Connect with us

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polres Metro Jakarta Barat Bongkar Kasus Penanaman Ganja Hidroponik Di Brebes, Jawa Tengah, Tangkap Empat Tersangka mulai Pengguna, Pemodal, dan Perawat Kebun Ganja Rumahan

Published

on

TribrataNews PMJ — Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menciduk komplotan narkoba jenis ganja hindroponik rumahan di Brebes, Jawa Tengah.

“Dalam penggerebekan tersebut kami berhasil menemukan ratusan ganja yang ditanam melalui sistem hidroponik dengan media pot tanaman,” ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ronaldo Maradona Siregar dalam keterangannya, Senin (7/6/2021)

AKBP Ronaldo menuturkan pihaknya juga telah menangkap empat orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari pengguna, pemodal hingga perawat kebon ganja hidroponik.

“Itu (yang ditangkap) ada pengguna, pemodal, dan perawat kebun ganja rumahan,” kata AKBP Ronaldo.

Ia mengatakan petugas meringkus para tersangka yang tersebar pada sejumlah lokasi berbeda.

Pada kesempatan itu, AKBP Ronaldo baru mengungkapkan dua inisial tersangka yang terlibat sindikat kebon ganja hindroponik rumah itu.

Tersangka pertama berinisial Y sebagai perawat kebun ganja di Brebes, Jawa Tengah.

Kedua adalah U yang ditangkap di kawasan Menteng, Jakarta Pusat sebagai pemodal atau penyuruh tersangka Y.

Sekedar informasi, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kebun ganja yang ditanam melalui system hidroponik di sebuah rumah di daerah Brebes, Jawa Tengah. Terdapat 300 pohon ganja dalam pot yang diamankan dari rumah tersebut. Diduga tanaman jenis narkotika golongan 1 tersebut baru berumur tiga bulan.

Saat ini Unit 3 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan AKP Fiernando Adriansyah tengah mendalami lebih jauh kasus tersebut.

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Polsek Cengkareng Tetapkan 12 Pelajar Sebagai Tersangka Usai Terciduk Hendak Tawuran dan Tenteng Celurit

Published

on

By

Jumat, 12 Agustus 2022 13:15 WIB

TBNews PMJ – Petugas Polsek Cengkareng menetapkan 12 pelajar sebagai tersangka karena terbukti membawa celurit di Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka diciduk saat hendak melakukan aksi tawuran dengan pelajar sekolah lain di kolong Jembatan Apartemen Puri Mansion, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Selasa (9/8/2022) sore.

“12 pelajar ditetapkan tersangka karena terbukti membawa sajam,” kata Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo, Kamis (11/8/2022).

12 pelajar itu yakni MF, BAT, KDA, ID, DSA, AM, RKP, RA, YP, FBI, YN dan GMR. Dari 12 pelajar tersebut, lima pelajar di antaranya positif mengonsumsi narkoba jenis ganja, psikotropika, hingga sabu.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Ali Barokah mengatakan, pelajar tersebut sengaja membawa senjata tajam sebagai persiapan dan menjaga diri. “Karena sebelumnya pengakuan mereka itu sempat diserang oleh kelompok lain,” ujarnya. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih jauh.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 28 pelajar ditangkap petugas Polsek Cengkareng saat berkumpul di kolong Jembatan Apartemen Puri Mansion, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (9/8/2022) sore. Mereka kedapatan membawa senjata tajam diduga hendak tawuran. Informasi itu didapatkan dari petugas keamanaan apartemen di sekitar lokasi.

“Dapat informasi dari sekuriti bahwa ada anak sekolah kumpul di bawah kolong dan diperkirakan membawa sajam (senjata tajam),” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Ali Barokah saat dikonfirmasi wartawan.

Polisi pun segera menuju lokasi dan menemukan 12 senjata tajam saat menggeledah remaja-remaja yang masih berseragam sekolah tersebut.

“28 pelajar kami amankan dengan barang bukti 12 sajam jenis celurit dan 10 sepeda motor,” ujar AKP Ali.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Nongkrong Sambil Tenteng Celurit, 28 Pelajar Ditangkap Polsek Cengkareng

Published

on

By

Rabu, 10 Agustus 2022 11:50 WIB

TBNews PMJ – Sebanyak 28 pelajar ditangkap petugas Polsek Cengkareng saat berkumpul di kolong Jembatan Apartemen Puri Mansion, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (9/8/2022) sore. Mereka kedapatan membawa senjata tajam diduga hendak tawuran. Informasi itu didapatkan dari petugas keamanaan apartemen di sekitar lokasi.

“Dapat informasi dari sekuriti bahwa ada anak sekolah kumpul di bawah kolong dan diperkirakan membawa sajam (senjata tajam),” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Ali Barokah saat dikonfirmasi wartawan.

Polisi pun segera menuju lokasi dan menemukan 12 senjata tajam saat menggeledah remaja-remaja yang masih berseragam sekolah tersebut.

“28 pelajar kami amankan dengan barang bukti 12 sajam jenis celurit dan 10 sepeda motor,” ujar AKP Ali. Polisi masih mendalami motif para pelajar tersebut membawa senjata tajam.

Kendati demikian, para pelajar itu diduga hendak melakukan tawuran di suatu tempat. Oleh karena itu, mereka pun digelandang ke kantor polisi. Hingga kini, para pelajar tersebut masih dalam pemeriksaan.

Continue Reading

3. POLRES METRO JAKARTA BARAT

Terrekam CCTV Curi Sepeda Motor Karyawan di Kalideres, 3 Pencuri dan 1 Penadah Ditangkap

Published

on

By

Selasa, 9 Agustus 2022 14:40 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Unit Reskrim Polsek Kalideres berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik karyawan di parkiran kantor di Jalan Daan Mogot Km 6, Kalideres, Jakarta Barat, yang terjadi pada Minggu (24/7/2022). Aksi pencurian tersebut terekam kamera CCTV sehingga membantu polisi mengidentifikasi pelaku.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dari CCTV ini kemudian diidentifikasi pelakunya. Total pelaku pemetik atau pencuri ada tiga orang, sedang satu yang lainnya penadah,” kata Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar di Mapolsek Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (9/8/2022).

AKP Syafri menceritakan, seorang pelaku awalnya teridentifikasi dari kamera CCTV, kemudian dikenali berada di kawasan Terminal Kalideres.

“Pada tanggal 27 juli 2022, salah satu pelaku HR berhasil diamankan di Terminal Kalideres, kemudian dikembangkan sehingga dapat ditangkap rekan-rekannya yang lain, termasuk barang bukti,” jelas AKP Syafri.

Menurut AKP Syafri, setelah HR ditangkap, pencuri sepeda motor lainnya, yakni NG dan RK, diciduk di kediamannya di Kebon Nanas, Kota Tangerang.

Dari keterangan para pencuri tersebut, sepeda motor hasil curian dijual kepada seorang penadah bernama WA di Bunderan Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tangan para pelaku, diamankanlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna biru milik korban dan sebuah alat kunci leter T untuk melakukan aksi pencurian.

Ketiga pelaku pencurian disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana kurungan selama 7 tahun. Sementara itu, penadah WA disangkakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun pidana.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News