Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Kisruhnya Festival Musik “Berdendang Bergoyang”

Published

on

Selasa, 22 November 2022 13:45 WIB

TBNews PMJ – Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan dua orang sebagai tersangka baru dalam kasus kisruhnya festival musik “Berdendang Bergoyang”.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, dua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan jajarannya pada Senin (21/11/2022).

“Jadi kemarin sore kami telah kembali gelar perkara dan ditetapkan kembali dua orang sebagai tersangka,” ujar Kombes Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (22/11/2022).

Dua orang tersebut masing-masing berinisial AL dan MA. Mereka merupakan bagian dari panitia penyelenggara Berdendang Bergoyang.

“AL itu selaku penanggung jawab perizinan dan kemudian MA, MA itu penanggung jawab di bagian promosi dan produksi,” ungkap dia.

AL dan MA dikenakan Pasal 55 KUHP karena turut serta membantu dalam terjadinya pelanggaran pidana.

“Sementara (kedua tersangka) tidak dilakukan penahanan,” ucap Kombes Komarudin.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan DP selaku penanggung jawab festival Berdendang Bergoyang dan HA selaku direktur perusahaan sebagai tersangka. Adapun kedua tersangka dipersangkakan Pasal 360 ayat 2 KUHP terkait kelalaian menyebabkan orang lain luka, dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.

Selain itu, keduanya juga dipersangkakan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 218 tentang Kekarantinaan Kesehatan karena tidak mengindahkan surat yang dikeluarkan Satgas Covid-19, dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara atau denda Rp 100 juta.

Diketahui, 27 orang dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan yang disebabkan kelebihan kapasitas pada hari pertama pelaksanaan “Berdendang Bergoyang”, yakni Jumat (28/10/2022).

Menurut Kombes Komarudin, jumlah tersebut masih terus bertambah, sebab pada hari kedua penyelenggaraan festival musik itu terjadi kekisruhan yang menyebabkan dihentikannya acara saat sedang berlangsung. “Mereka (panitia) menyampaikan yang tidak tercatat lebih dari itu kisaran 30 orang (yang pingsan),” ungkap dia. Imbasnya, Berdendang Bergoyang terpaksa dihentikan aparat kepolisian pada hari kedua pelaksanaannya, yakni Sabtu (29/10/2022) malam.

Baca juga: Rentetan Panggung Hiburan yang Tak Berjalan Lancar hingga Dibubarkan: Berdendang Bergoyang hingga Temu Artis Korea

Kombes Komarudin mengatakan, festival musik itu dihentikan diduga karena ketidakprofesionalan panitia penyelenggara dalam pengelolaan acara. “Sampai (Sabtu) pukul 20.00 WIB, jumlah penonton sudah lebih dari 21.000,” ujar Komarudin. Atas dasar tersebut, timbul penumpukan penonton di lokasi konser. Selain itu, kondisi membahayakan juga terjadi di lokasi, yakni adanya dorong-dorongan antarpenonton yang belum bisa masuk ke venue.

“Penonton dari luar pengin masuk Istora, terbentur dengan kondisi Istora yang tidak memungkinkan. Sangat-sangat tidak mungkin lagi untuk menambah jumlah penonton. Terjadi dorong-dorongan,” ucap Kombes Komarudin.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Johar Baru Amankan 2 Bandit yang Lompat ke Kali Sentiong Usai Jambret HP Warga Baladewa

Published

on

By

Rabu, 7 Desember 2022 14:55 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Johar Baru mengamankan dua pelaku jambret telepon seluler setelah berusaha kabur untuk menghindari amukan massa dengan melompat ke Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Johar Baru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suprayogo di Jakarta, Rabu (7/12/2022), mengatakan dua pelaku jambret telepon seluler merupakan residivis atau sudah melakukan tiga kali tindak pidana di wilayah berbeda.

AKP Suprayogo mengungkapkan setelah mendapat informasi pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan kedua penjambret itu dari amukan massa.

“Kita amankan dua pelaku dengan inisial TR (26) dan AR (40). Keduanya tadi menjambret handphone salah satu warga di Jalan Baladewa,” kata AKP Suprayogo.

AKP Suprayogo mengungkapkan awal mula peristiwa ketika kedua pelaku tengah berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari korban.

Kemudian saat itu korban dengan inisial AH (36) tengah asyik bermain handphone di pinggir jalan yang langsung diambil pelaku dengan cepat.

Korban lantas berteriak karena ponsel miliknya berpindah tangan. Kondisi demikian membuat pelaku panik, kemudian mencoba melarikan diri dengan melompat ke Kali Sentiong untuk menghindari amukan masyarakat.

“Ketika melihat ada korban pelaku langsung jambret handphone korban. Saat itu juga korban teriak dan keduanya panik hingga loncat ke Kali Sentiong,” ujarnya.

AKP Suprayogo menuturkan pelaku biasanya menyasar korban yang sedang bermain telepon seluler di pinggir jalan.

“Sasaran mereka semua lapisan masyarakat. Pengakuan mereka sudah tiga kali beraksi melakukan jambret handphone,” ungkapnya.

“Mereka mengaku hasil kejahatan dijual dan dibuat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka,” lanjutnya.

Dalam hal ini, AKP Suprayogo juga menyatakan kedua pelaku dikenakan pasal 363 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) terkait pencurian.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Johar Baru Ciduk Tiga Pelaku Curanmor dan Buru Penadahnya

Published

on

By

Rabu, 30 November 2022 11:35 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Johar Baru menciduk tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Rawa Tengah, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/11/2022). Polisi juga tengah memburu penadah sepeda motor hasil curian dari para pelaku.

Kapolsek Johar Baru AKP Rudi Wira mengatakan ketiga pelaku berinisial N (32 tahun), RA (28 tahun), dan DS (27 tahun).

“Ketiganya itu warga Johar Baru. Dari ketiga pelaku, N merupakan residivis kasus yang sama,” kata Rudi melalui keterangannya, Rabu (30/11/2022).

AKP Rudi mengatakan ketiga pelaku sebelumnya beraksi mencuri sepeda motor milik warga Johar Baru bernama Fajar pada Kamis (24/11/2022). Pelaku menggasak sepeda motor Fajar yang tengah terparkir di halaman rumah. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Berbekal rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi menangkap ketiga pelaku.

“Sepeda motor itu tengah berada di halaman. Korban setelah melapor ke kami, tim langsung diterjunkan ke lokasi. Aksi pelaku juga terekam CCTV,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuannya, para tersangka mencuri karena kebutuhan ekonomi. Mereka mengaku butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, AKP Rudi mengatakan saat ini pihaknya tengah memburu DD yang merupakan penadah sepeda motor hasil curian dari para pelaku.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Eksekusi Rumah Warga di Jakarta Pusat

Published

on

By

Rabu, 30 November 2022 07:30 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 300 personel gabungan untuk membantu pengamanan eksekusi rumah warga di Gang Langgar, RT 01/RW 01, Kelurahan Gunung Sari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Petugas gabungan terdiri dari tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Polri, TNI, dan Satpol PP,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Selasa.

Kombes Komarudin mengatakan aparat kepolisian hanya mengamankan jalannya eksekusi rumah warga yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Dalam eksekusi ini, tugas kepolisian termasuk TNI bersiaga mengamankan untuk tidak ada terjadinya gesekan termasuk kita mengamankan jalannya eksekusi bukan mengeksekusi karena kita tidak memiliki wewenang,” ungkapnya.

Selain itu, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Musthafa Fahmi mengatakan pihaknya melakukan eksekusi rumah warga tersebut dilakukan atas dasar penetapan keputusan yang sudah sah.

“Untuk hari ini kita lakukan eksekusi, kita tidak masuk dalam perkara lagi karena putusan sudah sah dan ini putusan harus kita jalankan,” kata Musthafa Fahmi.

Sementara itu, kuasa hukum warga Anthony mengatakan proses gugatan ini masih berjalan sejak 2018. Namun di akhir tahun 2018 ada Surat Keputusan (SK) mengenai pembatalan sertifikat penggugat.

“SK nya turun yang menyatakan sertifikat penggugat tidak sah atau dibatalkan. Artinya, dari 2018 hingga sekarang, sudah dibatalkan, diumumkan juga dalam koran. Jadi ditarik dari peredaran, artinya yang dipakai sama pemohon eksekusi, adalah sertifikat yang sudah ditarik dari peredaran, itu tidak sah,” ujar Anthony.

Anthony mengatakan warga yang tinggal di lokasi umumnya sudah tinggal 40 tahun. Ada sembilan kepala keluarga (KK) yang rumahnya hari ini dikosongkan.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News