksual itu terjadi,” katanya.Polisi masih kasus-kasus itu karena ada banyak pelaku yang terlibat di antaranya mencari korban, menawarkan menawarkan korban.

“Ada pihak lain yang menjadi perantara atau penyambung dan masih dalam pemeriksaan. Korban ada masalah di lingkungan rumah sehingga diri. Dia bertemu dengan orang-orang yang diduga penyambung dan dipertemukan dengan tersangka,” katanya.

Polisi juga masih mengembangkan kasus-kasus tersebut karena terlupakan sebagai korban tidak hanya satu orang.

Saat ini, korban sedang dalam penanganan tim PPA Polres Metro Jakarta Selatan termasuk melibatkan pihak terkait untuk memberikan pendampingan dan konseling.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 76 i UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Untuk Beri Efek Jera, Polsek Cilandak Tangkap 3 Pelajar yang Hendak Tawuran di Pondok Labu

Published

on

By

Senin, 17 Januari 2022 08:56 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Cilandak menangkap tiga pelajar SMA yang hendak tawuran di kawasan Pondok Labu, tepatnya di depan Kampus Bina Sarana Informatika (BSI), Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (14/1/2022) kemarin.

“Ada tiga orang (yang ditangkap) cuma belum sempat tawuran,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cilandak AKP Budi Bowo Laksono saat dikonfirmasi.

AKP Budi menjelaskan, ketiga siswa yang diamankan itu merupakan pelajar salah satu SMA di kawasan Ampera, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga Sabtu (15/1/2022) ketiganya masih diperiksa di Polsek Cilandak.

“Sementara belum dipulangkan. Biar berikan efek jera dulu,” kata AKP Budi.

Sebelumnya, dua kelompok pelajar terlibat bentrok di kawasan Pondok Labu. Tawuran kelompok pelajar terjadi Jumat (14/1/2022) sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu satu kelompok pelajar datang dari arah Pasar Pondok Labu, sedangkan pelajar lain dari kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Mereka yang saat itu membawa senjata tajam saling serang. Tawuran dua kelompok pelajar itu sempat dibubarkan oleh warga dan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang ada di lokasi. Seorang pengendara ojol yang melerai tawuran menjadi korban. Dia mengalami luka di bagian wajah. Pengemudi ojol yang menjadi korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Sementara itu, beberapa pelajar yang terlibat tawuran berhasil ditangkap warga.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Buru Pemasok Sabu bagi Pedangdut Velline Chu

Published

on

By

Selasa, 11 Januari 2022 07:32 WIB

TribrataNews PMJ – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan masih memburu pemasok narkotika jenis sabu bagi pedangdut Velline Chu dan suaminya, Budi Harianto (34 tahun).

“Adapun orang yang memasok atau katakanlah sebagai bandarnya kita sudah ketahui inisialnya dan saat ini masih pengejaran Satnarkoba,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Namun demikian, Kombes Zulpan tidak merinci lebih detail terkait identitas lengkap dari pemasok tersebut.

Dia mengatakan, tersangka Velline Chu mengkonsumsi barang haram itu untuk menghilangkan trauma Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari suaminya terdahulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Velline diketahui hanya menggunakan sabu tersebut bersama suaminya, yakni BH. “Iya pengakuan demikian tapi kita lihat lagi nanti hasil pemeriksaan,” ujar Kombes Zulpan.
Adapun kedua tersangka ditangkap, pada Sabtu (8/1/2022) di kediamannya di Kecamatan Jatisampurna, Bekasi.
Kombes Zulpan menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait adanya kecurigaan terhadap kedua tersangka yang diduga sering mengkonsumsi narkoba di rumahnya.
Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti yakni satu bungkus plastik klip jenis sabu dengan berat 0,08 gram dam satu buah pipet kaca sisa pakai bersih sabu dengan berat 2,7 gram.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 huruf a juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 dan paling lama 12 tahun.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Penyanyi Dangdut Velline Chu Tersangkut Narkoba

Published

on

By

senin, 10 Januari 2022 15:14 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap identitas penyanyi dangdut yang diciduk karena dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penyanyi dangdut wanita tersebut diketahui bernama Velline Chu asal Cirebon, Jawa Barat. Penyanyi dengan julukan Ratu Begal itu mengaku kerap mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama sang suami di rumahnya kawasan Bekasi.

“Jadi Velline Chu ini diamankan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya , Kombes Endra Zulpan pada wartawan, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, penyanyi yang disebut-sebut “Ratu Begal” itu diciduk pada 8 Januari 2022 kemarin di Perumahan Citra Gran Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi. Kasus itu terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 0,08 gram dan satu paket sabu seberat 2,7 gram,” katanya.

Adapun polisi telah melakukan serangkaian tes urine padanya. Hasilnya, “Ratu Begal” itu dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Menurut Kombes Zulpan, saat ini Polisi tengah melakukan pengembangan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pedangdut dengan julukan Ratu Begal tersebut.

“Orang yang mensupply ataupun sebagai bandarnya terkait Velline Chu ini kita sudah ketahui inisialnya dan saat ini masih pengejaran oleh Satnarkoba Polres Jaksel,” ujar Kombes E. Zulpan.

Polisi juga hingga saat ini masih mendalami lebih lanjut sudah berapa lama Velline Chu mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Sejauh ini dia mengaku baru memakai narkoba tapi masih kami dalami lebih lanjut,” tuturnya.

Kepada polisi, tambahnya, Ratu Begal itu mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut guna menghilangkan rasa trauma dan sakit hatinya pada sang suami terdahulu. Pasalnya, dia pernah menjadi korban KDRT.

 

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News