Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Ciduk Ketua LSM Pemeras Polisi hingga Rp2,5 Miliar

Published

on

Selasa, 23 November 2021 07:34 WIB

TribrataNews PMJ – Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat  menciduk Ketua Umum DPP Tameng Perjuangan Rakyat Anti-Korupsi (Tamperak), Kepas Panagean Pangaribuan alias KPP, lantaran diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap anggota Polri. Tak tanggung, KPP diduga memeras anggota polisi tersebut hingga Rp 2,5 miliar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan KPP ditangkap di Kantor Sekretariat LSM Tamperak yang berada di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin sore.

“Pelaku diduga melakukan pemerasan terhadap anggota Polri awalnya meminta sampai Rp 2,5 miliar. Yang bersangkutan ini adalah Ketua Umum DPP Tamperak yang sebenarnya akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, Senin (22/11/2021) malam.

Dikatakan Kombes Hengki, Polri sudah banyak menerima pengaduan dari instansi pemerintah, termasuk TNI-Polri terkait modus operandi pelaku.

“Modus mereka datang ke kantor-kantor melakukan, memberikan pernyataan-pernyataan mendeskriditkan instansi maupun pimpinan lembaga, yang ini sebenarnya modus dari yang bersangkutan untuk melakukan pemerasan terhadap instansi-instansi dimaksud,” ungkapnya.

Kombes Hengki menambahkan, di Polres Metro Jakarta Pusat, pelaku mencoba melakukan pemerasan terhadap anggota Satgas Begal. Diketahui, satgas ini dibentuk karena keprihatinan atas terjadinya kasus perampokan yang menyasar korban seorang karyawati Basarnas, beberapa waktu lalu.

Satgas ini kemudian melakukan penyelidikan, dan ternyata ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba. Polisi lalu berhasil menangkap lima orang terkait perkara narkoba, dan empat diantaranya dilakukan rehabilitasi .

Ternyata, hal ini yang dimanfaatkan pelaku KPP untuk memeras.

“Empat orang yang kita kirim ke panti rehab dianggap yang bersangkutan ini melanggar SOP, dia membawa nama petinggi negara maupun TNI-Polri dengan tujuan memperoleh sejumlah uang,” katanya.

Atas perbuatannya, KPP dijerat Pasal 368 dan 369 KUHP dan atau pasal 27 ayat 4 UU ITE, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Metro Menteng Bekuk Pencuri Besi Trotoar Jalan Pangeran Diponegoro

Published

on

By

Selasa, 11 Januari 2022 07:46 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Metro Menteng membekuk pelaku terduga pencuri batang besi trotoar di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Penangkapan terhadap tersangka pencuri besi bernama David (34 tahun) berawal dari video yang beredar pada tiga hari sebelumnya.

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Alvin Pratama mengatakan anggotanya berhasil menangkap David setelah berhasil mencuri batang besi trotoar yang menjadi properti milik Pemprov DKI Jakarta tersebut.

“Anggota menangkap tersangka di lokasi sesaat setelah berhasil memotong batang besi tersebut pada Sabtu 8 Januari 2022,” kata Kompol Alvin di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sebanyak empat potong besi trotoar diamankan oleh polisi sebagai barang bukti.

Penangkapan terhadap tersangka pencuri besi tersebut berawal dari video yang beredar pada tiga hari sebelumnya.

Dalam video tersebut, warga yang tengah mengendarai mobil melihat sekelompok pria dengan satu sepeda motor yang sedang memotong besi trotoar.

Petugas pun langsung melakukan patroli dan berhasil menangkap tersangka. Namun, tersangka yang diamankan berbeda dari video yang beredar.

Anggota berhasil menangkap tersangka saat hendak membawa batang besi tersebut menggunakan bajaj. Petugas pun langsung melakukan penangkapan dengan barang bukti batang besi.

“Kalau ini tersangka beda dengan video yang beredar, tapi cara beraksinya hampir sama. Kita masih dalami apakah ini tersangka satu komplotan di dalam video yang beredar,” kata Kompol Alvin.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP sub Pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap 10 Orang Komplotan Mafia Tanah di Serang Banten, Melibatkan Perangkat Desa

Published

on

By

Kamis, 30 Desember 2021 10:44 WIB

TribrataNews PMJ –  Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan penyelidikan yang cukup lama dan berhasil menangkap 10 orang komplotan mafia tanah yang berlokasi di Serang, Banten.

Kesepuluh tersangka berinisial MH, RD, ID, SB, SA, JD, HS, SD, AH, dan HW. Mereka telah melakukan hal ini terhitung sejak tahun 2012 sampai 2015.

Tersangka MH merupakan mantan kepala desa dan camat Desa Bendung, Serang. Untuk itu ia dibantu oleh staf-stafnya berikut dengan staf dari BPN.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo K. Heriyatno mengatakan modus yang dilakukan yaitu dengan menggunakan modus penipuan berikut menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau memalsukan akta otentik tersebut sendiri dengan dibantu oleh beberapa stafnya.

MH melakukan hal ini pada tahun 2014 saat pelapor membeli tanah di Desa Bendung dengan luas sekitar 20 hektar.

“Mereka melakukan tindak pidana ini pada tahun 2014. Jadi kalau kita lihat rentang waktu yang dilakukan tindak pidana ini cukup lama, semasa yang bersangkutan menjabat kades yaitu dari tahun 1998 – 2017. Jadi cukup lama, selama 19 tahun,” tutur AKBP Setyo, di Aula lantai 3 Polres Jakarta Pusat, Rabu (28/12/21).

Modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka yaitu secara bersama-sama membuat 36 akta jual beli yang telah dilakukan pengukuran oleh petugas BPN dengan luas 11.000 meter persegi.

Kemudian, terbit tujuh sertifikat hak milik atas nama pelapor yang dimana setelah dilakukan pengecekan, ternyata tanah tersebut milik warga desa.

“Hal ini menjadi masalah dikarenakan ketika pelapor diberikan tujuh sertifikat tersebut, ketika akan melakukan pengecekan terhadap lokasi dari ketujuh sertifikat ternyata tanah yang tercatat dalam sertifikat tersebut milik warga desa,” tambah AKBP Setyo.

Korban mendapat kerugian yaitu uang senilai Rp.670.000.000 dihitung dari nilai NJOP tanah lokasi di desa tersebut.

Barang bukti yang telah disita berupa 36 akta jual beli, 7 SHM, 1 buku DHKP Desa Bendung, 1 buku peta bidang Desa Bendung, 1 buah stempel Desa Bendung, 1 unit mesin ketik merek olimpik 800 warna putih, dua lembar bukti transfer, 6 lembar bukti tanda terima uang, 1 lembar surat perjanjian, dan 7 warkah shm yang disita dari BPN.

Kasus ini dipersangkakan dalam Pasal 266 KUHP, 264 KUHP, 263 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 8 tahun penjara.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Metro Tanah Abang Ringkus Pemalak Mabuk di Depan Mid Plaza

Published

on

By

Rabu, 29 Desember 2021 13:24 WIB

TribrataNews PMJ – Polsek Metro Tanah Abang menangkap pelaku pemalakan modus uang parkir di trotoar Mid Plaza, Jakarta Pusat. Peristiwa itu viral di media sosial lantaran pria pemalak terus memaksa pengendara.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Kurniawan mengatakan, pelaku beraksi dalam keadaan mabuk pengaruh minuman keras.

“Saat diinterogasi, dia mengakui sedang dalam pengaruh minuman keras pada saat kejadian. Kami juga akan lakukan tes urine guna mengetahui apakah pelaku juga menggunakan obat-obatan terlarang,” ujarnya, Rabu (29/12/2021).

Pelaku bernama Akmal merupakan pengangguran dan melakukan pemalakan secara individu, tidak ada kaitan dengan kelompok lain.

Perihal ancaman pasal, untuk sementara belum dapat dilakukan penetapan, masih dibutuhkan pemeriksaan lanjut disertai keterangan saksi-saksi lain.

“Untuk sementara Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Namun, kami masih membutuhkan pemeriksaan yang lebih intens agar terdapat bukti nyata. Kami akan lakukan lagi penyelidikan dengan meminta keterangan dari saksi. Karena keterangan sementara dari pelaku, dia mencoba meminta uang, tapi tidak diberi oleh si pengendara,” kata Haris.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News