Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Sita 9.400 Miras hingga 16 Paket Ganja dalam Dua Pekan

Published

on

Jumat, 2 September 2022 14:30 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Pusat menyita berbagai jenis narkoba hingga minuman keras (miras) dari pengedar di wilayah Jakarta Pusat. Narkoba hingga miras itu disita dari hasil operasi yang dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat selama dua pekan mulai tanggal 15 sampai 31 Agustus 2022.

“Kami melakukan penyitaan terhadap 9.400 botol minuman alkohol, 52.000 obat-obatan keras, 1,4 kilogram narkotika jenis sabu-sabu, dan 16 paket ganja,” kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rango Siregar di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (2/9/2022).

Menurut Kompol Rango, operasi tersebut dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.

“Sesuai dengan instruksi dari bapak Kapolres untuk memberantas segala tindakan atau pun penyakit masyarakat yang dapat menyebabkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat,” ungkapnya.

Adapun dari penyitaan sejumlah narkoba dan miras ini, 14 orang ditetapkan sebagai tersangka. Ia menambahkan, 14 tersangka tersebut berperan seperti pengedar narkoba.

“Obat keras ini dijual secara bebas di Jakarta Pusat yang kami tangkap di beberapa tempat. Kami juga masih memburu distributornya,” ucap Rango.

Atas penangkapan itu, ke-14 tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pasal yang kami sangkakan pada seluruh tersangka sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, undang-undang narkotika,” tegas Kompol Rango.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Johar Baru Amankan 2 Bandit yang Lompat ke Kali Sentiong Usai Jambret HP Warga Baladewa

Published

on

By

Rabu, 7 Desember 2022 14:55 WIB

TBNews PMJ – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Johar Baru mengamankan dua pelaku jambret telepon seluler setelah berusaha kabur untuk menghindari amukan massa dengan melompat ke Kali Sentiong, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Johar Baru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suprayogo di Jakarta, Rabu (7/12/2022), mengatakan dua pelaku jambret telepon seluler merupakan residivis atau sudah melakukan tiga kali tindak pidana di wilayah berbeda.

AKP Suprayogo mengungkapkan setelah mendapat informasi pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan kedua penjambret itu dari amukan massa.

“Kita amankan dua pelaku dengan inisial TR (26) dan AR (40). Keduanya tadi menjambret handphone salah satu warga di Jalan Baladewa,” kata AKP Suprayogo.

AKP Suprayogo mengungkapkan awal mula peristiwa ketika kedua pelaku tengah berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari korban.

Kemudian saat itu korban dengan inisial AH (36) tengah asyik bermain handphone di pinggir jalan yang langsung diambil pelaku dengan cepat.

Korban lantas berteriak karena ponsel miliknya berpindah tangan. Kondisi demikian membuat pelaku panik, kemudian mencoba melarikan diri dengan melompat ke Kali Sentiong untuk menghindari amukan masyarakat.

“Ketika melihat ada korban pelaku langsung jambret handphone korban. Saat itu juga korban teriak dan keduanya panik hingga loncat ke Kali Sentiong,” ujarnya.

AKP Suprayogo menuturkan pelaku biasanya menyasar korban yang sedang bermain telepon seluler di pinggir jalan.

“Sasaran mereka semua lapisan masyarakat. Pengakuan mereka sudah tiga kali beraksi melakukan jambret handphone,” ungkapnya.

“Mereka mengaku hasil kejahatan dijual dan dibuat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka,” lanjutnya.

Dalam hal ini, AKP Suprayogo juga menyatakan kedua pelaku dikenakan pasal 363 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) terkait pencurian.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Johar Baru Ciduk Tiga Pelaku Curanmor dan Buru Penadahnya

Published

on

By

Rabu, 30 November 2022 11:35 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Johar Baru menciduk tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Rawa Tengah, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/11/2022). Polisi juga tengah memburu penadah sepeda motor hasil curian dari para pelaku.

Kapolsek Johar Baru AKP Rudi Wira mengatakan ketiga pelaku berinisial N (32 tahun), RA (28 tahun), dan DS (27 tahun).

“Ketiganya itu warga Johar Baru. Dari ketiga pelaku, N merupakan residivis kasus yang sama,” kata Rudi melalui keterangannya, Rabu (30/11/2022).

AKP Rudi mengatakan ketiga pelaku sebelumnya beraksi mencuri sepeda motor milik warga Johar Baru bernama Fajar pada Kamis (24/11/2022). Pelaku menggasak sepeda motor Fajar yang tengah terparkir di halaman rumah. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Berbekal rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi menangkap ketiga pelaku.

“Sepeda motor itu tengah berada di halaman. Korban setelah melapor ke kami, tim langsung diterjunkan ke lokasi. Aksi pelaku juga terekam CCTV,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuannya, para tersangka mencuri karena kebutuhan ekonomi. Mereka mengaku butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, AKP Rudi mengatakan saat ini pihaknya tengah memburu DD yang merupakan penadah sepeda motor hasil curian dari para pelaku.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Eksekusi Rumah Warga di Jakarta Pusat

Published

on

By

Rabu, 30 November 2022 07:30 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 300 personel gabungan untuk membantu pengamanan eksekusi rumah warga di Gang Langgar, RT 01/RW 01, Kelurahan Gunung Sari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Petugas gabungan terdiri dari tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Polri, TNI, dan Satpol PP,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Selasa.

Kombes Komarudin mengatakan aparat kepolisian hanya mengamankan jalannya eksekusi rumah warga yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Dalam eksekusi ini, tugas kepolisian termasuk TNI bersiaga mengamankan untuk tidak ada terjadinya gesekan termasuk kita mengamankan jalannya eksekusi bukan mengeksekusi karena kita tidak memiliki wewenang,” ungkapnya.

Selain itu, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Musthafa Fahmi mengatakan pihaknya melakukan eksekusi rumah warga tersebut dilakukan atas dasar penetapan keputusan yang sudah sah.

“Untuk hari ini kita lakukan eksekusi, kita tidak masuk dalam perkara lagi karena putusan sudah sah dan ini putusan harus kita jalankan,” kata Musthafa Fahmi.

Sementara itu, kuasa hukum warga Anthony mengatakan proses gugatan ini masih berjalan sejak 2018. Namun di akhir tahun 2018 ada Surat Keputusan (SK) mengenai pembatalan sertifikat penggugat.

“SK nya turun yang menyatakan sertifikat penggugat tidak sah atau dibatalkan. Artinya, dari 2018 hingga sekarang, sudah dibatalkan, diumumkan juga dalam koran. Jadi ditarik dari peredaran, artinya yang dipakai sama pemohon eksekusi, adalah sertifikat yang sudah ditarik dari peredaran, itu tidak sah,” ujar Anthony.

Anthony mengatakan warga yang tinggal di lokasi umumnya sudah tinggal 40 tahun. Ada sembilan kepala keluarga (KK) yang rumahnya hari ini dikosongkan.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News