Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Sita 4,6 Kilogram Sabu “Kelas Satu” Senilai Rp 7,5 Miliar yang Diproduksi 2 WN Iran di Tangerang

Published

on

Kamis, 9 September 2021

TribrataNews PMJ — Aparat dari Polres Metro Jakarta Barat telah menyita sebanyak 4,6 kilogram sabu siap pakai yang diproduksi oleh BF (31) dan FS (31) di sebuah rumah mewah di Kelapa Dua, Tangerang (sebelumnya ditulis Karawaci, Tangerang), Banten, sebagai barang bukti.

“Barang bukti kalau di pasaran Rp 7,5 miliar harganya dari 4,6 kilogram sabu ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Kamis (9/9/2021).

Menurut Kombes Yusri, barang bukti ini merupakan sabu “kelas satu” alias nomor wahid.

Barang bukti didapat dari penggrebekan polisi terhadap pabrik sabu berkedok rumah tersebut pada Rabu (1/9/2021). Sebanyak 4,6 kilogram sabu ini, kata Kabid Humas, diproduksi dari bahan baku berupa gel cair seberat sekitar 50 kilogram.

Bahan baku berupa gel diterima BF dan FS dari pemasoknya di Turki. Bahan baku gel yang diguanakan dikirim via perjalanan udara. Diketahui, bahan baku dikemas menyerupai makanan.

“Ada modus baru untuk mengelabui, dikirim ke sini bahannya yang sudah setengah jadi, dalam bentuk gel, untuk mengelabui biasanya dia buat di manifesnya untuk makanan,” kata Kombes Yusri.

Bahan baku tersebut bahkan tidak terdeteksi oleh sinar x yang digunakan di bandara. “Bahan baku itu dilapisi oleh benda lain, digulung sehingga tidak lagi terdeteksi oleh x-ray (sinar x) di bandara. Ini murni pengungkapan dari bawah bukan lagi pengungkapan dari x-ray,” jelas Dir Resnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa dalam kesempatan yang sama.

Gel kemudian diolah menggunakan alat khusus hingga akhirnya menjadi berbentuk kristal. Setelah melalui proses kristalisasi, barulah barang haram itu siap dipasarkan.

“Dari hasil pemeriksaan ini, bahan baku tidak mengalami proses yang banyak, ini bisa kita sebutkan gel sudah mengandung 80-90 persen methamphetamine (sabu),” ungkap Kombes Yusri.

Sebelumnya diberitakan, BF dan FS sukses menyulap sebuah rumah di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang (sebelumnya ditulis Karawaci, Tangerang), Banten, menjadi pabrik sabu. Keduanya telah memproduksi sabu di tanah air selama satu tahun ke belakang. Namun, produksi sabu dilakukan dengan berpindah-pindah tempat, tidak berproduksi tetap di satu lokasi.

“Mereka sewa rumah (di Kelapa Dua) sudah empat bulan, untuk beroperasinya mereka pindah-pindah,” ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Danang Setiyo, Senin (6/9/2021). Rumah di Kelapa Dua itu mereka sewa seharga Rp 16 juta sebulan. Rumah tersebut telah digerebek aparat dari Polres Jakarta Barat pada Rabu pekan lalu.

BF dan FS telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan Pasal 113 subsider 114, subsider 112 juncto Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Keseleo Usai Rampok Rumah, Pemuda Ini Ditangkap Polsek Tambora

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ — Petugas Polsek Tambora menangkap seorang pemuda berinisial ES (30 tahun) yang membobol dan mengambil sejumlah barang dari sebuah rumah di Jalan Jembatan Besi Gang Rana RT 05 RW 07,  Jembatan Besi,Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (14/9/2021). ES berhasil ditangkap karena menahan sakit akibat keseleo sehingga tak bisa melarikan diri.

Adapun aksi pencurian terjadi pada Selasa dini hari, sekira pukul 03.45 WIB. “Aksi nekat pemuda tersebut (ES) melakukan pencurian dengan memanjat rumah korban melewati balkon lalu masuk lewat jendela rumah korban,” kata Kapolsek Tambora Kompol Faruk Rozi dalam sebuah keterangan, Kamis (16/9/2021).

Setelah masuk ke rumah korban, ES mengambil sebuah ponsel merk samsung tipe A51 warna hitam dan dua buah tablet merk Samsung.

Namun, pemilik rumah melihat ES sesaat setelah ES mengambil barang-barang berharga tersebut. Pemilik rumah langsung meneriaki pelaku dengan sebutan ‘maling’.

“Mengetahui aksinya ketahuan, pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat keluar rumah lewat balkon hingga membuat kaki pelaku terpincang-pincang akibat keseleo,” kata Kompol Faruk.

Meski melarikan diri, salah seorang keluarga korban mengenali wajah pelaku. Korban pun melaporkan kejadian kepada polisi.

“Berangkat dari laporan, kami bergegas ke lokasi kejadian untuk mencari informasi dan bukti bukti di sekitar lokasi,” kata Kompol Faruk.

Di lokasi kejadian, polisi mengumpulkan bukti dari korban dan berhasil mengetahui kediaman korban. Polisi pun segera menyambangi rumah ES. Ternyata, ES masih ada di rumahnya lantaran tengah menahan sakit akibat keseleo. ES pun segera digiring ke Mapolsek Tambora. Ia dikenakan Pasal 363 KUHPidana. Barang curian ES kini diamankan polisi sebagai barang bukti.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polisi Berlakukan “Crowd Free Night” di Kota Tua

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Polisi mulai  memberlakukan malam bebas kerumunan atau “Crowd Free Night” (CFN) di kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat pada Kamis (16/9/2021) malam. Kebijakan ini diberlakukan guna mengantisipasi kerumunan warga yang kerap terjadi di wilayah Kota Tua.

“Kita buat CFN itu untuk mengalihkan arus lewat samping sebelum Daihatsu (Jalan Kunir),” kata Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Iverson Manossoh saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Penerapan ini berawal dari uji coba yang diterapkan pihak kepolisian sejak Rabu (15/9/2021) malam lalu. Karena dirasa efektif mengurangi kerumunan, maka kebijakan itu dilanjutkan polisi.

Kapolsek mengatakan selama CFN, Jalan Kunir akan ditutup untuk umum pada pukul pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB. Warga yang biasa melewati wilayah tersebut dialihkan untuk memutar di Jalan Cengkeh.

Setelah lokasi itu ditutup, petugas tiga pilar yang terdiri dari Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan bertugas menjaga lokasi.

Mereka nantinya akan membubarkan kerumunan warga maupun pedagang kaki lima (PKL) yang kerap beraktivitas di wilayah Kota Tua.

Saat ditanya sampai kapan kebijakan ini akan berlangsung, Kapolsek belum bisa memastikan hal tersebut.

Di saat yang sama, Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat memastikan anak buahnya akan melakukan penjagaan di lokasi selama CFN

Bahkan petugas akan ditambah untuk memantau kawasan Kota Tua demi memecah kerumunan warga.

“Sabtu Minggu kita bagi dua shift. Shift pertama itu 40 orang dan shift kedua 60 orang,” kata dia.

Dengan kebijakan ini, Tamo berharap aktivitas warga yang menimbulkan kerumunan di wilayah Kota Tua bisa berkurang sehingga penyebaran COVID-19 bisa dihindari.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Metro Tamansari Sita 106 Botol Miras Ilegal dari Dua Warung Sembako

Published

on

By

Jumat, 17 September 2021

TribrataNews PMJ – Aparat Polsek Metro Taman Sari menyita 106 botol minuman keras (miras) ilegal dari dua buah warung di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, pada Rabu (15/9/2021). Penyitaan ratusan botol miras ini bermula saat sejumlah anak muda yang berkerumun di kawasan Taman Sari diamankan pada Sabtu (11/9/2021) malam.

“Jadi beberapa malam lalu kita operasi gabungan dan menjaring banyak anak-anak muda berkerumun. Saat itu operasi banyak minuman yang tumpah jadi mereka (anak-anak muda) itu bawa banyak minuman, nah itu yang jadi dasar kita selidiki tempat penjualan mereka,” kata Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Iver Son Manossoh, Kamis (16/9/2021).

Salah satu warung berlokasi di perbatasan Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat dan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sementara satu warung lainnya berlokasi di Jalan Mangga Besar, Taman Sari.

Kapolsek mengatakan, dua warung tersebut sebenarnya menjual sembako, tetapi saat didalami ada juga miras yang diperjualbelikan di sana.

Kedua pemilik warung hingga kini belum dijatuhkan sanksi. Namun, Kapolsek mengaku tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat terkait sanksi yang nantinya akan diberikan. “Lebih lanjut kita koordinasi dengan (Suku Dinas) Pariwisata karena miras ini tidak boleh dijual di tempat yang tidak ada izin. Nggak boleh dia jual di warung atau di kios, distribusinya dia (miras) hanya boleh di kafe tertentu dan berizin,” jelas Kapolsek.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News