Connect with us

19. DITRESNARKOBA

Polisi Dirikan Posko Kampung Tangguh Jaya di Kampung Ambon Cengkareng Jakarta Barat

Published

on

TribrataNews PMJ — Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat bekerjasama dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) dan Satuan Brimob Polda Metro Jaya mendirikan posko Kampung Tangguh Jaya di Kampung Ambon, Komplek Permata, Cengkareng, Jakarta Barat untuk membebaskan kawasan itu dari narkoba dan bebas dari wabah COVID-19.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona mengungkap, Kampung Tangguh Jaya di Kampung Ambon dibangun untuk memberantas peredaran narkotika serta penyebaran Covid-19 di sana. “Yang mau dibuat di sana bukan hanya kampung tangguh bebas dari narkoba, tapi juga kampung tangguh bebas Covid-19, jadi akan banyak program yang dilaksanakan di sana,” kata AKBP Ronaldo, Kamis (27/05/2021).

Menurut AKBP Ronaldo, sebanyak sepuluh personel ditempatkan di posko tersebut. Personel gabungan dari Polres dan Polda ini akan berpatroli dan bersiaga di posko selama 1×24 jam setiap hari.

“Kami juga bukan hanya berpatroli saja, tetapi juga melakukan penindakan terhadap warga yang kita curigai, kita akan periksa, jika ditemui ada narkoba maka akan langsung kita proses,” ujarnya.

Untuk saat ini personel gabungan sedang merangkul masyarakat dalam rangka meningkatkan partisipasi untuk lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan serta menghindarkan dari hal-hal yang negatif.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng Jakarta Barat pada Sabtu (22/05/2021). Dalam penggerebekan tersebut sebanyak 49 orang diamankan. Tujuh di antaranya dijadikan tersangka. Dari tujuh orang yang dijadikan tersangka, dua di antaranya merupakan bandar. Mereka adalah sepasang suami istri berinisial FPR dan GNS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, penggerebekan dilakukan seiring dengan adanya perintah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadli Imran untuk segera membersihkan Kampung Ambon dari peredaran narkoba. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Kata Kabid Humas, polisi akan menjadikan Kampung Ambon sebagai Kampung Tangguh. “Mulai hari ini Kampung Ambon akan kita jadikan Kampung Tangguh, tangguh dari Covid-19, Kampung Tangguh dari harkamtibmas, Kampung Tangguh bebas narkoba, zero narkoba di sana,” ungkap Kabid Humas.

19. DITRESNARKOBA

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita 1,37 Ton Ganja dari Jaringan Narkoba Jakarta – Medan – Aceh

Published

on

By

Senin, 18 Oktober 2021 16:38 WIB

TribrataNews PMJ – Anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menghentikan 1,37 ton ganja dari jaringan Jakarta-Aceh-Medan dengan menangkap 12 anggota sindikat pengedar.

“Pengungkapan narkotika jenis ganja sebanyak 1,37 ton dari jaringan Jakarta Medan dan Aceh. Ada 12 tersangka yang berhasil ditangkap dan enam masih DPO dari jaringan ini,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Jakarta, Senin (18/10/2021 ).

Kapolda mengungkapkan bahwa Jakarta masih menjadi pasar yang menjanjikan keuntungan besar sehiungga sindikat pengedar ganja tersebut menggunakan segala cara untuk membawa barang haram tersebut ke Ibu Kota.

“Hal penting yang perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bahwa Narkotika jenis ganja masih cukup dijanjikan di Jakarta, sehingga pelaku yang ada di sumber asalnya akan terus berupaya dengan berbagai macam cara mengirimkan ke Jakarta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan desain sindikat Jakarta-Aceh-Medan tersebut dilakukan di empat lokasi.

Yusri mengungkapkan kasus ini berawal dari penggerebekan di Ciputat Timur pada 10 September 2021 dengan barang bukti ganja sebanyak 58,37 gram dan dua tersangka.

Kemudian, petugas mengembangkan kasus tersebut dan menangkap tiga orang di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat dengan barang bukti 112 kilogram ganja.

Ketiga tersangka tersebut menjalani pemeriksaan secara intensif dan dari hasil pengembangan yang diketahui berasal dari Aceh melewati Medan menuju Jakarta.

Lalu, anggota Polda Metro Jaya mengirimkan tim ke Aceh dan empat orang serta sebuah kendaraan yang membawa barang haram tersebut.

“Di sana kami menemukan hampir 600 kilogram ganja di daerah Kuta Cane, Segala, Aceh Tenggara,” kata Kombes Yusri.

Penggerebekan di Aceh tersebut kembali dikembangkan dan pada 11 Oktober 2021 polisi menemukan sebuah kendaraan di rute lintas barat Sumatera yang membawa 600 kilogram. Polisi turut menangkap tiga orang dalam Penggerebekan tersebut.

“Total ada 1,3 ton lebih ganja yang dibawa dari Aceh dan didistribusikan ke Jakarta lewat Medan,” ujar Kombes Yusri.

Kombes Yusri mengungkapkan nilai ganja kering seberat 1.370 ton tersebut mencapai hampir Rp7 miliar dan pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan demi memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia.

“Ini tidak berhenti sampai sini, kami kembangkan terus karena biasanya mereka terus bermain karena jika landai mereka main lagi dari lintas Sumatera ke Jawa,” pungkasnya.

Continue Reading

19. DITRESNARKOBA

Langgar Jam Operasional PPKM Level 3, Restoran dan Bar Holywings Epicentrum Disegel 3×24 Jam

Published

on

By

Senin, 6 September 2021

TribrataNews PMJ — Restoran dan Bar Holywings Epicentrum di Kuningan, Jakarta Selatan, disegel selama 3×24 jam lantaran melanggar jam operasional saat dilakukan inspeksi mendadak oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya.

“Kita temukan pelanggaran jam operasi sudah lewat dari ketentuan,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).

Kombes Mukti mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) di Bar Holywings Epicentrum dilakukan pada Minggu (5/9/2021) sekira pukul 23.00 WIB malam dalam operasi penegakan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Meski demikian, Polda Metro Jaya hanya memberikan sanksi berupa teguran tertulis dan proses selanjutnya diserahkan kepada Satpol PP DKI Jakarta.

Polda Metro akan memberikan sanksi yang lebih berat apabila pihak pengelola kembali melakukan pelanggaran. “Kita masih tegur tertulis saja. Nanti kalau dia melanggar lagi akan kita tutup,” katanya.

Satpol PP DKI Jakarta melalui akun instagram resmi @satpolppdki menyampaikan Holywings Tavern dikenai sanksi penutupan selama 3×24 jam terhitung sejak Minggu (5/9) atas pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

“Tempat Usaha Holywings Kemang, dikenakan sanksi Penutupan Sementara 3×24 jam oleh Petugas Satpol PP DKI Jakarta Minggu (5/9/2021) setelah ditemukan terjadi pelanggaran ketentuan PPKM level 3 pada Sabtu Malam (4/9/2021),” demikian unggahan akun @satpolppdki pada Senin.

Setelah sanksi berakhir Holywings Kemang boleh kembali beroperasi. Namun jika kembali melanggar aturan PPKM, maka restoran dan bar itu terancam sanksi yang lebih berat lagi.

“Sanksi Pembekuan Izin Usaha sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 3 Tahun 2021 akan diberlakukan kepada manajemen Holywings apabila kembali ditemukan melakukan pelanggaran ketentuan usaha di masa pandemi,” demikian disampaikan akun @satpolppdki.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News