Saat ini masih terjadi ketidaksesuaian data antara kondisi riil di lapangan dengan yang tercatat di sistem. Penyebabnya karena banyak warga yang tidak sesuai antara domisili dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Sebenanya secara data riil sudah lebih banyak, hanya yang terdata masih dibawahnya, karena banyak masyarakat domisili Depok tapi KTP Jakarta begitupun sebaliknya,” tambah Kapolda.

Kapolda menyebut aplikasi pencatatan data vaksinasi berdasarkan dengan domisili, sehingga masyarakat Depok yang melakukan vaksinasi di Jakarta atau wilayah lainnya, tidak otomatis tercatat sebagai penerima vaksin. “Jadi aplikasinya ini by domisili bukan KTP, itu harus disempurnakan,” kata Kapolda.

Ditambahkan dengan adanya gerai vaksin merdeka yang digelar di 914 gerai diharap dapat mendongkrak capaian target di wilayah aglomerasi. “Semoga wilayah aglomerasi dengan vaksinasi merdeka ini yang ada di 914 gerai di wilayah aglomerasi Depok, Bekasi, Tangerang bisa tercapai 70 persen minimal dosis l,” pungkas Kapolda.