Connect with us

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polisi Lepaskan Tembakan Saat Tangkap Perampok Indogadai di Jagakarsa

Published

on

Selasa, 14 Desember 2021 18:46 WIB

TribrataNews PMJ – Anggota Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan melepaskan tembakan peringatan saat menangkap seorang pria terduga pelaku perampokan, berinisial D (22) karena melakukan perlawanan, di salah satu pegadaian Jakagarsa, Senin (13/12/2021) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (14/12/2021), mengatakan tindakan itu dilakukan oleh dua anggota Polsek Jagakarsa yang saat itu berpatroli dan melintas di lokasi kejadian.

“Kebetulan berpatroli melihat ada keramaian di Indogadai tersebut dan melihat tersangka mengancam orang-orang sekitarnya untuk mundur, atau kalau tidak ditembak dengan senjata airsoft gun,” kata Kombes Endra.

Sehingga anggota yang sedang patroli tersebut, kata Kombes Zulpan, memberikan tembakan peringatan.

Namun demikian, tembakan peringatan tersebut tidak diindahkan oleh tersangka, sehingga anggota memutuskan untuk melumpuhkan tersangka.

“Namun tersangka melakukan perlawanan sehingga terpaksa dilumpuhkan. Ada satu luka tembakan di kaki tersangka yang dilakukan oleh kepolisian, tentunya tegas dan terukur,” kata dia.

Kombes Endra menjelaskan kasus perampokan disertai dengan penyanderaan ini terjadi di Jalan Mohamamd Kahfi II, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (13/12/2021) sekira pukul 20.05 WIB.

Peristiwa ini bermula saat tersangka berpura-pura ingin menggadaikan dua barang elektroniknya yakni, sebuah Laptop merek Acer dan HP Oppo kepada karyawan Indogadai.

Kemudian, salah satu karyawan Indogadai, SR, melayani permintaan dari pelaku. Sementara dua korban lain pada saat itu yakni, UKH dan DNA, bersiap untuk menutup menutup toko.

Lantas, berselang beberapa waktu, pelaku kemudian menodong korban dengan menggunakan senjata airfsoft gun oleh tersangka sehingga membuat takut karyawan tersebut dan memerintahkan karyawan, yakni, UKH untuk membuka brangkas yang ada di situ.

“Kemudian UKH karena ketakutan, karena diancam, apabila tidak mengikuti perintahnya nanti akan ditembak. Sehingga membuka brangkas yang ada di Indogadai tersebut, uang sejumlah Rp33 juta ini diambil oleh pelaku atau tersangka. Kemudian dimasukkan ke dalam tas hitam,” katanya.

Tak berhenti di situ, tersangka juga merusak serta mengambil server CCTV dan memasukannya ke dalam tas hitam miliknya.

Kemudian setelah kejadian tersebut, tersangka tersebut berniat meninggalkan Indogadai. Namun, usaha tersangka dihalau oleh warga di lokasi.

“Tersangka ini kita jerat dengan tindak pidana di sini ialah pasal 365 KUHP ayat 2 dengan pidana paling lama 12 tahun penjara,” kata Kombes Endra.

 

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap dan Tetapkan 2 Orang Tersangka terkait Kematian Mahasiswi di Apartemen Kebayoran Lama

Published

on

By

Kamis, 23 Juni 2022 08:45 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap L  dan RH alias B terkait kasus kematian seorang mahasiswi di Apartemen kawasan Kebayoran Lama Jakarta Sel;atan. Kini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka L memiliki salon kecantikan yang ada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Meski memiliki salon, L kerap melayani pelanggannya di luar tempat usaha tersebut. Selain itu, polisi juga menangkap RH alias B yang berperan memperkenalkan L dengan korban.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebutkan bahwa jasa suntik silikon oleh L (29 tahun), yang menyebabkan perempuan berinisial I (22 tahun) meninggal dunia karena overdosis, tidak memiliki izin.

“(Tersangka) tidak memiliki keahlian dan kewenangan praktik kefarmasian. Itu sekali pengerjaan (penyuntikan silikon) tarifnya Rp 2,5 juta,” ujar Kombes Pol Budhi Herdi Susianto pada Rabu (22/6/2022).

Kombes Budhi mengatakan, tersangka L juga tidak memiliki keahlian dalam praktik penyuntikan silikon. Bahkan, sejumlah obat-obatan yang digunakan juga tidak memiliki izin edar.

“Obat-obatan yang diedarkan oleh tersangka juga tidak memiliki izin edar. (Tersangka) mendapatkan obat-obatan tersebut melalui online,” kata Kombes Budhi.

Kombes Budhi sebelumnya mengatakan, L merupakan pemilik salon kecantikan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. L selama ini kerap melayani jasa penyuntikan silikon di luar dari usahanya itu.

Penyuntikan silikon itu diduga menyebabkan korban tewas karena adanya gangguan jaringan pada bagian bokong.

“Diduga meninggalnya korban ini karena ada terhambatnya jaringan pada bokong korban di mana setelah kami lakukan pemeriksaan di situlah telah dilakukan penyuntikan oleh tersangka L,” ujar Kombes Budhi.

“Ada kesesuaian antara keterangan pelaku dengan hasil autopsi yang dikeluarkan Rumah Sakit Polri Kramatjati,” sambung Kombes Budhi.

Kombes Budhi mengatakan, L dalam rekaman kamera CCTV apartemen terlihat sempat menemui korban. Pertemuan itu tepat beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas.

Pertemuan L dan korban tak lepas dari peran tersangka RH alias B. RH alias B merupakan sosok yang memperkenalkan L kepada korban untuk penyuntikan silikon.

Sebab, kata Kombes Budhi, berdasarkan pengakuan RH alias B, korban selalu bercerita ingin mendapatkan tubuh yang ideal. “Hasil pemeriksaan kami, sementara bahwa RH alias B ini yang merekomendasikan korban untuk dilakukan suntik silikon kepada tersangka L,” ucap Kombes Budhi.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berbeda. L dijerat Pasal 359 KUHP juncto Pasal 197 dan Pasal 198 Undang-Undang Nomer 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adapun tersangka RH alias B dijerat Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP karena turut serta menganjurkan orang lain yang mengakibatkan matinya orang. “Ancaman hukuman terhadap pasal yang kami jerat hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ucap Kombes Budhi.

Pasal 359 KUHP berbunyi:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana paling lama lima tahun.”

Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP:

“Tindak pidana turut serta yang menganjurkan orang lain yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman sepertiga pidana pokoknya”

Pasal 197 dan Pasal 198 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan:

“Setiap orang yang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat memiliki izin edar dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)”

Untuk diketahui, korban merupakan seorang mahasiswi. Penemuan jenazah korban bermula ketika salah satu penghuni apartemen mencium bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban, kemudian melapor kepada petugas keamanan.

Saat itu, petugas keamanan membuka pintu kamar apartemen dan menemukan korban sudah meninggal di atas kasur. Penyidik menemukan bong atau alat isap sabu serta plastik klip tak jauh dari jenazah korban di kamar apartemen.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Dalami ‘Bungkus Night’ Volume 1

Published

on

By

Selasa, 21 Juni 2022 08:40 WIB

TBNews PMJ – Polres Metro Jakarta Selatan akan melakukan pengembangan kasus Bungkus Night Vol.2 yang viral di media sosial tersebut. Salah satunya dengan mendalami kegiatan Bungkus Night Vol.1 yang sudah pernah digelar sebelumnya.

“Kami akan minta pertanggungjawaban terkait kegiatan volume satu meskipun memang sebagian besar orang yang sudah kami tersangkakan ini sebagai penanggungjawab di volume satu,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit pada wartawan, Senin 21 Juni 2022.

Menurutnya, polisi saat ini tengah menyelidiki kasus Bungkus Night Vol.2 yang berbau prostitusi tersebut. Meski begitu, polisi tetap mendalami kasus Bungkus Night Vol.1 yang sudah pernah digelar para tersangka sebelumnya.

Adapun dari hasil pemeriksaan, kata dia, para tersangka itu juga merupakan orang yang menggelar Bungkus Night Vol.1. Kegiatan pertama itu diketahui pernah digelar pada bulan Maret 2022 di lokasi yang sama.

“Ada teknik penyelidikan kita, kita menemukan bahwa ada volume satu yang mereka lakukan. Ada di bulan Maret ya yang mereka lakukan, tapi teknis dan modusnya masih kita dalami,” tuturnya.

Continue Reading

4. POLRES METRO JAKARTA SELATAN

Polres Metro Jakarta Selatan Ungkap Kematian Mahasiswi di Apartemen Kawasan Kebayoran Lama, Disebabkan Gangguan Jaringan pada Bokong

Published

on

By

Senin, 20 Juni 2022 15:35 WIB

TBNews PMJ – Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap penyebab kematian perempuan berinisial I (22 tahun), yang ditemukan dalam keadaan setengah telanjang di kamar apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/6/2022) siang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan, korban diduga meninggal karena mengalami gangguan jaringan pada bagian bokong.

“Hasil otopsi sudah keluar. Secara garis besar kesimpulan penyebab kematiannya (karena) ada gangguan pada jaringan di sekitar bokong dari korban,” ujar Kombes Budhi kepada wartawan, Senin (20/6/2022).

Saat ditanyakan apakah gangguan jaringan pada bokong korban karena disebabkan suntikan filler, Budhi mengatakan bahwa penyidik masih mendalaminya.

“Tentunya dokter yang mungkin menjelaskan penyebabnya kenapa. Yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan disebabkan oleh masuknya benda ke dalam bokong korban,” kata Kombes Budhi.

Kombes Budhi mengatakan, sejauh ini penyidik sudah menangkap satu orang berinisial L dan telah menetapkannya sebagai tersangka. Untuk diketahui, L merupakan seorang laki-laki, tetapi yang bersangkutan berperan sebagai seorang wanita (waria). Namun, Kombes Budhi belum menjelaskan soal peran tersangka terkait dengan kematian korban. Penyidik sampai saat ini masih mendalami keterangan tersangka.

“Saat ini kami sudah menetapkan satu orang tersangka. Terus terang masih ini kita kembangkan,” kata Kombes Budhi.

Lebih lanjut, Kombes Budhi menyampaikan tersangka L merupakan pemilik salon kecantikan. Korban diduga menjadi pelanggan karena terlihat akrab dengan menjemput tersangka di lobi berdasarkan rekaman kamera tersembunyi atau “CCTV”.

“Dalam CCTV yang kami temukan perbincangan yang cukup hangat sehingga kami duga antara korban dengan pelaku ini udah cukup kenal,” ujar Kombes Budhi.

Sebagai informasi, korban merupakan seorang mahasiswi. Ia ditemukan meninggal Rabu (8/6/2022), sekira pukul 14.21 WIB. Penemuan jenazah korban bermula ketika salah satu penghuni apartemen mencium bau tidak sedap yang berasal dari kamar korban, kemudian melapor ke petugas keamanan. Saat itu petugas keamanan membuka pintu kamar apartemen dan menemukan korban sudah meninggal di atas kasur. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Penyidik hanya menemukan bong atau alat hisap sabu serta plastik klip tak jauh dari jenazah korban.

Saat ditemukan, jenazah mahasiswi sudah sulit dikenali dengan kondisi jasad telah menghitam dan lebam karena sudah beberapa lama berada di lokasi kejadian.

“Udah tidak bisa ini kayak melepuh semua, kita mana tau nggak bisa kita nerka-nerka,” kata Kombes Budhi, Jumat (10/6/2022).

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News