Connect with us

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Penyanyi Dangdut Velline Chu Tersangkut Narkoba

Published

on

senin, 10 Januari 2022 15:14 WIB

TribrataNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap identitas penyanyi dangdut yang diciduk karena dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penyanyi dangdut wanita tersebut diketahui bernama Velline Chu asal Cirebon, Jawa Barat. Penyanyi dengan julukan Ratu Begal itu mengaku kerap mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama sang suami di rumahnya kawasan Bekasi.

“Jadi Velline Chu ini diamankan terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya , Kombes Endra Zulpan pada wartawan, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, penyanyi yang disebut-sebut “Ratu Begal” itu diciduk pada 8 Januari 2022 kemarin di Perumahan Citra Gran Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi. Kasus itu terungkap berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.

“Barang bukti yang diamankan sebanyak 0,08 gram dan satu paket sabu seberat 2,7 gram,” katanya.

Adapun polisi telah melakukan serangkaian tes urine padanya. Hasilnya, “Ratu Begal” itu dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Menurut Kombes Zulpan, saat ini Polisi tengah melakukan pengembangan atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan pedangdut dengan julukan Ratu Begal tersebut.

“Orang yang mensupply ataupun sebagai bandarnya terkait Velline Chu ini kita sudah ketahui inisialnya dan saat ini masih pengejaran oleh Satnarkoba Polres Jaksel,” ujar Kombes E. Zulpan.

Polisi juga hingga saat ini masih mendalami lebih lanjut sudah berapa lama Velline Chu mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Sejauh ini dia mengaku baru memakai narkoba tapi masih kami dalami lebih lanjut,” tuturnya.

Kepada polisi, tambahnya, Ratu Begal itu mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut guna menghilangkan rasa trauma dan sakit hatinya pada sang suami terdahulu. Pasalnya, dia pernah menjadi korban KDRT.

 

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap dan Tetapkan 2 Orang Tersangka terkait Kematian Mahasiswi di Apartemen Kebayoran Lama

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 08:45 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap L  dan RH alias B terkait kasus kematian seorang mahasiswi di Apartemen kawasan Kebayoran Lama Jakarta Sel;atan. Kini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka L memiliki salon kecantikan yang ada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Meski memiliki salon, L kerap melayani pelanggannya di luar tempat usaha tersebut. Selain itu, polisi juga menangkap RH alias B yang berperan memperkenalkan L dengan korban.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebutkan bahwa jasa suntik silikon oleh L (29 tahun), yang menyebabkan perempuan berinisial I (22 tahun) meninggal dunia karena overdosis, tidak memiliki izin.

“(Tersangka) tidak memiliki keahlian dan kewenangan praktik kefarmasian. Itu sekali pengerjaan (penyuntikan silikon) tarifnya Rp 2,5 juta,” ujar Kombes Pol Budhi Herdi Susianto pada Rabu (22/6/2022).

Kombes Budhi mengatakan, tersangka L juga tidak memiliki keahlian dalam praktik penyuntikan silikon. Bahkan, sejumlah obat-obatan yang digunakan juga tidak memiliki izin edar.

“Obat-obatan yang diedarkan oleh tersangka juga tidak memiliki izin edar. (Tersangka) mendapatkan obat-obatan tersebut melalui online,” kata Kombes Budhi.

Kombes Budhi sebelumnya mengatakan, L merupakan pemilik salon kecantikan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. L selama ini kerap melayani jasa penyuntikan silikon di luar dari usahanya itu.

Penyuntikan silikon itu diduga menyebabkan korban tewas karena adanya gangguan jaringan pada bagian bokong.

“Diduga meninggalnya korban ini karena ada terhambatnya jaringan pada bokong korban di mana setelah kami lakukan pemeriksaan di situlah telah dilakukan penyuntikan oleh tersangka L,” ujar Kombes Budhi.

“Ada kesesuaian antara keterangan pelaku dengan hasil autopsi yang dikeluarkan Rumah Sakit Polri Kramatjati,” sambung Kombes Budhi.

Kombes Budhi mengatakan, L dalam rekaman kamera CCTV apartemen terlihat sempat menemui korban. Pertemuan itu tepat beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas.

Pertemuan L dan korban tak lepas dari peran tersangka RH alias B. RH alias B merupakan sosok yang memperkenalkan L kepada korban untuk penyuntikan silikon.

Sebab, kata Kombes Budhi, berdasarkan pengakuan RH alias B, korban selalu bercerita ingin mendapatkan tubuh yang ideal. “Hasil pemeriksaan kami, sementara bahwa RH alias B ini yang merekomendasikan korban untuk dilakukan suntik silikon kepada tersangka L,” ucap Kombes Budhi.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berbeda. L dijerat Pasal 359 KUHP juncto Pasal 197 dan Pasal 198 Undang-Undang Nomer 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adapun tersangka RH alias B dijerat Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP karena turut serta menganjurkan orang lain yang mengakibatkan matinya orang. “Ancaman hukuman terhadap pasal yang kami jerat hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ucap Kombes Budhi.

Pasal 359 KUHP berbunyi:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana paling lama lima tahun.”

Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP:

“Tindak pidana turut serta yang menganjurkan orang lain yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman sepertiga pidana pokoknya”

Pasal 197 dan Pasal 198 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan:

“Setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”

Untuk diketahui, korban merupakan seorang mahasiswi. Penemuan jenazah korban bermula ketika salah satu penghuni apartemen mencium bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban, kemudian melapor kepada petugas keamanan.

Saat itu, petugas keamanan membuka pintu kamar apartemen dan menemukan korban sudah meninggal di atas kasur. Penyidik menemukan bong atau alat isap sabu serta plastik klip tak jauh dari jenazah korban di kamar apartemen.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Dalami ‘Bungkus Night’ Volume 1

Published

on

By

Selasa, 21 Juni 2022 08:40 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan akan melakukan pengembangan kasus Bungkus Night Vol.2 yang viral di media sosial tersebut. Salah satunya dengan mendalami kegiatan Bungkus Night Vol.1 yang sudah pernah digelar sebelumnya.

“Kami akan minta pertanggungjawaban terkait kegiatan volume satu meskipun memang sebagian besar orang yang sudah kami tersangkakan ini sebagai penanggungjawab di volume satu,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit pada wartawan, Senin 21 Juni 2022.

Menurutnya, polisi saat ini tengah menyelidiki kasus Bungkus Night Vol.2 yang berbau prostitusi tersebut. Meski begitu, polisi tetap mendalami kasus Bungkus Night Vol.1 yang sudah pernah digelar para tersangka sebelumnya.

Adapun dari hasil pemeriksaan, kata dia, para tersangka itu juga merupakan orang yang menggelar Bungkus Night Vol.1. Kegiatan pertama itu diketahui pernah digelar pada bulan Maret 2022 di lokasi yang sama.

“Ada teknik penyelidikan kita, kita menemukan bahwa ada volume satu yang mereka lakukan. Ada di bulan Maret ya yang mereka lakukan, tapi teknis dan modusnya masih kita dalami,” tuturnya.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Kematian Mahasiswi di Apartemen Kawasan Kebayoran Lama, Disebabkan Gangguan Jaringan pada Bokong

Published

on

By

Senin, 20 Juni 2022 15:35 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap penyebab kematian perempuan berinisial I (22 tahun), yang ditemukan dalam keadaan setengah telanjang di kamar apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/6/2022) siang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, korban diduga meninggal karena mengalami gangguan jaringan pada bagian bokong.

“Hasil otopsi sudah keluar. Secara garis besar kesimpulan penyebab kematiannya (karena) ada gangguan pada jaringan di sekitar bokong dari korban,” ujar Kombes Budhi kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Saat ditanyakan apakah gangguan jaringan pada bokong korban karena disebabkan suntikan filler, Budhi mengatakan bahwa penyidik masih mendalaminya.

“Tentunya dokter yang mungkin menjelaskan penyebabnya kenapa. Yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan disebabkan oleh masuknya benda ke dalam bokong korban,” kata Kombes Budhi.

Kombes Budhi mengatakan, sejauh ini penyidik sudah menangkap satu orang berinisial L dan telah menetapkannya sebagai tersangka. Untuk diketahui, L merupakan seorang laki-laki, tetapi yang bersangkutan berperan sebagai seorang wanita (waria). Namun, Kombes Budhi belum menjelaskan soal peran tersangka terkait dengan kematian korban. Penyidik sampai saat ini masih mendalami keterangan tersangka.

“Saat ini kami sudah menetapkan satu orang tersangka. Terus terang masih ini kita kembangkan,” kata Kombes Budhi.

Lebih lanjut, Kombes Budhi menyampaikan tersangka L merupakan pemilik salon kecantikan. Korban diduga menjadi pelanggan karena terlihat akrab dengan menjemput tersangka di lobi berdasarkan rekaman kamera tersembunyi atau “CCTV”.

“Dalam CCTV yang kami temukan perbincangan yang cukup hangat sehingga kami duga antara korban dengan pelaku ini udah cukup kenal,” ujar Kombes Budhi.

Sebagai informasi, korban merupakan seorang mahasiswi. Ia ditemukan meninggal Rabu (8/6/2022), sekira pukul 14.21 WIB. Penemuan jenazah korban bermula ketika salah satu penghuni apartemen mencium bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban, kemudian melapor ke petugas keamanan. Saat itu petugas keamanan membuka pintu kamar apartemen dan menemukan korban sudah meninggal di atas kasur. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Penyidik hanya menemukan bong atau alat hisap sabu serta plastik klip tak jauh dari jenazah korban.

Saat ditemukan, jenazah mahasiswi sudah sulit dikenali dengan kondisi jasad telah menghitam dan lebam karena sudah beberapa lama berada di lokasi kejadian.

“Udah tidak bisa ini kayak melepuh semua, kita mana tau nggak bisa kita nerka-nerka,” kata Kombes Budhi, Jumat (10/6/2022).

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News