Connect with us

16. DITRESKRIMUM

Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Terapis di Kolong Tol Jatikarya Jatisampurna

Published

on

TribrataNews PMJ — Penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar prarekonstruksi terkait kasus pembunuhan terapis bekam, RSJ (33 tahun), yang jasadnya terkubur di kolong jembatan tol Jatikarya, Jatisampurna, Kota Bekasi. Dari prarekonstruksi itu diketahui jejak korban dengan pelaku.

Prarekonstruksi dipimpin oleh Panit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Reza Fahlefi. Tersangka Muhammad Al Rasyid (38 tahun) dihadirkan dalam prarekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya Jumat (13/8/2021) siang.

“Hari ini kita lakukan rekon pembunuhan di Jatisampurna dengan korhan meninggal dunia inisial RSJ yang dilakukan oleh tersangka. Ini akan dilaksanakan di dua tempat yang pertama di Resmob Polda Metro Jaya dan yang kedua nanti setelah makan siang kita laksanakan di TKP,” kata AKP Reza di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Di sesi pertama rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya, ada 10 adegan yang dilakukan tersangka. 10 adegan itu mulai dari tersangka menghubungi korban perihal tawaran kerja terapis bekam di daerah Bogor.

Pada Rabu (4/8/2021) tersangka dan korban kemudian sama-sama menuju ke daerah Hambalang, Bogor. Tersangka dan korban memang diketahui sesama terapis bekam.

“Tersangka dan korban berbocengan pakai motor tersangka ke rumah HD di Hambalang, Bogor. Sekitar pukul 14.50 WIB, tersangka dan korban sampai di rumah HD di Hambalang. Tapi di sini nggak jadi bekam karena yang bersangkutan keluar ke Cikeas,” kata AKP Reza membacakan adegan 4 dan 5 di rekonstruksi.

Korban dan tersangka lalu pergi ke sebuah villa di Bogor dan bertemu dengan saksi D sebagai penjaga villa. Usai beristirahat tersangka kemudian meminta korban membekamnya.

“Setelah makan bakso, tersangka minta kepada korban minta dibekam karena tersangka merasa badannya kurang enak,” ungkap AKP Reza.

Dalam konferensi pers yang digelar polisi pada Kamis (12/8), momen tersangka dibekam ini digunakan tersangka untuk mengajak nikah dan berhubungan badan dengan korban. Namun, korban menolak ajakan tersangka  karena mengetahui tersangka telah berkeluarga.

Tersangka kesal kemudian menghabisi korban saat perjalanan menuju rumah korban di Cakung pada Kamis (5/8/2021). Jasad korban lalu dibuang dan dikubur di pinggir Tol Jatikarya, Bekasi.

“Motif tersangka suka sama korban dan pernah ajak kawin. Pada saat sebelum melakukan penganiayaan tersangka sempat ajak korban bersetubuh tapi ditolak korban dan terjadi ribut di situ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Tersangka ditangkap polisi di kediamannya di daerah Tapos, Depok, pada Selasa (10/8/2021) malam. Tersangka ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Handik Zusen, AKP Reza Pahlefi dan Iptu Roy Rolando Andarek.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pelaku kini dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya.

16. DITRESKRIMUM

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Jambret Ponsel Milik Pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman yang Viral di Media Sosial.

Published

on

By

Selasa, 26 Oktober 2021 15:13 WIB

TribrataNews PMJ – Petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku jambret ponsel milik pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Video aksi penjambretan ponsel oleh dua pengendara sepeda motor yang berboncengan itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Polisi menangkap seorang tersangka berinisial ABL di kawasan Cakung, Jakarta Timur dan satu pelaku lainnya serta penadah masih diburu. “Saat ini pelaku berinisial M alias O yang merupakan eksekutor penjambretan dan Y seorang penadah masih dalam pencarian,” tutur Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian, Selasa (26/10/2021).

AKBP Jerry mengatakan, sebelumnya pihaknya sempat menerima laporan polisi terkait penjambretan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi Kamis (21/10/2021) pukul 06.10 WIB.

“Korban menjelaskan ketika bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, tiba-tiba dipepet dua orang dengan mengendarai sepeda motor,” ujar AKBP Jerry.

Kemudian, kata AKBP Jerry, tersangka langsung merampas ponsel milik korban yang ditaruh di kantong punggung baju belakang. Ponsel korban yang dicuri oleh pelaku bermerek Samsung Galaxy A32. Keesokan harinya usai videonya viral, korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/10/2021).

Dari kediaman ABL, polisi menyita barang bukti, antara lain pakaian, helm, dan jaket yang dipakai pelaku saat menjambret. Barang bukti itu cocok dengan rekaman aksi penjambretan yang viral di media sosial. ABL juga sudah mengakui perbuatannya.

Sebelumnya viral di media sosial seorang pesepeda menjadi korban penjambretan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di bawah flyover Bendungan Hilir. Video penjambretan itu terekam oleh kamera dari seorang pesepeda lain.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Ditemukan Unsur Pidana, Kasus Anak Nia Daniaty Naik ke Penyidikan

Published

on

By

Selasa, 19 Oktober 2021 17:54 WIB

TribrataNews PMJ – Penyidik ​​Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan unsur pidana terkait kasus dugaan penipuan CPNS yang dimiliki anak Nia Daniaty , Olivia Nathania. Tidak tersingkap usai dilakukan gelar perkara.

“Ada unsur-unsur pidana di situ yang kita temukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (19/10/2021).

Atas dasar itu, kasusnya naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Gelar perkara dilakukan usai memeriksa Olivia pada Senin, 18 Oktober 2021. Olivia dua kali diperiksa sebagai terlapor. Dia dicecar 41 pertanyaan dalam pemeriksaan pertama pada Senin, 11 Oktober 2021. Kemudian, 42 pertanyaan dalam pemeriksaan tambahan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Polisi juga telah memeriksa 9 korban. Korban membeberkan kedok anak Nia Daniaty hingga menyerahkan bukti berupa surat keputusan (SK) strategi PNS, nota dinas, dan nomor pegawai induk (NIP) palsu.

Penipuan CPNS terlupakan dilakukan Olivia bersama dengan suaminya Rafly N Tilaar atau Raf sejak 2019. Raf merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang disimpan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham. Olivia dan Raf menawarkan korban sebagai PNS dengan tarif Rp25 juta-Rp156 juta. Total kerugian 225 korban mencapai Rp9,7 miliar.

Continue Reading

16. DITRESKRIMUM

Polda Metro Jaya Ringkus Tiga Komplotan Begal Sadis di Bekasi dan Tangerang

Published

on

By

Selasa, 12 Oktober 2021 07:35 WIB

TribrataNews PMJ – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus tiga komplotan begal bersenjata tajam yang tidak segan melukai korbannya dan kerap beraksi di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Tangerang.

“Ada tiga kasus yang ketiganya adalah curas, pencurian dengan kekerasan di Pasal 365 KUHP ancamannya 9 tahun penjara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin.

Komplotan pertama yang diringkus petugas adalah empat begal yang biasa beraksi di Tambun, Kabupaten Bekasi.

Empat tersangka tersebut diketahui berinisial EH alias B yang berperan menodongkan senjata tajam dan melukai korban. Tersangka kedua diketahui berinisial RA alias A yang berperan menyediakan senjata tajam.

Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial SP alias S dan RH alias T yang berperan sebagai joki. Selain keempat tersangka ini, polisi juga masih memburu satu tersangka lainnya yang berinisial A alias K.

Komplotan kedua yang diciduk petugas yakni komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Pagedangan, Tangerang.

Dalam kasus ini polisi menangkap dua tersangka yakni FM yang berperan sebagai eksekutor. Tersangka FM juga diketahui sebagai residivis dalam kasus serupa.

Sedangkan tersangka kedua adalah S alias P yang berperan sebagai joki dan berstatus anak di bawah umur.

Komplotan ketiga yang dibekuk polisi yakni kawanan begal di Rawa Lumbu, Kota Bekasi, dengan lima tersangka yakni MH dan MS selaku eksekutor. Kemudian MA dan AM sebagai joki, dan MA alias C sebagai penyedia senjata tajam.

Meski demikian Yusri tidak menjelaskan secara rinci kapan dan dimana para tersangka tersebut ditangkap.

Modus komplotan ini adalah berkeliling dan mengincar pengendara sepeda motor yang melintas ditempat sepi.

“Mereka ini sifatnya berkelompok biasanya mereka langsung memberhentikan dan tidak segan melakukan kekerasan untuk merebut kendaraan korban,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ke-11 tersangka tersebut kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang perampokan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News