Connect with us

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polisi Bubarkan Kerumunan Unjuk Rasa Tolak Balapan Formula E

Published

on

Selasa, 12 Oktober 2021 14:44 WIB

TribrataNews PMJ – Aparat Polres Metro Jakarta Pusat membubarkan massa dari Jakarta Bergerak yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa (12/10/2021). Massa menggelar unjuk rasa untuk menolak digelarnya balapan Formula E.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut awalnya para pengunjuk rasa menyerukan tuntuntannya, namun tak berselang lama polisi harus membubarkan lantaran aksi tersebut menimbulkan kerumunan.

“Sekarang di Jakarta masih PPKM Level 3, masyarakat dilarang melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan, mari sama-sama kita hindari penyebaran virus Covid-19,” ungkap Kabag Ops Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Guntur pada Selasa (10/12/2021).

Massa sempat menuruti seruan polisi dengan menyelesaikan aksinya dan hendak meninggalkan lokasi. Namun, massa aksi justru mengarah kembali ke depan Gedung Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Saat mengarah menuju Balai Kota, polisi sempat menghadang massa aksi untuk melintas masuk ke Jalan M.I Ridwan Rais dari Jalan Kebon Sirih. Massa yang menolak untuk pergi akhirnya diperbolehkan melintas.

“Jalan, massa aksi tolong jalan dan jangan berhenti, jangan mengganggu pengguna jalan lain,” kata salah satu polisi melalui pengeras suara.

Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta mengatakan, aktivitas tersebut harus dibatasi mengingat kondisi Jakarta yang sedang tidak baik atau masih berada dalam PPKM Level3. Budi menjajikan bahwa aksi tersebut dapat dilakukan apabila Jakarta sudah tidak lagi dalam masa PPKM.“Jakarta masih menerapkan PPKM Level 3, jadi segala aktivitas yang sifatnya mengundang kerumunan massa itu tidak diperbolehkan,” kata AKBP Budi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2021).

“Saya minta semua menahan diri, menahan ego. Nanti setelah PPKM kami dari kepolisian akan memberikan pelayanan yang sifatnya menyampaikan pendapat di muka umum,” sambungnya.

Sementara, dalam menjaga aksi yang dilakukan pengunjuk rasa pihaknya mengerahkan sebanyak 200 personel gabungan. “Ada 200 personel kami kerahkan untuk mengamankan aksi demo. Sementara jumlah demonstran hanya sekira 50 orang,” ucapnya.

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polsek Senen Ungkap Pencurian Sepeda Motor Modus Baru Gunakan Korek Api

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 19:40 WIB

TribrataNews PMJ – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Senen mengungkap kasus pencurian sepeda motor menggunakan modus baru, yakni memakai korek api untuk merusak kontak kunci sepeda motor yang menjadi incaran.

Kapolsek Senen Kompol Ari Susanto membeberkan pelaku pencurian berinisial JK telah melakukan aksi tersebut sebanyak tujuh kali di wilayah Jakarta Pusat.

“Korek api tersebut ditancap sebatang besi kecil, kemudian dihubungkan untuk mencongkel kontak motor curian. Ini termasuk modus baru,” kata Kompol Ari, Kamis (14/10/2021).

Dalam melakukan aksinya, pelaku memodifikasi kunci T yang kemudian dirakit. Awalnya, petugas sempat lengah, namun setelah melakukan pemeriksaan alat itu dapat bekerja sebagai pembongkar kunci motor.

Pelaku mengincar motor yang mudah untuk dicapai dan posisi parkir tidak terpantau oleh pemilik. Setelah menjual hasil curiannya, pelaku bisa mendapatkan uang sampai Rp3 juta per unit motor.

Saat dilakukan tes urine, petugas juga mendapatkan pelaku JK positif menggunakan narkoba. Atas hal tersebut, polisi pun akan melakukan pengembangan kasus.

“Dia masih mabuk narkoba karena setelah buang air kecil, hasilnya positif. Akan kami kembangkan juga,” kata Kompol Ari.

Kanit Reskrim Polsek Senen AKP Bambang mengatakan, pelaku merupakan residivis yang sebelumnya sempat ditahan atas kasus kepemilikan senjata tajam dan kasus pencurian.

Polisi juga akan mengembangkan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) guna menangkap jaringan lainnya, termasuk penadah barang curian.

“Setelah mendapat (motor curian), biasanya pelaku langsung menghubungi penjual dan transaksi. Jaringan pelaku sedang kita dalami. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP,” kata AKP Bambang.

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Direktur TV Swasta Lokal Penyebar Hoaks dan SARA

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 18:30 WIB
TribrataNews PMJ – Petugas Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang direktur televisi swasta lokal. Direktur televisi swasta lokal tersebut diringkus karena menyebarkan berita bohong (hoaks) dan berkonten SARA.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi membenarkan hal tersebut. 

“Ya benar, yang ditangkap sutradara tv lokal, bukan tv nasional ya,” ujar Kombes Hengki, kepada awak media, di Jakarta, (14/10/2021).

Kombes Hengki melanjutkan, sutradara TV tersebut dibekuk di Jawa Timur beberapa hari lalu. Selain direktur televisi juga terdapat dua orang lainnya yang ditangkap polisi.

Meski begitu, Kombes Hengki belum mengungkapkan lebih detail terkait dengan sutradara TV tersebut.

Menurut ia, sutradara TV tersebut kerap menyebar konten hoaks dan SARA yang memecah belah bangsa.

Kombes Hengki mengatakan, direktur TV itu kerap menyebarkan informasi hoax melalui media sosial.

“Pokoknya dia nyebar link-nya ke mana-mana,” ucapnya.

Saat ini direktur TV swasta itu masih diperiksa di Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi siap menggelar keterangan pers terkait direktur TV itu besok Jumat (15/10/2021).

Continue Reading

1. POLRES METRO JAKARTA PUSAT

Polres Metro Jakarta Pusat Gerebek Kantor Sindikat Pinjaman Online (Pinjol) di Cengkareng Jakarta Barat

Published

on

By

Kamis, 14 Oktober 2021 17:17 WIB

TribrataNews PMJ – Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penggerebekan sebuah ruko di Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (13/10/2021), yang digunakan sebagai kantor sindikat kredit online (pinjol). Dalam penggerebekan tersebut, Polisi melengkapi 56 orang karyawan bagian penawaran kredit dan penagihan, untuk dimintai keterangannya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi, di Jakarta, Kamis (14/10/2021), mengatakan, penggerebekan kantor tersebut karena kerja kantor pinjol tersebut telah meresahkan masyarakat.

Dari penggerebakan itu, polisi juga menyediakan telepon barang bukti, yakni 52 unit perangkat komputer CPU dan 56 unit seluler milik karyawan.

Kapolres menuturkan, pengferebekan kantor pinjol berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga.

“Laporan itu kami tindaklanjuti dengan penemuan. Hasilnya ditemukan kantor pinjol di Cengkareng Jakarta Barat,” kata Kapolres.

Setelah dilakukan pengecekan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan pinjol tersebut berstatus ilegal, sehingga pihak kepolisian mengerebeknya.

“Beberapa barang bukti dan puluhan karyawan sudah kami amankan dari kantor sindikat pinjol,” kata Kapolres.

Polres Metro Jakarta Pusat terus mengembangkan kasus ini guna mengetahui pemilik sindikat pinjol itu. Perkembangan mengenai kasus ini akan disampaikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat dalam waktu dekat.

“Sampai saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut, nanti jika sudah selesai pemeriksaan semua kami sampaikan lagi,” tuturnya.

Continue Reading

BERITA POPULER

Breaking News