Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Segel Rumah Kontrakan Dijadikan “Base Camp” Pengedar Narkoba di kawasan Kampung Ambon

Published

on

Jumat, 29 Juli 2022 09:47 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Barat menyegel sebuah rumah yang dikontrak pengedar untuk mendistribusikan narkoba, di kawasan rawan peredaran narkoba Kampung Ambon, di Jalan Virus, Kompleks Permata, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (28/7/2022). Penyegelan dilakukan setelah Polisi kembali menangkap dua pengedar narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (27/7/2022).

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal mengatakan, rumah kontrakan tersebut disegel karena menjadi lokasi pendistribusian sabu-sabu.

AKBP Akmal menuturkan, kejadian bermula ketika dua pengedar sekaligus kurir, AK dan EK, ditangkap. Keduanya ditangkap setelah menunjukkan gelagat mencurigakan saat petugas berpatroli.

“Kemarin hanya bersifat patroli, kami amankan karena dianggap mencurigakan,” ujar AKBP Akmal di Jakarta Barat, Kamis (28/7/2022).

Tempat hunian keduanya pun langsung digeledah. Polisi menemukan sejumlah barang bukti narkoba hingga uang tunai.

“Diamankan barang bukti sabu sebanyak 81 paket seberat 79,7 gram, uang tunai hasil penjualan Rp 33 juta, lima ponsel, dan dua timbangan digital,” ungkap AKBP Akmal.

Kepada polisi, pelaku mengaku sengaja menyewa rumah tersebut untuk dijadikan tempat untuk mendistribusikan narkoba.

“Para tersangka yang kami amankan, mereka bukan berdomisili di sini. Mereka menggunakan tempat ini untuk menjadi kontrakan atau base camp mereka. Berdasarkan pendalaman, mereka di sini dijadikan semacam tempat untuk mengatur dan mendistribusikan narkotika jenis sabu,” jelas AKBP Akmal.

Kendati demikian, rumah itu disebut belum lama disewa pelaku untuk menjadi base camp bisnisnya. Pengakuan tersangka yang diamankan, mereka sudah kurang lebih 1,5 bulan di sini, mengontrak di tempat ini,” sebut AKBP Akmal.

AKBP Akmal menjelaskan, pelaku menggunakan tempat tersebut untuk bertransaksi narkoba dengan para pelanggan yang berasal dari luar Kampung Ambon.

“Ada kemungkinan transaksi di sini, bisa juga mengantar keluar (Kampung Ambon). Pengakuan mereka, biasa bertransaksi dengan masyarakat luar (Kampung Ambon), tidak ada (pelanggan) yang dari sini. Jadi pembeli datang ke sini dan mereka mendistribusikan ke luar,” jelas AKBP Akmal.

Polisi masih terus mendalami kemungkinan distribusi narkoba yang terjadi di dalam kawasan Kampung Ambon. Atas perbuatannya, kedua kurir tersebut dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Pelaku Begal di Jakarta Barat Gunakan Hasil Kejahatan untuk Beli Miras dan Narkoba

Published

on

By

Jumat, 19 Agustus 2022 07:15 WIB
TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Jakarta Barat menangkap sekelompok begal yang beraksi sejak Maret hingga Juli 2022 di wilayah Jakarta Barat. Mereka menggunakan uang hasil kejahatannya untuk membeli miras dan narkoba.
“Hasilnya itu dibagi-bagi, biasanya masing-masing dapat Rp200 ribu-300 ribu. Dipakai untuk mabuk dan satu kali beli narkoba,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono, dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (18/8/2022).
Para pelaku menjual hasil kejahatannya lewat media sosial dengan harga di bawah pasaran yakni Rp1 juta-2 juta.
“Untuk penadah masih kami kembangkan, karena kan sistemnya cash on delivery (COD) atau jual cepat kemudian melalui media sosial, jadi masih kami kembangkan,” ujarnya.

“Kita tangkap enam tersangka yang beraksi dalam kurun waktu Maret sampai Juli 2022,” kata AKBP Joko Dwi Harsono.

Kelompok begal itu terdiri dari enam pelaku yakni MR, IF, RH, AA, F, dan M.

Penangkapan itu bermula ketika Polres Metro Jakarta Barat menerima laporan adanya peristiwa begal pada Maret 2022. Peristiwa begal itu terjadi di kawasan Season City, Tambora, Jakarta Barat. Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan proses penyidikan.

Ternyata dari laporan tersebut, polisi mendapati adanya laporan kasus begal lain. Total ada 13 laporan kasus begal yang dilakukan oleh komplotan begal tersebut.

“Mereka kerap beraksi secara mobile (berpindah-pindah) di Jakarta Barat. Mereka juga tidak segan-segan untuk melukai korban dengan senjata tajam,” terang AKBP Joko.

Polisi menangkap ke enam tersangka secara terpisah. Lima tersangka ditangkap di wilayah Jakarta Barat. Sedangkan satu tersangka berinisial AA yang diduga sebagai otak aksi pembegalan ditangkap di kawasan Sumedang, Jawa Barat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka kerap mengincar pengendara motor yang berjalan di lokasi gelap dan sepi. “Targetnya adalah pengendara motor yang berjalan sendirian, di tempat sepi itu mereka pepet lalu ancam menggunakan senjata tajam,” kata AKBP Joko

MR, IF, F, dan M berperan sebagai orang yang memepet korban. Kemudian RH berperan mengambil motor korban serta AA sebagai otak atau yang merancang strategi pembegalan. Dari hasil pembegalan yang mereka lakukan, tercatat sebanyak 13 sepeda motor yang sudah mereka curi dari pengendara.

Hingga saat ini, ke enam tersangka tengah diperiksa lebih lanjut guna mencari penadah motor hasil curian.

“Mereka kita kenakan Pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tutup AKBP Joko.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Jaringan Malaysia-Pekanbaru-Jakarta, Dua Kurir Ditangkap Berikut Ratusan Ribu Butir Pil Ekstasi

Published

on

By

Senin, 15 Agustus 2022 15:50 WIB

TBNews PMJ – Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus peredaran ekstasi jaringan internasional yang rencananya akan diedarkan di wilayah DKI Jakarta dari Pekanbaru, Riau. Ratusan ribu butir pil ekstasi jaringan internasional yang berasal dari Malaysia, dibungkus lalu dimasukkan ke dalam koper untuk mengelabui petugas.

“Di Selat Malaka antara Malaysia dengan Provinsi Riau itu, terdiri dari pulau-pulau, ada banyak jalur sungai. Jadi dengan geografis banyaknya jalur sungai, itu yang digunakan oleh para pelaku untuk menyelundupkan narkotika memasuki Provinsi Riau,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (15/8/2022).

Kombes Pasma mengatakan ekstasi yang diselundupkan itu rencananya dibawa ke DKI Jakarta menggunakan jalur darat. Namun kemudian digagalkan oleh tim Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal mengatakan pihaknya menangkap dua orang kurir berinisial S (31) dan M (40). Selain itu, polisi juga mengamankan sebanyak 101.355 buti pil ekstasi kualitas terbaik berwarna merah muda dan hijau.

“Dimasukin ke dalam koper biasa, jadi kamuflase kayak bawa barang aja sih cuma memang jumlahnya lumayan berat,” kata AKBP Akmal kepada wartawan, Senin (15/8/2022).

Menurut AKBP Akmal, penyelundupan ratusan ribu pil ekstasi tersebut diduga dilakukan oleh sindikat narkoba. Kedua kurir yang ditangkap itu diketahui sudah 5 kali beraksi dan dikirim dengan orang yang berbeda.

“Sepertinya sih sindikat, dari dua orang yang kami tangkap,  mengaku barang dari Malaysia. Beda-beda sih jaringannya. Jadi mungkin untuk kamuflase  dikirim ke orang berbeda kemudian orang yang menerima di Indonesia itu tadi mengakui kirim barang ke Jakarta sudah 5 kali,” paparnya.

Dua kurir yang ditangkap tersebut mengaku ratusan ribu butir pil ekstasi tersebut merupakan kualitas terbaik.

Hal itu dibuktikan dengan adanya ciri-ciri yang menonjol pada pil ekstasi itu. Yang diamankan polisi, ekstasi kualitas terbaik ini lebih padat dan keras dibandingkan ekstasi kualitas rendah.

“Kalau kita bisa membedakan ya kalau pengalaman sebelumnya dari bentuk eh padatannya itu sangat Dia sangat keras Jadi kalau misalnya mau dipatahkan agak susah kalau barang-barang yang biasa yang kualitasnya rendah dia gampang dipatahkan, gampang meremuk lah,” ungkap AKBP Akmal.

Meski demikian, saat ditanya lebih jauh terkait aksi dua kurir yang sudah dilakukan sebanyak lima kali, AKBP Akmal mengaku masih menyelidiki kemana saja barang tersebut diantar.

Namun yang pasti, kedua tersangka yang berstatus sebagai kurir itu pernah mengantarkan pil ekstasi tersebut ke Jakarta.

“Nah itu yang kita belum dalami, yang jelas ada sampai di Jakarta ada orang yang ngambil,” terangnya.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Cengkareng Tetapkan 12 Pelajar Sebagai Tersangka Usai Terciduk Hendak Tawuran dan Tenteng Celurit

Published

on

By

Jumat, 12 Agustus 2022 13:15 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Cengkareng menetapkan 12 pelajar sebagai tersangka karena terbukti membawa celurit di Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka diciduk saat hendak melakukan aksi tawuran dengan pelajar sekolah lain di kolong Jembatan Apartemen Puri Mansion, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (9/8/2022) sore.

“12 pelajar ditetapkan tersangka karena terbukti membawa sajam,” kata Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo, Kamis (11/8/2022).

12 pelajar itu yakni MF, BAT, KDA, ID, DSA, AM, RKP, RA, YP, FBI, YN dan GMR. Dari 12 pelajar tersebut, lima pelajar di antaranya positif mengonsumsi narkoba jenis ganja, psikotropika, hingga sabu.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Ali Barokah mengatakan, pelajar tersebut sengaja membawa senjata tajam sebagai persiapan dan menjaga diri. “Karena sebelumnya pengakuan mereka itu sempat diserang oleh kelompok lain,” ujarnya. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih jauh.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 28 pelajar ditangkap petugas Polsek Cengkareng saat berkumpul di kolong Jembatan Apartemen Puri Mansion, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (9/8/2022) sore. Mereka kedapatan membawa senjata tajam diduga hendak tawuran. Informasi itu didapatkan dari petugas keamanaan apartemen di sekitar lokasi.

“Dapat informasi dari sekuriti bahwa ada anak sekolah kumpul di bawah kolong dan diperkirakan membawa sajam (senjata tajam),” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Ali Barokah saat dikonfirmasi wartawan.

Polisi pun segera menuju lokasi dan menemukan 12 senjata tajam saat menggeledah remaja-remaja yang masih berseragam sekolah tersebut.

“28 pelajar kami amankan dengan barang bukti 12 sajam jenis celurit dan 10 sepeda motor,” ujar AKP Ali.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News